Connect with us

Lifestyle & Sport

Jangan Mandi Saat Tubuh Berkeringat

Published

on

Jangan Mandi Saat Tubuh Berkeringat

Channel9.id-Jakarta. Saat berkeringat, sekujur tubuh rasanya lengket. Hal ini membikin kotoran mudah menempel di kulit. Selain itu, badan pun mulai mengeluarkan aroma tak sedap. Kamu mungkin ingin buru-buru mandi. Namun, sebetulnya, bolehkah langsung mandsi saat tubuh masih berkeringat?

Sebagian besar ahli kesehatan memang menyarankan Kamu untuk mandi setelah beraktivitas seharian, seperti setelah olahraga atau beraktivitas seharian di luar ruangan.

Sebelum pertanyaan itu dijawab, Kamu perlu memahami proses pengaturan temperatur dalam tubuh. Pengaturan ini merupakan kemampuan tubuh untuk mempertahankan suhu internal.

Baca juga : Keringat Berlebihan di Wajah, Coba Jalani Tips Berikut

Salah satu faktor yang memengaruhi pengaturan suhu tubuh tersebut ialah aktivitasmu. Semakin tinggi aktivitas yang dilakukan, semakin meningkat suhu tubuh. Nah, guna menormalkan kembali suhu tubuh, sistem saraf pusat akan mendinginkan tubuh dengan mengeluarkan keringat. Pengaturan inilah yang membuatmu berkeringat saat Kamu aktif bergerak.

Setelah beraktivitas, tubuh akan terus menghasilkan panas untuk mengisi kembali cadangan energi dan menormalkan kembali sirkulasi darah. Proses ini membuat suhu inti tubuh meningkat beberapa saat dan memicu keluarnya keringat, meski Kamu sudah berhenti beraktivitas.

Seorang ahli fisiologi olahraga Stacy Sims menyarankan untuk tak langsung mandi saat tubuh berkeringat, terutama mandi dengan air yang sangat dingin. “Suhu dingin bisa mempersempit pembuluh darah dan memicu suhu tubuh terus naik, ” kata dia, dikutip dari

Ia melanjutkan bahwa mandi dengan air bersuhu sangar dingin saat berkeringat bisa membuat panas tubuh tertahan dan gangguan pada pembuluh darah.

Jadi, sebaiknya turunkan dulu suhu tubuhmu sebelum mandi. Cobalah untuk duduk dan atur pernapasan lebih dulu sesampainya di rumah. Kamu juga minum segelas air untuk membantu menormalkan suhu tubuh sekaligus mencegah dehidrasi.

Namun, ada tips lain yang mesti dilakukan jika Kamu betul-betul tak tahan dan ingin mandi setelah berkeringat. Pilih suhu air yang sesuai yang cocok dengan kondisi tubuhmu, jangan terlalu panas atau terlalu dingin.

Mandi dengan air yang terlalu panas bisa membuat kulitmu kering. Jadi, pilihlah air hangat. Suhu air ini bisa meredakan kejang pada otot setelah seharian beraktivitas. Sedangkan mandi dengan air dingin bisa melegakan otot dari kelelahan atau cedera. Namun, mandi dengan air terlalu dingin di malam hari, Kamu bisa menggigil dan sistem kekebalan tubuhmu menurun, sehingga rentan terkena pilek atau flu.

Di masa pandemi Covid-19 ini, siapa pun mesti segera membersihkan tubuh setelah beraktivitas di luar rumah. Tujuannya untuk membersihkan kotoran—termasuk virus, bakteri dan sebagainya, yang kemungkinan menempel pada pakaian atau tubuh.

Namun, jika Kamu masih berkeringat, cobalah untuk duduk dan berdiam diri dulu di luar atau teras rumah. Kiranya sudah tak lagi berkeringat, barulah Kamu membersihkan diri. Jangan lupa pula untuk menaruh pakaianmu ke tempat cucian dan kenakanlah pakaian yang bersih.

(LH)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lifestyle & Sport

Menpora: Shin Tae Yong Mengeluh ke Saya, Timnas Perlu Pertandingan

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Uji coba tim nasional yang mulai digelar pada 5 Maret 2021 dan berikutnya pada 7 Maret 2021 merupakan bagian dari menguji fisik dan mental para pemain, setelah tak berkompetisi selama setahun. Pertandingan penting bagi tim nasional supaya siap bila harus bertanding di Piala Dunia U-19.

Tak adanya kompetisi selama setahun, dikeluhkan pelatih tim nasional asal Korea Selatan, Shin Tae Yong kepada Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali. Tae Yong menyebut dirinya kesulitan mengukur kemampuan para pemain untuk bertarung dengan para pemain negara lain.

“Bagaimana saya bisa membuat tim Anda jadi bagus, kalau kesempatan pertandingan tidak ada? Bukan uji coba biasa. Saya butuh atmosfer yang pemain bersedia mati-matian di lapangan,” katanya.

Baca juga: Dr Tirta: Pertandingan Sepakbola itu Obat Pandemic Fatique 

Zainudin menuturkan, uji coba menjadi pembuka dalam rangkaian untuk memulai kembali kompetisi sepakbola di Indonesia. Kompetisi pun ia sebut sudah mendapat restu dari Kepolisian. Kemudian,  Presiden Joko Widodo menyatakan mendukung kompetisi digelar dengan disiplin protokol kesehatan. “Presiden bilang, mau main (sepakbola) di bulan pun, saya dukung,”jelasnya.

Lebih lanjut Zainuddin mengatakan, setelah uji coba berlangsung lancar penerapan protokol kesehatannya, diharapkan bakal menjadi parameter untuk pelaksanaan Turnamen Pra Musim Piala Menpora pada 20 Maret-25 April 2021 di empat kota. “Setelah dinyatakan lancar, barulah Kompetisi Liga 1 dan Liga 2 dianggap bisa digelar,”pungkasnya.

Continue Reading

Lifestyle & Sport

Dr Tirta: Pertandingan Sepakbola itu Obat Pandemic Fatique

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Aktivis dan Relawan Covid-19 dokter Tirta Mandira Hudhi menilai kompetisi sepakbola Liga 1 dan Liga 2 perlu digelar pada 2021. Menurutnya, pertandingan sepakbola adalah obat untuk pandemic fatique.

“Di mana ada acara yang bisa mengalahkan acara sinetron kemarin malam (5 Maret 2021)? Ya sepakbola,” kata Tirta.

Ia menilai, setahun lebih masyarakat disuguhi ketakutan dan kejenuhan atas situasi pandemi. Apalagi situasi sosial di Indonesia saat ini, menurut Tirta, isinya hanya debat politik.

“Masyarakat bosan. Capek melihatnya. Yang ramai buat masyarakat ya sinetron dan tayangan La Liga (Liga Spanyol) dan EPL (English Premier League),” kata dia.

Baca juga: Menpora: Kompetisi Liga 1 dan 2 Bisa Jalan 

Para penggemar sinetron selama ini terhibur. “Tapi yang laki-laki, lelah, tidak ada hiburan. Mereka butuh olahraga  (sebagai hiburan), basket, bulutangkis, sepakbola. Ini juga berlaku buat generasi mudanya, generasi Z,” kata dia.

Tirta menilai saat ini sudah waktunya kompetisi kembali digelar, karena PSSI dan para pihak yang terlibat sudah paham konsekwensi bila protokol kesehatan diabaikan. Ada suporter, pemilik klub, dan juga panitia.

“Mereka semua sudah paham. Nah kalau ada yang nobar (nonton bola bareng) di satu tempat, itu tugasnya Satgas Covid-19 (untuk membubarkan),” kata dia.

Saat ini, sambung Tirta, yang jadi masalah ada di Kepolisian. “Polisi kasih izin (pertandingan) atau tidak, itu yang jadi ganjalan selama ini. Polisi takut dicopot. Karena memberi izin, ada kerumunan, terjadi pelanggaran. Mereka melihat ada contohnya, soal Petamburan, kan ada (petunjuk pemerintah pusat), tetap saja kena copot,”tandasnya.

Continue Reading

Lifestyle & Sport

Menpora: Kompetisi Liga 1 dan 2 Bisa Jalan

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Turnamen pra musim Piala Menpora dijadikan ajang ujian untuk terselenggaranya Kompetisi Liga 1 dan 2. Hal itu disampaikan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainuddin Amali dalam acara diskusi daring “Kompetisi Sepakbola di Tengah Pandemi Covid-19”, Sabtu (06/03)petang.

“Kalau ini (Turnamen Piala Menpora) lulus, kompetisi (Liga 1 dan 2) bisa jalan,” ujar Zainudin.

Ia menekankan pada implementasi protokol kesehatan menjadi perhatian utama dalam pelaksanaan Piala Menpora. Simulasi pelaksanaan protokol kesehatan itu sudah diterapkan dalam uji coba tim nasional pada 5 dan 7 Maret.

Baca juga: Menpora: Indonesia Siap jadi Tuan Rumah Piala Dunia U-20

Zainudin menuturkan, PSSI dan PT Liga sebagai panitia penyelenggara diuji untuk menyiapkan dan disiplin dalam protokol kesehatan saat tim nasional bertanding uji coba melawan Persikabo dan PS Tira.

“Maka, kemarin (5 Maret) saya pantau langsung. Jam 5 saya sudah di sana (Stadion Madya Senayan), pantau semuanya. Di mana kamar ganti pemain, di mana parkir ambulans. Semua saya cek,” katanya.

Lebih lanjut Zainudin mengatakan, pemerintah sadar, pembinaan olahraga prestasi mesti sudah dimulai. Tak cuma Kementerian Pemuda dan Olahraga yang mendesak kompetisi bisa digelar. “Presiden Jokowi juga minta digelar. Presiden dukung penuh,” imbuhnya.

Karena itu, Zainudin berinisiatif menemui Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, untuk membahas pelaksanaan kompetisi Liga 1 dan 2.

Kompetisi penting, sambungnya, karena menjadi latihan bagi pemairn Indonesia untuk kembali terbiasa bermain. Apalagi Indonesia akan menjadi tuan rumah Piala Dunia U-19.

“Kita perlu turnamen, pertandingan. Kan ujung dari pembinaan sepakbola adalah prestasi. Kompetisi adalah bagian dari pembinaan,” tandas Zainudin.

Continue Reading

HOT TOPIC