Connect with us

Techno

Budaya Digital Jadi Tatanan Kehidupan Baru

Published

on

Channel9.id-Jakarta. Di era sekarang, budaya digital sudah menjadi tatanan kehidupan baru masyarakat. Apalagi dalam masa pandemi Covid-19, gaya hidup warga dunia telah berubah. Dengan segala keterbatasan gerak, gaya hidup warga global mempunyai kebiasaan baru, seperti menggunakan media sosial, berbelanja online, melakukan pembayaran digital, pendidikan online, dan work from home (WFH).

“Digital culture sebagai gagasan yang bersumber penggunaan teknologi dan internet. Hal itu membentuk cara masyarakat berinteraksi, berperilaku, berpikir, dan berkomunikasi sebagai manusia dalam lingkungan masyarakat,” kata Pemimpin Redaksi Channel9.id Mochamad Azis Nasution beberapa waktu lalu.

Budaya digital sejatinya merupakan hasil olah pikir, kreasi, dan cipta karya manusia berbasis teknologi internet. Perkembangan budaya digital sangat ditentukan oleh penguasaan terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi. Karenanya, penting bagi masyarakat untuk mendapatkan literasi soal ini.

Baca juga: Momentum Hari Anak Nasional 2021, Anak-Anak Butuh Literasi Digital 

Untuk mendukung hal itu, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) bekerja sama dengan Jaringan Pegiat Literasi Digital (Japelidi) dan Siberkreasi Gerakan Nasional Literasi Digital Indonesia untuk meluncurkan Seri Modul Literasi Digital. Program ini adalah dukungan untuk program Literasi Digital Indonesia. Melalui seri modul tersebut, masyarakat Indonesia diharapkan dapat memanfaatkan teknologi digital dengan tetap menjunjung nilai-nilai dalam kehidupan berbudaya, berbangsa, dan bernegara.

Dengan begitu, teknologi memberi manfaat dan mendorong produktivitas masyarakat Indonesia. Modul tersebut berfokus pada empat tema besar, yaitu Cakap Bermedia Digital, Budaya Bermedia Digital, Etis Bermedia Digital, dan Aman Bermedia Digital. Untuk diketahui, proses sosialisasi dan pendalaman Seri Modul Literasi Digital dilakukan melalui rangkaian webinar bertajuk “Indonesia #MakinCakapDigital”.

Webinar tersebut menjangkau 514 kabupaten dan kota di seluruh Indonesia dan dihadiri oleh sejumlah narasumber dari berbagai bidang dan keahlian. Adapun webinar dengan tema “Kebebasan Berekspresi di Dunia Digital” telah diselenggarakan di 14 kabupaten maupun kota di wilayah DKI Jakarta dan Banten pada Senin (21/06/2021).

Webinar tersebut menghadirkan sejumlah narasumber, antara lain founder sekalligus Chief Executive Officer (CEO) of Haho.co.id Antonius Andy Permana, anggota Indonesian Association for Public Administration (IAPA) Pradhinka Yunik Nurhayati, perwakilan Kaizen Room Erista Septianingsih, dan Mochammad Azis Nasution.

Pada kesempatan itu, Pradhinka Yunik Nurhayati mengatakan, hampir 64 persen penduduk Indonesia sudah terkoneksi dengan internet. Sayangnya, kemudahan berkomunikasi membuat pengguna tanpa sadar bertindak semaunya.

“Padahal, dalam menggunakan internet juga perlu menggunakan tata krama. Untuk mendukung etika digital, diperlukan sikap dan perilaku positif untuk kebaikan bersama,” tuturnya.

Ia menambahkan, salah satu upaya perlawanan terhadap konten negatif adalah dengan tidak menyebarkannya. “Libatkanlah diri dalam berbagi data dan informasi yang bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain, serta menciptakan karya yang positif,” jelasnya.

Sementara itu, Erista Septianingsih mengatakan, masyarakat digital lebih senang untuk mencari sendiri konten dan informasi yang diinginkan. “Maraknya aktivitas digital yang dilakukan, mengharuskan kita untuk peduli dalam memproteksi perangkat digital yang kita miliki,” ujarnya.

Lebih lanjut Erista menjelaskan, selain membantu memudahkan pekerjaan, mencari hiburan, dan transaksi daring, aktivitas digital juga rawan incaran kejahatan. Salah satunya adalah peretasan. “Phising adalah upaya untuk mendapatkan informasi data seseorang dengan teknik pengelabuan,” jelas Erista.

Ia melanjutkan, pelaku phising mengincar data pribadi korban, seperti nama, usia, dan alamat. Tidak hanya itu, data akun berupa username dan password, hingga data finansial, seperti informasi kartu kredit dan nomor rekening juga menjadi target pembobolan pelaku. “Sementara, kalau scam adalah segala bentuk tindakan yang sudah direncanakan yang bertujuan untuk mendapatkan uang dengan cara menipu atau membohongi orang lain,” imbuhnya.

Selain menjaga etika di ranah digital, kecermatan memilah informasi juga penting untuk dilakukan saat berselancar di dunia maya. Pasalnya, selain informasi yang valid, hoaks juga menyebar melalui internet.

Antonius Andy Permana mengatakan, pendapat atau opini yang dikemukakan tanpa data pendukung yang kuat dan hanya didasari pada asumsi sering kali berujung pada hoaks. Menurutnya, seiring kehadiran hoaks, kebebasan berpendapat dan berekspresi dapat mengancam ketertiban umum. Sebab, hoaks merupakan bagian dari kesalahan informasi di dunia maya.

“Selain itu, sejumlah information disorder, seperti disinformasi, misinformasi, dan malainformasi, akan mengganggu unsur dalam hak berpendapat dan berekspresi,” lanjutnya.

Ia menambahkan, hoaks merupakan sesuatu yang berbahaya. Hoaks akan membangun asymmetric war antara penguasa dan whistle blower dalam membangun kebenaran.  “Hoaks membuat informasi yang (benar) direkayasa dengan cara memutarbalikkan fakta (interpersonated) dan mengaburkan informasi (mislead). Dengan begitu, pesan yang benar tidak dapat diterima,” paparnya.

Menariknya, pengaruh hoaks, lanjut Antonius, tidak memandang usia, jenis kelamin, dan tingkat pendidikan. “Barometer mencari informasi di dunia digital agar tidak mudah termakan hoaks adalah membaca berita dengan sumber dan referensi yang jelas. Selain itu, terkait (berita) kontroversi, ada prinsip cover both side yang merupakan kode etik jurnalis,” jelas Azis.

Sementara itu, lanjut Azis, pada media sosial Twitter, terdapat manipulasi dengan menyembunyikan identitas yang tidak bisa diketahui sumbernya. Dengan begitu, yang menyebarnya bisa dikatakan hoaks.

“Perbedaan ini saling mengait apa yang viral di media sosial mempunyai pengaruh kepada dunia digital. Cara membedakannya dapat kembali lagi pada diri sendiri yang harus cermat sebelum memutuskan untuk share informasi yang beredar,” imbuhnya.

Sebagai informasi, seri webinar Indonesia #MakinCakapDigital terbuka bagi siapa saja yang ingin menambah wawasan dan pengetahuan mengenai literasi digital. Rangkaian webinar tersebut akan terus diselenggarakan hingga akhir 2021. Peserta yang mengikutinya juga akan mendapat e-certificate.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Techno

Kominfo Klarifikasi Soal Tudingan Kebocoran Data di PeduliLindungi

Published

on

By

Kominfo Klarifikasi Soal Tudingan Kebocoran Data di PeduliLindungi

Channel9.id-Jakarta. Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menegaskan tak ada kebocoran data aplikasi PeduliLindungi. Sebab data para penggunanya disimpan di cloud.

“Tak terjadi kebocoran data di PeduliLindungi, karena data-datanya berada di cloud di dalam negeri, baik di cloud Kominfo maupun di cloud mitra Kementerian Kesehatan yang menangani PeduliLindingi”, pungkas Menkominfo Johnny G Plate, saat rapat kerja dengan Komisi I DPR RI di Gedung DPD, Jakarta, Selasa (21/9).

Baca juga: DPR Desak Kominfo Serius Lindungi Data Strategis Milik Negara

Johnny mengklarifikasi tuduhan kebocoran data sejumlah tokoh nasional di PeduliLindungi. Menurutnya, data itu bukan diambil paksa dari platform tersebut, melainkan data tersebut sudah jadi public domain secara tanpa hak.

Untuk itu, ia menegaskan perlunya penyelesaian secara hukum karena aksi tersebut dinilainya ilegal. “Ini masalahnya adalah tindakan-tindakan kriminal atau tindakan yang tidak sesuai aturan, ilegal terhadap data pribadi masyarakat oleh oknum-oknum yang perlu mendapat penegakan hukum di ruang fisik,” tutur dia.

“Kalau dibiarkan, maka semua pejabat publik yang diamanatkan oleh undang-undang agar data pribadinya dengan konsennya masing-masing dipublish kepada publik akan mengalami masalah yang sama,” sambungnya.

Sebagai antisipasi, kata Johnny, pemerintah telah meminta Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) untuk meningkatkan sumber daya teknologi, serta melindungi dan menjamin keamanan data pribadi.

Ia juga menegaskan bahwa Undang-Undang Dasar Republik Indonesia (UUD RI) mengamanatkan negara harus hadir menjamin pelindungan terhadap masyarakat, baik terhadap hal-hal yang bersifat fisik maupun pribadi.

“Dalam rangka melaksanakan kewajiban itu, penugasan-penugasan diberikan, termasuk kepada PSE untuk melaksanakan tugas-tugasnya,” tandas Johnny.

(LH)

Continue Reading

Techno

Apple Kembangkan Pendeteksi Kesehatan Mental

Published

on

By

Apple Kembangkan Pendeteksi Kesehatan Mental

Channel9.id-Jakarta. Apple tengah mengembangkan cara untuk mendeteksi dan mendiagnosis kondisi kesehatan mental, seperti depresi, kecemasan, dan penurunan kognitif, menggunakan iPhone.

The Wall Street Journal mengatakan bahwa para peneliti berharap analisis data bisa menunjukkan perilaku yang berkaitan dengan kondisi kesehatan mental tersebut. Adapun data yang dimaksud seperti mobilitas, pola tidur, dan bagaimana karakter seseorang.

Selain itu, pengukuran lain mencakup analisis ekspresi wajah, detak jantung, dan pernapasan. Semua pemrosesan akan dilakukan di perangkat, tanpa mengirim data ke server Apple.

Apple saat ini sedang mengerjakan proyek penelitian demi pengembangan fitur-fitur ini. Bersama dengan University of California, Los Angeles (UCLA), mereka mempelajari tentang stres, kecemasan, dan depresi, dengan data Apple Watch dan iPhone. Penelitian yang dimulai sejak awal 2021 ini melibatkan 3.000. Sebelumnya, pada 2020 lalu, dilakukan tahap percontohan yang melibatkan 150 peserta.

Para peneliti akan membandingkan data dari sensor iPhone dan Watch—di mana peserta harus mengisi kuesioner terkait perasaan mereka. Mereka juga mengukur tingkat hormon stres kortisol di folikel rambut peserta.

Perihal penelitian itu, Apple dan UCLA mengumumkan pada Agustus 2020 bahwa studi bisa memakan waktu, paling tidak, tiga tahunan.

Proyek penelitian lain juga sedang dilakukan Apple bersama perusahaan farmasi Biogen. Pada Januari lalu, mereka mengatakan sedang melakukan penetilian—yang mungkin memakan waktu dua tahun—untuk memantau fungsi kognitif dan mungkin menemukan gangguan kognitif ringan, yang berpotensi berkembang menjadi Alzheimer. Dalam penelitian ini, mereka akan melibatkan sekitar 20.000 peserta, di mana setengahnya berisiko tinggi mengalami gangguan kognitif.

Jika data dari studi memang sejalan dengan gejala depresi atau kecemasan, maka Apple bisa memanfaatkan data tersebut. Data ini bisa menjadikan patokan dalam membuat fitur pendeteksi kondisi kesehatan mental. Hasil deteksi ini nantinya memungkinkan iPhone akan mendorong penggunanya mencari perawatan, yang mana deteksi dini ini bisa meningkatkan kualitas hidup seseorang dalam jangka panjang.

Apple dan mitranya masih dalam tahap awal pekerjaan ini, jadi mungkin perlu beberapa tahun sebelum akhirnya perusahaan menambahkan fitur pemantauan kesehatan mental ke iPhone. Jadi, belum bisa dipastikan apakah penelitian akan mengarah ke fitur ini.

Sejumlah penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa setiap orang yang terlibat di penelitian menggunakan perangkat dengan cara yang berbeda-beda. Mengingat hal ini, belum jelas apakah pengembang bisa membangun algoritme yang bisa mendeteksi kondisi kesehatan mental secara andal dan akurat.

Meski begitu, dalam beberapa tahun terakhir ini, Apple fokus pada masalah kesehatan. Jadi, ada kemungkinan fitur berdasarkan penelitian itu akan muncul.

(LH)

Continue Reading

Techno

YouTube Uji Coba Unduh Video di Web

Published

on

By

YouTube Uji Coba Unduh Video di Web

Channel9.id-Jakarta. Selama ini, tak ada fitur resmi untuk menangkap video dari YouTube di web. Biasanya seseorang datang ke situs web berisiko atau merekam video dari desktop, untuk mendapat video. Namun, YouTube kini menghadirkan tombol unduh video untuk para pengguna komputer.

Android Police melaporkan bahwa fitur tersebut masih dalam tahap uji coba untuk para pelanggan Premium. Pembaruan ini bukan hal mengejutkan, sebab YouTube sendiri sudah menawarkan unduhan video seluler juga.

Baca juga:  Izinkan Kreator Kecil Gunakan Fitur Community

Dilandir dari Engadget (22/9), nantinya pengguna akan melihat tombol unduh tepat di sebelah opsi “bagikan” di bawah video, atau di samping menu tiga titik saat sedang berselancar. Setelah mengunduh video, unduhan akan ditempatkan di “library” YouTube offline. Pengguna bisa memilih resolusi dari 144p hingga 1080p. Pada titik ini, tampaknya atau ada batasan ukuran apa pun—terlepas dari ruang penyimpanan yang tersedia.

Entah pengguna suka mengunduh atau tidak, setidaknya pembaruan itu menjadi hal yang bagus untuk perjalanan di masa mendatang.

(LH)

Continue Reading

HOT TOPIC