Connect with us

Uncategorized

Ingin Tinggalkan Kopi? Teh Hijau yang Kaya Manfaat Bisa Jadi Alternatif

Published

on

Ingin Tinggalkan Kopi? Teh Hijau yang Kaya Manfaat Bisa Jadi Alternatif

Channel9.id-Jakarta. Mungkin akan tiba masanya, Kamu yang pecinta kopi mulai meninggalkan kopi dan mencari alternatifnya. Entah karena alasan medis atau apa pun. Saat waktu itu tiba, Kamu mungkin galau karena bingung mau pilih alternatif yang seperti apa, yang punya efek mirip dengan kopi—seperti membikin “melek” dan pikiran fokus.

Nah, kalau efek itu yang Kamu harapkan, Kamu bisa memilih teh hijau, lo. Teh ini juga punya kandungan kafein, namun kadarnya lebih rendah dari kopi. Sebagai perbandingan, dalam cangkir kopi ukuran 236 ml mengandung sekitar 200 miligram kafein. Sementara pada teh hijau yang ukurannya sama, kafeinnya hanya 40 miligram.

Baca juga: Dampak Terlalu Banyak Minum Teh

Selain itu, tingkat keasaman teh hijau juga lebih rendah dari kopi, yakni pH 7 berbanding pH 5 (semakin pH kecil, semakin asam). Dengan begitu, paling tidak, teh hijau lebih ramah lambung ketimbang kopi.

Bukan cuma itu, hijau juga menyehatkan dan membawa manfaat baik bagi tubuh. Nah, kalau dikonsumsi secara rutin, teh hijau bisa memberi manfaat berikut ini.

1. Membantu menurunkan berat badan
Teh hijau terbukti mampu membantu meningkatkan metabolisme tubuh dan membakar lemak, terutama lemak di bagian perut. Sejumlah studi telah membuktikan hal ini.

2. Menstabilkan tekanan darah
Selain itu, teh hijau bisa melemaskan otot-otot di pembuluh darah, sehingga mampu menurunkan tekanan darah. Selain itu, kandungan polifenol di dalamnya juga mampu menurunkan tekanan darah dalam tubuh.

3. Mencegah diabetes
Teh hijau baik dikonsumsi oleh orang yang berisiko dan menderita diabetes, bahkan bisa juga mencegahnya. Pasalnya, penelitian membuktikan bahwa teh hijau bisa meningkatkan kinerja insulin dan mengurangi kadar gula darah pada penderita diabetes.

4. Mencegah penyakit jantung dan stroke
Menurut studi, mengonsumsi teh hijau bisa menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) dalam tubuh—yang menjadi penyebab masalah kardiovaskular, seperti penyakit jantung dan stroke. Selain itu, asam fenolik pada teh hijau juga bisa menurunkan risiko penyakit jantung koroner.

5. Menghambat pertumbuhan sel kanker
Antioksidan polifenol dan katekin pada teh hijau bisa menghambat pertumbuhan berbagai kanker, seperti kanker kulit, kanker paru-paru, kanker lambung, dan kanker payudara. Namun, mengenai hal ini, masih perlu dipastikan efektivitas teh hijau dalam mencegah kanker.

Selain itu manfaat tadi, teh hijau juga dipercaya bisa memperbaiki kerusakan kulit, mengurangi gejala, menjaga kesehatan otak, hingga mengurangi kecemasan. Namun, masih diperlukan penelitian lanjutan untuk untuk membuktikan efektivitas teh hijau bagi kesehatan secara luas.

Manfaat-manfaat teh hijau itu bisa Kamu dapat secara maksimal bila dikonsumsi secara teratur dan tak berlebihan, maksimal empat cangkir dalam sehari. Lalu barengi pula dengan menerapkan pola hidup sehat.

(LH)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Nasional

Mobilitas Wisatawan Asing Akan Diawasi Daerah Penyelenggara Wisata

Published

on

By

Channel9.id – Jakarta. Pemerintah telah membuka pintu masuk bagi 19 negara berdasarkan perkembangan kasus COVID-19. Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof. Wiku Adisasmito menjelaskan penetapan berdasarkan pertimbangan kasus terkini yaitu jumlah kasus konfirmasi di bawah atau sama dengan 50 kasus per 100.000 penduduk dengan positivity rate rendah atau kurang dari 5%.

Serta adanya perjanjian luar negeri yang telah dilakukan, misalnya travel corridor arangement. Masuknya wisatawan asing ke Indonesia nantinya hanya diperbolehkan dari Bandar Udara Provinsi Bali dan Kepulauan Riau saja untuk keperluan berwisata. Di dua provinsi ini yang akan menjalankan simulasi protokol kesehatan di bidang pariwisata untuk turis asing.

“Sedangkan pengawasan mobilitas domestik wisatawan asing di Indonesia akan menjadi tanggungjawab daerah penyelenggara simulasi serta daerah penyangganya untuk mengawasi pergerakannya sesuai dengan kebijakan yang ada,” kata Wiku saat menjawab pertanyaan media dalam agenda Keterangan Pers Perkembangan Penanganan COVID-19 di Graha BNPB, Kamis (14/10/2021) yang juga disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden.

Baca juga: Indonesia Izinkan 19 Negara Datang, Berikut Daftarnya

Disamping itu, pemerintah saat ini terus berupaya mempertahankan penanganan kasus COVID-19 yang sedang terkendali. Diantaranya, pemerintah sedang menyusun strategi lintas kementerian dan lembaga untuk mengantisipasi lonjakan kasus menjelang libur akhir tahun.

“Strategi yang disusun diharapkan dapat menjadi dasar kebijakan yang efektif dan inklusif dengan menekankan pada prinsip pelonggaran aktivitas yang diikuti pengendalian lapangan yang tepat,” jelasnya.

Lalu, melakukan peningkatan laju vaksinasi lansia terutama di wilayah aglomerasi dan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi termasuk juga percepatan program vaksinasi untuk anak. Pemerintah juga menerapkan skrining berlapis terhadap pelaku perjalanan internasional. Serta pengawasan kegiatan dan edukasi terhadap masyarakat oleh pemerintah daerah tentang protokol kesehatan

Selain itu kebijakan PPKM akan terus dilakukan karena telah terbukti efektif dalam menekan kasus termasuk untuk menghadapi periode libur Natal dan Tahun Baru 2022. Oleh karena itu masyarakat diminta untuk mematuhi kebijakan pemerintah dan kepada pemerintah daerah untuk dapat mengawasi dan mengendalikan mobilitas yang dilakukan oleh warganya.

“Sehingga peningkatan kasus dapat dicegah,” pungkas Wiku.

 

Continue Reading

Lifestyle & Sport

WADA Larang Indonesia Kibarkan Bendera Merah Putih

Published

on

By

Channel9.id – Jakarta. Indonesia mendapat sanksi serius dari Badan Anti-Doping Dunia (World Anti-Doping Association/WADA) per Kamis 7 Oktober 2021, setelah Lembaga Anti-Doping Indonesia (LADI) dinyatakan tidak patuh.

WADA mencabut hak Indonesia menjadi tuan rumah untuk kejuaraan atau turnamen level regional, kontinental, dan dunia selama masa penangguhan.

Selain itu, perwakilan LADI juga dinilai tidak memenuhi syarat untuk duduk sebagai anggota dewan di komite sampai status sanksi mereka dipulihkan atau minimal menjalani masa penangguhan selama satu tahun.

Tak hanya itu, Indonesia juga dilarang mengibarkan bendera Merah Putih, kecuali dalam ajang Olimpiade.

Baca juga: Peraih Emas 100m Putra Olimpiade Jacobs Dituduh Gunakan Doping

Dikutip dari Reuters, WADA menyatakan Indonesia tidak patuh karena tidak menerapkan program pengujian yang efektif kepada setiap atlet di seluruh cabang olahraga.

Meski mendapat sanksi serius, WADA tetap mengizinkan para atlet dari Indonesia untuk tetap bersaing pada kejuaraan atau turnamen level regional, kontinental, dan dunia.

Akan tetapi, bendera Merah Putih tidak akan bisa dikibarkan selain pada ajang Olimpiade.

Sebelum resmi menjatuhkan sanksi, WADA sebetulnya sudah mengirim pemberitahuan perihal ketidakpatuhan akan peraturan anti-doping terbaru yang sesuai standar WADA kepada delapan organisasi, termasuk LADI, pada 15 September lalu.

Namun, LADI dan empat organisasi lainnya tidak membantah klaim ketidapatuhan, konsekuensi yang diusulkan dari vonis ketidakpatuhan, atau kondisi pemulihan yang diusulkan WADA dalam tempo 21 hari setelah surat tersebut diterima.

Sehingga, klaim ketidakpatuhan WADA tersebut dianggap diterima dan penjatuhan sanksi kepada Indonesia menjadi keputusan akhir.

Meski sudah menjatuhkan sanksi, WADA tetap akan terus memberi panduan dan dukungan kepada setiap organisasi yang bersangkutan, termasuk LADI, untuk mengatasi permasalahan ketidakpatuhan mereka.

WADA juga akan memantau pelaksanaan konsekuensi tersebut dan dapat mengambil tindakan lanjutan andai masing-masing organisasi yang menerima sanksi gagal menerapkan hukuman tersebut secara sepenuhnya.

Selain LADI, empat organisasi yang mendapat sanksi WADA adalah Federasi Bola Basket Tuli Internasional (DIBF), Organisasi Anti-Doping Korea Utara (DPRK NADO), Federasi Olahraga Internasional GIRA (IGSF), dan Organisasi Anti-Doping Thailand.

Adapun tiga organisasi yang lolos dari hukuman WADA adalah Organisasi Anti-Doping Komunitas Jerman di negara Belgia, Montenegro, dan Rumania.

HY

Continue Reading

Uncategorized

Dituding Terlibat Kasus Djoko Tjandra Oleh Napoleon, Kapolri: Isu Lama

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Kepala Kepolisian Indonesia (Kapolri), Jenderal Listyo Sigit Prabowo akhirnya buka suara mengenai tuduhan yang disampaikan terpidana Irjen Polisi Napoleon Bonaparte.

Tuduhan itu adalah dugaan keterlibatan Jenderal Listyo Sigit Prabowo pada saat menjabat sebagai Kabareskrim Polri dalam perkara dugaan tindak pidana suap atau gratifikasi untuk menghapus status red notice DPO Djoko Soegiharto Tjandra.

Sigit menjelaskan bahwa terpidana Napoleon hanya memainkan isu lama untuk menyeret dirinya dalam perkara yang kini menjeratnya.

Berdasarkan penelusuran, isu keterlibatan Kapolri Listyo itu sudah bergulir sejak bulan November 2020.

“Kan ini isu lama yang dinaikkan lagi sama yang bersangkutan,” tutur Sigit, Kamis (7/10) seperti melansir bisnis.com.

Menurut dia, seluruh proses penyelidikan hingga penyidikan terhadap terpidana Napoleon dan terpidana lainnya sudah berjalan secara transparan dan professional tanpa ada yang ditutup-tutupi oleh tim penyidik Bareskrim Polri.

“Faktanya semua kita proses sesuai dengan fakta (hukum) dan sudah vonis, kecuali ada yang diistimewakan,” katanya.

Napoleon telah divonis oleh majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta dengan hukuman 4 tahun penjara, denda Rp100 juta subsider 6 bulan kurungan penjara karena terbukti telah menerima gratifikasi sebesar US$370.000 dan 250.000 dolar Singapura dari DPO Djoko Soegiharto Tjandra.

Vonis tersebut kemudian diperkuat pada saat Napoleon mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi DKI Jakarta. Kini, terpidana Napoleon tengah mengajukan upaya kasasi ntuk menggugurkan dua putusan tersebut.

IG

Continue Reading

HOT TOPIC