Connect with us

Hukum

Kasus yang Menyeret IR Burhanuddin Jadi Buronan Polisi

Published

on

Channel9.id – Jakarta. Bareskrim Polri membekuk buronan bernama IR Buhanudin. Buronan Polri itu dibekuk Badan Reserse Kriminal Poliri setelah buron sejak Oktober 2019. Menurut keterangan Direktur Tindak Pidana Umum Brigadir Jenderal Andi Rian, IR Burhanuddin adalah Komisaris PT Agrawisesatama yang telah ditetapkan sebagai tersangka pada tahun 2019.

IR Burhanuddin adalah buronan kasus penipuan uang sebesar  Rp233 miliar. Ia buron setelah ditetapkan sebagai tersangka oleh pihak Polri. Dalam kasus tersebut, selain IR Burhanuddin juga ada nama lain yaitu Muhammad Ali, Direktur PT Agrawisesatama.

“Jadi dalam kasus ini ada orang tersangka yakni saudara Burhanuddin itu dan saudara Muhammad Ali selaku direktur perusahaan. Namun saat kasus dinyatakan P21 (lengkap), hanya Ali yang datang. Dia bahkan sekarang sudah divonis,” ujar Andi saat dihubungi pada Rabu, 6 Oktober 2021.

IR Burhanuddin memilih jadi buronan ketimbang menghadapi proses hukum di pengadilan. Kasus penipuan yang dilakukan IR Burhanuddin dan Muhammad Ali terbongkar pihak kepolisian, ketika PT Wika BetonTbk dan PT Sinar Indahjaya Kencana, melapor ke Polri pada 2017. Kedua tersangka itu dilaporkan ke polisi karena tersangkut kasus penipuan saat menawarkan lahan di Subang, Jawa Barat kepada PT Wika Beton Tbk dan PT Sinar Indahjaya Kencana.

Baca juga: Bareskrim Polri Tangkap Buronan Penipuan Rp233 Miliar

Kedua perusahaan itu setuju dengan tawaran IR Burhanuddin dan Muhammad Ali. Kemudian PT Wika Beton Tbk pun mengaluarkan uang sebesar Rp 200 milliar untuk membayar lahan tersebut. Begitupun PT Sinar Indahjaya Kencana merogoh kocek Rp 33 miliar untuk membayar lahan tersebut.

Masalah muncul ketika sertifikat tanah yang dijanjikan tak kunjung ada. Diduga sertifikat telah  diagunkan oleh Burhanuddin di Bank QNB (Qatar National Bank) Indonesia. PT Wijaya Karya Beton pun lantas melaporkan Muhammad Ali dan Burhanuddin ke Bareskrim Polri atas kasus penipuan. “Rupanya surat itu sudah diagunkan ke QNB (bank Qatar),” ucap Andi.

Akibatnya  PT Wijaya Karya Beton, salah satu anak perusahaan PT Wijaya Karya mengalami kerugian senilai hampir Rp200 miliar. Dan waktu itu sebagai terduduh adalah Muhammad Ali dan IR Burhanduddin.  Waktu itu tahun 2016, PT wijaya Karya Beton dalam rangka pembangunan pabrik membeli tanah seluas 500.000 M2 kepada PT Agrawisesa Widyatama milik Muhammad Ali, di desa Karangmukti, Cipeundeuy kab. Subang.

Pihak Bareskrim Polri kemudian melakukan penyelidikan dan  proses penyidikan atas kasus penipuan itu. Hasilnya Bareskrim Polri menetapkan dua orang tersangka, IR Burhanuddin dan Muhammad Ali. Secara hukum Muhammad Ali sebagai Direktur, jadi wajar kalau ia harus bertanggungjawab atas kerugian yang diderita oleh PT Wijaya Karya Beton.

Keduanya ditetapkan sebagai tersangka kasus penipuan. Perbuaan keduanya dikenakan Pasal 372 KUHP, Pasal 378 KUHP, Pasal 263 KUHP, dan Pasal 266 KUHP. Berkas Muhammad Ali kemudian disidangkan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, pada selasa (2/6/2020). Ia diancam pidana sesuai pasal 266 ayat (1) jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Sidang tersebut dipimpin oleh hakim ketua Arlandi, dengan jaksa R Carolina Fitri Sitinjak.

Muhammad Ali yang merupakan mantan Direktur Utama PT. Agrawisesa Widyatama divonis bersalah.  Ia sudah dipenjara dengan masa hukuman 3 tahun 9 bulan penjara sesuai nomor putusan 589/Pid.B/2020/PN JKT. SEL di Mahkamah Agung (MA).

Sementara IR Burhanudian menjadi buronan Bareskrim Polri. Padahal menurut pihak kuasa hukum Muhammad Ali, Petrus Bala Pattyona, sebenarnya yang paling bertanggungjawab terhadap kasus penipuan itu adalah IR Burhanuddin.

Namun Muhammad Ali sebagai Direktur perusahaan, untuk itu semua perbuatan hukum dia yang tandatangani.  Menurut keterangan kuasa hukum Muhammad Ali, kliennya didakwa pasal pidana penipuan, penggelapan dan menempatkan keterangan palsu yang terjadi pada tanggal 9 Mei 2016 s/d Mei 2017 di kantor PT Wijaya Karya Beton di  Jl Jatiwaringin Pondok Gede dan kantor Bank QNB Kawasan SCBD Sudirman Jakarta Selatan.

Namun kuasa hukum Muhammad Ali sempat menyangkalnya. Menurut kuasa hukum Muhammad Ali, tanahnya sudah digunakan oleh PT Wijaya Karya Beton untuk proyek pembuatan pabrik. Namun  waktu itu, PT Wijaya Karya Beton menuntut sertifikat yang ternyata dijaminkan Burhanudin ke bank.  Menurut kuasa hukum Muhammad Ali,  IR Burhanuddinlah yang melakukan  negosiasai, dia juga yang menerima uang hingga pembayaran tanah dengan total hampir Rp200 miliar.

“Sesungguhnya yang melakukan negosiasi, terima uang, hingga pembayaran tanah hingga total hampir Rp 200 M itu adalah yang kini menjadi buron yaitu Burhanudin yang merupakan Komisaris Utama PT Agrawisesa Widyatama,” kata kuasa hukum Muhammad Ali, Petrus Bala Pattyona usai  sidang.

Kini IR Burhanuddin sudah dicokok oleh pihak Bareskrim Polri. Ia tidak dapat lagi mengelak dari proses hukum selanjutnya. Pihak Muhammad Ali yakin IR Burhanuddinlah otak dari kasus penipuan yang merugikakn PT Wijaya Karya Beton. Sementara Muhammad Ali dalam dakwaan pengadilan hanya disebutkan sebagai pihak yang turut serta membantu pelaku utama kasus penipuan yaitu IR Burhanuddin.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hot Topic

Polda Jatim Ungkap Penyelundupan 6 Kg Sabu-Sabu dari Malaysia

Published

on

By

Polda Jatim Ungkap Penyelundupan 6 Kg Sabu-Sabu dari Malaysia

Channel9.id – Jakarta. Ditresnarkoba Polda Jawa Timur dan Bea Cukai Jawa Timur berhasil mengungkap penyelundupan narkotika jenis sabu-sabu seberat enam kilogram dari Malaysia.

Dalam kasus ini, aparat menangkap dua orang kurir yang merupakan jaringan Madura.

“Kedua tersangka yang ditangkap adalah warga Dusun Karang Kokap, Kelurahan Sruni, Kecamatan Jenggawah, Kabupaten Jember berinisial LK dan ZN,” ujar Kabid Humas Polda Jatim Kombes Gatot Repli Handoko, Selasa 19 Oktober 2021.

Gator menyampaikan, pengungkapan itu bermula dari informasi bea cukai bahwa ada paket yang dicurigai dan diduga narkotika.

Baca juga: Bareskrim Polri Gagalkan Penyelundupan 45 Kg Sabu Asal Malaysia

Kemudian, aparat melakukan penyelidikan dan pengembangan di lapangan dan berhasil menangkap dua tersangka. Di saat itu pula, tim mengamankan sabu-sabu seberat enam kilogram.

“Kedua tersangka mengaku, barang haram ini berasal dari Malaysia, namun ini jaringan Sokobanah Madura,” ujarnya.

Kabag Binaops Ditresnarkoba Polda Jatim AKBP Samsul Makali menjelaskan keduanya mengaku melakukan pengiriman sabu-sabu sebanyak dua kali. Rencananya, narkotuka itu akan dikirim ke Madura dan Jember.

“Untuk satu kilogram sabu-sabu yang dikirim, tersangka mendapat Rp1 juta,” katanya.

Dari pengakuan dua kurir ini, juga didapat nama baru berinisial SY yang diduga sebagai bandar narkotika. Kedua tersangka LK dan ZN mengatakan mendapatkan sabu-sabu dari tangan SY yang sekarang sudah masuk Daftar Pencarian Orang (DPO).

Tersangka LK dan ZN dijerat Pasal 114 ayat (2) dan atau Pasal 122 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman pidana minimal enam tahun penjara dan maksimal 20 tahun penjara.

HY

Continue Reading

Hukum

Genap 650 Hari, ICW Ingatkan KPK Soal Harun Masiku

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Indonesia Corruption Watch (ICW) mengingatkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengenai pencarian buron kasus dugaan suap terkait penetapan pergantian antarwaktu (PAW) anggota DPR periode 2019-2024, Harun Masiku.

KPK belum berhasil menangkap Harun yang merupakan politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu sejak menggelar Operasi Tangkap Tangan (OTT) 8 Januari 2020 lalu.

“Pada hari ini, genap 650 hari Harun Masiku belum dapat ditangkap oleh KPK,” ujar Peneliti ICW, Kurnia Ramadhana, melalui keterangan tertulis, Selasa (19/10).

Baca juga: Apresiasi Polri, KPK Klaim Terus Buru Harun Masiku 

Kurnia lantas meminta Dewan Pengawas KPK segera memanggil pimpinan KPK dan Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK guna menelusuri hambatan utama dalam pencarian Harun.

“Jika ditemukan adanya kesengajaan untuk melindungi buron tersebut, Dewan Pengawas harus memeriksa dan menjatuhkan sanksi etik kepada mereka,” pungkas Kurnia.

Sebelumnya, Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Karyoto,menyatakan proses pencarian Harun Masiku saat ini terkendala akibat pandemi Covid-19. Ia memang sempat mendengar keberadaan yang bersangkutan di luar negeri. Namun, pandemi menyebabkan proses penangkapan urung dilaksanakan.

“Hampir sama informasi Harun Al Rasyid (penyelidik non aktif) dan kami, hanya saja karena tempatnya bukan di dalam, kita mau ke sana juga bingung. Pandemi sudah berapa tahun,” ujar Karyoto dalam jumpa pers di kantornya, Selasa (24/8) lalu.

Sementara Plt. Juru Bicara Penindakan KPK, Ali Fikri, mengklaim pihaknya terus berupaya mencari keberadaan Harun Masiku baik di dalam dan luar negeri. Ia meminta kepada masyarakat yang mengetahui keberadaan buron tersebut untuk melaporkan ke penegak hukum.

“KPK masih terus bekerja serius mencari keberadaannya baik di dalam maupun di luar negeri,” kata Ali lewat keterangan tertulis, Senin (6/9).

IG

Continue Reading

Hot Topic

Kena OTT, Bupati Kuansing Tersangkut Suap Izin Perkebunan

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan Bupati Kuantan Singingi (Kuansing) Andi Putra dalam operasi tangkap tangan (OTT) pada Minggu (18/10). Operasi senyap diduga berkaitan dengan suap izin perkebunan.

Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri mengungkapkan, dalam OTT tim penindakan mengamankan delapan orang, termasuk Bupati Kuantan Singingi (Kuansing) Andi Putra.

“KPK mengamankan beberapa pihak, sejauh ini ada sekitar 8 orang. Di antaranya benar, Bupati Kuansing, ajudan, dan beberapa pihak swasta,” kata Ali.

Baca juga: KPK OTT Pejabat Daerah di Kuansing Riau 

Ali menuturkan, Andi diduga melakukan tindak pidana korupsi terkait perizinan perkebunan.

“Informasi yang kami peroleh terkait dugaan korupsi penerimaan janji atau hadiah terkait dengan perizinan perkebunan,” ujarnya.

Saat ini, kata Ali, para pihak yang diamankan tengah menjalani pemeriksaan awal oleh tim penindakan.

“Perkembangannya akan kami informasikan lebih lanjut,” tandasnya.

Continue Reading

HOT TOPIC