Connect with us

Hukum

Bareskrim Serahkan Berkas Rizieq Shihab ke Kejagung

Published

on

Channel9.id-Jakarta. Bareskrim Polri telah menyerahkan berkas tahap 1 kasus itu kepada Kejaksaan Agung (Kejagung) terkait salah satu perkara yang mendera pentolan FPI Rizieq Shihab dalam dugaan pelanggaran protokol kesehatan saat dirawat di Rumah Sakit UMMI.

Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian Djajadi mengatakan bahwa berkas tersebut diserahkan pada Kejagung pada Rabu (20/1). Dijelaskannya, berkas perkara tahap 1 itu berisi hasil pemeriksaan terhadap tiga tersangka dalam perkara itu.

“Dalam berkas itu ada tiga tersangka yang semuanya sudah menjalani pemeriksaan,” ucapnya, Kamis (21/1). Mereka adalah  Rizieq Shihab,  Muhammad Hanif Alatas yang adalah menantu Rizieq, dan Direktur Utama RS Ummi Andi Tatat.

Baca juga: Rizieq Shihab Dipindahkan ke Rutan Bareskrim Polri 

Meski sudah menjadi tersangka, dua dari tiga tersangka tersebut belum dilakukan penahanan. Sebagaimana diketahui, baru Rizieq yang ditahan. Namun penahanan tersebut dilakukan sejak Desember 2020 silam atas kasus dugaan pelanggaran prokes di Petamburan.

Dalam perkara ini, ketiga tersangka dijerat dengan pasat berlapis Pertama adalah pasal 14 ayat (1) dan (2) Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular dengan ancaman hukuman 6 bulan hingga 1 tahun penjara.

Kemudian, pasal 14 dan/atau Pasal 15 UU No. 1/1946 tentang Peraturan Hukum Pidana tentang menyiarkan berita bohong dan menerbitkan keonaran. Ancaman hukuman untuk pelanggaran terhadap pasal ini adalah 10 tahun penjara.

Di samping itu, ketiganya juga dijerat dengan Pasal 216 KUHP, yakni dengan sengaja tidak mengikuti perintah yang dilakukan menurut undang-undang atau dengan sengaja menghalangi tindakan pejabat dalam menjalankan tugasnya.

IG

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukum

Polri Cabut Status Tersangka 6 Laskar FPI

Published

on

By

Channel9.id – Jakarta. Bareskrim Polri mencabut status tersangka enam laskar Front Pembela Islam (FPI) yang bentrok dengan polisi di Tol Jakarta-Cikampek Km 50. Pencabutan ini karena Bareskrim Polri menghentikan perkara ini.

“Kasus penyerangan di Tol Jakarta-Cikampek dihentikan. Dengan begitu, penyidikan serta status tersangka sudah gugur,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono, Kamis 4 Maret 2021.

Argo menyampaikan, sesuai instruksi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, penyidik menjalankan rekomendasi dan temuan dari Komnas HAM soal perkara ini.

Dalam hal ini, polisi telah menerbitkan laporan dugaan adanya unlawful killing terhadap empat dari enam laskar FPI yang masih hidup saat digiring ke dalam mobil polisi. Tiga anggota Polda Metro Jaya menjadi terlapor dalam kasus ini.

“Rekomendasi dan temuan Komnas HAM, kami sudah jalankan. Saat ini masih terus berproses,” pungkasnya.

Sebelumnya, Bareskrim Polri menetapkan enam anggota laskar FPI yang tewas dalam insiden di Tol Jakarta-Cikampek sebagai tersangka. Keenam anggota laskar FPI itu diduga melakukan kekerasan.

IG

Continue Reading

Hukum

Sidang Hari Ini, Komisi III Minta JPU Tuntut Maksimal Djoko Tjandra

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Terdakwa kasus suap pengurusan fatwa Mahkamah Agung (MA) dan penghapusan red notice Djoko Tjandra akan menjalani sidang tuntutan di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat, pada hari ini, Kamis (04/03).

Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni meminta jaksa menuntut maksimal terdakwa Djoko Tjandra terkait kasus suap red notice.  Ia menyebut kasus Jaksa Pinangki bisa menjadi barometer Jaksa Penuntut Umum atau JPU.

“Kejaksaan perlu berkaca pada kasusnya Pinangki, dituntut jaksa 4 tahun, namun diputus hakim jadi 10 tahun. Artinya putusan Pinangki tersebut harus dijadikan barometer tuntutan Jaksa Penuntut Umum terhadap terdakwa Djoko Tjandra,” kata Sahroni dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (04/03).

Baca juga: Kasus Red Djoko Tjandra Serahkan Kembali Berkas ke JPU

Ia mengharapkan Kejaksaan Agung yang sudah menunjukkan kinerja positif dengan mengawal kasus dugaan suap red notice Djoko Tjandra melanjutkannya dengan memberikan tuntutan yang cermat dan tidak rendah.

“Saya yakin Jaksa Agung sudah memberikan bukti penanganan korupsi yang cemerlang untuk kasus-kasus kelas kakap seperti Jiwasraya, Asabri dan BPJS. Momen bagus tersebut agar jangan dirusak dengan melakukan tuntutan yang rendah terhadap kasus Djoko Tjandra,” kata dia.

Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) akan membacakan tuntutan terhadap terdakwa kasus suap pengurusan fatwa Mahkamah Agung (MA) dan penghapusan red notice” Joko Soegiharto Tjandra alias Djoko Tjandra di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat, Kamis

IG

Continue Reading

Hukum

Hari Ini, Djoko Tjandra Dengarkan Tuntutan Jaksa

Published

on

By

Channel9.id – Jakarta. Djoko Tjandra yang ditetapkan sebagai terdakwa kasus suap pengurusan fatwa Mahkamah Agung (MA) dan penghapusan red notice akan menjalani sidang tuntutan di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat, pada hari ini, Kamis (4/3).

Jaksa Zulkipli dari Kejaksaan Agung mengatakan, sidang tuntutan diagendakan pada pukul 10.00 WIB pagi ini.

“Besok dibacakan (Kamis) pagi, seperti biasa jam 10.00 WIB,” kata Jaksa Zulkipli, Rabu (3/4).

Djoko Tjandra merupakan terpidana kasus cessie Bank Bali sekaligus terdakwa kasus dugaan suap pengurusan fatwa Mahkamah Agung (MA).

Sebelumnya, Jaksa Pinangki didakwa menerima uang senilai 500 ribu USD dari Djoko Tjandra untuk mengurus fatwa di Mahkamah Agung (MA). Hal itu dilakukan agar Djoko Tjandra –yang saat itu masih buron– tidak dieksekusi dalam kasus hak tagih atau cassie Bank Bali.

Perkara ini dimulai saat Pinangki bertemu sosok Rahmat dan Anita Kolopaking pada September 2019. Saat itu, Pinangki meminta agar Rahmat dikenalkan kepada Djoko Tjandra.
Kemudian, Anita Kolopaking akan menanyakan ke temannya yang seorang hakim di MA mengenai kemungkinan terbitnya fatwa bagi Djoko Tjandra. Guna melancarkan aksi itu, Djoko Tjandra meminta Pinangki untuk membuat action plan ke Kejaksaan Agung.

IG

Continue Reading

HOT TOPIC