Nasional

Gus Nadir: NU Harus Mengeluarkan Gagasan Cemerlang Saat Muktamar

Channel9.id – Jakarta. Rais Syuriyah Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama Australia-New Zealand, Profesor KH Nadirsyah Hosen (Gus Nadir) mengatakan muktamar ke-34 NU harus menghasilkan gagasan dan ide-ide cemerlang yang mempengaruhi wacana publik dan wacana global.
“NU sudah merumuskan dalam muktamar 34 ini dengan tema ‘Menuju Satu Abad NU: Membangun Kemandirian Warga untuk Perdamaian Dunia’, justru harus mengeluarkan gagasan cemerlang saat muktamar. Karena tantangannya sejauh apa NU saat ini bisa mempengaruhi wacana publik dan wacana global,” kata Gus Nadir dalam Webinar Pra Muktamar NU ke-34 yang juga disiarkan langsung melalui Zoom dan YouTube TVNU pada Minggu (20/12/2021).
Gus Nadir mengungkapkan, NU perlu membangun peradaban dunia yang sejalan dengan tema besar Muktamar tahun ini. Gus Nadir menambahkan, tema muktamar yang diambil berangkat dari permasalahan NU. Seperti NU yang banyak merespons isu lokal daripada isu global.
Gus Nadir juga menyinggung soal makna hakiki lambang NU ‘bola dunia’. Maknanya NU berdasarkan pada isu global yang mempengaruhi berdirinya. Akan tetapi, dalam 100 tahun berikutnya karakter NU lebih bersifat lokal.
“Tidak seperti gerakan transaksional yang ingin mengislamkan, menyariahkan, dan mengkhilafahkan dunia, menjadikan dunia sesuai dengan Al-Qur’an dan hadis misalnya. Itu Gerakan lintas benua yang tidak menjadi ciri NU,” terangnya.
Menurut Gus Nadir, kekuatan NU justru berada pada karakter lokalitasnya. Jika ada pertarungan dan pertentangan dengan kelompok transaksional, NU tidak pernah menyerang titik pusat wahabi, HTI, dan lainnya.
“Karena NU lebih bersifat menjaga komunitas sendiri, dan fokus pada isu lokal politik nasional. Meskipun ada isu global yang direspons tapi sangat sporadik dan isu itu tidak bisa mempengaruhi wacana di dunia,” jelas Gus Nadir.
Sampai saat ini, menurut Gus Nadir, PBNU belum memanfaatkan jejaring NU di dunia global yang sudah terdapat di lebih dari 30 negara. Untuk itu, ia pun berharap, Muktamar ke-34 NU berjalan lebih semarak dan substantif untuk kaum intelektual NU.
Di sisi lain, Gus Nadir menyayangkan Muktamar ke-34 NU yang digelar di Lampung pada 22-24 Desember 2021, maju dari jadwal semula (23-25/12/2021). Ia pun mengaku kurang semangat dengan gelaran muktamar yang dipersingkat.
Sebab ia menilai, dalam gelaran Muktamar NU di Lampung hanya akan berjalan singkat. Dengan jadwal muktamar yang dipercepat, setiap sidang komisi hanya berjalan sekitar dua jam.
“Saya bukan pesimis, tapi lebih kritis dan realistis, ketimbang kita bicara hal-hal yang baik tentang NU tapi sebenarnya di dalamnya ada hal-hal penting yang harus diselesaikan,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  +  65  =  66