Channel9.id-Jakarta. Sekjen Kemendagri Tomsi Tohir meminta pemerintah daerah (Pemda) segera mengintervensi kenaikan harga beras di sejumlah wilayah. Dia menegaskan kenaikan harga beras harus ditangani cepat karena komoditas tersebut berkontribusi besar terhadap inflasi.
“Beras ini besar sekali. Jadi kalau sedikit saja kenaikan harga beras mengenai inflasi kita naik, karena semua makan beras. Kalau cabai, sebagian tidak makan cabai,” kata Tomsi dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2026, Selasa (18/8/2026).
Tomsi menyoroti kenaikan harga beras di sejumlah daerah. Di Kabupaten Bone Bolango, harga beras naik sekitar 13 persen, sedangkan di Kabupaten Pohuwato kenaikannya mendekati 10 persen.
Dia meminta Pemda bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) segera turun ke lapangan untuk mengecek harga, ketersediaan pasokan, serta penyebab kenaikan tersebut.
Khusus Bone Bolango, Tomsi meminta Perum Bulog berkoordinasi dengan Pemda untuk segera menggelar operasi pasar.
“Jadi tidak boleh sedikit pun ada kenaikan harga beras dengan stok kita yang banyak,” tegasnya.
Tomsi mengingatkan daerah agar tidak menunggu harga melonjak sebelum melakukan intervensi. Menurutnya, TPID harus aktif memantau perkembangan harga dan mengambil langkah pengendalian sejak ada indikasi kenaikan.
“Jangan nunggu naik dulu baru kita berbuat. Itulah gunanya supaya jangan sempat naik,” katanya.
Dia juga meminta daerah lain yang mengalami kenaikan harga beras segera melakukan pengecekan langsung ke pasar. Koordinasi antara TPID, Bulog, BPS, dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) juga diminta diperkuat.
Tomsi menilai stok beras nasional yang mencapai hampir 5,7 juta ton seharusnya dapat menjaga stabilitas harga. Karena itu, dia meminta Pemda memanfaatkan ketersediaan stok tersebut melalui intervensi yang cepat dan tepat.
“Beras kita banyak, hampir 5,7 juta ton, terbanyak sepanjang sejarah. Kalau sampai naik, apalagi naiknya tinggi, ini berarti kesalahan ada pada kita,” tandas Tomsi.
Sementara itu, Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono mengatakan jumlah kabupaten/kota yang mengalami kenaikan harga beras bertambah dari 106 menjadi 120 daerah dalam sepekan terakhir.
“Jika dibandingkan dengan minggu lalu jumlah kabupaten/kota yang mengalami peningkatan harganya, yaitu 106 kabupaten/kota, sekarang menjadi 120 kabupaten/kota,” kata Ateng.
Baca juga: Pemerintah Klaim Indeks Perkembangan Harga Beras sampai Awal Agustus Kian Membaik




