Connect with us

Ekbis

Naik Rp4.000, Berikut Harga Emas Antam Hari Ini

Published

on

Channel9.id-Jakarta. Harga emas produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam)  melanjutkan tren positif.  Logam mulia Antam itu dijual Rp934.000 per gram atau naik Rp4.000 pada perdagangan hari ini, Jumat, 10 September 2021.

Sebelumnya,  emas Antam dijual Rp940.000 pada Kamis (09/09). Harga buy back naik Rp3.000 dan berada di level Rp824.000 per gram.

Baca juga: Naik Tipis, Emas Antam Dibanderol Rp930.000

Berikut harga emas Antam, Jumat, 10 September 2021:

  • Emas batangan 1 gram Rp934.000
  • Emas batangan 2 gram Rp1.808.000
  • Emas batangan 3 gram Rp2.687.000
  • Emas batangan 5 gram Rp4.445.000
  • Emas batangan 10 gram Rp8.835.000
  • Emas batangan 25 gram Rp21.962.000
  • Emas batangan 50 gram Rp43.845.000
  • Emas batangan 100 gram Rp87.612.000

 

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ekbis

Jelang Akhir Pekan, Emas Antam Turun Rp7.000

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Menjelang akhir pekan, harga emas produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali turun. Logam mulia Antam itu dijual Rp917.000 per gram atau turun Rp7.000, pada Jumat, 24 September 2021. Sebelumnya, emas Antam dibanderol Rp924.000 per gram pada Kamis (23/9).

Sementara itu, harga buy back emas Antam juga turun Rp8.000 dan  berada di level Rp802.000 per gram.

Baca juga: Turun Rp2.000, Berikut Daftar Harga Emas Antam 

Berikut daftar harga emas Antam pada Jumat, 24 September 2021:

  • Emas batangan 1 gram Rp917.000
  • Emas batangan 2 gram Rp1.774.000
  • Emas batangan 3 gram Rp2.636.000
  • Emas batangan 5 gram Rp4.360.000
  • Emas batangan 10 gram Rp8.665.000
  • Emas batangan 25 gram Rp21.537.000
  • Emas batangan 50 gram Rp42.995.000
  • Emas batangan 100 gram Rp85.912.000
Continue Reading

Ekbis

Finish di Zona Hijau, IHSG Menguat 0,56%

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Indeks harga saham gabungan (IHSG) meneruskan tren positifnya. Indeks ditutup naik 0,56% atau 34.45 poin ke 6.142,71 pada akhir perdagangan hari ini, Kamis, 23 September 2021. Sepanjang sesi, indeks bergerak di rentang 6.117,57-6.148,15.

Tercatat lima sektor menjadi pendorong penguatan indeks. Kenaikan tertinggi yakni sektor energi yang melonjak  2,19%. Selanjutnya berturut-turut sektor teknologi melambun 1,77%, sektor keuangan menanjak 1,28%, sektor barang konsumsi non primer naik 1,12%, dan sektor barang konsumsi primer menguat 0,25%.

Baca juga: IHSG Ditutup Menguat 0,78% 

Di sisi lain enam indeks sektoral yang berakhir di zona merah. Sektor transportasi dan logistik melorot 1,96%, sektor perindustrian melemah 1,33%, dan sektor infrastruktur turun 0,77%. Selanjutnya, sektor kesehatan tergerus 0,57%, sektor properti dan real estat melorot 0,47% dan sektor barang baku turun 0,34%.

Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) diborong investor asing sebesar Rp759,2 miliar, atau terbanyak hingga penutupan. Menyusul PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dengan net buy sebesar Rp170,6 miliar, dan PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) senilai Rp146,6 miliar.

Investor asing melego beberapa saham unggulan seperti  saham PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk dengan net sell sebanyak Rp66,8 miliar, dan saham PT Bank MNC Internasional Tbk. (BABP) senilai Rp42,6 miliar.

 

Continue Reading

Ekbis

Diskon Pajak Kendaraan Dorong Utilisasi Otomotif

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian Dody Widodo mengatakan diskon pajak atau pajak penjualan barang mewah ditanggung pemerintah (PPnBM DTP) 100 persen diharapkan mampu mendongkrak utilisasi industri otomotif nasional. “Dengan efek berganda tinggi sebaiknya kebijakan PPnBM DTP ini diperpanjang,” ujarnya, Kamis, 23 September 2021.

Dody mengatakan, program relaksasi PPnBM DTP kendaraan bermotor berhasil meningkatkan penjualan mobil. Penjualan ditunjang masih tingginya daya beli masyarakat dan peningkatan utilisasi industri otomotif dan sektor terkait lainnya.

Dampak ekonomi program tersebut terbukti berkontribusi terhadap perekonomian nasional melalui peningkatan volume penjualan kendaraan bermotor, penciptaan output atau PDB. Selain itu juga mendorong penciptaan lapangan kerja, pendapatan rumah tangga, dan pendapatan negara. “Kebijakan ini telah menjadi game changer di tengah pandemi yang dihadapi Indonesia saat ini,” ujar Dody.

Penjualan mobil yang masuk dalam skema program relaksasi pada periode pertama yakni sebelum pandemi mencapai 126.681 unit mobil. Pada Maret 2019, penjualan mobil sekitar 46.544 unit dan terus menurun pada bulan April dan Mei menjadi 40.000 unit dan 40.137 unit.

Penjualan kendaraan merosot pada awal pandemi menjadi 44.844 unit. Penurunan paling tajam terjadi pada April dan Mei 2020 masing-masing sebanyak 9.426 dan 6.907 unit.

Setelah pemberlakuan program relaksasi PPnBM DTP mulai Maret 2021 penjualan meningkat menjadi 99.370 unit. Lonjakan penjualan tertinggi terjadi pada Maret lalu dengan volume penjualan mencapai sekitar 40.833 unit.

Continue Reading

HOT TOPIC