Connect with us

Lifestyle & Sport

Cara Cegah Maag Kambuh Saat Puasa

Published

on

Cara Cegah Maag Kambuh Saat Puasa

Channel9.id-Jakarta. Tak seperti di hari biasanya, waktu makan akan berkurang selama Kamu menjalani puasa di bulan Ramadan. Selama di bulan ini, Kamu hanya bisa makan dari waktu buka puasa hingga sahur. Tentu Kamu butuh adaptasi terhadap perubahan ini.

Adapun perubahan itu rentan membikin asam lambung meningkat saat perut kosong. Terlebih bagi mereka yang menderita gangguan lambung seperti maag. Perut jadi nyeri, mual, kembung, dan dada terasa perih. Tak heran bila usaha awal puasa jadi gagal karena keluhan ini.

Maka dari itu, jika Kamu punya gangguan lambung seperti itu, sebaiknya konsultasikan ke dokter sebelum puasa. Sehingga, Kamu bisa beribadah dengan lancar tanpa halangan berarti.

Meski begitu, kambuhnya maag selama puasa sebetulnya bisa dicegah, lo. Berikut ini hal-hal yang mesti Kamu lakukan agar maag tak kambuh saat puasa.

1. Selalu sahur
Sering melewati sahur akan meningkatkan risiko maag kambuh. Untuk itu, usahakan untuk selalu sahur. Cobalah sahur di waktu mendekati imsak.

Saat sahur, disarankan untuk mengonsumsi karbohidrat, protein, dan serat—yang lambat dicerna. Pemilihan menu ini penting agar Kamu tak mudah lemas dan lapar saat menjalani puasa.

2. Konsumsi makanan yang kaya serat saat sahur
Pastikan mengonsumsi makanan yang kaya akan serat saat sahur. Kamu bisa mendapatkannya dengan mengonsumsi buah, sayur, kacang-kacangan, beras, agar-agar, dan gandum.

Biasanya, jenis makanan itu mengandung karbohidrat kompleks. Adapun karbohidrat ini membutuhkan waktu lebih lama untuk diserap ke dalam sistem tubuh. Dengan demikian, pengosongan lambung juga jadi lebih lambat. Ini penting karena jika lambung penderita maag kosong, asam lambung akan mengiritasi dinding lambung dan membikin rasa perih. Hal ini akan memicu maag kambuh saat puasa.

3. Buka puasa tepat waktu
Di tengah kesibukan, Kamu kerap berpikir untuk menunda waktu buka puasa. “Tanggung,” begitu pikirmu. Demikian pula saat Kamu terjebak macet saat menuju tempat membatalkan puasa, Kamu jadi menunda buka puasa.

Padahal buka puasa tepat waktu sangat penting untuk mencegah maag kambuh, jadi jangan membiasakan menunda-nunda waktu berbuka puasa.

Saat buka puasa, hindari makan dan minuman yang memicu peningkatan asam lambung seperti kafein dan sambal. Selain itu, atur porsi makan agar tak berlebihan. Jika tidak, lambung akan kesulitan mencernanya.

4. Hindari makanan pemicu maag
Hindarilah makanan yang memicu maag selama sahur dan berbuka puasa, seperti makanan berlemak. Makanan ini akan meningkatkan peradangan pada selaput lambung. Selain itu, disarankan pula untuk menghindari makanan olahan yang mengandung gula.

Makanan olahan seperti mi dan pasta juga sebaiknya dihindari karena akan mengiritasi selaput lambung. Kemudian makanan pedas seperti sambal juga bisa memperburuk masalah lambung, lo. Oleh karenanya, jauhilah jenis-jenis makanan tersebut.

(LH)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lifestyle & Sport

Pola Makan yang Bisa Ganggu Kualitas Tidur

Published

on

By

Pola makan punya peran besar dalam memengaruhi kesehatan, lo. Termasuk terhadap kualitas tidur. Adapun pola dan kualitas tidur yang baik membantu tubuh menjaga

Channel9.id-Jakarta. Pola makan punya peran besar dalam memengaruhi kesehatan, lo. Termasuk terhadap kualitas tidur. Adapun pola dan kualitas tidur yang baik membantu tubuh menjaga berat badan. Bahkan membantu proses penurunan berat badan bagi yang sedang menjalani diet.

Meski begitu, hubungan antara pola makan dan tidur yang penting itu kerap diabaikan. Padahal dengan memahaminya, Kamu berpeluang untuk menjalani hidup yang lebih sehat dan optimal. Maka dari itu, ketahuilah bagaimana dan pola makan saja yang bisa memengaruhi kualitas tidur. Nah, simak penjelasan berikut ini.

1. Ngemil sebelum tidur
Journal of Clinical Sleep Medicane menunjukkan makan rendah serat dan lemak jenuh tinggi dikaitkan dengan tidur yang lebih ringan dan tak nyaman. Maka dari itu, ngemil junk food seperti donat, keripik, dan pizza akan merusak tidur nyenyakmu.

Jika memang ingin ngemil, sebaiknya pilihlah buah-buahan seperti kiwi—yang kaya antioksidan tinggi—yang mampu meningkatkan kualitas tidur dan mempersingkat waktu yang dibutuhkan untuk tertidur.

2. Sering mengonsumsi minuman olahan
Sama halnya dengan mengonsumsi makanan rendah serat dan tinggi lemak jenuh, mengonsumsi minuman olahan tinggi gula juga punya dampak yang sama. Selain itu, varian minuman yang berkafein tinggi juga akan mengganggu siklus tidur, Kamu jadi sulit jatuh tidur.

Maka dari itu, Kamu lebih baik memilih minuman yang lebih sehat seperti secangkir susu hangat sebelum tidur. Minum susu bisa menenangkan dan meningkatkan kualitas tidur.

3. Sering mengonsumsi karbohidrat olahan
Mengonsumsi makanan tinggi karbohidrat olahan seperti pasta, kerupuk, dan roti juga buruk bagi kualitas tidur. Makanan ini akan mengganggu tahap “tidur nyenyak” lantaran lonjakan gula darah, namun energi cepat menurun sehingga mengganggu ritme sirkadian.

Maka dari itu, Kamu disarankan untuk membatasi makanan jenis ini. Sebagai gantinya, pilihlah makanan berkarbohidrat namun tinggi serat seperti nasi merah dan biji-bijian agar gula darah tetap stabil
4. Makan makanan berminyak
Makanan yang digoreng dan berminyak lebih sulit dicerna. Sebab lemak yang dikandungnya memperlambat proses pengosongan lambung, sehngga jadi makanan bertahan lebih lama di perut. Nah, kondisi ini bisa mengganggu ritme sirkadian yang menyebabkan kantuk di siang hari dan kelaparan larut malam.

5. Mengonsumsi makanan pedas
Mengonsumsi makanan pedas akan memperburuk kualitas tidur. Terlebih lagi jika Kamu punya gangguan lambung seperti maag atau refluks lambung. Maka dari itu, sebaiknya hindari makanan jenis ini, terutama bila dikonsumsi menjelang tidur.

Pasalnya, capsaicin pada cabai atau paprika akan meningkatkan suhu internal tubuh. Padahal, untuk tidur nyenyak, tubuh harus dalam keadaan suhu normal. Selain itu, makan pedas menjelang tidur berisiko membuat asam lambung menjalar dari perut ke tenggorkan—yang kemudian memicu maag atau refluks lambung.

6. Minum alkohol
Kebiasaan minum alkohol meningkatkan kualitas tidur dan menjaga kehangatan tubuh. Meski demikian, kemungkinan besar Kamu jadi sering terbangun beberapa jam kemudian setelah terlelap.

(LH)

Continue Reading

Lifestyle & Sport

Tidur Kacau Saat Ramadan? Ini Akibatnya Bagi Kulit Wajah

Published

on

By

Tidur Kacau Saat Ramadan? Ini Akibatnya Bagi Kulit Wajah

Channel9.id-Jakarta. Rutinitas sahur selama bulan Ramadan cenderung membuat seseorang jadi kurang tidur. Belum lagi, jika memang harus begadang sebelum sahur. Padahal kurang tidur bisa berdampak buruk bagi kesehatan secara menyeluruh, termasuk pada kulit wajah, lo.

Sementara itu, Lebaran sebentar lagi tiba. Tentunya Kamu ingin nampak glowing di momen besar itu ‘kan?

Maka dari itu, mumpung masih ada waktu beberapa hari sebelum Lebaran, cobalah untuk atur kembali pola tidurmu dan usahakan untuk mencukupi kebutuhan tidur. Sebagaimana saran ahli, orang dewasa disarankan untuk tidur, paling tidak, selama 7-9 jam setiap malam—sebagaimana saran para ahli.

Terlepas dari kiat tidur itu, memangnya apa saja sih dampak kurang tidur bagi kulit wajah? Nah, berikut ini adalah beberapa akibatnya.

1. Kantung mata besar
Pembuluh darah di area bawah mata tipis. Maka dari itu, setiap kali Kamu kelelahan atau kurang tidur, pembuluh darah ini akan melebar dan menghitam. Artinya, semakin sering Kamu begadang dan kurang tidur, semakin nampak jelas pembuluh darah pada area bawah mata.

2. Kulit jadi kusam
Selain itu, kurang tidur pun menyebabkan wajahmu nampak kusam atau tak cerah. Hal ini terjadi karena sistem kekebalan tubuhmu melemah jika kurang tidur. Risiko peradangan kulit pun jadi meningkat.

Hal itu pun akan memengaruhi produksi kolagen dan asam hialuronik yang berfungsi untuk mempertahankan kulit menjadi cerah. Artinya, semakin sedikit zat asam hialuronik yang diproduksi tubuh, kulit akan nampak semakin kusam.

3. Memicu munculnya jerawat
Pola tidur yang kacau bisa membikin Kamu kurang tidur. Hal ini bisa mengganggu kondisi mentalmu hingga Kamu merasa stres. Adapun stres ini akan meningkatkan produksi hormon kortisol, yang membuat tubuh rentan mengalami peradangan, termasuk pada kulit. Nah, Kamu pun jadi mudah berjerawat, bahkan memperparah kondisi jerawat.

Peningkatan produksi hormon kortisol pun akan meningkatkan produksi minyak pada wajah, lo. Ini juga akan memperburuk kondisi jerawat. Nah, tak ayal bila kurang tidur bisa memicu dan memperparah jerawat.

4. Wajah nampak lebih tua
Saat sedang tidur, tubuh akan memproduksi kolagen—yaitu zat yang bermanfaat untuk menjaga kesehatan dan peremajaan kulit. Zat ini membantu mencegah tubuh mengalami penuaan dini dengan menghalangi pembentukan kerutan pada wajah.

Sementara, jika Kamu begadang dan kurang tidur, tubuh tak bisa memproduksi kolagen dalam jumlah normal. Hal ini bisa membikin kulit kendur dan lebih banyak kerutan, lo. Maka dari itu, orang yang kurang tidur pada malam hari bisa nampak lebih tua dari umur sesungguhnya.

(LH)

Continue Reading

Lifestyle & Sport

Marak Dijual Menjelang Lebaran, Ini Tips Aman Pilih Hampers

Published

on

By

Marak Dijual Menjelang Lebaran, Ini Tips Aman Pilih Hampers

Channel9.id-Jakarta. Parsel atau hampers kian marak diperjualbelikan di waktu menjelang Lebaran ini. Pandemi COVID-19 bahkan berkontribusi terhadap peningkatan penjualan hampers, lantaran banyak orang yang tak bisa tatap muka. Sehingga memberi hampers menjadi alternatif untuk bersilaturahmi.

Sayangnya, masih banyak orang yang mengabaikan keamanan hampers. Maka dari itu, kualitas hampers harus diperhatikan. Berangkat dari hal ini, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) berbagi tips memilih hampers yang aman dikonsumsi atau dibagikan ke kerabat dekat atau keluarga.

Pertama, sebaiknya konsumen memilih sendiri bahan makanan yang akan dijadikan hampers. Hal ini untuk memastikan kemasan makanan dalam keadaan baik.

“Pastikan kemasan produk pangan dalam keadaan tak sobek, tak bolong, tak bocor, tak penyok, tak karatan, dan masih tersegel rapat,” jelas BPOM melalui akun resminya, Minggu (9/5).

Selanjutnya, cek label pada kemasan makanan. Ada beberapa informasi yang harus tertera pada label di antaranya: nama dagang, komposisi, nama jenis pangan olahan, logo halal bagi yang dipersyaratkan, tnggal dan kode produksi, nama dan alamat importir, keterangan kedaluwarsa, berat bersih, dan nomor izin edar.

Lalu makanan pun harus memiliki izin edar dari BPOM. Untuk pangan olahan dalam negeri tercantum “BPOM RI MD” dan diikuti 12 digit angka. Sementara olahan impor tercantum “BPOM RI ML” dan juga diikuti 12 digit angka.

Hal terpenting yaitu pastikanlah tanggal kedaluwarsa. Hal ini demi meminimalisir kejadian yang tak diinginkan saat mengkonsumsi bahan pangan yang tak lagi layak dimakan.

“Keterangan kedaluwarsa merupakan batas akhir suatu pangan dijamin mutunya, sepanjang penyimpanannya mengikuti petunjuk yang diberikan produsen,” kata BPOM.

(LH)

Continue Reading

HOT TOPIC