Lifestyle & Sport

Jazz Goes To Campus Siap Gelar ‘The City Series’, Padukan Perhelatan Musik dan Edukasi

Channel9.id-Jakarta. Sebuah event pergelaran musik tak hanya hiburan semata, tapi juga memberikan edukasi. Demikian dengan Jazz Goes To Campus (JGTC) yang siap menghadirkan format baru bertajuk ‘The City Series’. Sebuah perhelatan musik dan edukasi yang digelar di Teater Besar Taman Ismail Marzuki Jakarta.

Menjelang perjalanan 50 tahunnya, Jazz Goes To Campus (JGTC) menghadirkan “The City Series” perhelatan yang menggabungkan ruang diskusi dan pertunjukan dalam satu pengalaman yang utuh.

“The City Series ini dirancang sebagai rangkaian kegiatan yang berjalan paralel dengan Jazz Goes To Campus di kampus. Kami juga ingin menegaskan bahwa jazz tidak hanya terbatas pada jazz pop, tetapi juga mencakup spektrum yang lebih luas, termasuk mainstream jazz,” kata Candra Darusman, salah satu panelis Jazz Goes To Campus ‘The City Series’, dalam keterangan persnya, Sabtu (18/4/2026).

Jazz Goes To Campus ‘The City Series’ memang tak hanya menghadirkan musik sebagai hiburan, tetapi juga sebagai ruang dialog lintas generasi. Konsep ini dirancang untuk menghadirkan jazz yang lebih inklusif, kontekstual, dan dekat dengan dinamika kota serta generasi muda.

Talkshow menjadi pembuka yang memperkaya perspektif audiens sebelum menikmati pertunjukan musik, menjadikan pengalaman yang tidak hanya artistik, tetapi juga reflektif.

Jazz Goes To Campus ‘The City Series’ diselenggarakan pada 25 April 2026 di Teater Besar Taman Ismail Marzuki (TIM) Jakarta, dibuka dengan sesi talkshow pada pukul 18.30-19.30 WIB yang akan menghadirkan sejumlah narasumber seperti Candra Darusman, Chico Hindarto Sri Harnurga hingga Agus S. Basuni.

Kemudian, dilanjutkan dengan konser utama Jazz Goes To Campus ‘The City Series’ yang menghadirkan deretan musisi dan arrangers ternama Indonesia, seperti Erwin Gutawa, Tohpati, Ari Renaldi, Adra Karim.

‘The City Series’ menjadi langkah JGTC untuk memperluas jangkauan audiens, sekaligus memperkuat posisinya sebagai salah satu festival jazz yang terus berkembang tanpa meninggalkan akar artistiknya.

Kontributor: Akhmad Sekhu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

8  +  1  =