Hot Topic Internasional

Google Pecat 28 Karyawan gegara Tolak Kerja Sama dengan Israel

Channel9.id – Jakarta. Sebanyak 28 karyawan Google dipecat lantaran melakukan aksi protes terhadap langkah perusahaannya yang bekerja sama dengan Israel. Aksi protes dengan cara menduduki dua kantornya di New York dan California itu juga berimbas pada penangkapan 9 karyawan pada Selasa (16/4/2024).

Dilansir dari CNBC Internasional, pemecatan terhadap 28 karyawan itu terungkap dalam memo internal Google yang ditulis wakil presiden keamanan global Google, Chris Rackow.

Mereka dipecat lantaran memprotes Google yang terlibat dalam Project Nimbus, yakni sebuah kontrak cloud dengan pemerintah Israel senilai US$1,2 miliar (sekitar Rp19,5 triliun). Proyek tersebut diketahui juga melibatkan Amazon.

“Setelah melakukan penyelidikan, hari ini kami memecat 28 pegawai yang diketahui terlibat (aksi protes). Kami akan menyelidiki terus dan mengambil tindakan jika diperlukan,” kata Rackow yang dikutip CNBC Internasional, Jumat (19/4/2024).

Rackow menyebut karyawan yang melakukan protes itu telah mengambil alih ruangan, merusak properti, dan menghambat pekerjaan pegawai lainnya. Ia juga mengatakan aksi para karyawan tersebut mengancam rekan kerjanya.

“Perilaku mereka tidak bisa diterima, sangat mengganggu dan membuat rekan kerja merasa terancam,” jelasnya.

Adapun Proyek Nimbus merupakan sistem awan dan pembelajaran mesin yang memungkinkan penyimpanan data, pengumpulan, analisis, identifikasi motif dan fitur dari data, serta prediksi potensi data dan motif. Kontrak senilai US$1,2 miliar itu ditandatangani pada April 2021 antara Israel, Google, dan Amazon.

Sistem ini dapat mengumpulkan semua sumber data yang disediakan oleh Israel dan militernya, termasuk basis data, sumber daya, dan bahkan sumber observasi langsung seperti kamera jalanan dan drone.

Terkait hal itu, beberapa pihak menyampaikan kritik terhadap Project Nimbus. Salah satunya ‘No Tech for Apartheid’ yang menyebut Project Nimbus dapat digunakan untuk pengawasan, yang merupakan bagian tak terpisahkan dari penjajahan Israel di wilayah Palestina.

Baca juga: Media Iran Klaim Aktivitas Masyarakat Berjalan Normal usai Israel Serang Kota Isfahan

HT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

9  +  1  =