Lifestyle & Sport

Dodo Zak dan Cheryl Rilis Single ‘Gak Peka (Terserah)’ tentang Realitas sebuah Hubungan

Channel9.id-Jakarta. Dunia entertainment melahirkan talenta-talenta muda berbakat yang memberi kesegaran dalam industri musik Tanah Air. Bukan sekadar perilisan lagu biasa, melainkan sebuah titik transformasi genre. Jika sebelumnya publik akrab dengan istilah hipdut, kini lahir sebuah identitas baru yang lebih modern dan catchy: popdut.

Lewat single perdana bertajuk ‘Gak Peka (Terserah)’, duet Dodo Zak dan Cheryl memperkenalkan perpaduan apik antara elemen Pop Groovy yang kekinian dengan sentuhan dangdut yang membumi. Lagu ini hadir dengan kemasan yang ringan, namun tetap memiliki kedalaman rasa yang kuat.

‘Gak Peka (Terserah)’ mengangkat realitas hubungan yang sering dialami banyak pasangan namun jarang diakui secara terbuka, yakni kebuntuan komunikasi.

Kata “terserah” dalam lagu ini digambarkan bukan sebagai kebebasan memilih, melainkan sebuah “jebakan emosional” yang kerap membuat pasangan serba salah.

Liriknya disusun secara playful namun tajam. Mulai dari pembukaan yang menggambarkan kebingungan pria menghadapi jawaban singkat pasangannya, hingga bagian chorus yang sangat earworm.

Sentuhan semi-rap yang jenaka seperti lirik “muka kusut kaya badut / udah nurut banyak nuntut” menambah daya tarik lagu ini bagi pendengar generasi muda.

Dua Sudut Pandang: Lagu ini tidak bersifat satu arah. Dodo dan Cheryl menghadirkan perspektif ganda; dari sisi pria yang merasa selalu disalahkan, dan dari sisi wanita yang merasa pasangannya memang tidak peka. Hal inilah yang membuat Gak Peka (Terserah) terasa sangat relatable.

Kehadiran Dodo Zak dan Cheryl di industri musik membawa latar belakang cerita yang inspiratif. Keduanya membuktikan bahwa dedikasi dan konsistensi adalah kunci dalam mengejar mimpi.

Misi utamanya, mereka berdua ingin membuktikan mimpi layak diperjuangkan dan mengejar panggung musik yang lebih besar.

Melalui ‘Gak Peka (Terserah)’, popdut diposisikan sebagai sound baru untuk generasi sekarang. Ini bukan sekadar tren sesaat, melainkan pendekatan musik yang bisa dinikmati lintas generasi tanpa kehilangan identitas lokal Indonesia.

Lagu ini menjadi cermin bagi banyak hubungan di era modern: tentang cinta yang serius, namun sering kali terbentur pada komunikasi yang tidak pernah jelas.

Pada akhirnya, pendengar akan menyadari bahwa kata paling sederhana dalam sebuah hubungan, yaitu “Terserah” yang sering kali menjadi kata yang paling rumit untuk diterjemahkan.

Kontributor: Akhmad Sekhu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

54  +    =  58