Channel9.id, Jakarta. Pembangunan jembatan perintis oleh Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) telah membuka akses ke ribuan desa, sekolah, fasilitas kesehatan, dan pusat kegiatan ekonomi di berbagai wilayah Indonesia.
Hingga saat ini, TNI AD telah menggarap 3.008 titik jembatan, dengan 2.500 jembatan telah rampung dan 508 lainnya masih dalam tahap pengerjaan.
Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Maruli Simanjuntak mengatakan pembangunan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat konektivitas masyarakat, terutama di wilayah pedesaan dan daerah yang sulit dijangkau.
Secara akumulatif, jembatan yang telah dibangun tersebut menghubungkan akses menuju 9.008 sekolah, 7.807 desa, dan 4.502 fasilitas kesehatan di wilayah terpencil.
Infrastruktur tersebut juga mendukung rantai pasok logistik bagi 4.618 fasilitas ekonomi serta melayani mobilitas lebih dari 4,5 juta jiwa penerima manfaat.
“Ini memberikan dampak yang cukup besar kepada masyarakat, terutama dalam membuka akses ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan mobilitas masyarakat,” ujar Maruli dalam agenda Peresmian 3.395 Jembatan TNI-Polri dan 3.000 Sumber Air Bersih TNI AD, Kamis (13/8/2026).
Maruli mengatakan TNI AD masih akan melanjutkan pembangunan hingga mencapai target 5.000 titik jembatan di seluruh Indonesia.
Menurutnya, percepatan dilakukan dengan meningkatkan efisiensi teknis pengerjaan dan mengevaluasi spesifikasi konstruksi berdasarkan kondisi di lapangan.
“Kami akan meyakinkan target 5.000 titik. Kami meyakini 5.000 ini bisa selesai setelah kita capai perjalanan teknis-teknis dalam pembuatan kita semakin cepat,” katanya.
Maruli mengatakan pengalaman dari pembangunan ribuan jembatan sebelumnya menjadi modal untuk mempercepat pengerjaan proyek berikutnya.
Efisiensi dalam proses konstruksi diperlukan agar pembangunan infrastruktur perintis dapat menjangkau lebih banyak wilayah dengan sumber daya yang tersedia.
Fokus daerah bencana
Selain mengejar target pembangunan baru, TNI AD juga memprioritaskan pemulihan jembatan di wilayah yang terdampak bencana alam.
Maruli menyebut sejumlah wilayah di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat menjadi perhatian dalam program pemulihan infrastruktur tersebut.
“Kami akan pastikan bahwa seluruh jembatan di provinsi tersebut bisa terselesaikan tahun ini,” tegasnya.
Pembangunan dan pemulihan jembatan dinilai penting karena kerusakan infrastruktur penyeberangan dapat menghambat mobilitas masyarakat sekaligus distribusi logistik dan aktivitas ekonomi.
Dengan pembangunan 5.000 titik yang ditargetkan, TNI AD berharap konektivitas wilayah terpencil semakin terbuka dan manfaat pembangunan infrastruktur dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.





