Connect with us

Hot Topic

Gilang Bungkus Kain Jarik Didakwa Tiga Pasal Berlapis

Published

on

Channel9.id – Jakarta. Jaksa menuntut terdakwa kasus pelecehan seksual atau kasus kain jarik, Gilang Aprilian Nugraha Pratama, dengan tiga pasal berlapis saat pidang perdananya.

Dakwaan itu dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Tanjung Perak Surabaya, JPU I Gede Willy Pramana. Pasal pertama yang didakwakan pada eks Mahasiswa Universitas Airlangga (Unair) Surabaya itu adalah tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

“Mendakwa Saudara Gilang Aprilian Nugraha Pratama dengan pidana Pasal 45 ayat (4) jo. Pasal 27 ayat (4) UU No. 19 Tahun 2016 Tentang Perubahan Atas UU Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik,” ujar jaksa di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Rabu (4/11).

Pasal kedua, Gilang didakwa dengan pasal tentang ancaman kekerasan terhadap anak untuk berbuat cabul, sebagaimana diatur UU tentang Perlindungan Anak.

“Perbuatan terdakwa tersebut diancam dan diatur pidana dalam pasal 82 ayat (1) UU nomor juncto Pasal 76E UU nomor 17 tahun 2016 juncto UU nomor 35 tahun 2014 jo. 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak,” kata jaksa.

Lalu dakwaan ketiga, yakni perbuatan Gilang dianggap terbukti secara sah melanggar Pasal 289 KUHP tentang perbuatan cabul.

“Dan yang ketiga pasal 289 KUHP,” kata JPU.

Kasus ini diketahui saat seorang korban Gilang mengungkap kejadian yang dialaminya melalui akun Twitter @m_fikris. Unggahan korban mendapatkan perhatian besar dari publik.

Saat itu korban mengaku telah diancam dan diperintah Gilang untuk membungkus diri dengan kain jarik. Gilang juga meminta korbannya merekam segala adegan.

Salah seorang korban lainnya, T (bukan nama sebenarnya), bahkan mengaku telah dibungkus Gilang dan dilecehkan secara langsung. Peristiwa itu terjadi 2015 silam.

Usai kasusnya viral, Universitas Airlangga pun resmi memutuskan untuk memecat atau drop out Gilang dari kampus, Rabu (5/8).

Dia pun ditangkap penyidik Polrestabes Surabaya di rumahnya, Desa Terusan Mulya, Dusun Marga Sari, Kecamatan Bataguh, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, Kamis (6/8).

Berdasarkan hasil pemeriksaan penyidik, aksi Gilang tersebut sudah dilakukan sejak 2015 lalu. Dengan jumlah korban diperkirakan mencapai 25 orang.

(HY)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hot Topic

Ketua PBNU Said Aqil Siroj Positif Covid-19

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj dikabarkan positif Covid-19. Hal ini disampaikan langsung sekretaris pribadinya, M Sofwan Erce, melalui video yang diunggah di akun Youtube Kang Said Official, Minggu 29 November 2020 malam.

“Izinkan saya menyampaikan kabar berita bahwasanya pada Sabtu 28 November pada pukul 19.30, hasil PCR Swab dari Al Mukarom Prof Dr KH Said Aqil Siroj menunjukkan hasil positif,” kata Sofwan dalam video tersebut.

Baca juga: Wagub DKI Positif Covid-19, Tertular Staf Pribadi 

Sofwan pun meminta doa dari masyarakat bagi kesembuhan Said Aqil. “Atas arahan beliau kami diminta untuk menyampaikan kabar ini dengan harapan dan memohon doa dari Bapak Ibu sekalian warga NU, khususnya poro masyayikh saya mohon doa untuk kesembuhan dan kekuatan beliau menjalani masa-masa penyembuhan ini,” ujarnya.

Saat ini, lanjut Sofwan, Said Aqil dalam kondisi baik dan dirawat intensif di sebuah rumah sakit di Jakarta.

“Alhamdulillah saat ini beliau dalam kondisi baik sedang dirawat di sebuah rumah sakit di Jakarta dengan perawatan yang intensif,” jelasnya.

Continue Reading

Hot Topic

Polisi Panggil Rizieq Shihab Sebagai Saksi

Published

on

By

Channel9.id – Jakarta. Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya resmi memanggil Pemimpin FPI Rizieq Shihab terkait dengan beberapa peristiwa, mulai dari penghasutan hingga tidak mematuhi penyelenggara kekarantinaan kesehatan.

Penyidik meminta Rizieq datang untuk dimintai keterangan pada Selasa 1 Desember 2020. Hal itu tertuang dalam surat panggilan nomor: S/Pgl/8767/XI/2020 Ditreskrimum.

“Untuk datang ke Unit V Subditkamneg di Kantor Ditreskrimum Polda Metro Jaya Jalan Jenderal Sudirman Nomor 55, Jakarta Selatan pada hari Selasa tanggal 1 Desember 2020 guna didengar keteragannya sebagai saksi,” tulis surat yang ditandatangani oleh Dirreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Raindra Ramadhan, Minggu (29/11).

Dalam surat itu, Rizieq rencananya diperiksa sebagai saksi oleh penyidik A.KP D.K Zendrato dan Ipda Rosadi. Pemeriksaan itu berkaitan dengan dugaan peristiwa tindak pidana di muka umum dengan lisan atau tulisan menghasut dan melawan kekuasaan umum dengan kekerasan.

Rizieq juga dipanggil atas kasus dugaan menghasut agar jangan mau menuruti peraturan undang-undang, serta tidak mematuhi penyelenggaraan kekarantinaan kesehatan. Adapun tanggal pelanggaran kekarantinaan terjadi pada 13-14 November di Tebet Jakarta Selatan dan Petamburan, Jakarta Pusat.

(HY)

Continue Reading

Hot Topic

Rizieq Shihab Dipanggil Polda Metro Jaya

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Polda Metro Jaya berencana memanggil pimpinan FPI M. Rizieq Shihab, untuk diperiksa terkait dugaan penghasutan di muka umum.

Panggilan Polda Metro Jaya ini sudah dilayangkan kepada pimpinan FPI ini untuk diperiksa hari Selasa 1 Desember lusa.  Surat panggilan tersebut telah diterima oleh kuasa hukum Rizieq, Rinaldi SH.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengonfirmasi hal tersebut. “Mengantar surat pemanggilan HRS untuk hadir hari Selasa,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus, dalam keterangannya, Minggu (29/11).

Baca juga: Lewat Pintu Belakang, Rizieq Shihab Kabur Dari RS Ummi Kota Bogor 

Sebelumnya, penyidik Polda Metro Jaya yang mendatangi kediaman Habib Rizieq Syihab di Petamburan, Jakarta Pusat dihadang oleh Laskar Pembela Islam (LPI). Kelompok ini memang menjaga ketat gang akses ke rumah Habib Rizieq.

Polisi yang hendak menyampaikan surat panggilan pun dihadang para laskar, Minggu (29/11). Kedua pihak sempat beradu mulut saat laskar tidak mengizinkan polisi untuk masuk gang tempat kediaman Rizieq. Alasannya demi menjaga protokol kesehatan.

Namun polisi juga bersikukuh untuk masuk. Sampai akhirnya hanya tiga orang bisa masuk ke dalam Gang Paksi. Tak lama, pukul 16.49 polisi telah keluar dari kediaman Rizieq.

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

HOT TOPIC