Connect with us

Lifestyle & Sport

Efek Makan Junk Food Bikin Repot? Ini Tips Mengatasinya

Published

on

Efek Makan Junk Food Bikin Repot? Ini Tips Mengatasinya

Channel9.id-Jakarta. Belum lama ini, McDonald’s berkolaborasi dengan grup idol asal Korea Selatan BTS. Melalui kolaborasi ini, restoran cepat saji tersebut menghadirkan menu spesial dengan tema BTS, yang identik dengan warna ungu. Di Indonesia sendiri, menu ini baru rilis kemarin, 9 Juni 2021 dan kemudian langsung diserbu oleh fandom BTS, Army.

Untuk diketahui, menu BTS itu terdiri dari ayam nugget, segelas soda, kentang goreng, dan saus. Menu ini seperti junk food biasa yang mudah ditemui, hanya saja kemasannya yang berbeda karena serba ungu—yang rupanya jadi incaran sebagian orang. Meski begitu, tak sedikit orang yang sengaja membelinya dalam jumlah banyak. Karena ini BTS!

Baca juga: Bukan Main, Efek Makan Junk Food Bikin Otak Jadi Bebal

Setelah membelinya, barang pasti junk food itu Kamu makan. Perlu Kamu ingat, mengonsumsi junk food tak baik bagi kesehatan, bahkan membahayakan. Pasalnya, makanan jenis ini tinggi akan garam, gula dan lemak, juga minim nutrisi.

Jadi, setelah memakannya, kadar gula darahmu bisa langsung meningkat. Demikian pula kadar kolesterolmu, karena junk food mengandung banyak lemak jenuh dan lemak trans. Selain itu, tekanan darah juga akan tinggi dan perut jadi kembung karena penumpukan cairan akibat tingginya garam.

Meski begitu, ada sejumlah hal yang bisa Kamu lakukan untuk meminimalisasi efek tersebut. Caranya yaitu dengan mengonsumsi makanan atau minuman tertentu, apa sajakah itu? Berikut ini ulasannya.

1. Air putih
Setelah makan junk food, alih-alih minum soda, Kamu sebaiknya minum air putih agar makanan bisa dicerna lebih baik. Kiat ini pun membantu racun dan mengurangi kelebihan gas pada perut, yang merupakan efek mengonsumsi junk food.

Selain itu, tetaplah menjaga tubuhmmu terhidrasi agar metabolisme berjalan dengan baik, dan organ-organ tubuh pun jadi bisa berfungsi dengan baik. Kamu disarankan mengonsumsi air putih paling tidak dua liter atau delapan gelas per hari.

2. Teh hijau
Polifenol pada teh hijau bisa melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat makanan tak sehat yang Kamu konsumsi. Bukan cuma itu, sebuah penelitian telah membuktikan bahwa teh hijau bisa membantu mengontrol kadar gula darah dan keinginan untuk makan berlebihan.

3. Teh jahe atau peppermint
Perut kembung, kram, dan bergas juga merupakan efek makan junk food. Untuk mengatasi masalah ini, Kamu bisa minum teh jahe atau peppermint. Kandungan pada dua minuman ini akan membantu menenangkan otot-otot pencernaan dan membantu mengeluarkan gas dari perut.

4. Semangka
Selain mengandung vitamin dan mineral penting bagi tubuh, semangka kaya akan air dan serat. Dengan mengonsumsi semangka, Kamu bisa meminimalisasi efek makan junk food, seperti tekanan dan gula darah tinggi. Pun pencernaanmu jadi lancar.

5. Pisang
Kalium pada pisang bisa menyeimbangkan cairan dan elektrolit dalam tubuh. Selain itu, kalium juga bisa membantu menurunkan tekanan darah. Nah, jika Kamu terlalu banyak mengonsumsi makanan yang mengandung natrium tinggi, seperti junk food atau makanan kemasan, Kamu bisa mengonsumsi pisang. Dengan begitu, efek dari makanan tak sehat tersebut, seperti kembung, bisa dikurangi.

6. Yogurt
Yogurt mengandung probiotik atau bakteri baik yang bisa menjaga kesehatan pencernaan. Bakteri Lactobacillus yang biasa terkandung dalam yogurt akan membantu melancarkan pencernaan, buang air besar teratur dan membantu mengurangi risiko peradangan usus akibat makanan manis dan beralkohol.

(LH)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lifestyle & Sport

Agar Efektif, Dobel Masker Atau Ikat Tali Masker Medis

Published

on

By

Agar Efektif, Dobel Masker Atau Ikat Tali Masker Medis

Channel9.id-Jakarta. Lonjakan kasus COVID-19 di Indonesia membikin banyak pihak kalap. Bahkan rumah sakit di sejumlah wilayah dilaporkan kewalahan menangani pasien ini. Masuknya varian Covid-19 terkuat, yaitu varian Delta, disebut sebagai pemicu lonjakan kasus COVID-19.

Dengan situasi seperti sekarang ini, sudah seharusnya masyarakat lebih disiplin menjalankan protokol kesehatan. Salah satu yang tak boleh absen adalah menggunakan masker, terutama saat ke luar rumah dan di tempat ramai.

Baca juga: Ahli Tak Lagi Sarankan Penggunaan Masker Kain

Sejumlah ahli kesehatan menyarankan penggunaan masker dobel. Untuk menggunakannya, masker medis atau bedah dipakai di bagian dalam, sementara masker kain di bagian luar. Cara ini membantu mengencangkan masker medis, sehingga masker tak lagi bercelah di bagian sisi. Dengan begitu, hal ini mencegah udara yang belum difiltrasi, yang mungkin mengandung virus, terhirup.

Namun, jika enggan menggunakan masker ganda, masih ada cara lain yang bisa meningkatkan filtrasi masker medis. Caranya yaitu dengan mengikat loop atau tali di bagian telinga. Dengan demikian, masker medis yang dipakai lebih rapat sehigga tak ada lagi ruang masuk udara di sisi masker.

Untuk mengikat tali, pastikan tali masker diikat sedekat mungkin dengan ujung masjer. Kemudian selipkan ujung masker ke arah dalam. Terakhir, pastikan tak ada rongga udara saat dipakai.

Lebih lanjut, untuk memeriksa apakah masker sudah terpasang dengan benar, cobalah taruh tangan di tepian masker. Pastikan tak ada udara yang berembus dari area dekat mata atau sisi masker. Kemudian, jika masker memang pas, Kamu akan merasakan udara hangat masuk lewat bagian depan masker dan mungkin bisa melihat bahan masker kembang-kempis saat bernapas.

Baik masker dobel atau masker ditali, keduanya direkomendasikan oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC). “Kedua metode bisa menghalangi partikel masuk, hingga lebih dari 95%, dalam percobaan laboratorium,” jelas tulis laporan CDC.

“Di tengah varian Corona yang beredar, apa pun yang bisa kita lakukan untuk memperbaiki pemakaian masker agar berfungsi lebih baik, semakin cepat kita bisa mengakhiri pandemi ini,” pungkas John T Brooks, ahli medis CDC, dikutip Rabu (23/6).

(LH)

Continue Reading

Lifestyle & Sport

Varian Delta Jadi Varian COVID-19 Terkuat

Published

on

By

Varian Delta Jadi Varian COVID-19 Terkuat

Channel9.id-Jakarta. Beberapa waktu lalu, Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO) mengumumkan bahwa virus Corona varian Delta (sebelumnya disebut B1617.2) merupakan varian yang sangat menular dan terkuat. Oleh karenanya, WHO mengklasifikasikannya sebagai ‘Variant of Concern’ atau VoC, yang harus diwaspadai di dunia.

Baca juga: Anies: Ada Kemungkinan Anak-Anak Jakarta Terinfeksi Varian Baru Covid-19

Dr Mike Ryan, Direktur Eksekutif Program Kedaruratan Kesehatan WHO mengatakan pada Selasa (22/6) bahwa varian itu lebih mematikan karena lebih efisien menulari manusia. Varian ini akan menginfeksi individu yang rentan. “(Varian Delta) akan menemukan individu-individu yang rentan, yang akan menjadi sakit parah, harus dirawat di rumah sakit dan berpotensi meninggal,” sambungnya.

“Oleh karena itu jika ada orang yang dibiarkan tanpa vaksinasi, mereka tetap berada pada risiko lebih buruk,” tandasnya.

Berangkat dari kekhawatiran itu, Dr Mike mengimbau para pemimpin dunia dan pejabat kesehatan masyarakat untuk segera melakukan donasi dan pendistribusian vaksin.

Pejabat teknis WHO untuk COVID-19, Maria Van Kerkhove menmabahkan bahwa varian Delta kini sudah menyebar di 92 negara, termasuk Amerika Serikat, Inggris, dan Indonesia.

Ia mengatakan bahwa varian ini bisa menyebabkan gejala yang lebih parah, pun bisa memicu gejala yang berbeda dari varian lainnya. Mengenai hal ini, lanjutnya, mesti dilakukan penelitian lebih lanjut.

“Tidak ada varian yang benar-benar menemukan kombinasi penularan dan kematian yang tinggi. Tetapi, varian Delta adalah virus yang paling mampu, tercepat, dan terkuat dari virus-virus itu,” kata Maria.

(LH)

Continue Reading

Lifestyle & Sport

Indro Warkop Positif Covid-19

Published

on

By

Channel9.id – Jakarta. Indrodjojo Kusumonegoro alias Indro Warkop terkonfirmasi positif Covid-19.

Hal itu disampaikan dirinya melalui akun Instagramnya, Rabu 23 Juni 2021.

Indro menyatakan, hasil tes pada 22 Juni kemarin menunjukkan dirinya positif Covid. Dirinya menduga terpapar karena imunitas sedang drop.

Dia mengimbau kepada orang-orang yang berinteraksi dengannya sebelum ini untuk melakukan tes swab.

“Mohon doa untuk kesembuhan segera dan gak harus ada gejala berat. Semoga vaksin bekerja membantu pemulihan,” kata Indro.

Indro menyampaikan, saat ini sedang melakukan isolasi mandiri di rumah. Dia tetap dalam pantauan dokter secara berkala.

“Ayo semua perketat protokol kesehatan. Saya sangat patuh masih bisa kena. Semangat para pejuang Covid!,” kata Indro.

HY

Continue Reading

HOT TOPIC