Connect with us

Nasional

Formappi Heran Kehadiran Rapat Virtual Anggota DPR Rendah

Published

on

Channel9.id-Jakarta. Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) mengkritik minimnya kehadiran anggota DPR dalam rapat-rapat yang digelar selama Masa Sidang I Tahun Sidang 2020-2021. Padahal selama pandemi Covid-19, rapat dapat dihadiri secara virtual.

“Meski sudah sekian kali dilakukan secara daring, rapat paripurna (rapur) tidak juga diminati anggota DPR. Kemudahan untuk hadir dari mana saja, tidak menggugah anggota DPR untuk menghadiri Rapur,” ujar peneliti Formappi, I Made Leo Wiratma dalam rilis ‘Evaluasi Kinerja DPR pada Masa Sidang I Tahun Sidang 2020-2021’, Kamis (05/11).

Baca juga: Wakil Ketua Baleg DPR: Kesalahan Ketik UU Ciptaker Bisa Diperbaiki 

Berdasarkan data yang dihimpun Formappi, selama Masa Sidang I tahun 2020-2021 ini kehadiran anggota DPR dalam Rapur terbanyak hanya 68 persen dari keseluruhan anggota DPR. Sementara kehadiran terendah anggota DPR dalam Rapur adalah 50,26 persen.

“Suatu jumlah yang hanya sekedar memenuhi syarat kuorum suatu Rapur. Namun secara rata-rata, setiap Rapur dihadiri oleh 55,48 persen atau sebanyak 318 orang dari 575 anggota DPR,” ujar Leo.

Formappi turut mengkritik berbagai alasan dipakai untuk mangkir dari rapat paripurna, seperti banyak kerjaan, kunjungan ke daerah, tugas, dan rapat yang lain. Padahal, rapat paripurna merupakan agenda yang telah dijadwalkan dan diketahui oleh anggota DPR.

“Sangat disayangkan Rapur yang begitu penting, yakni mengambil keputusan diabaikan begitu saja. Masih banyak anggota DPR yang ingkar melaksanakan amanah konstituen yang diwakilinya,” ujar Leo.

Jika terus seperti itu, ia menilai DPR tak dapat menyelesaikan target 37 rancangan undang-undang (RUU) yang ada dalam daftar program legislasi nasional (Prolegnas) Prioritas 2020. Hal ini terlihat hingga berakhirnya masa sidang I, yang hanya menyelesaikan dua RUU, yaitu RUU Cipta Kerja dan RUU Bea Materai. Dikarenakan minimnya kehadiran anggota DPR dalam rapat.

Dari 35 RUU yang belum diselesaikan, hanya 11 RUU yang masih mungkin bisa diselesaikan DPR hingga akhir tahun. Karena sudah memasuki tahapan pembentukan, mulai dari penyusunan hingga pembahasan.

“Sedangkan 24 RUU Prioritas lainnya yang belum digarap sama sekali sangat sulit mengharapkan penyelesaiannya,” ujar Leo.

IG

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hot Topic

Ketua PBNU Said Aqil Siroj Positif Covid-19

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj dikabarkan positif Covid-19. Hal ini disampaikan langsung sekretaris pribadinya, M Sofwan Erce, melalui video yang diunggah di akun Youtube Kang Said Official, Minggu 29 November 2020 malam.

“Izinkan saya menyampaikan kabar berita bahwasanya pada Sabtu 28 November pada pukul 19.30, hasil PCR Swab dari Al Mukarom Prof Dr KH Said Aqil Siroj menunjukkan hasil positif,” kata Sofwan dalam video tersebut.

Baca juga: Wagub DKI Positif Covid-19, Tertular Staf Pribadi 

Sofwan pun meminta doa dari masyarakat bagi kesembuhan Said Aqil. “Atas arahan beliau kami diminta untuk menyampaikan kabar ini dengan harapan dan memohon doa dari Bapak Ibu sekalian warga NU, khususnya poro masyayikh saya mohon doa untuk kesembuhan dan kekuatan beliau menjalani masa-masa penyembuhan ini,” ujarnya.

Saat ini, lanjut Sofwan, Said Aqil dalam kondisi baik dan dirawat intensif di sebuah rumah sakit di Jakarta.

“Alhamdulillah saat ini beliau dalam kondisi baik sedang dirawat di sebuah rumah sakit di Jakarta dengan perawatan yang intensif,” jelasnya.

Continue Reading

Hot Topic

Wagub DKI Positif Covid-19, Tertular Staf Pribadi

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta Ahmad Riza Patria terkonfirmasi positif virus corona atau Covid-19. Melalui keterangan tertulis, ia menyatakan tetap dalam kondisi baik. Sesuai arahan dokter, saat ini Ariza menjalani isolasi mandiri.

“Alhamdulillah, meskipun hasil testing pada Jumat (27/11) kemarin menunjukkan positif Covid-19, namun kondisi saya tetap dalam keadaan baik dan terkendali,” kata pria yang akrab disapa Ariza, Minggu (29/11).

Baca juga: Rizieq Tolak Tes Swab, Wagub DKI Ingatkan Denda Rp7 Juta 

Dia menuturkan, staf serta seluruh anggota keluarga sudah menjalani tes usap. Ariza melakukan dua kali tes usap atau PCR test pada Kamis (26/11/2020) dengan hasil negatif dan Jumat 27/11/2020) dengan hasil terkonfirmasi positif. Adapun tes dilakukan berdasarkan hasil dari pelacakan Dinas Kesehatan DKI Jakarta.

Dari hasil pelacakan, Ariza diketahui positif karena tertular dari staf pribadinya yang sebeulumnya tertular dari lingkungan keluarga staf tersebut.

“Jadi, temuan positif Covid-19 ini adalah dari lingkungan pekerjaan, di mana ada staf saya yang tertular dari klaster keluarganya. Ini tentu menjadi perhatian kita semua untuk lebih menjaga kedisiplinan protokol kesehatan hingga di dalam keluarga sekali pun,” ujar Ariza.

Politikus Gerindra ini berharap, warga Jakarta semakin meningkatkan disiplin protokol kesehatan dengan mengenakan masker dan menjaga jarak.

“Mohon doanya agar kita semua dalam kondisi sehat wal’afiat. Jakarta belum terbebas dari pandemi Covid-19. Jangan ragu dan takut untuk saling mengingatkan protokol 3M. Tetap tingkatkan iman, imun, dan aman bahkan hingga di dalam lingkup keluarga kita,” pungkasnya.

Continue Reading

Nasional

PP Muhammadiyah: Teror di Sigi Sulteng Bukan Konflik Agama

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Pimpinan Pusat Muhammadiyah menegaskan aksi teror yang diduga dilakukan kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Poso pimpinan Ali Kalora di Sigi, Sulawesi Tengah, bukan merupakan konflik antarumat beragama.

Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Mu’ti, meminta masyarakat untuk tetap tengan dan tidak terprovokasi aksi teror tersebut.

Mu’ti mengaku prihatin dengan terjadi kasus kekerasan di sebuah desa di Kabupaten Sigi. Ia meminta agar aparat keamanan segera bertindak dan menindak tegas pelaku sesuai hukuma yang berlaku.

Ia pun berharap Masyarakat mempercayakan penanganan masalah teror tersebut kepada aparat keamanan dan penegak hukum sesuai aturan yang berlaku.

“Pemerintah dan pemerintah daerah perlu mengambil langkah cepat,” kata Mu’ti.

Baca juga: Kutuk Pembantaian Sigi, Mahfud MD: Masyarakat Jangan Terprovokasi 

Tak hanya itu, Mu’ti meminta agar pemerintah bisa segera memanggil para tokoh-tokoh masyarakat dan agamawan setempat untuk bermusyawarah mencari jalan keluar yang komprehensif terkait insiden ini.

Menurutnya, peristiwa itu bukan persoalan yang sederhana, sehingga harus diselesaikan dengan bersama-sama dan secara seksama.

“Diperlukan kebersamaan menyelesaikan persoalan agar peristiwa serupa tidak terjadi di tempat yang sama atau tempat yang lainnya,” kata Mu’ti.

Diketahui, diduga kelompok MIT di bawah pimpinan Ali Kalora melancarkan serangan dan pembakaran tujuh rumah warga di Desa Lemban Tongoa, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Jumat (27/11). Peristiwa itu telah menewaskan empat orang.

Mereka juga diduga membakar tujuh rumah yang salah satunya kerap dijadikan tempat ibadah umat Nasrani di daerah tersebut.

IG

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

HOT TOPIC