Connect with us

Nasional

Capai 56,7 Persen, Khofifah Yakin Pembangunan JLS Jatim Tepat Waktu

Published

on

Channel9.id-Surabaya. Salah satu program unggulan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, yakni Pembangunan Jalur Lingkar Selatan (JLS) telah berjalan dengan baik. Hingga November ini, progresnya telah mencapai 56,73 persen. Capaian itu setara 383,10 kilometer dari total 675,31 kilometer
Meskipun dalam kondisi pandemi Covid-19, Khofifah mengaku, progres pembangunan JLS lebih cepat dari perkiraan.

“Ternyata di luar dugaan progres pekerjaan di Lot 6 dan Lot 7, justru pada saat pandemi Covid-19 pelaksanaannya lebih cepat dari yang direncanakan,” kata Khofifah melalui siaran tertulisnya, Rabu (25/11/20).

Khofifah berharap, pembangunan wilayah selatan bisa membuka peluang bagi pengembangan kegiatan ekonomi, pemanfaatan sumber daya alam, dan pengembangan sentra-sentra produksi. Selain itu, juga dapat meningkatkan aksesibilitas pada koridor dan kawasan-kawasan produktif, serta menjadi jembatan terbukanya kawasan-kawasan obyek wisata kawasan di selatan Jawa Timur.

Khofifah mengatakan, JLS rencananya akan melewati delapan kabupaten. Mulai Pacitan, Trenggalek, Tulunggagung, Blitar, Malang, Lumajang, Jember, dan berakhir di Kabupaten Banyuwangi. Khofifah optimistis, pembangunan JLS akan mampu mengurangi disparitas antara wilayah utara dan selatan Jawa Timur.

Khofifah menambahkan, guna mempercepat progres pembangunan JLS, perlu adanya intervensi langsung dari masing-masing pemerintah kabupaten. Menurutnya, sangat diperlukan adanya upaya  lebih detail terhadap potensi, keunggulunan kompetitif, dan keunggulan komparatif serta spesifikasi bahkan termasuk kendala yang dihadapi di tiap wilayah.

“Jika tidak maka ketimpangan pembangunan dan kualitas SDM akan terus terjadi, utamanya karena akses yang susah ditembus di beberapa koridor,” kata Khofifah.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Nasional

Kapolri Beri Kenaikan Pangkat Luar Biasa Kepada 32 Personel Polri

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Kapolri Jenderal Idham Azis memberikan Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB) setingkat lebih tinggi kepada 32 personel Korps Bhayangkara yang dianggap berprestasi dalam menjalankan tugasnya sebagai prajurit.

Baca juga: Kapolri Idham Azis Naikkan Pangkat 44.884 Personel Kepolisian 

Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono mengatakan pada Selasa (19/1) pemberian penghargaan berupa KPLB itu dituangkan dalam surat Telegram Rahasia (TR) bernomor STR/29/I/KEP./2021 per tanggal 19 Januari 2021, yang ditandatangani oleh Karo Binkar AS SDM Polri Brigjen Bariza Sulfi atas nama Kapolri.

Kenaikan pangkat itu mencakup personel kepolisian dari tingkat Kompol ke AKBP, AKP ke Kompol, dari Iptu ke AKP, dan dari Ipda ke Iptu.

IG

Continue Reading

Nasional

Jenazah Mantan Ketum HMI Berhasil Diidentifikasi DVI Polri

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Mantan Ketua Umum (Ketum) PB HMI, Mulyadi P Tamsir yang menjadi salah satu korban pesawat Sriwijaya Air SJ 182 berhasil diidentifikasi oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri pada Selasa (19/1). Pria yang juga menjabat sebagai Waketum DPP KNPI itu diidentifikasi bersama lima korban kecelakaan pesawat Sriwijaya Air SJ 182 yang jatuh di Kepulauan Seribu, beberapa waktu lalu.

Kepala Laboratorium DNA Pusat Kedokteran Kesehatan (Pusdokkes) Polri Kombes Ratna mengatakan, jenazah Mulyadi berhasil teridentifikasi melalui pencocokan data sidik jari dan DNA pihak keluarga.

“Kemudian Mulyadi dengan pembanding dari ayah kandung,” ucap Ratna di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Selasa (19/1).

Baca juga: DVI Polri Kumpulkan 351 Sampel DNA Korban Sriwijaya Air 

Diketahui, Mulyadi menjadi penumpang pesawat Sriwijaya Air bersama ibu mertua, istri dan adik iparnya. “Untuk pak Mulyadi ini dari ibu, adik ipar dan menantu sudah teridentifikasi semua,” ujarnya.

Ratna menambahkan, per hari Selasa (19/1) Rumah Sakit Polri Kramat Jati menyerahkan empat jenazah korban kecelakaan pesawat Sriwijaya Air SJ 182 ke pihak keluarga. Adapun total keseluruhan sampai saat ini sudah 27 jenazah diserahkan ke pihak keluarga.

“Pada hari ini RS Polri telah menyerahkan empat jenazah untuk disemayamkan. Yaitu jenazah atas nama Gita Lestari Dewi, kedua Didik Gunardi, ketiga Beben Sopian, keempat atas nama Mia Trasetyani telah diserahkan. Berarti sudah 27 jenazah yang diterima oleh keluarganya untuk dimakamkan,” pungkasnya.

IG

Continue Reading

Nasional

Sri Sultan HB X Pecat Adik Tirinya Dalam Pengurusan Keraton

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Sri Sultan Hamengku Buwono X diduga melakukan pemecatan terhadap adik tirinya bernama GBPH Prabukusumo dalam pengurusan keraton Yogyakarta. Hal itu diketahui setelah sebuah surat berlogo beredar di grup-grup Whatsapp. Surat berbahasa Jawa ini mulai beredar pada Selasa (19/01).

Surat yang tertulis Dhawuh Ageng ini memiliki nomor surat angka: 01/DD/HB.10/Bakdamulud.XII/JIMAKIR.1954.2020. Surat ini ditandatangani Sultan Hamengku Bawono KA 10. pada 16 Bakdamulud Jimakir 1954 atau 2 Desember 2020.

Dalam surat ini berisi dua bab. Bab I berisikan pergantian pimpinan Keraton Yogyakarta di Parwabudaya Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat. Sebelumnya, Parwabudaya Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat ini dipimpin oleh adik tiri Sultan HB X yaitu GBPH Yudaningrat.

Jabatan ini kemudian dipegang oleh putri sulung Sultan HB X, GKR Mangkubumi Hamemayu Hayuning Bawono Langgeng Ing Mataram.

Baca juga: Sri Sultan HB X Berjanji Ajukan Aspirasi Buruh kepada Jokowi 

Sementara pada Bab II berisikan, pergantian pimpinan Keraton Yogyakarta di bidang Nityabudaya Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat. Jabatan ini sebelumnya dipegang oleh adik tiri Sultan HB X, GBPH Prabukusumo.

Usai keluarnya surat tersebut, jabatan yang sebelumnya dipegang oleh GBPH Prabukusumo ini digantikan oleh putri Sultan HB X yaitu GKR Bendara.

Ketika dikonfirmasi terkait kebenaran surat tersebut, Gusti Prabu sapaan akrab GBPH Prabukusumo membenarkan. Ia tak menampik sudah dipecat dari jabatannya di Kraton Yogyakarta, meski menaruh sangsi karena kesalahan penulisan nama dan juga nama Hamengku Bawono KA 10 yang dinilai tidak pernah mengangkatnya.

“Pertama, Kraton Yogyakarta tidak mengenal nama Bawono, artinya surat ini batal demi hukum. Kemudian, nama saya dalam surat juga keliru dan yang mengangkat saya dulu almarhum Bapak Dalem HB IX 8 kawedanan, bebadan dan tepas, diteruskan Hamengku Buwono X,” ungkap Gusti Prabu melalui pernyataan tertulisnya.

Gusti Prabu mengaku mengambil keputusan untuk tidak aktif lagi di Kraton sejak enam tahun silam, tepatnya setelah adanya Sabdatama dan Sabdaraja dari Sri Sultan kala itu. Alasannya, hal tersebut dirasa bertentangan dengan Paugeran Kraton Yogyakarta sehingga Gusti Prabu bersama adik-adiknya yang lain mundur melayani HB X.

“Artinya, mengapa orang salah tidak mau mengakui kesalahannya, malah memecat yang mempertahankan kebenaran, yaitu kesungguhan pikiran, niat dan hati yang mulia untuk mempertahankan adat istiadat Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat sejak HB I hingga HB IX,” sambung dia.

Gusti Prabu mengatakan, tidak pernah merasa punya kesalahan sehingga akhirnya dipecat dari Kraton Yogyakarta. Ia pun berharap masyarakat DIY bisa melihat hal tersebut secara lebih jelas.

“Sabar bersabar, kalau saya dengan dhimas Yudho (GBPH Yudhaningrat) dipun jabel kalenggahanipun, artinya itu dipecat. Karena itu saya membuat ini (pernyataan tertulis) agar warga DIY tahu, kalau saya dan dhimas Yudho itu tidak salah,” ujar Gusti Prabu.

IG

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

HOT TOPIC