Connect with us

Internasional

Dubes Heri Akhmadi Resmikan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat Ketiga di Jepang

Published

on

Channel9.id-Jakarta. Duta Besar Republik Indonesia (Dubes RI) untuk Jepang Heri Akhmadi meresmikan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Nagoya yang bertempat di ASEAN Nagoya Center, Jepang. Peresmian disaksikan oleh Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Tokyo Yusli Wardiatno serta dihadiri oleh Ketua Komunitas Muslim Indonesia (KMI) Didik Kurniawan, Ketua Toyota Indonesia Group (TIG) Moelyono dan diaspora pengusaha Indonesia di Nagoya Mardiansyah.

PKBM ini adalah yang ketiga di Jepang diresmikan oleh Dubes Heri. PKBM pertama adalah PKBM Darussalam di Nishio, Aichi dan yang kedua adalah PKBM At Taqwa di Koga, Ibaraki.

Baca juga: Dubes Heri Akhmadi Resmikan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat Indonesia Pertama di Jepang 

Saat peresmian, Heri menegaskan bahwa KBRI Tokyo terus berupaya agar layanan pendidikan bagi masyarakat Indonesia yang tinggal di Jepang dapat terpenuhi.

“PKBM ini selain mencakup pendidikan dasar dan menengah, nantinya dapat menjadi pusat tutorial bagi pendidikan jarak jauh yang dilakukan oleh mitra KBRI seperti Universitas Terbuka atau Politeknik Elektronika Negeri Surabaya dengan target para pemagang di Jepang yang berjumlah sekitar 37 ribu orang,” paparnya.

“Ke depannya PKBM dapat menjadi pusat pendidikan agama dan kebangsaan. Sehingga anak-anak Indonesia yang tinggal di Jepang memiliki pengetahuan dasar negara Pancasila serta memahami Bahasa Indonesia dan lagu kebangsaan Indonesia Raya”, tambah Heri.

Peresmian PKBM Nagoya oleh Dubes Heri ditandai dengan pemotongan tumpeng yang diberikan kepada Kepala PKBM Nagoya Diyah R Tohari yang juga merupakan mahasiswa program doktor di Waseda University.

Pertemuan dengan Konsul Kehormatan Nagoya

Dalam kesempatan terpisah, Heri bertemu secara daring dengan Konsul Kehormatan Nagoya untuk Indonesia Hidoe Sugimoto. Selain membahas penguatan hubungan kerja sama ekonomi Indonesia – Jepang di wilayah Aichi, Dubes Heri juga mendiskusikan upaya perlindungan WNI serta pemberian vaksinasi Covid 19 di Aichi bagi seluruh WNI yang tinggal di wilayah tersebut.

Internasional

Kota Terbesar Selandia Baru Perpanjang Masa Lockdown

Published

on

By

Kota Terbesar Selandia Baru Perpanjang Masa Lockdown

Channel9.id-Selandia baru. Kota terbesar Selandia Baru, Auckland, akan meneruskan masa lockdownnya selama dua minggu lagi untuk menahan gempuran virus corona varian Delta disaat mereka juga sedang mempercepat proses vaksinasinya, ujar Perdana Menteri Jacinda Ardern pada hari Senin (18/10/2021).

Selandia Baru kini sedang bergelut dengan mewabahnya varian Delta yang menyebar di kota Auckland dan daerah sekitarnya setelah sebelumnya sudah berhasil menahan gempuran Covid-19 selama berbulan-bulan.

Ardern menyatakan tidak aka nada perubahan pada peraturan lockdown saat ini. Lockdown di Auckland merupakan terketat diantara kelompok negara-negara OECD, dan kini sudah berlangsung selama 62 hari.

“Adanya pelonggaran sementara tidak akan sesuai dengan rencana kita yang ingin meminimalisir kasus baru disaat kita mempercepat program vaksinasi kita,” tutur Ardern pada jumpa pers.

“Tapi hal besar yang dapat membawa perubahan saat ini selain vaksin adalah kita semua, saya dan juga para warga lainnya, mau taat mematuhi peraturan lockdown,” pungkasnya.

Lockdown di kota dengan populasi sebanyak 1.7 juta warga itu dimulai pada pertengahan bulan Agustus.

Beberapa peraturan sudah dilonggarkan agar para warga dapat keluar rumah dan bertemu dengan orang-orang terkasihnya dengan maksimal orang yang dapat berkumpul sebanyak 10 orang. Selain itu Selandia Baru juga sudah mengizinkan pantai dan taman-taman untuk dibuka kembali.

Namun sekolah-sekolah, pertokoan dan perkantoran masih ditutup, dan perkumpulan di ruang indoor masih belum diizinkan.

Total kasus Covid Seladia Baru semenjak Covid-19 mewabah tahun lalu naik menjadi 2,005 dengan adanya 60 kasus baru di hari Senin, 57 diantaranya terjadi di Auckland dan tiga lainnya di daerah Waikato.

Negara Pasifik itu merupakan sebagian kecil negara yang pernah bebas Covid-19 pada tahun lalu disaat negara-negara lain kesulitan dalam menangani pandemi. Namun semua itu berubah semenjak munculnya varian Delta, dan kemudian mewabah di kota Auckland.

Ditengah adanya tekanan untuk membuka kembali negara dan perekonomiannya, Ardern merubah pendekatannya dalam menangani Covid-19 yang sebelumnya ingin menjadikan negaranya bebas Covid-19 menjadi memilih untuk dapat hidup normal dengan virus corona, sama seperti negara-negara lainnya.

(RAG)

Continue Reading

Internasional

Kelompok Misionaris AS Diculik di Haiti

Published

on

By

Kelompok Misionaris AS Diculik di Haiti

Channel9.id-Haiti. Sebuah komunitas kemanusiaan dari sebuah Gereja AS pada hari Minggu menyebutkan kalau kelompok misionarisnya telah diculik di Haiti, menandakan kalau tingkat aktivitas kelompok-kelompok Bandit di negara Karibean itu sedang melonjak tinggi ditengah carut-marutnya situasi politik disana, Senin (18/10/2021).

Mereka saat itu sedang di Haiti untuk mengunjungi salah satu yayasan yatim piatu disaat bis yang mereka tumpangi dibajak di pinggir kota Port-au-Prince.

Komunitas kemanusiaan dari Ohio itu mengaku kalau mereka tidak tahu siapa pelaku dibalik penculikan tersebut ataupun dibawa kemana para misionaris yang 16 diantaranya adalah warga Amerika dan satu orang Kanada.

“Kami memohon kepada Tuhan untuk solusi terbaik saat ini dan pihak otoritas saat ini juga sedang mencari bantuan,” kutip pernyataan kelompok kemanusiaan dari Ohio tersebut.

Juru bicara kepolisian Haiti mengaku kalau mereka tidak mempunyai informasi mengenai insiden tersebut.

Kementerian Luar Negeri AS di lain sisi menyatakan kalau mereka sudah tahu mengenai kejadian tersebut. Namun mereka tidak bisa merilis informasi para korban dikarenakan kebijakan privasi.

Pemerintah Kanada dilaporkan kalau mereka sedang bekerja sama dengan otoritas lokal untuk mengumpulkan segala informasi.

Penculikan sedang melejit selama beberapa bulan ini di Haiti disaat ekonomi negara tersebut kian memburuk.

Walaupun begitu penculikan warga asing masih terbilang langka disana. Para penculik biasanya mengincar warga kelas menengah Haiti seperti para guru, pendeta, pegawai negara, dan pemilik toko-toko kecil.

Para ahli keamanan percaya kalau kelompok bandit bernamakan 400 Mawozo merupakan pelaku dibalik penculikan misionaris tersebut.

Kelompok tersebut biasa beroperasi di Croix-des-Bouquets, arah timur dari Port-au-Prince, dan lokasinya dekat sekali dengan tempat para misionaris tersebut diculik.

Anggota kongres AS, Adam Kinzinger mengatakan kepada CNN kalau AS harus menyelamatkan para misionaris tersebut dan bernegoisiasi untuk membebaskan mereka tanpa harus membayar biaya tebusan.

“Kita harus melacak mereka dimana mereka berada dan mencari tahu apakah negosiasi – tanpa harus membayar biaya tebusan – dapat dilakukan. Atau lakukan apapun yang dapat kita lakukan, entah meminta bantuan militer ataupun kepolisian,” ujar Kinzinger yang saat ini duduk di kursi Komite Urusan Luar Negeri.

(RAG)

Continue Reading

Internasional

Cina Geram Kapal Laut AS dan Kanada di Selat Taiwan

Published

on

By

Cina Geram Kapal Laut AS dan Kanada di Selat Taiwan

Channel9.id-Cina. Cina mengutuk Amerika Serikat dan Kanada yang lagi-lagi mengirim kapal perangnya ke perairan Selat Taiwan pada minggu lalu, menuturkan kalau mereka telah mengancam perdamaian dan kestabilan wilayah tersebut, Senin (18/10/2021).

Bukan rahasia lagi kalau Cina mengklaim Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya dan sudah berulang kali meneror Taiwan dengan mengirimkan pasukan udaranya ke wilayah pertahanan udara Taiwan selama beberapa tahun akhir ini.

Baca juga: Cina Kutuk Kapal Perang AS yang Melintas di Selat Taiwan

Pada awal bulan ini, Cina sempat mengirimkan 150 pasukan udaranya ke Taiwan selama empat hari berturut-turut dalam upayanya untuk terus menekan Taiwan dan kejadian ini memicu kekhawatiran dari negara-negara lainnya.

Pada hari Minggu lalu, Angkatan Laut AS menyebutkan kalau Kapal Destroyer kelas Arleigh Burke USS Dewey telah melakukan pelayaran melalui jalur perairan sempit yang memisahkan Taiwan dengan Cina bersama dengan Kapal Frigat HMCS Winnipeg milik Kanada pada hari Kamis dan Jumat lalu.

“Pelayaran kapal Dewey dan Winnipeg melalui Selat Taiwan mendemonstrasikan komitmen Amerika Serikat dan aliansi kami untuk Indo-Pasifik yang terbuka dan bebas,” kutip pernyataan dari Angkatan Laut AS.

Cina telah menyebutkan kalau pasukannya telah memonitoring kapal-kapal tersebut dan terus berjaga-jaga selama kapal tersebut berlayar melalui Selat Taiwan.

“Amerika Serikat dan Kanada telah berkolusi dan mencari masalah yang dapat membahayakan situasi perdamaian dan kestabilan di Selat Taiwan,” ujar pernyataan dari Cina.

“Taiwan adalah bagian dari Cina. Pasukan kami terus menjaga penjagaan tingkat tinggi dan berkomitmen untuk menangkal seluruh ancaman dan provokasi,” tambahnya.

Kapal Angkatan Laut AS sudah hampir setiap bulan berlayar melalui Selat Taiwan untuk memantik amarah dari Cina yang mereka tuduh sudah memanaskan situasi disana. Aliansi AS juga turut mengikuti langkah AS dengan mengirim kapal lautnya ke perairan Selat Taiwan, termasuk Inggris pada bulan lalu.

Disaat tensi semakin memanas di Selat Taiwan, sejauh ini masih belum ada laporan mengenai angkatan udara Cina yang masuk ke wilayah udara Taiwan.

(RAG)

Continue Reading

HOT TOPIC