Connect with us

Techno

Facebook Aktifkan Hub Audio Untuk Gabungkan Seluruh Fitur Audionya

Published

on

Facebook Aktifkan Hub Audio Untuk Gabungkan Seluruh Fitur Audionya

Channel9.id-Jakarta. Facebook merambah ke ranah audio dalam beberapa bulan belakangan ini. Kini, perusahaan menyatukan fitur-fitur audio yang sudah ada itu. Pengguna bisa mengakses hub Audio di aplikasi seluler Facebook, di mana mereka bisa mengakses podcast, live audio rooms, dan klip pendek.

Menurut laporan TechCrunch, perusahaan diam-diam meluncurkan hub di iOS dan Android. Semua pengguna Amerika Serikat (AS) berusia 18 tahun ke atas akan melihat opsi di tab “Watch” mulai hari ini.

Facebook awalnya meluncurkan live audio rooms, pesaing Clubhouse dan Twitter Spaces, pada Juli lalu. Dikatakan bahwa semua figur publik dan pembuat konten yang terverifikasi sekarang bisa menyelenggarakan live audio rooms, bukan hanya yang ada di AS. Semua grup Facebook juga bisa menjalankan diskusi audio.

Perusahaan saat ini sedang menguji opsi untuk membuat ruang audio di Android—yang sebelumnya merupakan fitur khusus iOS, dan pengguna bisa mendengarkan percakapan di desktop.

Versi pendek klip audio Soundbites masih dalam versi beta, kendati Facebook mau meluncurkannya lebih luas di AS dalam beberapa minggu ke depan. Selain itu, perusahaan telah menambahkan fitur lain, seperti teknologi yang secara otomatis menandai konten berbahaya, yang berfungsi untuk mendeteksi dan mengambil tindakan pada audio yang melanggar Standar Komunitas. Mengingat sejarah Facebook sebagai tempat berkembangnya misinformasi, usaha ini menjadi penting untuk diatasi saat perusahaan merambah luas ke audio.

(LH)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Techno

Live Streamer TikTok Bisa Bisukan Komentar Mengganggu

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Sesuai dengan yang dijanjikan pada Juli lalu, kini TikTok meluncurkan lebih banyak cara untuk mengendalikan audiens yang sulit diatur saat streamer melakukan live streaming. Mulai sekarang, streamer dan asistennya bisa membisukan audiens sementara waktu—bisa beberapa menit hingga jam, bergantung durasi live streaming.

Kepala Tim Keamanan TikTok di Amerika Serikat Eric Han menjelaskan bahwa membisukan seseorang akan menghapus seluruh riwayat komentar mereka dari komentar di streaming. Selain itu, streaming juga bisa menonaktifkan komentar atau memfilter kata kunci tertentu, dikutip dari Engadget.

Dengan pembaruan tersebut, TikTok ingin menciptakan lingkungan yang lebih aman untuk para konten kreator.

Han lalu mengatakan bahwa pembaruan pada Juli lalu—yang memungkinkan pengguna berpikir dua kali untuk berkomentar “tak baik atau berbahaya”—membuat hampir 40% pengguna mengedit atau menarik komentar mereka sepenuhnya. Hal ini tak mengejutkan, mengingat media sosial lain seperti Twitter, yang punya fitur serupa, membuat intimidasi di platform berkurang.

TikTok begitu menjulang di usianya yang realtif muda. Namun, tampaknya perusahaan ini belajar dari media sosial lain yang lebih tua seperti Facebook dan Twitter.

Berdasarkan Laporan Penegakan Pedoman Komunitas Q2, TikTok mengatakan bahwa pihaknya juga semakin baik dalam menyingkirkan video yang tak pantas. Han mengatakan 73,3% video pelecehan telah dihapus sebelum ada laporan pengguna, sementara di kuartal sebelumnya presentase itu mencapai 66,2%. Selain itu, 72,9% video yang menunjukkan perilaku kebencian telah dihapus pada kuartal kedua, sementara di kuartal sebelumnya 67,3%.

(LH)

Continue Reading

Techno

Facebook Akan Hadirkan News Feed yang ‘Kurang Politis’ Secara Lebih Luas

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Secara berangsur, Facebook memperluas upayanya untuk menyingkirkan konten politik dari News Feed. Kini perusahaan sedang menguji feed supaya kurang politis di 75 negara baru.

Sebelumnya, Facebook telah memperkenalkan News Feed versi baru itu di Amerika Serikat (AS), Kosta Rika, Swedia, Spanyol, Irlandia, Kanada, Brasil, dan Indonesia. Namun, dengan pembaruan sekarang, Facebook memperluasnya ke lebih dari 80 negara, dikutip dari Engadget.

Perusahaan memang tak merinci negara mana saja yang mendapat giliran untuk uji coba. Namun, juru bicara menerangkan bahwa pembaruan News Feed itu dialami oleh sebagian kecil orang di setiap negara. Ia juga menambahkan bahwa negara-negara yang akan melakukan pemilihan umum dalam waktu dekat, dan berisiko tinggi mengalami konflik, tak akan terlibat dalam uji coba.

Untuk diketahui, CEO Facebook Mark Zuckerberg pertama kali mengumumkan rencana untuk membuat News Feed kurang politis pada Januari lalu, beberapa minggu setelah pemberontakan di Gedung Capitol, AS. “Orang-orang tak ingin politik dan perjuangan mengambil alih pengalaman mereka,” ujarnya.

Dengan memperbarui ke lebih banyak negara bisa membantu Facebook mempelajari lebih lanjut tentang cara menurunkan “suhu” di platformnya. Hal ini dinilai sangat berguna, mengingat layanan perusahaan dituduh sengaja membikin penggunanya marah untuk meningkatkan engagement.

Pada saat yang sama, perusahaan telah mengakui bahwa pembaruan tersebut bisa merugikan penerbit. “Saat kami mendapat lebih banyak wawasan dari tes ini, kami akan membagikan pembaruan tentang apa yang kami pelajari dan akan terus membuat perubahan yang sesuai,” tulis Facebook, di halaman pembaruan.

(LH)

Continue Reading

Techno

Twitter Beri Tunjangan Untuk Kreator Spaces Lewat Program Sparks

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Twitter mengumumkan bahwa pihaknya akan mendukung kreator Twitter Spaces melalui program akselerator tiga bulan, yang disebut Program Spark Spaces Twitter—demikian laporan dari The Verge.

Perusahaan menjelaskan bahwa program Spark dirancang untuk “menemukan dan menghargai” sekitar 150 kreator Spaces, dengan dukungan teknis, keuangan, dan pemasaran.

Bagi siapa saja yang mendaftar dan masuk program tersebut, akan mendapat tunjangan $2.500 (sekitar Rp35 juta) per bulan, kredit iklan bulanan $500 (sekitar Rp7 juta) untuk mempromosikan Space di Twitter, akses awal ke fitur baru Twitter, dukungan dari pemegang media sosial resmi Twitter, dan kesempatan diprioritaskan untuk ditemukan supaya Spaces bekerja dengan baik.

Supaya bisa mengikut program Spark, pengguna harus memenuhi sejumlah kriteria, yaitu: berusia 18 tahun ke atas; punya lebih dari 5.000 pengikut aktif; berlokasi di Amerika Serikat (setidaknya, untuk fase pertama program ini berjalan); komitmen menyelenggarakan Spaces dua kali seminggu; dan sebagainya. Untuk informasi lebih lanjut, silakan kunjungi laman resmi Twitter.

Pendaftaran untuk Program Spark Spaces Twitter itu dibuka hingga 22 Oktober 2021.

Untuk diketahui, program Sparks ini serupa dengan program Creator First milik Clubhouse, yang dirilis Maret lalu. Namun, Twitter menawarkan fasilitas yang sedikit berbeda dibandingkan dengan program Creator First. Creator First berfokus untuk menghubungkan kreator dengan merek untuk sponsor dan menggandeng audiens. Selain itu, sebagai tahap awal, Clubhouse memberi $5.000 (sekitar Rp70 juta) per bulan—lebih

Perihal Creator First itu, kreator mengaku senang telah dibantu oleh Clubhouse. Namun, rupanya perusahaan tak bisa mempertahankan tawarannya untuk menghubungkan acara dan kreator dengan iklan dan sponsor, yang mampu mendukung mereka setelah program berakhir.

Sementara itu, mengenai program Spark, Twitter tampaknya menghindari pertanyaan: apa yang terjadi setelahnya?—setidaknya untuk saat ini. Pasalnya, ini menjadi masalah yang sulit dipecahkan. Namun, di lain sisi, hal ini juga memberi ketidakpastian kepada kreator.

(LH)

Continue Reading

HOT TOPIC