Connect with us

Internasional

Koalisi Pimpinan Arab Menahan Serangan Drone Houthi

Published

on

Koalisi Pimpinan Arab Menahan Serangan Drone Houthi

Channel9.id-Jakarta. Koalisi pimpinan Arab Saudi yang memerangi kelompok Houthi di Yemen mengatakan bahwa mereka telah menahan sebuah drone yang ditembakkan oleh Iran menuju kerajaan pada Selasa (16/2/2021).

Sisa-sisa dari drone itu bertebaran di sekitar bandara setelah koalisi menahan serangan drone tersebut, ujar juru bicara koalisi.

Laporan dari Ekhbariya TV mengatakan tidak ada korban atas kejadian ini. Drone yang penuh dengan bahan peledak ini telah ditembak jatuh saat terbang ke arah bandara Abha, dekat perbatasan Yaman selatan Arab Saudi.

Baca juga : Demonstran Myanmar Blokir Jalur Kereta

Kelompok Houthi mengatakan mereka telah melancarkan serangan-serangan yang telah menghantam bandara atau pangkalan udara di selatan Arab Saudi hampir setiap hari selama 10 hari kebelakang. Kelompok Hauthi telah melancarkan serangan dalam beberapa bulan ini yang menargetkan Kerajaan dan juga fasilitas-fasilitas umum seperti bandara.

Koalisi Arab mengatakan bahwa mereka menghancurkan dan menepis hampir semua serangan Houthi, namun Rabu minggu lalu di Riyadh, satu serangan menyebabkan kebakaran pada sebuah pesawat di bandara Abha.

Koalisi Arab melakukan intervensi di Yaman pada tahun 2015, mendukung pasukan pemerintah untuk memerangi kelompok pemberontak, Houthi, yang sudah menguasai ibu kota dan daerah padat lainnya.

Pejabat PBB mencoba menengahi untuk mengakhiri perang ini, yang menurut PBB telah mengakibatkan krisis kemanusiaan terbesar di dunia saat ini. Saat ini, Kelompok Houthi menguasai Ibu kota Yaman, Sana’an, sedangkan pemerintah ada di kota Aden.

(RAG)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Internasional

Korea Selatan dan AS Capai Kesepakatan Baru

Published

on

By

Korea Selatan dan Amerika Serikat Mencapai Kesepakatan Baru

Channel9.id-Korea Selatan. Korea Selatan dan Amerika Serikat telah menyetujui perjanjian baru untuk berbagi biaya pasukan Amerika Serikat yang ditempatkan di semananjung Korea, meredakan hubungan mereka yang terganggu disaat mereka juga akan memulai latihan militer gabungan tahunannya.

Menteri Luar Negeri Korea Selatan mengatakan kedua belah pihak telah mencapai kesepakatan setelah tiga hari mereka berbincang-bincang di Washington, namun tidak ada rincian lebih lanjut.

Proposal perjanjian “Special Measures Agreement” akan menggantikan perjanjian sebelumnya yang sudah kadaluarsa pada akhir 2019. Perjanjian ini masih harus disetujui oleh legislator Korea Selatan.

“Dengan cepatnya disepakati perjanjian ini, pemerintah telah memperbarui perjanjian yang sudah habis masanya, yang akan terus berlangsung selama lebih dari setahun, dan akan berkontribusi dalam memperkuat hubungan dengan Amerika Serikat, yang merupakan kunci utama perdamaian dan kemakmuran di semenanjung Korea dan Asia Timur Laut”.

Juru Bicara Departemen Luar Negeri Amerika Serikat mengatakan kepada reuters bahwa perjanjian itu termasuk “penambahan berarti” dari yang dinegosiasikan sebagai bentuk kontribusi dukungan kepada negara tuan rumah, namun tidak diberikan rincian lebih lanjut.

Amerika Serikat mempunyai sekitar 28,000 pasukan di Korea Selatan untuk membantu mereka menghalangi potensi serangan dari Korea Utara. Namun biaya yang harus dibayar oleh Korea Selatan untuk keberadaan militer Amerika Serikat disana merupakan masalah pelik dibawah kepemimpinan Donal Trump, yang kerap kali meminta partner Asianya untuk menaikkan bayarannya.

Korea Selatan dan Amerika Serikat memulai latihan militer gabungan tahunannya yang dijadwalkan akan berlangsung selama sembilan hari, pada Senin (8/3/2021).

Menurut Militer Korea Selatan latihan tersebut adalah latihan pos komando dan simulasi terkomputerisasi yang tidak melibatkan latihan di lapangan. Dilaporkan ini karena adanya faktor pandemi Covid-19.

(RAG)

Continue Reading

Internasional

Australia Menahan Kerja Sama dengan Myanmar

Published

on

By

Australia Menahan Kerja Sama dengan Myanmar

Channel9.id-Australia. Australia telah menahan kooperasi program pertahanan dengan Myanmar, kata Menteri Hubungan Luar Negeri Marise Payne, ditengah-tengah tingginya kekerasan oleh junta militer Myanmar terhadap para pengunjukrasa yang menentang kudeta.

Australia juga akan mengalihkan kebutuhan humanitarian ke Rohingya dan suku minoritas lainnya, ujar Payne di pernyataannya pada hari Minggu.

“Kita akan memprioritaskan kasus humanitarian yang mendesak dan kami berupaya untuk memastikan kegiatan humanitarian kita itu dengan dan melalui organisasi non-pemerintah, tidak dengan pemerintah atau badan yang berhubungan dengan pemerintah,” kata Payne.

Baca juga : Junta Myanmar Menguasai Rumah Sakit

Hubungan pertahanan Australia dengan militer Myanmar terbatas hanya kepada persoalan non-combat seperti pelatihan bahasa Inggris.

Australia juga akan terus mendesak pembebasan Sean Turnell, ahli ekonomi dan penasihat Aung San Suu Kyi. Turnell telah ditahan dengan akses konsuler yang terbatas sejak kudeta 1 Februari.

Ratusan orang berkumpul di kota terbesar Australia, Sydney, selama akhir pekan ini yang mendesak pemerintah Australia untuk bertindak tegas terhadap kudeta Myanmar.

Myanmar sedang dalam kekacauan setelah pasukan militer Myanmar mengambil alih kepemerintahan dan menangkap pemimpin terpilih, Aung San Suu Kyi. Aksi ini memicu unjuk rasa selama satu bulan penuh yang dilaporkan oleh PBB telah menewaskan lebih dari 50 orang.

“Kita akan terus memaksa pasukan keamanan Myanmar untuk tidak melakukan kekerasan terhadap warga sipil,” kata Payne.

Negara-negera yang mempunyai hubungan dagang dengan Myanmar telah menyerukan untuk memberhentikan kerja sama ekonominya pada hari Senin.

(RAG)

Continue Reading

Internasional

8 Maret Hari Perempuan Sedunia #ChooseToChallange

Published

on

By

8 Maret Hari Perempuan Sedunia #ChooseToChallange

Channel9.id-Jakarta. Untuk merayakan Hari Perempuan Sedunia 2021, Google melalui video doodlenya membawa kita berpetualang merayakan serangkaian peristiwa-peristiwa pertama di sejarah perempuan.

Menghormati para pelopor di masa lalu, sekarang dan masa depan, video doodle google menyoroti pionir-pionir kaum perempuan yang membuka jalan dalam hal pendidikan, keadilan hukum, sains, seni dan masih banyak lagi.

Cuplikan ini merayakan akademik, hak pilih perempuan, peraih medali emas, pengusaha dan masih banyak lagi yang menunjukkan pencapaian kaum perempuan. Walaupun beberapa pencapaian pertama ini ada yang luar biasa, beberapanya merupakan bentuk pengakuan atau hak yang sudah lama tertunda.

Baca juga : Aktivis Perempuan Arab Dibebaskan

Hari Perempuan Sedunia, yang sudah dirayakan lebih dari seabad, jatuh pada tanggal 8 Maret setiap tahunnya. Hari ini merupakan simbol untuk merayakan perjalanan bersejarah kaum perempuan di seluruh dunia.

Pertama kali dirayakan pada tahun 1911, Hari Perempuan Sedunia dirayakan diseluruh dunia untuk menghargai pencapaian para kaum perempuan, meningkatkan kesadaran tentang kesetaraan perempuan, lobi untuk mempercepat kesetaraan gender dan penggalangan dana untuk isu-isu perempuan.

Tema pada Hari Perempuan Sedunia tahun ini adalah #ChooseToChallange. Ini mengindikasikan bahwa “dunia yang keras merupakan dunia yang awas, dan dari kesulitan datang perubahan”. Tahun ini, kita semua dapat memilih untuk menantang segalanya yang telah menahan kita dan menjadi individu yang lebih baik lagi.

(RAG)

Continue Reading

HOT TOPIC