Connect with us

Internasional

KBRI Tokyo Tanda Tangani Komitmen Hibah 11 Unit Pemadam Kebakaran & 4 Ambulan dari Ehime Toyota Motor untuk Sulsel

Published

on

Channel9.id-Tokyo. Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Tokyo menandatangani komitmen hibah pengiriman 11 unit kendaraan pemadam kebakaran dan 4 unit ambulan untuk Sulawesi Selatan dari Ehime Toyota Motor Kamis (7/10). Hadir dalam acara penandatanganan ini Duta Besar Republik Indonesia (Dubes RI) Heri Akhmadi dan Konsul Jenderal Republik Indonesia (Konjen RI) Osaka Diana Sutikno.

“Saya mengapresiasi komitmen hibah dari Ehime Toyota Motor ini. Kerja sama ini ke depannya dapat ditingkatkan antara lain dengan memberikan pelatihan kepada para petugas layanan publik Indonesia agar dapat lebih memahami sistem manajemen kebencanaan yang dimiliki Jepang,” ujar Dubes Heri.

Selama 10 tahun terakhir, Ehime Toyota Motor telah memberikan hibah lebih dari 200 kendaraan layanan publik ke berbagai daerah di Indonesia, termasuk Makassar dan Bandung.

Bertemu Gubernur Nakamura, Dubes Heri Bahas Komitmen Sister Province Ehime dengan Sulawesi Selatan

Di sela-sela kunjungan kerja, Dubes Heri bertemu dengan Gubernur Prefektur Ehime, Tokihiro Nakamura dan Rektor Ehime University, Hiroshige Nishina guna membahas realisasi komitmen kerja sama Sister Province Ehime dengan Sulawesi Selatan yang ditandatangani pada Desember 2020 untuk mendorong pertukaran mahasiswa, tenaga kerja terampil dan program riset bersama.

“Saya harapkan kerja sama antara Pemerintah Prefektur Ehime dengan Indonesia dapat lebih diperkuat lagi dengan fokus pada program peningkatan kapasitas sumber daya manusia,” kata Dubes Heri.

Menanggapi hal itu, Gubernur Nakamura berharap lebih banyak lagi pelajar dan pekerja terampil Indonesia yang datang ke Ehime. “Indonesia adalah sahabat dekat bagi masyarakat Ehime. Saya berkomitmen untuk lebih meningkatkan kerja sama yang telah disepakati, khususnya dalam bidang budi daya ikan dan ketenagakerjaan,” ujar Gubernur Nakamura.

Dalam kesempatan terpisah, Dubes Heri juga melakukan pertemuan dengan Rektor Ehime University, Mr. Hiroshige Nishina untuk lebih meningkatkan sasaran program SUIJI (Six University Initiative Japan – Indonesia).

“Ke depannya program SUIJI dapat juga menyasar program undergraduate yang dapat meningkatkan saling pemahaman antara generasi muda Indonesia dan Jepang,” imbuhnya.

Keenam universitas program SUIJI itu adalah Universitas Gadjah Mada, Institut Pertanian Bogor dan Universitas Hasanuddin dari Indonesia serta Ehime University, Kagawa University, dan Kochi University dari Jepang. Selama ini, konsorsium enam universitas tersebut mewadahi kerja sama pertukaran pelajar Indonesia ke Jepang untuk program master dan doktoral.

Internasional

Presiden Tsai Konfirmasi Ada Pasukan AS di Taiwan

Published

on

By

Presiden Tsai Konfirmasi Ada Pasukan AS di Taiwan

Channel9.id-Taiwan. Sekelompok kecil pasukan AS dikonfirmasi sedang berada di Taiwan untuk melakukan latihan bersama, ujar Presiden Tsai Ing-Wen saat diwawancarai oleh CNN, Kamis (28/10/2021). Kabar tersebut mengkonfirmasi adanya pasukan AS di Taiwan yang Cina anggap sebagai bagian dari wilayahnya.

Ketegangan antara Taiwan dan Cina masih belum reda dengan kedua negara bersikukuh dengan pendapatnya mengenai kedaulatan pulau kecil tersebut.

“Kami mempunyai beragam kerja sama dengan AS yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pertahanan kami,” ujar Tsai saat diwawancarai oleh CNN pada hari Kamis.

Saat ditanya seberapa banyak pasukan AS yang dikerahkan di Taiwan, Tsai hanya mengatakan “tidak sebanyak yang orang-orang kira”. Pengkonfirmasian adanya pasukan AS di Taiwan ini dapat mengancam hubungan AS-Cina.

Saat ditanya mengenai komentar presidennya, Menteri Pertahanan Taiwan Chiu Kuo-Cheng menyatakan kalau interaksi hubungan militer Taiwan-AS “sudah banyak dan cukup sering” dan sudah berlangsung cukup lama.

“Selama berlangsungnya interaksi ini, beragam topik dapat didiskusikan,” ujarnya.

Namun saat ditanya kalau pengerahan pasukan AS ini bisa menjadi alasan Cina untuk menyerang Taiwan, Cheng menjelaskan kalau Tsai tidak mengatakan kalau pasukan AS itu akan beroperasi secara permanen di Taiwan.

Amerika Serikat, seperti kebanyakan negara lainnya, tidak mempunyai hubungan diplomatik formal dengan Taiwan. Namun mereka merupakan aliansi terpenting Taiwan di kancah internasional dan juga penyumbang persenjataan utamanya.

Tsai sudah mengatakan kalau Taiwan adalah negara merdeka dan berulangkali menyerukan janjinya untuk mempertahankan demokrasi dan kebebasan negaranya.

Saat ditanya mengenai laporan adanya pasukan AS di Taiwan, Kemenlu Cina sudah mengatakan pada awal bulan ini kalau Amerika Serikat harus mencabut hubungan militer dan penjualan senjatanya ke Taiwan demi menjaga hubungan AS-Cina.

Di tahun 1979, Amerika Serikat menarik pasukannya secara permanen dari Taiwan ketika hubungan diplomatik antar keduanya memburuk setelah AS lebih memilih Cina.

(RAG)

Continue Reading

Internasional

India Khawatir Peraturan Perbatasan Baru Cina di Daerah Himalaya

Published

on

By

India Khawatir Peraturan Perbatasan Baru Cina di Daerah Himalaya

Channel9.id-India. Menteri Luar Negeri India pada hari Rabu menyebutkan kalau mereka khawatir dengan peraturan baru Cina dalam upayanya untuk memperkuat pertahanan perbatasannya ditengah-tengah perseteruan militer mereka yang sudah berlangsung lama di daerah Himalaya, Kamis (28/10/2021).

Sebelumnya di hari Sabtu, Cina mengesahkan sebuah kebijakan yang secara spesifik mengatur bagaimana mereka memerintah dan menjaga daerah perbatasan darat yang seluas 22,000 km dengan ke-14 negara tetangganya, seperti Rusia, Korea Utara, dan India.

“Keputusan sepihak Cina untuk membuat undang-undang yang dapat bersinggungan dengan kebijakan bilateral kami di daerah perbatasan sudah menjadi perhatian kami,” ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri India Arindam Bagchi pada pernyataannya.

Baca juga: Bencana Banjir di India dan Nepal Menelan Lebih 150 Orang

Daerah perbatasan sepanjang 3,500 km antara India dengan Cina masih belum memiliki batas yang tetap, dan kedua negara tersebut sudah saling mengklaim sebagian besar daerah tersebut merupakan bagian dari wilayah negaranya. Kedua negara pernah terlibat perang di daerah perbatasan pada tahun 1962.

Ribuan tentara dari India dan Cina masih melakukan jaga-jaga di daerah Ladakh, Himalaya. Kedua pasukan tersebut masih berseteru di dataran tinggi tersebut sejak tahun lalu walaupun sudah sering melakukan diskusi puluhan kali.

“Kami juga berharap kalau Cina tidak akan mengambil langkah gegabah dengan dalih sudah melakukannya sesuai dengan peraturan baru tersebut, yang mana dapat memicu tegangnya situasi di daerah perbatasan India-Cina tersebut,” ujar Bagchi.

(RAG)

Continue Reading

Internasional

Senjata Hipersonik Cina Dapat Menembus Sistem Pertahanan AS

Published

on

By

Senjata Hipersonik Cina Dapat Menembus Sistem Pertahanan AS

Channel9.id-Amerika. Petinggi militer AS, Jenderal Mark Milley, telah memberikan konfirmasi resmi pertama AS tentang uji coba senjata hipersonik Cina yang para ahli militer sebut sebagai upaya Cina yang ingin menciptakan rudal luar angkasa yang bertujuan untuk menghindari sistem pertahanan rudal AS, Kamis (28/10/2021).

Pentagon telah berusaha untuk menghindari konfirmasi langsung perihal uji coba Cina di musim panas lalu, walaupun Presiden Joe Biden dan pejabat lainnya secara umum juga khawatir dengan perkembangan senjata hipersonik Cina.

Baca juga: Korea Utara Lakukan Uji Coba Rudal Hipersonik

Namun Miley secara eksplisit mengkonfirmasi adanya uji coba sistem persenjataan dari Cina dan mengatakan kalau uji coba itu hampir mirip dengan peristiwa bersejarah Sputnik – yang terjadi di tahun 1957 disaat Rusia meluncurkan satelit buatan manusia pertama di dunia yang membuat Rusia sempat unggul dalam persaingan luar angkasa dengan AS pada era Perang Dingin.

“Apa yang sudah kita lihat dari uji coba sistem persenjataan hipersonik itu merupakan sebuah peristiwa besar. Dan itu sangatlah mengkhawatirkan,” ujar Miley, ketua dari Kepala Staff Gabungan, kepada televisi Bloomberg yang disiarkan pada hari Rabu.

Ahli persenjataan nuklir mengatakan kalau uji coba senjata Cina itu bertujuan untuk menghindari sistem pertahanan AS dari dua arah. Pertama, senjata hipersonik itu meluncur lima kali lebih cepat dari kecepatan suara, atau sekitar 6,200 kilometer per jam, membuat mereka sulit dideteksi dan dihadang.

Kedua, Amerika Serikat percaya kalau uji coba Cina itu melibatkan sebuah senjata yang mengorbit Bumi terlebih dahulu. Itu adalah suatu sistem yang para pengamat militer katakan sebagai konsep persenjataan dari masa Perang Dingin yang disebut dengan “Fractional Orbital Bombardment System” (FOBS).

Bulan lalu, Sekretaris Angkatan Udara Frank Kendall sempat membahas kekhawatirannya mengenai sistem persenjataan tersebut, mengatakan kepada para wartawan soal senjata yang meluncur mengorbit bumi terlebih dahulu sebelum jatuh ke titik targetnya.

“Jika kamu menggunakan sistem senjata seperti ini, kamu tidak perlu lagi menggunakan peluncur ICBM – yang mana meluncurkan rudal langsung ke titik targetnya,” ujarnya.

“FOBS adalah sebuah acara untuk menghindari sistem peringatan dan pertahanan rudal,” tambahnya.

Kementerian Luar Negeri Cina membantah adanya uji coba senjata. Mereka mengatakan kalau mereka hanya melakukan uji coba rutin di bulan Juli dan menambahkan “Itu bukan rudal, tapi kendaraan luar angkasa,” ujarnya.

Pertahanan AS masih belum mampu menahan serangan skala besar dari Cina atau Rusia. Namun pengembangan sistem pertahanan AS secara terbuka telah membuat Rusia dan Cina untuk mencari cara untuk mengembangkan senjatanya, termasuk senjata hipersonik dan kemungkinan sistem persenjataan FOBS.

Selain Cina, AS dan Rusia juga sudah menguji coba senjata hipersoniknya.

(RAG)

Continue Reading

HOT TOPIC