Connect with us

Politik

Demokrat Rayakan Hari Jadi ke-10, Tak Ada Ucapan Selamat dari PDIP dan PPP

Published

on

Channel9.id-Jakarta. Sejumlah elit partai politik, termasuk koalisi pemerintah, menyampaikan ucapan selamat kepada Partai Demokrat yang merayakan hari jadi ke-20.

Sekjen Partai NasDem Johnny G. Plate menyampaikan ucapan selamat atas ulang tahun ke-20 Partai Demokrat. Johnny yang juga menjabat sebagai Menkominforistek berharap partai Demokrat terus mewarnai demokrasi Indonesia melalui gagasan-gagasan berkualitas.

“Atas nama keluarga besar Partai NasDem, kami mengucapkan selamat ulang tahun ke-20 Partai Demokrat. Teriring harapan semoga terus mewarnai demokrasi Indonesia yang lebih berkualitas melalui gagasan-gagasan politik yang brilian demi pembangunan bangsa, negara, dan masyarakat,” katanya dalam cuplikan video yang ditayangkan dalam acara HUT PD ke-20, Kamis (9/9) dikutip dari YouTube Partai Demokrat.

Ucapan selamat datang juga dari Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani yang juga mengharapkan PD dapat terus berkontribusi bagi kehidupan politik di Indonesia. “Saya mewakili segenap keluarga besar partai Gerindra mengucapkan selamat ulang tahun ke-20 kepada Partai Demokrat, mudah-mudahan partai ini memberi kontribusi dalam kehidupan bangsa dan negara. Memberi kontribusi dalam kehidupan politik dan demokrasi di negeri yang cintai ini,” katanya.

Selanjutnya, Presiden PKS Ahmad Syaikhu yang juga mengucapkan selamat, berharap Partai Demokrat terus konsisten mengawal demokrasi. “PKS bangga pernah bersama membangun bangsa di bawah kepemimpinan presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Keluarga besar PKS mengucapkan selamat HUT ke-20. Semoga menjadi partai konsisten mengawal demokrasi kedaulatan NKRI dan terus berjuang bersama rakyat,” ujarnya.

Hal yang sama juga disampaikan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan.“Atas nama Partai Amanat Nasional, saya mengucapkan selamat dan sukses, untuk ulang tahun ke-20 Partai Demokrat. Semoga diusia ini Partai Demokrat terus konsisten mengawal demokrasi, berjuang untuk kepentingan rakyat, kepentingan NKRI, sesuai dengan Pancasila dan UUD 1945,” katanya.

Sementara itu, dalam ucapan selamat, Ketum PKB Abdul Muhaimin Iskandar mengajak Partai Demokrat untuk terus bersama-sama membangun bangsa dan negara. “Saya dan seluruh keluarga besar PKB mengucapkan hari ulang tahun ke-20 Partai Demokrat. Mari kita bersatu padu bersama-sama memajukan Indonesia untuk mewujudkan masyarakat adil, makmur, dan sejahtera,” katanya.

Baca juga: AHY: Kritik Kepada Pemerintah Bukan Demi Elektabilitas 

Ketua Umum Partai Golkar sekaligus Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan bahwa Partai Demokrat adalah partai yang berkeinginan kuat untuk menyatu dengan rakyat dan memperjuangkan kepentingan rakyat. “Kami mengucapkan selamat kepada Partai Demokrat yang tengah merayakan ulang tahun ke-20, menjadi partai politik yang berkeinginan kuat menyatu dengan rakyat dan terus memperjuangkan kepentingan dan aspirasi rakyat,” katanya.

Bukan hanya dari elit partai politik, ucapan selamat juga disampaikan beberapa pejabat hingga diplomat seperti Gubernur DKI Anies Baswedan, Gubernur Maluku Murad Ismail, Gubernur NTB Zulkieflimansyah, Gubernur Sumut Edy Rahmayadi, Gubernur Jabar Ridwan Kamil, dan Gubernur Jatim Khofifah. Pejabat lain yang turut mengucapkan selamat adalah Menko Polhukam Mahfud Md, Ketua DPD La Nyalla Matalitti, Ketua MPR Bambang Soesatyo, serta Ketua PMI Jusuf Kalla.

Video ucapan selamat itu ditutup oleh Presiden Joko Widodo atau Jokowi dan Wapres Ma’ruf Amin. “Tatkala rakyat Indonesia menghadapi masa sulit diterpa pandemi Covid-19 kita semua, termasuk Partai Demokrat bersama-sama, bahu-membahu meringankan beban rakyat, menjaga momentum pembangunan dan bahkan memanfaatkan sebagai momentum untuk melakukan lompatan kemajuan Indonesia,” ujar Jokowi.

Di saat parpol lain ucapkan selamat, diketahui PDIP dan PPP absen untuk mengucapkan selamat kepada Demokrat.

IG

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hot Topic

Golkar Siap Berikan Bantuan Hukum Azis Syamsuddin

Published

on

By

Channel9.id – Jakarta. Partai Golkar menonaktifkan Azis Syamsuddin sebagai anggota. Walaupun demikian, Azis masih berstatus sebagai kader Partai Golkar. Oleh karena itu, pihak partai siap memberi pendampingan hukum kepada Azis Syamsuddin.

“Partai Golkar akan memberi bantuan hukum melalui Badan Advokasi Hukum dan HAM terhadap seluruh kader Partai Golkar yang menghadapi permasalahan hukum dalam berbagai kasus, apabila bantuan hukum tersebut diminta oleh kader,” kata Ketua Bidang Hukum DPP Partai Golkar Adies Kadir saat jumpa pers di Jakarta, Sabtu (25/9).

Namun, apabila Azis telah menunjuk penasihat hukum lain, maka Partai Golkar akan mengamati dan mengawal perkembangan kasus hukum yang dihadapi oleh kadernya itu. Adies juga menyampaikan Partai Golkar mengedepankan asas praduga tidak bersalah terhadap kasus yang dihadapi oleh Azis Syamsuddin.

“Setiap orang yang disangka, ditangkap, ditahan, dituntut, atau dihadapkan di depan pengadilan wajib dianggap tidak bersalah sebelum ada putusan pengadilan yang menyatakan kesalahannya dan memperoleh kekuatan hukum tetap,” tegas Adies.

Baca juga: DPP Golkar Minta Azis Syamsuddin Mundur Sebagai Wakil Ketua DPR RI

Dalam kesempatan itu, Adies menerangkan Partai Golkar memberi kesempatan kepada kader untuk berkonsentrasi menghadapi masalah hukumnya. Oleh karena itu, Azis akan menerima kesempatan untuk fokus menghadapi kasusnya di KPK RI.

“(Kesempatan itu diberikan) sebagaimana amanah ketentuan Pasal 9 Anggaran Rumah Tangga Partai Golkar dan Pasal 19 Peraturan Organisasi DPP Partai Golkar Nomor: PO-15/DPP/GOLKAR/VII/2017 tentang Penegakan Disiplin Organisasi,” sebut dia.

KPK RI di Jakarta pada Sabtu dini hari menetapkan Azis Syamsuddin sebagai tersangka pemberi suap kepada mantan penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju (SRP), yang diduga sebanyak Rp3,1 miliar. Suap itu diberikan untuk penanganan perkara korupsi yang ditangani oleh KPK di Kabupaten Lampung Tengah.

IG

Continue Reading

Hot Topic

DPP Golkar Minta Azis Syamsuddin Mundur sebagai Wakil Ketua DPR RI

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin sebagai tersangka kasus dugaan suap penanganan perkara di Pemerintahan Kabupaten Lampung Tengah (Pemkab Lamteng).

Merespon hal itu, Pengawas Badan Hukum dan HAM DPP Partai Golkar, Muslim Jaya Butarbutar pun meminta Azis agar mengundurkan diri sebagai Wakil Ketua DPR RI.

“Iya kita minta beliau (Azis Syamsuddin) mengundurkan diri sebagai Wakil Ketua DPR namun jika tidak mengundurkan diri, Golkar akan mengganti beliau,” kata Muslim di Jakarta, Sabtu (25/9).

Menurut Muslim, Azis sebaiknya mundur supaya tidak mengganggu kerja DPR dan untuk menjaga marwah lembaga wakil rakyat.

Baca juga: Azis Syamsuddin Terancam 5 Tahun Penjara 

Meski begitu, Muslim mengatakan partainya belum memutuskan siapa pengganti Azis Syamsuddin untuk menempati jabatan Wakil Ketua DPR.

“Sampai saat ini belum ada pembicaraan dalam waktu dekat tentu DPP akan memutuskan siapa pengganti Azis Syamsuddin sebagai wakil ketua DPR,” ujarnya.

Muslim mengatakan, pengganti Azis Syamsuddin akan ditentukan oleh Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto.

“Pak Airlangga Hartarto belum memikirkan ke arah mungkin dalam beberapa waktu kedepan saya yakin DPP akan ambil sikap resmi terkait pengganti beliau,” pungkasnya.

IG

Continue Reading

Politik

Polemik Status Tersangka Azis Syamsuddin, DPR: Jangan Berandai-andai

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta.  Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad meminta masyarakat agar tak berspekulasi terkait status Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin dalam kasus suap. Dasco menyebut, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) secara resmi belum menetapkan status Azis Syamsuddin.

“Jangan kita berandai andai kalau belum ditetapkan ya jangan bilang ditetapkan,” kata Dasco di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat, 24 September 2021.

Politikus Partai Gerindra itu pun enggan mengomentari terlalu jauh terkait polemik tersebut.
“Itu (isu penetapan tersangka Azis) tanya aja ke KPK benar atau engga karna yang seperti ini kan hanya KPK yang tahu,” katanya.

Baca juga: KPK Tetapkan Azis Syamsuddin Jadi Tersangka

Dasco juga tak mengetahui apakah Azis bakal memenuhi panggilan KPK terkait kasus suap penanganan perkara di Lampung Tengah. Pasalnya, koleganya di pimpinan lembaga legislatif itu dikabarkan menjalani isolasi mandiri.

“Saya belum tahu perkembangan Pak Azis apakah datang atau enggak, pagi ini saya belum dapat kabarnya nanti saya cek,” imbuhnya.

Diketahui, nama Azis Syamsuddin muncul dalam surat dakwaan mantan penyidik KPK AKP Stepanus Robin Pattuju. Salah satunya, Azis Syamsuddin meminta tolong kepada Robin untuk mengurus kasus yang melibatkannya dan Aliza Gunado terkait penyelidikan KPK di Lampung Tengah.

Jaksa KPK dalam surat dakwaan itu menyebutkan Azis Syamsuddin dan Aliza Gunado memberikan Rp 3.099.887.000 dan USD 36.000 ke AKP Robin dan seorang rekannya sebagai pengacara atas nama Maskur Husain. Maskur juga sedang diadili dalam perkara tersebut.

Continue Reading

HOT TOPIC