Connect with us

Ekbis

Diskon Pajak Kendaraan Dorong Utilisasi Otomotif

Published

on

Channel9.id-Jakarta. Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian Dody Widodo mengatakan diskon pajak atau pajak penjualan barang mewah ditanggung pemerintah (PPnBM DTP) 100 persen diharapkan mampu mendongkrak utilisasi industri otomotif nasional. “Dengan efek berganda tinggi sebaiknya kebijakan PPnBM DTP ini diperpanjang,” ujarnya, Kamis, 23 September 2021.

Dody mengatakan, program relaksasi PPnBM DTP kendaraan bermotor berhasil meningkatkan penjualan mobil. Penjualan ditunjang masih tingginya daya beli masyarakat dan peningkatan utilisasi industri otomotif dan sektor terkait lainnya.

Dampak ekonomi program tersebut terbukti berkontribusi terhadap perekonomian nasional melalui peningkatan volume penjualan kendaraan bermotor, penciptaan output atau PDB. Selain itu juga mendorong penciptaan lapangan kerja, pendapatan rumah tangga, dan pendapatan negara. “Kebijakan ini telah menjadi game changer di tengah pandemi yang dihadapi Indonesia saat ini,” ujar Dody.

Penjualan mobil yang masuk dalam skema program relaksasi pada periode pertama yakni sebelum pandemi mencapai 126.681 unit mobil. Pada Maret 2019, penjualan mobil sekitar 46.544 unit dan terus menurun pada bulan April dan Mei menjadi 40.000 unit dan 40.137 unit.

Penjualan kendaraan merosot pada awal pandemi menjadi 44.844 unit. Penurunan paling tajam terjadi pada April dan Mei 2020 masing-masing sebanyak 9.426 dan 6.907 unit.

Setelah pemberlakuan program relaksasi PPnBM DTP mulai Maret 2021 penjualan meningkat menjadi 99.370 unit. Lonjakan penjualan tertinggi terjadi pada Maret lalu dengan volume penjualan mencapai sekitar 40.833 unit.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ekbis

BI Tahan Suku Bunga Acuan 3,5%

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk mempertahankan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 3,50%. Keputusan ditetapkan sebagai hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI pada 18-19 Oktober 2021.

Selain itu, BI juga mempertahankan suku bunga Deposit Facility sebesar 2,75%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 4,25%.Keputusan ini sejalan dengan perlunya menjaga stabilitas nilai tukar dan sistem keuangan, di tengah prakiraan inflasi yang rendah dan upaya untuk mendukung pertumbuhan ekonomi.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyatakan, keputusan ini konsisten dengan perkiraan inflasi yang tetap rendah, stabilitas nilai tukar rupiah yang terjaga, dan memperkuat pemulihan ekonomi nasional.

“Rapat Dewan Gubernur Bank Indoensia pada 18 dan 19 Oktober 2021 memutuskan untuk mempertahankan BI 7 day reverse repo rate sebesar 3,5 persen,” kata Perry dalam konferensi pers pengumuman RDG Oktober 2021 secara virtual, Selasa (19/10).

Baca juga: BI Pangkas Suku Bunga Acuan Jadi 3,5 Persen 

Perry menjelaskan, keputusan ini sejalan dengan perlunya menjaga stabilitas nilai tukar dan sistem keuangan, di tengah perkiraan inflasi yang rendah, dan juga upaya mendukung pertumbuhan ekonomi.

Menurutnya, ada beberapa indikator yang mendorong penahanan suku bunga acuan. Pertama, neraca pembayaran yang menunjukan kondisi kinerja yang baik, sehingga mendukung ketahanan eksternal ekonomi nasional. Kinerja transaksi berjalan diproyeksi bakal terus membaik, selaras dengan surplus neraca perdagangan yang berlanjut.

Pada September 2021, sambung Perr, Indonesia kembali membukukan surplus neraca perdagangan sebesar 4,37 miliar dollar AS. Selain itu, arus modal asing masih mengalir ke Indonesia hingga Oktober. Bank sentral mencatat, net inflows sebesar 0,2 miliar dollar AS dari tanggal 1 Oktober sampai dengan 15 Oktober 2021.

Kedua, posisi cadangan devisa pada akhir September 2021 meningkat menjadi sebesar 146,9 miliar dollar AS atau setara dengan pembiayaan 8,9 bulan impor atau 8,6 bulan pembiayaan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah.

Ketiga, BI mencatat pergerakan nilai tukar rupiah relatif terkendali. Ini terefleksikan dengan penguatan nilai tukar rupiah pada 18 Oktober 2021 sebesar 1,44 persen secara point to point dan 0,33 persen secara rerata dibandingkan posisi akhir Agustus 2021.

“Penguatan nilai tukar rupiah, didorong dengan berlanjutnya aliran masuk modal asing dengan persepsi positif perekonomian domestik, menariknya imbal hasil domestik, terjaganya imbal hasil valas domestik, dan langkah-langkah yang ditempuh Bank Indonesia,” beber Perry.

Terakhir, BI menilai indeks harga konsumen (IHK) tetap terkendali. Tercatat pada September 2021 terjadi deflasi sebesar 0,04 persen secara month to month dan 1,6 persen secara year on year.

Continue Reading

Ekbis

Turun Tipis, IHSG Ditutup Melemah 0,04%

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tak mampu melanjutkan tren positifnya dan berakhir di zona merah. Indeks ditutup terkoreksi 2,77 poin atau 0,04% ke 6.655,99 di akhir perdagangan Selasa (19/10).

Tercatat sebanyak 247 saham naik, 262 saham turun dan 149 saham stagnan. Total volume transaksi mencapai 24,05 miliar saham senilai Rp13,45 triliun. Adapun investor asing mencatat aksi beli bersih atau net buy senilai Rp584,80 miliar.

Baca juga: Ditutup Menguat 0,38%, Asing Borong BBRI 

Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. (BBRI) kembali diborong asing dengan net buy senilai Rp309,7 miliar. Disusul, saham PT Astra International Tbk. (ASII) dengan net buy Rp149,3 miliar dan saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) senilai Rp101,5 miliar.

Di sisi lain. asing melepas saham PT Bank Central Asia Tbk.  (BBCA) paling banyak yakni Rp230,3 miliar. Kemudian, saham PT Bukalapak.com Tbk. (BUKA) senilai Rp61,1 miliar.

 

 

Continue Reading

Ekbis

Stagnan, Harga Emas Antam Rp915.000

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Harga emas produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) dijual Rp915.000 per gram atau stagnan, pada Selasa, 19 Oktober 2021.

Sementara itu, harga buy back emas Antam turun tipis Rp1.000 berada di level Rp802.000 per gram. Sebelumnya harga beli kembali dihargari Rp803.000 per gram pada Senin (18/10).

Baca juga: Naik Tipis, Emas Antam Dibanderol Rp915.000

Berikut daftar harga emas Antam pada Selasa, 19 Oktober 2021:

  • Emas batangan 1 gram Rp915.000
  • Emas batangan 2 gram Rp1.770.000
  • Emas batangan 3 gram Rp2.630.000
  • Emas batangan 5 gram Rp4.350.000
  • Emas batangan 10 gram Rp8.645.000
  • Emas batangan 25 gram Rp21.487.000
  • Emas batangan 50 gram Rp42.895.000
  • Emas batangan 100 gram Rp85.712.000
Continue Reading

HOT TOPIC