Wadubes RI Maria Renata Buka Forum Bisnis Indonesia–Jepang & Pekan Raya Indonesia 2026 di Nagoya
Internasional

Diplomasi Ekonomi dan Budaya Menguat, RI Gelar Forum Bisnis hingga Indonesia Fair di Nagoya

Channel9.id-Nagoya. Upaya memperkuat kerja sama ekonomi sekaligus pelindungan warga negara Indonesia (WNI) di Jepang terus didorong. Wakil Duta Besar Republik Indonesia untuk Jepang, Maria Renata Hutagalung, membuka Indonesia–Japan Meeting and Partnership (IJMP) 2026 di Nagoya, Prefektur Aichi,  akhir pekan lalu.

Forum bisnis bertema Co-creating the Future of Economic Synergy and Human Resource Development itu menyoroti peluang besar ekspor Indonesia, khususnya pada sektor industri alas kaki dan produk turunan kelapa sawit ke pasar Jepang.

Maria Renata menegaskan, produk alas kaki Indonesia telah menjadi bagian penting dari rantai pasok global dan memiliki peluang besar untuk menembus pasar Jepang yang dikenal mengedepankan kualitas dan keberlanjutan.

“Jepang merupakan pasar potensial yang menghargai kualitas, desain, dan keberlanjutan,” ujarnya.

Selain itu, produk turunan kelapa sawit dinilai memiliki nilai strategis dalam mendukung agenda transisi energi Jepang. Komoditas tersebut tidak hanya menjadi barang dagang, tetapi juga bagian dari solusi energi berkelanjutan berbasis biomassa.

Forum ini turut dihadiri sejumlah pemangku kepentingan dari Indonesia dan Jepang, termasuk pelaku usaha, pemerintah daerah, hingga organisasi internasional. Kehadiran mereka memperkuat jejaring kerja sama lintas sektor, termasuk dalam pemberdayaan UMKM berbasis sawit dari Kalimantan Tengah.

Tak hanya perdagangan, forum IJMP juga menyoroti pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia di Jepang. Hingga akhir 2025, jumlah pekerja Indonesia di Jepang mencapai lebih dari 211 ribu orang, dengan Prefektur Aichi sebagai salah satu kantong terbesar diaspora.

Di sela kunjungan, Maria Renata juga menyempatkan diri bertemu pekerja Indonesia di perusahaan Meitetsu Cleaning di Nagoya, sekaligus memastikan kondisi dan perlindungan tenaga kerja berjalan baik.

Rangkaian kegiatan berlanjut dengan pembukaan Indonesia Fair Nagoya 2026 pada Sabtu (2/5/2026). Acara yang digelar di Hikari Plaza tersebut dipadati puluhan ribu pengunjung dan menghadirkan beragam produk kreatif, kuliner, serta pertunjukan seni khas Indonesia.

“Kemeriahan ini menjadi wujud nyata diplomasi people-to-people,” kata Maria Renata.

Ia menilai kegiatan tersebut menjadi jembatan penting dalam mempererat hubungan masyarakat Indonesia dan Jepang, sekaligus memperkuat peran diaspora sebagai duta budaya di perantauan.

Selain promosi budaya, KBRI Tokyo juga membuka layanan kekonsuleran dan imigrasi dalam kegiatan tersebut. Ratusan WNI memanfaatkan layanan ini, mulai dari pengurusan dokumen hingga konsultasi administrasi.

Melalui rangkaian forum bisnis dan festival budaya ini, Indonesia tidak hanya memperluas peluang ekonomi, tetapi juga memperkuat kehadiran dan pengaruhnya di Jepang—baik melalui jalur perdagangan, sumber daya manusia, maupun diplomasi budaya.

Baca juga: Tiga Sopir Bus RI Jadi Pelopor di Transportasi Publik Jepang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2  +    =  11