Connect with us

Nasional

Donor Plasma Konvalesen Tingkatkan Angka Kesembuhan Pasien Covid-19

Published

on

Channel9.id – Jakarta. Saat ini Indonesia sedang menyiapkan bank donor plasma konvalesen yang bertujuan untuk terapi pasien Covid-19 yang membutuhkan. Dalam hal ini, semua masyarakat Indonesia khususnya para penyintas Covid-19 dapat berkontribusi untuk meningkatkan angka kesembuhan.

Menurut Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito, hal ini juga menjadi bentuk semangat gotong royong dalam penanganan pandemi Covid-19 dimana masyarakat ikut berperan meningkatkan angka kesembuhan melalui terapi plasma convalescent.

“Dengan menjadi donor, masyarakat turut berkontribusi dalam menjunjung tinggi semangat gotong royong dalam meningkatkan kualitas pelayanan dan penanganan pasien Covid-19, utamanya pada kasus gejala berat dan kritis,” ungkapnya memberi keterangan pers perkembangan penanganan Covid-19 di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (5/1/2021) yang disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden.

Dengan sinergi yang baik dari seluruh lapisan masyarakat dalam penanganan Covid-19, Wiku berharap kualitas penanganan Covid-19 secara nasional dapat meningkat.

“Dengan kualitas penanganan Covid-19 yang semakin membaik, maka semakin banyak nyawa yang bisa diselamatkan,” tegasnya.

 

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Nasional

Kemendagri Minta Sinergi Pemda Soal APBD

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) meminta dukungan dan sinergitas seluruh Pemerintah Daerah (Pemda), agar anggaran dalam APBD dapat terealisasi untuk sektor kesehatan dan ekonomi.

Hal itu disampaikan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemendagri Muhammad Hudori dalam Rapat Koordinasi dan Silaturahmi antara Dewan Pengurus Pusat Forum Sekretaris Daerah se-Indonesia (Fosesdasi) dengan Anggota Forsesdasi (Sekda Provinsi dan Sekda Kabupaten/Kota) pada Jumat (22/01).

“Keputusan Bersama Mendagri & Menkeu Nomor 119/2813/SJ & Nomor 117/KMK.07/2020, tujuannya adalah untuk kegiatan kesehatan, bansos dan untuk menyelamatkan ekonomi di daerah masing-masing terutama UMKM mikro dan ultra mikro. Upaya ke depan yang diiperlukan sinergi antara Pemerintah dan dukungan Pemda di 548 daerah tingkat I dan tingkat II agar anggaran 2021 dapat betul-betul direalisasikan terutama untuk Kesehatan dan survival ekonomi,”ujarnya.

Sebagai informasi, penggunaan APBD Tahun 2021 difokuskan agar pemda melakukan percepatan pelaksanaan APBD di awal tahun sesuai target dan sasaran yang sudah direncanakan dengan prioritas utama yaitu pada penanganan kesehatan dengan fokus pada dukungan pelaksanaan vaksinasi Covid-19. Tak hanya itu, realisasi APBD Tahun 2021 juga difokuskan pada perlindungan sosial dan pemulihan ekonomi.

“Fokus pada kegiatan yang berorientasi produktif dan memiliki manfaat untuk meningkatkan SDM, pelayanan publik dan juga pertumbuhan ekonomi daerah, juga mengoptimalkan strategi pencapaian target kinerja pemda pada setiap perangkat daerah,” jelasnya.

Baca juga: Mendagri Minta Pemda Evaluasi APBD Tahun Anggaran 2020

Sesuai dengan Surat Edaran Mendagri, lanjutnya, terdapat  dua hal yang berkaitan dengan pengelolaan APBD, yakni soal percepatan penggunaan APBD, dan soal iklim investasi.

“Tidak hanya iklim investasi dari dalam negeri, tetapi juga bagaimana iklim investasi yang ada di luar negeri, karena APBN dan APBD itu hanya stimulus ekonomi dan perlu didukung iklim investasi,” kata Hudori.

Dari aspek kesehatan, katanya, terlebih untuk mengatasi pandemi Covid-19, dibutuhkan peran serta kepala daerah, terutama program vaksinasi Covid-19. Dukungan itu dapat dilakukan melalui beberapa cara.

Pertama, Pemda Provinsi dan Kab/Kota dapat menyediakan pendanaan melalui APBD untuk mendukung pelaksanaan vaksinasi COVID- 19 pada daerah masing-masing.

Kedua, dalam pelaksanaan vaksinasi, dukungan Pemda Provinsi dan Kab/Kota meliputi dukungan penyediaan tenaga kesehatan, tempat vaksinasi, logistik/transportasi, gudang dan alat penyimpanan vaksin termasuk buffer persediaan/stock piling, keamanan, dan sosialisasi dan penggerakan masyarakat.

Ketiga, Pemda Provinsi dan Kabupaten/Kota melakukan pemantauan dan penanggulangan  kejadian  ikutan pasca vaksinasi Covid-19 Bersama Kemenkes dan BPOM.

“Jadi penanganan Covid-19 itu, saya ingin garis bawahi kepada teman-teman Sekda, ini tidak bisa dilaksanakan oleh pemerintah provinsi, tetapi juga harus dilakukan secara bersama-sama, baik pusat, provinsi dan kabupaten/kota,” tandasnya.

Continue Reading

Hot Topic

Pendapatnya Dikutip Panji, Tamrin Tomagola Bilang Begini

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Sosiolog UI Tamrin Tomagola angkat suara terkait pernyataan komika Pandji Pragiwaksono usai mengaku membandingkan FPI dengan Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah.

Tamrin Tomagola sendiri sudah sempat angkat bicara soal namanya yang ikut diseret Pandji Pragiwaksono soal perbandingan antara Muhammadiyah dan NU dengan FPI.

Belum berkata banyak, Tamrin Tomagola mengaku klarifikasinya sudah dia berikan ke Gus Sahal. Kata dia, kini terserah Gus Sahal apakah hendak berbagi ke publik atau tidak.

Hal itu disampaikan Tamrin Tomagola lewat jejaring Twitter miliknya, @tamrintomagola pada Kamis (21/1/2021).

“Klarifikasi sudah saya berikan ke Bung @Sahal_AS. Terserah Bung @Sahal_AS mau berbagi di Twitter atau tidak,” tulisnya dikutip Jumat (22/01).

Baca juga: Sebut NU-Muhammadiyah Jauh dari Rakyat, Ferdinand: Panji Harus Banyak Baca 

Dalam kicauannya, Tamrin Tomagola mengaku cenderung menghindari perdebatan soal FPI karena satu dua alasan.

“Saya cenderung menghindari perdebatan tentang FPI di Medsos karena ada ‘conflict of interest’,” ujar Tamrin Tomagola.

“Bersikap 100% obyektif, bebas-nilai, itu satu perjuangan sendiri,” tandasnya.

Sebelumnya, Panji mengatakan bahwa FPI jauh lebih dekat dengan masyarakat dan dibanding kedua ormas yang disebutnya elitis.

Pandji Pragiwaksono mengklaim hanya mengutip pernyataan Tamrin Tomagola, seorang sosiolog yang pernah berbincang-bincang dengannya.

“Mohon maaf, tapi belum ditonton ya sumber video yang dijadikan kutipan? Saya bilang bahwa itu ucapan sosiolog, Pak Tamrin Tomagola waktu saya interview beliau di Hard Rock FM Jakarta awal 2012,” tutur dia.

IG

Continue Reading

Nasional

RS Covid-19 Penuh, Legislator: Ada Pasien Warga Jabar dan Banten

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Wakil Ketua DPR-RI Sufmi Dasco Ahmad angkat suara terkait rumah sakit rujukan pasien Covid-19 yang penuh. Menurut dia, hal tersebut lantaran rumah sakit di Jakarta juga diisi oleh penduduk dari Provinsi Jawa Barat dan Banten.  Tak heran bila mengalami mengalami over capacity.

“Kami minta kepada menkes untuk mengalkulasi lagi dan melakukan contingency plan untuk mengatasi masalah ini,” imbuhnya, Kamis (21/1)..

Politisi Gerindra itu mengatakan pandemi Covid-19 merupakan tanggung jawab bersama, tidak hanya dibebankan oleh pemerintah daerah atau pusat saja.  Dia juga mengatakan, jika lonjakan yang jumlah penderita yang terjadi saat ini  ada di Indonesia di luar prediksi.

“Apa yang terjadi ini belum pernah terjadi sebelumnya di Indonesia. Oleh sebab itu, kami monitor bahwa rumah sakit di Jakarta ini kemudian diisi oleh penduduk di daerah-daerah sekitar Jakarta,” katanya.

Baca juga: Jokowi: Satgas Penanganan Covid-19 Jadi Pusat Rujukan Informasi Corona 

Sufmi Dasco juga meminta masyarakat untuk bersama-sama membantu menteri kesehatan dalam mengatasi pandemi covid-19.

“Saya minta masyarakat untuk bersama-sama mentaati protokol kesehatan dan tidak melakukan kegiatan di luar rumah,” paparnya.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan rumah sakit rujukan covid-19 di ibu kota sudah hampir penuh.   Mantan menteri pendidikan dan kebudayaan itu membeberkan kapasitas bangsal isolasi dan unit perawatan intensif atau ICU telah terisi 87 persen. “Kapasitas tersisa 13 persen lagi untuk menampung pasien covid-19, baik yang berasal dari Jakarta maupun luar Jakarta,” kata Anies.

IG

 

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

HOT TOPIC