Connect with us

Nasional

Kerumunan di Acara Rizieq, Wagub: Jika Diulang Didenda Rp100 Juta

Published

on

Channel9.id-Jakarta. Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menegaskan akan menjatuhkan sanksi berupa denda sebesar dua kali lipat kepada Rizieq Shihab bila kembali melanggar protokol kesehatan pencegahan virus corona (Covid-19).

Riza menjelaskan bila Rizieq kembali melakukan pelanggaran berulang dua kali, terkena denda progresif sebesar Rp100 juta.

“Ya, enggak Rp50 juta lagi. Kalau diulang lagi ada progresif ya. Ya dua kali lipat. Jadi Rp100 juta,” kata Riza, Minggu (15/11) seperti dilansir CNNIndonesia.

Baca juga: Satpol PP Klaim Sudah Denda Rizieq Rp50 Juta

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebelumnya telah menjatuhkan sanksi berupa denda Rp50 juta kepada Rizieq karena melanggar protokol kesehatan dalam acara Maulid Nabi Muhammad SAW dan akad pernikahan putrinya yang digelar di Petamburan, Jakarta, Sabtu (14/11) lalu.

Riza menjelaskan pelbagai sanksi bagi para pelanggar protokol kesehatan Covid-19 sudah ditetapkan dalam Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 79 tahun 2020. Pemprov DKI, kata dia, tak akan pandang bulu untuk menindak warga DKI yang tak mematuhi protokol kesehatan.

“Saya imbau warga tetap patuh. Sanksi sudah diatur dalam ketentuan dalam Pergub 79,” kata Riza.

Selain itu, Riza turut mengimbau agar para pimpinan organisasi kemasyarakatan dan tokoh-tokoh agama tak menggelar acara yang membuat orang berkerumun. Warga pun diimbau melakukan hal serupa. Hal itu bertujuan agar kesehatan dan keselamatan para pemimpin ormas atau ulama tetap terjaga dengan baik.

“Jadi kita sama-sama menjaga dengan cara mematuhi protokol Covid,” kata Riza.

Pergub DKI Jakarta Nomor 79 tahun 2020 Pasal 8 ayat 6 Pergub merinci sanksi denda administratif bagi para pelaku usaha, pengelola, penyelenggara, atau penanggung jawab perkantoran, tempat kerja, tempat usaha, tempat industri, perhotelan/penginapan lain yang sejenis atau tempat wisata.

Sanksi denda administratif atas pelanggaran berulang 1 kali dikenakan denda administratif sebesar Rp50 juta. Sementara bila pelanggaran berulang 2 kali dikenakan denda administratif sebesar Rp100 juta. Sementara pelanggaran berulang 3 dan berikutnya dikenakan denda administratif sebesar Rp 150 juta.

Apabila tidak memenuhi kewajiban pembayaran denda dalam waktu paling lama 7 hari kerja, Pemprov DKI akan melakukan penutupan sementara sampai dilaksanakan pemenuhan pembayaran denda administratif.

IG

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hot Topic

Menag: Paham Ekstremisme Bisa Lewat Guru dan Rohis

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi menyatakan bahwa ekstremisme agama bisa masuk ke sekolah lewat tiga jalur: guru, ekstrakurikuler keagamaan (Rohani Islam/Rohis) dan kurikulum atau mata pelajaran.

Fachrul meminta pihak guru pendidikan, khususnya mata pelajaran agama Islam perlu memberikan pemahaman agar ekstremisme tertolak di benak siswa. Sekolah serta pengawas pendidikan benar-benar harus mengantisipasi jalur penyebaran paham ekstremisme tersebut.

“Guru PAI perlu secara optimal memainkan peranan strategisnya, termasuk dalam membina aktivitas keagamaan dan menguatkan moderasi beragama para siswa,” kata Fachrul lewat siaran pers, Jumat (4/12).

Baca juga: BNPT Gandeng Pesantren Cegah Terorisma di Kalangan Remaja

Fachrul menjelaskan bahwa guru memiliki peran penting di sekolah. Di samping bisa menangkal paham ekstremisme, guru juga bisa jadi jalur penyebar paham tersebut.

Jalur kedua yakni organisasi atau ekstrakurikuler bidang keagamaan. Pola mentoring yang selama ini diterapkan bisa dimanfaatkan pihak tertentu yang ingin menanamkan paham ekstremisme.

Jalur ketiga adalah pendidikan atau kurikulum. Fachrul mengatakan ekstremisme bisa saja ditanamkan lewat mata pelajaran selain agama.

“Meski, tidak selalu pintu masuk pemikiran ekstrem ini melalui kurikulum pendidikan agama, karena bisa saja disisipkan melalui mata pelajaran umum,” ujar Fachrul.

Fachrul meminta agar para guru agama di sekolah-sekolah ikut secara intensif memberikan pembinaan pada berbagai aktivitas siswa.

Menurutnya, program penguatan moderasi beragama yang dilakukan Kemenag saat ini turut menjangkau pendidikan agama dan keagamaan di sekolah-sekolah.

“Saya minta guru dan pengawas pendidikan agama lebih intens berpartisipasi dalam memberikan pembinaan atas organisasi siswa,” kata Fachrul.

Fachrul mengatakan Kementerian Agama kini telah bekerjasama dengan Pusat Kurikulum dan Perbukuan (Puskurbuk) Kemendikbud untuk mereview kurikulum pendidikan agama. Saat ini, Kemenag telah menerbitkan 12 buku Pendidikan Agama Islam dengan muatan moderasi.

Fachrul turut mengapresiasi penerbitan buku kumpulan praktik baik implementasi Inisiatif Pencegahan Kekerasan (IPK). Hasil best practice IPK ini adalah modeling pencegahan kekerasan pada jenjang pendidikan menengah.

Menurutnya, buku ini akan semakin menambah referensi bagi para pihak yang berkepentingan, terutama guru pendidikan agama dan sekolah untuk turut berkontribusi dalam mencegah tumbuh kembangnya ekstremisme dalam beragama.

“Saya baca sekilas, naskah buku PVE juga mencoba menutup 3 pintu masuk ekstremisme keberagamaan yang selama ini menjadi kekhawatiran kita semua,” kata dia.

IG

Continue Reading

Nasional

Prof. Dr. Dadang Hawari Meninggal Dunia Akibat Covid-19

Published

on

By

Channel9.id – Jakarta. Ketua Yayasan Bina Sarana Al Ittihaad Prof. Dr. Dadang Hawari meninggal dunia pada Kamis 3 Desember 2020. Psikiater ini meninggal pada pukul 15.10 WIB.

“Kami keluarga besar Masjid Raya Al Ittihaad turut berduka cita. Insya Allah Husnul Khotimah, ditempatkan di Surga bersama Baginda Nabi Muhammad SAW,” ucap Keluarga Besar Masjid Raya Al Ittihaad.

Dr. Irzan melalui cuitannya di Twitter menyampaikan, Dadang meninggal karena Covid-19.

Irzan menyampaikan, Dadang Hawari sempat menjalani perawatan Covid-19 bersama istrinya di rumah sakit.

“Terakhir beliau dan istri sempat masuk RS dalam perawatan krn Covid,” katanya.

Irzan pun meminta doa dari seluruh masyarakat Indonesia untuk dr. Dadang Hawari.

“Moga almarhum husnul khatimah. Indonesia kembali kehilangan salah satu guru besar kedokteran,” pungkasnya.

(HY)

Continue Reading

Nasional

Ya Ampun, Satgas Covid-19 Sebut Kepatuhan Prokes Makin Anjlok

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Satgas Penanganan Covid-19 resah melihat kepatuhan masyarakat dalam menjalankan 3M, yaitu menggunakan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak yang semakin anjlok. Data Satgas Covid-19 menunjukkan hanya 9% dari 512 kabupaten/kota di Indonesia yang patuh dalam memakai masker. Lebih memprihatinkan lagi yaitu tingkat kepatuhan menjaga jarak kurang dari 4% di seluruh kabupaten/kota.

Hal itu terjadi sejak 28 Oktober 2020 hingga 27 November 2020. Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof. Wiku Adisasmito pun menyimpulkan bahwa liburan panjang merupakan momentum pemicu utama penurunan kepatuhan disiplin protokol kesehatan. Adapun persentase kepatuhan untuk memakai masker saat periode itu hanya 58,32%, dan menjaga jarak sebesar 43,46%.

Baca juga: Satgas Jelaskan Melonjaknya Kasus Harian Corona

Wiku mengatakan jika masyarakat semakin lengah dalam menjalankan protokol kesehatan, seperti yang ditunjukkan dalam tiga periode libur panjang, penularan virus corona akan terus meningkat. Apabila pemerintah terus menggencarkan upaya tes dan pelacakan, kasus positif pun bakal terus melonjak.

“Jika seperti itu, sebanyak apapun fasilitas kesehatan yang tersedia tidak akan mampu menampung lonjakan yang terjadi,” ujar Wiku dalam konferensi pers virtual pada Kamis (3/12). Lebih lanjut, Wiku mengatakan kepatuhan masyarakat menjalankan 3M dapat membantu menurunkan penularan virus corona. Berdasarkan studi Yilmazkuday pada 2020, angka kasus positif dan kematian dapat ditekan jika 75% populasi patuh menggunakan masker.

Namun nyatanya, masyarakat semakin tidak patuh menjalankan protokol kesehatan. Hal itu itu pun menyebabkan rekor-rekor baru peningkatan kasus Covid-19. “Penambahan kasus positif harian terus meningkat bahkan menembus lebih dari 8000 kasus. Itu merupakan angka yang sangat besar!” ujar dia.

Penambahan angka kasus yang cukup tinggi itu harus menjadi perhatian bersama karena menunjukkan laju penularan Covid-19 yang masih tinggi. Oleh karena itu, dia berharap masyarakat sadar bahwa Indonesia masih dalam pandemi.

“Mohon masyarakat segera sadar, langkah kecil untuk mencuci tangan secara teratur, dengan memakai masker yang benar, bahkan upaya kecil untuk menjaga jarak satu sama lain sangat berdampak bagi kehidupan banyak umat manusia,” pungkas Wiku.

IG

 

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

HOT TOPIC