Connect with us

Lifestyle & Sport

Kebiasaan yang Mengganggu Laju Metabolisme dan Bikin Diet Gagal

Published

on

Channel9.id-Jakarta. Metabolisme merupakan proses mengubah makanan dan minuman dalam tubuh menjadi energi, yang kemudian digunakan tubuh untuk menjalankan fungsi seperti bernapas, memompa darah, memperbaiki sel, dan lainnya.

Adapun proses metabolisme terus berlangsung selama Kamu hidup, sekalipun saat Kamu tidur dan tak melakukan aktivitas apa pun.

Tahukah Kamu bahwa laju metabolisme menjadi penentu keberhasilan program penurunan berat badan? Pasalnya, semakin cepat laju metabolismemu, semakin banyak kalori yang dibakar. Dengan demikian, lebih mudah pula untuk menurunkan berat badan.

Untuk itu, bila Kamu sedang menjalani program ini, Kamu harus menjaga metabolisme tetap stabil dan kalori yang masuk lebih sedikit daripada yang keluar.

Baca juga: Kebiasaan Pagi Ini Bisa Turunkan Berat Badan 

Namun, laju metabolisme bisa saja terganggu karena kebiasaanmu. Hal ini kemudian bisa membuat dietmu gagal. Memangnya apas saja kebiasaan yang mengganggu metabolisme?

  1. Salah memilih jenis olahraga

Perlu Kamu ketahui, setiap jenis olahraga memiliki manfaat yang berbeda. Meski memang bisa  membakar kalori, olahraga yang salah tentu tak akan memberi hasil optimal.

Kamu disarankan untuk  melakukan high intensity interval training (HIIT). Lakukanlah olahraga kardio, seperti berlari dan lompat tali dalam waktu singkat, yakni sekitar 10 detik hingga 5 menit sesuai jenis olahraga. Lakukan olahraga ini sekuat yang Kamu bisa, lalu selingi dengan istirahat.

  1. Kurang tidur

Kurang tidur juga bisa menggagalkan dietmu, lho. Selama tidur, tubuhmu memproduksi hormon yang disebut melatonin—yang juga berperan meningkatkan laju metabolisme dan lemak tertentu yang berperan untuk membakar energi.

Jadi, jika Kamu kurang tidur, melatonin tidak bisa berfungsi secara optimal. Dampaknya, laju metabolismemu bisa menurun drastis, demikian pula dengan jumlah kalori yang dibakar. Sehingga Kamu akan kesulitan menurunkan berat badan.

  1. Tidak mencukupi asupan makanan

Kendati sedang menurunkan berat badan, jangan lupa makan. Perlu Kamu sadari, mengurangi asupan makanan secara drastis justru bisa memperlambat laju metabolisme tubuh. Sehingga, jumlah kalori yang dibakar pun menjadi sedikit. Inilah yang menjadi salah satu penyebab diet gagal.

Hal yang seharusnya menjadi perhatianmu ialah pilihan makanannya. Pilihlah makanan dengan gizi seimbang seperti ikan, telur, sayur dan buah, daging rendah lemak, alpukat, kacang-kacangan, dan biji-bijian.

  1. Mengonsumsi camilan tinggi karbohidrat olahan

Pilihlah camilan atau produk rendah kalori yang diperuntukkan untuk orang yang sedang diet. Pasalnya, produk ini biasanya mengandung karbohidrat olahan yang tinggi dan menjadi penyebab dietmu gaggal.

Perlu Kamu ketahui, karbohidrat olahan bisa meningkatkan gula darah dan menurunkannya kembali dengan cepat. Kondisi ini membuatmu mudah lapar. Sehingga, Kamu cenderung makan lebih banyak dan laju metabolisme jadi kacau.

Nah, itu dia penyebab dietmu bisa gagal. Memang tak ada cara praktis untuk menurunkan berat badan. Maka dari itu, Kamu perlu bersabar dan mulailah dengan memahami kebiasaan apa saja yang bisa menggagalkan dietmu.

Kamu mesti menyeimbangkan antara jumlah kalori yang masuk ke tubuh dan yang keluar. Imbangi pula dengan olahraga.  Kemudian tidurlah dengan cukup. Dengan demikian, kemungkinan besar dietmu sukses.

(LH)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lifestyle & Sport

Bertahun-tahun Dilakukan, Ini Kebiasaan Mandi yang Buruk Bagimu

Published

on

By

Kebiasaan Mandi yang Buruk Bagimu

Channel9.id-Jakarta. Sudah berapa lama Kamu hidup di dunia ini? Sepanjang umurmu itu, ada satu ritual harian yang mestinya tak Kamu lewatkan—kecuali ada masalah medis, yaitu mandi.

Hakikatnya, mandi bertujuan untuk membersihkan tubuh dari kotoran. Kamu pastinya sudah hapal betul bagaimana gerakan mandi, yang menurut sebagian orang monoton dan membosankan karena itu-itu saja. Meski sudah terbiasa mandi, apakah Kamu yakin cara dan teknik mandimu sudah benar? Jangan-jangan cara atau teknik mandimu salah dan ini bisa buruk bagimu, lho. Ingat, cara mandi juga akan memengaruhi kesehatan dan kebersihan kulit.

Baca juga : Risiko Terlalu Sering Mandi Air Panas

Nah, memangnya apa saja sih kebiasaan mandi yang ternyata salah dan buruk? Untuk mengetahui lebih lanjut, simak pembahasan berikut ini.

1. Terlalu lama di kamar mandi
Perlu Kamu sadari, kelamaan di kamar mandi membuat kulitmu kering. Apalagi jika Kamu mandi dengan air panas. Terlalu lama mandi dengan air panas bisa membuka pembuluh darah terbuka, lebih sensitif, dan dehidrasi, yang di kemudian hari bisa menyebabkan ruam dan bercak pada kulit.

Untuk itu, ahli dermatologi menyarankan untuk membatasi waktu mandi maksimal 10 menit. Tujuannya untuk mencegah dehidrasi kulit, sebab air panas bisa menghilangkan minyak alami kulit.

2. Rutin berkeramas dengan air panas
Bukannya memperpanjang rambut dengan cepat, menurut penelitian, keramas setiap hari justru bisa menyebabkan kulit kepala rapuh. Kondisi ini membuat rambut tak tumbuh dengan sempurna. Apalagi jika Kamu keramas menggunakan air panas, ini bisa membuat rambut mengusam.

Perlu Kamu ketahui, keramas air panas bisa membuka kultikula rambut terbuka dan membuat molekul warna rambut hilang.

Maka dari itu, keramaslah dengan air biasa. Selain itu, jika Kamu memang terpaksa keramas setiap hari karena rambut berminyak, gunakanlah dry shampoo selain sampo biasa sebagai alternatif.

3. Membiarkan shower puff kotor dan basah
Ingat, shower puff bisa menjadi sarang bakteri jika tidak dikeringkan dan dibersihkan dengan baik. Pasalnya, bakteri akan berkembang biak dengan mudah jika shower puff dibiarkan basah. Karenanya, pastikanlah untuk membersihkan shower puff sehabis mandi. Lalu, jangan lupa untuk segera mengeringkannya.

4. Tubuh belum terbilas
Hal penting lain, Kamu harus pastikan tubuhmu sudah dibilas bersih sehingga tak ada sabun yang tersisa di kulit. Jika tidak, akan terjadi iritasi kulit dan penyumbatan pori-pori, sehingga menimbulkan jerawat.

5. Handukan terlalu keras
Daripada handukan dengan keras, lebih baik kamu menepuk-nepuk handuk ke tubuh. Demikian saran ahli dermatologis. Pasalnya, menggosok handuk—apalagi terlalu kuat, akan membuat kulit semakin kering dan rusak.

6. Melilitkan rambut dengan handuk
Melilitkan handuk ke rambut sebaiknya Kamu hindari, ya. Pasalnya, kebiasaan ini akan membuat rambut stres dan memperparah kerusakan rambut. Selain itu, menggosok-gosok handuk ke rambut atau memeras rambut pun bisa membuat rambut jadi pecah-pecah dan rusak.

Maka dari itu, Kamu sebaiknya membiarkan rambut kering secara alami.

(LH)

Continue Reading

Lifestyle & Sport

Sedang Menstruasi? Kurangi Minum Kopi Untuk Hindari Efek Ini

Published

on

By

Sedang Menstruasi? Kurangi Minum Kopi Untuk Hindari Efek Ini

Channel9.id-Jakarta. Bagi perempuan penyuka kopi, menstruasi bukanlah penghalang untuk minum kopi. Bahkan, banyak di antara mereka yang percaya bahwa minum kopi saat menstruasi bisa meredakan gejala premenstrual syndrome (PMS) yang terkadang merepotkan, seperti sakit kepala. Apa benar begitu?

Memang, bagi sebagian orang, minum kopi bisa membantu mengatasi masalah sakit kepala selama menstruasi. Namun, kafein pada kopi justru bisa memperparah kram perut dan gejala lainnya.

Jadi, boleh tidak sih, perempuan minum kopi saat menstruasi? Jawabannya memang boleh, jika diminum secukupnya. Adapun batas aman minum kopi menurut sejumlah studi ialah 1-2 cangkir sehari. Perlu Kamu ketahui, kopi mengandung kafein tinggi, di mana secangkir kopi hitam mengandung sekitar 95-200 mg kafein. Nah, jangan sampai melebihi batas ini agar tubuhmu masih bisa menoleransi efeknya.

Baca juga : Ingat, Jangan Minum Kopi Saat Perut Kosong

Meski begitu, disadari atau tidak, kafein pasti akan memengaruhi kondisi tubuh saat menstruasi. Terlebih jika Kamu termasuk orang yang sensitif terhadap kopi. Nah, memangnya apa saja sih risiko yang kemungkinan terjadi jika minum kopi saat menstruasi?

1. Memperparah nyeri perut dan sakit kepala
Kafein akan mempersempit pembuluh darah sehingga aliran darah di sekujur tubuh tak lancar. Kondisi ini membuat aliran darah ke otot rahim berkurang. Hal ini mengurangi suplai oksigen ke area tersebut, yang kemudian bisa memperparah rasa sakit dan kram perut. Tak hanya itu, suplai darah beroksigen ke otak pun berkurang sehingga membuat sakit kepalamu lebih parah.

2. Perut lebih kembung dan tak nyaman
Untuk diketahui, kopi bersifat asam. Lantas minum kopi berisiko membuat perut kembung dan meningkatkan asam lambung. Saat asam lambung naik, sejumlah gangguan pencernaan bisa muncul. Mulai dari sensasi panas di ulu hati, perut terasa penuh, hingga mual. Kondisi ini bisa semakin parah jika Kamu minum kopi saat perut kosong.

3. Memperburuk suasana hati Selain itu, minum kopi saat menstruasi bisa memengaruhi mood dan membuatmu lebih cemas. Menurut penelitian di Journal of Women’s Health, perempuan yang sering minum kopi saat menstruasi cenderung punya mood yang buruk dan lebih mudah cemas.

4. Memicu insomnia dan kurang istirahat
Adapun kunci penting untuk meringankan gejala PMS dan nyeri haid ialah istirahat cukup. Sayangnya, jika Kamu tetap minum kopi saat menstruasi, efek stimulan kopi yang membuatmu lebih waspada akan membuatmu kesulitan tidur nyenyak sehingga akan memperburuk keluhanmu.

Nah, itu dia efek yang muncul bila Kamu berlebihan minum kopi selama menstruasi. Satu hal yang perlu dipahami, perempuan disarankan untuk mengurangi asupan kafein selama sedang menstruasi.

Namun, perlu diingat, jika Kamu minum kopi selama menstruasi, jangan lupa untuk istirahat dan tidur yang cukup agar kondisi tubuhmu tak ngedrop.

Kamu sebetulnya bisa mencari pengganti kopi. Misalnya dengan memperbanyak minum air putih atau minum minuman elektrolit. Atau, cobalah minum minuman hangat berbahan rempah seperti teh jahe, teh kayu manis, dan teh hijau.

(LH)

Continue Reading

Lifestyle & Sport

Alasan Kamu Harus Batasi Makan Gorengan

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Duh, siapa sih yang tidak tergoda dengan kelezatan dan gurihnya gorengan? Tentu rasanya sayang sekali kalau jajanan ini dilewatkan.

Makanan yang dimasak melalui proses penggorengan memang membikin makanan, seperti gorengan, nikmat dimakan. Pun biasanya makanan menjadi lebih garing, sehingga akan terasa renyah saat digigit.

Baca juga : Berisiko Bagi Kesehatan, Berikut Kiat Atasi Ketagihan Gorengan

Namun, dibalik kenikmatan gorengan itu, ada berbagai risiko yang bisa membahayakan kesehatanmu. Apalagi jika gorengan dimakan sering-sering. Nah, memangnya apa saja yang membikin gorengan berbahaya?

1. Buruknya kualitas minyak goreng
Seringkali gorengan dimasak dengan minyak yang sudah berkali-kali dipakai. Minyak ini biasanya berwarna coklat kehitaman. Ini berbahaya bagi kesehatanmu.

Pasalnya, minyak tersebut sudah berkali-kali mencapai mencapai suhu maksimum, yang membuat minyak berasap (smoke point). Padahal, sekali mencapai titik tersebut, kualitas minyak sudah rusak dan tak layak lagi pakai.

Nah, residu minyak yang masuk ke tubuh itu akan membentuk senyawa serta radikal bebas yang bahaya bagi kesehatanmu, lho.

2. Mengandung banyak minyak
Lapisan tepung pada gorengan menyumbang banyak lemak. Pasalnya, tepung memiliki sifat menyerap minyak saat digoreng. Belum lagi fakta bahwa semakin lama makanan digoreng, maka semakin banyak pula minyak yang terserap ke dalamnya.

3. Menambah asupan lemak trans
Perlu Kamu ketahui, lemak trans terdiri dari dua jenis, yaitu lemak trans alami—yang sudah ada dalam makanan, dan lemak trans buatan—yang terbentuk dari hasil penggorengan.

Nah, lemak trans buatan gorengan lebih sulit dicerna. Lemak inilah yang berisiko membahayakan kesehatan. Mulai dari meningkatnya risiko penyakit jantung, kanker, diabetes, hingga obesitas.

4. Berisiko memunculkan penyakit kronis
Terlalu sering makan gorengan meningkatkan risiko terkena penyakit kronis, seperti penyakit jantung, diabetes, dan obesitas.

Menurut sebuah penelitian, makan makanan yang digoreng bisa meningkatkan risiko terkena diabetes melitus tipe 2 dan penyakit jantung. Risiko ini semakin meningkat bila semakin banyak mengonsumsi gorengan.

Selain itu, makanan yang digoreng mengandung kalori yang lebih banyak daripada yang tak digoreng. Artinya, asupan kalori akan semakin banyak bila mengonsumsi gorengan. Tentu dalam jangka panjang akan memengaruhi kenaikan berat badan.

5. Tinggi acrylamide
Acrylamide yang tinggi biasanya terdapat pada makanan bertepung, seperti kentang goreng, ayam goreng, dan lain sebagainya. Adapun Acrylamide sendiri ialah senyawa yang terbentuk di dalam makanan ketika dimasak pada suhu tinggi, salah satunya digoreng

Sebuah penelitian mendapati bahwa acrylamide meningkatkan risiko terkena kanker ginjal, kanker endometrium, dan kanker ovarium.

Menimbang risikonya, Kamu sebaiknya membatasi dan mengontrol hasrat untuk makan gorengan.

(LH)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

HOT TOPIC