Connect with us

Internasional

Kebakaran Hutan di Australia Hanguskan Puluhan Rumah

Published

on

30 Rumah di Australia Hancur Terbakar dikarenakan Kebakaran Hutan

Channel9.id-Jakarta. Awal tahun 2021 telah terjadi kebakaran hutan di Perth, Australia, yang telah menghanguskan puluhan rumah dan masih ada kemungkinan akan terus bertambah. Dilansir Globalnews.ca, banyak warga sekitar telat untuk meninggalkan area kebakaran.

Luas kebakaran yang hampir mencapai 7,000 hektar ini dimulai pada hari Senin dan terus membara pada malam hari dekat kota Wooroloo dengan Mundaring, Chittering, Northam, dan kota Swan terkena dampaknya.

Walikota kota Swan, Kevin Bailey mengatakan lebih dari 30 rumah telah hancur terbakar.

“Kami sedang menunggu konfirmasi berapa banyak rumah yang terbakar, namun kita telah melihat daerah sekitar bahwa ada sekitar 30 rumah yang sudah hancur,” kata Walikota Kevin.

Baca juga : Penangkapan Navalny Memicu Demo Besar di Rusia

Peringatan untuk daerah-daerah yang terancam lainnya sudah menyuruh warga untuk evakuasi. “Kebakaran hutan itu tidak dapat diprediksi dan kondisi cuaca saat ini berubah dengan cepat,” himbau Kevin kepada warganya untuk tetap waspada.

Sekitar 250 petugas pemadam kebakaran  yang mengenakan masker sedang berjuang melawan kobaran api tetapi mengalami kesulitan dengan kondisi alam, panas dan berangin, kata wakil komisaris pemadam kebakaran Australia Barat Craig Waters.

“Daerah tersebut tidak pernah terjadi kebakaran sebesar ini, tetapi “dalam beberapa tahun terakhir, kami telah melihat perilaku kebakaran meningkat dengan eskalasi cepat dalam semalam,” kata Waters.

“Perubahan iklim dan menurunnya kelembaban di tanah mempengaruhi perilaku api,” lanjutnya.

Departemen Kebakaran dan Layanan Darurat, Peter Sutton, mengatakan sekitar 250 petugas pemadam kebakaran tersebut telah berusaha memadamkan api yang dahsyat ini. “Ini sangat sulit, hampir mustahil… untuk memadamkan api ini,” kata Sutton.

(RAG)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Internasional

Amerika Luncurkan Serangan Balasan ke Militan Iran

Published

on

By

Amerika Luncurkan Serangan Balasan ke Militan Iran

Channel9.id-Amerika Serikat. Pasukan Amerika Serikat melancarkan serangan ke pangkalan militer dukungan Iran di daerah Suriah Timur pada hari Kamis (25/2/2021). Serangan itu merupakan serangan balasan dari untuk mereka yang sebelumnya menyerang pasukan Amerika di Iraq.

“Dari arahan Presiden Joe Biden, Pasukan Amerika Serikat sore ini telah melancarkan serangan ke tempat-tempat yang digunakan oleh militan dukungan Iran di Suriah Timur,” ujar John Kirby, juru bicara Pentagon.

“Rangkaian serangan ini dilancarkan sebagai respon atas serangan mereka yang menyerang pasukan Amerika dan personil koalisi kami di Irak, dan juga sebagai bentuk ancaman kepada mereka,” katanya.

Baca juga : Iran dan IAEA Menyepakati Perjanjian Sementara

Kirby mengatakan serangan itu menghancurkan beberapa fasilitas di titik kontrol perbatasan yang digunakan oleh kelompok militan dukungan Iran, termasuk Kata’ib Hezbollah (KH) dan Kata’ib Sayyid al-Shuhada (KSS).

The Syrian Observatory for Human Rights mengatakan dari serangan itu, 17 pejuang pro-Iran tewas.

Serangan Amerika Serikat itu terjadi setelah serangan dua minggu lalu yang menghantam pangkalan militernya yang di bandara Erbil, yang membunuh satu kontraktor sipi dan melukai setidaknya semiblan lainnya, termasuk tentara Amerika. Pasukan asing yang dikerahkan untuk membantu Iraq memerangi ISIS sejak 2014, juga beroperasi di pangkalan militer tersebut.

Kelompok misterius yang disebut Awliya al-Dam mengklaim merekalah yang melakukan serangan ke pangkalan militer di bandara Erbil dan akan terus menyerang pangkalan-pangkalan militer Amerika lainnya di Iraq.

Pernyataan dari Pentagpn mengatakan serangan balasan militer Amerika tersebut sebagai serangan yang “pas”, sudah dirundingkan dengan langkah-langkah diplomatik dan dilakukan dengan berkonsultasi dengan koalisi-koalisi lainnya.

“Kita bertindak dengan tujuan untuk menurunkan tensi di Suriah timur dan Iraq,” ujar John Kirby.

(RAG)

Continue Reading

Internasional

Kelompok Bersenjata Membunuh 36 Orang di Nigeria Utara

Published

on

By

Bandit Bersenjata Membunuh 36 Orang di Nigeria Utara

Channel9.id-Nigeria. Aljazeera melaporkan pada Kamis (25/2/2021), ada serangan oleh sejumlah kelompok bersenjata yang telah membunuh 36 orang di daerah Nigeria utara pada hari Rabu (24/2/2021), sehari setelah pemberontak menembakkan roket di saat memburuknya suasana keamanan Nigeria.

Serangkaian serangan tersebut terjadi selama 48 jam, 18 orang meninggal di desa Kaduna dan 18 meninggal di desa Katsina, dan lainnya mengalami luka. Mereka juga membakar hangus rumah serta menggusur penduduk desa.

Baca juga : 7 Meninggal Dalam Kecelakaan Pesawat Militer Nigeria

Pada pernyataan yang dikutip dari situs Daily Post, Komisaris Negara Bagian Kaduna untuk Keamanan Dalam Negeri, Samuel Aruwan mengatakan serangan itu diikuti oleh operasi udara dari pasukan keamanan yang membunuh beberapa kelompok bersenjata.

Ratusan sudah menjadi korban rampok dan peculikan dari serangan bandit-bandit di Nigeria utara.

Serangan itu menambah tantangan pasukan keamanan Nigeria, yang mana saat ini sedang kesulitan untuk menumpas pemberontakan di daerah timur laut Nigeria dan juga kekerasan komunal atas hak merumput di negara bagian tengah.

Serang terakhir itu datang kurang dari sebulan yang lalu setelah Presiden Muhammadu Buhari menggantikan kepala militer di tengah memburuknya keamanan negara, dengan angkatan bersenjata yang bertempur dengan para pemberontak yang menguasai kota di timur laut.

Minggu lalu, kelompok penembak tak dikenal menyerang boarding school di Nigeria Utara dan menculik 42 orang, 27 nya adalah para murid.

(RAG)

Continue Reading

Internasional

Kepolisian dan Badan Narkotika Filipina Baku Tembak

Published

on

By

Kepolisian dan Badan Narkotika Filipina Baku Tembak

Channel9.id-Filipina. Dalam baku tembak antara Philippine National Police (PNP) dengan Phillipine Drug Enforcement (PDEA) menewaskan 2 anggota kepolisian dan 4 terluka, 3 dari PDEA dan 1 dari PNP. Kejadian ini terjadi dikarenakan operasi penjebakan yang gagal di luar mall Metro Manila pada Rabu (24/2/2021) sore.

Tidak ada rakyat sipil yang terluka atas kejadian ini, namun semua orang saat itu berlarian menyelamatkan diri saat Kepolisian Filipina dan Agen PDEA saling baku tembak.

Juru bicara dari PDEA, Derrick Carreon, mengatakan kepada para reporter di Manila bahwa beberapa personel mereka melakukan “operasi yang sah” saat baku tembak itu terjadi.

Derrick juga mengutip yang mengatakan agensi Special Enforcement Service (SES) juga terlibat operasi di dekat mall tersebut.

Masih belum jelas mengapa anggota kepolisian dari distrik terdekat juga ikut terlibat operasi tersebut yang berakhir dengan kedaunya baku tembak dengan agen penegak narkotika.

Menurut protokol operasi anti-narkoba, PDEA wajib untuk berkoordinasi dengan kepolisian sebelum penggerebekan.

Adanya laporan yang saling bertentangan antara PDEA dengan PNP makin memperkeruh suasana. Kepolisian mengatakan agen PDEA lahh yang pertama kali menembak dimana mengkontradiksi klaim PDEA yang mengatakan Kepolisian lah yang pertama kali melepaskan tembakan.

“Dalam operasi tangkap tangan, personil kepolisian yang terlibat tidak mengetahui kalau yang bertransaksi dengan mereka adalah agen PDA,” kutip dari laporan polisi.

“PNP dan PDEA keduanya setuju bahwa kejadian itu, walaupun memang serius, tidak akan mempengaruhi hubungan dan koordinasi baik keduanya yang sudah dibangun dengan kuat untuk melawan narkoba,” tambah dari pernyataan polisi

Dalam interview terpisah dengan Rappler Newss, Carreon menolak untuk mengomentari tuduhan polisi. Ia mengatakan investigasi gabungan akan menunjukkan kejadian sebenarnya.

Dia juga mengkonfirmasi bahwa pihak kepolisian menyita handphone dan senjata agen PDEA untuk keperluan investigasi lebih lanjut. Kepolisian Filipina berjanji untuk menginvestigasi kasus ini.

(RAG)

 

Continue Reading

HOT TOPIC