Intan Kieflie Garap Film ‘Ritual Gaib’, Film Horor Rasa Lokal untuk Selera Internasional
Lifestyle & Sport

Intan Kieflie Garap Film ‘Ritual Gaib’, Film Horor Rasa Lokal untuk Selera Internasional

Channel9.id-Jakarta. Film horor ‘Ritual Gaib: Nyai Randasura’ kini tengah tayang di bioskop Tanah Air. Film yang menampilkan akting Dinda Hauw dan Rey Mbayang ini, disutradarai pasangan suami istri Intan Kieflie dan Stuart Simpson dan merupakan kolaborasi sineas Australia – Indonesia lewat Kraken Entertainment dan Anak Negeri Films.

Dalam wawancara dengan media pada Selasa (15/9/2026), Intan Kieflie mengungkap bahwa setelah lama berakting, ini adalah debut pertamanya sebagai sutradara.

“Saya belum pernah jadi sutradara. Enggak pernah berani jadi sutradara walaupun udah sering disuruh (untuk) at least mulailah dengan film pendek, karena bisa saya kan aktor,” kata Intan.

“Ini ya horor pertama, film pertama, tapi ini bukan horor banget. Karena Ritual Gaib itu sebenarnya drama keluarga dengan bumbu horor,” terang Intan.

Ia melanjutkan, “Nah. Kenapa jadi horor? Karena sutradara yang satunya, Stuart Simpson which is itu suami saya adalah si raja horor. sementara saya adalah drama queen.”

Intan Kiefly juga menjelaskan bahwa Ritual Gaib: Nyai Randasura memang diniatkan sejak awal untuk dilepas ke pasar secara internasional. Bahkan filmnya kini telah mendapatkan kepastian distribusi di 38 negara—termasuk Indonesia.

Karena hendak dibuat untuk menjaring pasar secara global, film ini sejak awal memang diarahkan untuk tak hanya mengikuti selera penonton Indonesia saja. Dan ini memang bukan perkara mudah.

“Terjadi sedikit pergesekan ketika kita ngomong secara kreatif dengan Indonesia, karena banyak yang bilang ‘This is not gonna works in Indonesia’. Iya, banyak yang bilang itu enggak bisa,” tuturnya.

Salah satu perbedaan selera penonton lokal dan global, adalah keberadaan efek kejut berupa jump scare.

“Kalau bikin film horor di Indonesia, setiap dua menit tuh orang harus ada jump scare,” kata dia. Di sisi lain, penonton luar Indonesia justru menyukai yang sebaliknya.

“Karena orang luar enggak terlalu suka jump scare kalau enggak ada ceritanya. Jadi akhirnya, karena ini film dari dua otak yang berbeda, akhirnya kita memutuskan untuk kolaborasi penyutradaraan,” ia menjabarkan.

Intan juga menjelaskan pasar film horor Indonesia yang potensial untuk saat ini, termasuk karena adanya persamaan latar agama penduduknya.

“Market kita terbesar kan sekarang Middle East dan North Africa. Itu negara dengan komunitas muslimnya banyak. Dan mereka tuh suka banget horor Indonesia, dan mereka bilang kita tuh enggak bisa bikin film horor sebagus Indonesia,” tuturnya.

Ia mengungkap bahwa untuk Ritual Gaib: Nyai Randasura, pihaknya sudah mendapat kepastian tayang di Malaysia. Brunei, dan Singapura sejak awal. “Kalau Malaysia bahkan dari awal sudah bilang ini tuh memang Malaysia banget,” kata dia.

Film ini juga telah mendapat kepastian tayang di wilayah CIS seperti Rusia, Uzbekistan, Kazakhstan, dan lainnya.

“Kazakhstan, itu kan muslimnya banyak di situ. Jadi buat mereka, horor Indonesia laku banget di situ. Tapi di sana film horor yang ada muslimnya jarang ada. So they like it.”

Dalam kesempatan yang sama, Intan juga mengungkap kiprahnya di balik layar film, terutama setelah pindah ke Melbourne, Australia, sekitar 10 tahun yang lalu. Kala itu, ia bertujuan untuk membangun bisnis production house yang memfasilitasi perusahaan-perusahaan di Australia untuk bisa produksi di Indonesia.

“Nah, pelan-pelan dari situ kita mulai memulai produksi, kita mulai bikin financial company yang memang membiayai film-film di Indonesia. Terus pelan-pelan kita mulai mendistribusikan film di sana. Jadi awalnya itu Kraken Entertainment itu kita hanya memproduksi film Australia, tapi dengan cerita Indonesia atau cerita Asia,” kata dia.

Cerita tentang kisah horor imigran Asia yang mereka buat, ternyata mendapat penerimaan bagus dari publik di Australia.

“Sampai ketika saya sudah mulai mendistribusikan banyak sekali film-film di situ, orang-orang mulai nanya. ‘Kamu itu orang Indonesia, sementara film horor Indonesia lagi kedengeran banget, but we can not find it’,” tuturnya, menceritakan keluhan cinephile Australia.

Dari sinilah, sebuah ide tercetus untuk melakukan percobaan dengan memproduksi film sendiri.

“Kita kan enggak mungkin coba-coba pakai produk orang, it’s not fair. Kalau mau coba-coba pakai produk sendiri, kalau gagal dan rugi itu punya kita dan enggak ngerugiin orang lain kan. Akhirnya, kita bikinlah si Ritual Gaib ini,” ia menjelaskan.

Dalam film Ritual Gaib: Nyai Randasura, Dinda dan Rey berperan sebagai pasangan suami istri bernama Laras dan Radit. Mereka tengah berbahagia dengan kehamilan Laras yang mengandung anak pertama mereka.

Kebahagiaan itu berubah menjadi konflik begitu Laras mengetahui suaminya menyembunyikan rahasia besar soal ayahnya, Abah (Egi Fedly). Pria yang selama ini diklaim telah meninggal dunia, ternyata masih hidup.

Kunjungan ke rumah Abah membawa pasangan ini bertemu Diah (Selvi Kitty), sosok yang selama ini dibenci Radit sebagai pihak ketiga dalam pernikahan orang tuanya.

Energi janggal mulai menghantui Laras di rumah tersebut, hingga terungkap sebuah rahasia kelam bernama Nyai Randasura yang mengancam keselamatan keluarga kecilnya, termasuk jabang bayi dalam kandungannya.

Film ‘Ritual Gaib: Nyai Randasura’ kini tayang di jaringan bioskop CGV. Penayangan internasional mulai bergulir pada Agustus 2026 dan akan berlangsung bertahap hingga 2027, sebelum film memasuki platform streaming atau OTT.

Kontributor: Akhmad Sekhu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  +  13  =  21