Connect with us

Internasional

Korut: Squid Game Kuak Realita Masyarakat Korsel

Published

on

Korut: “Squid Game Kuak Realita Masyarakat Korsel”

Channel9.id-Korea Utara. Dilansir oleh Reuters, sebuah website konspirasi dari Korea Utara menyebutkan kalau drama Korea yang sedang melejit berjudul “Squid Game” di Netflix kalau series itu mengekspos kultur kapitalis di Korea Selatan dimana banyak warganya yang tidak bermoral, Selasa (12/10/2021).

Situs bernamana Arirang Meari dari Korea Utara itu mengutip salah satu kritikus film dari Korea Selatan yang menyebutkan kalau TV series itu menunjukkan “lingkungan masyarakat yang tidak adil dimana orang-orang miskin diperlakukan seperti pion-pion catur oleh orang-orang kaya,” kutipnya.

Diproduksi oleh Korea Selatan, series yang mempunyai sembilan episode itu berceritakan para kontestan yang mengikuti sebuah turnamen mematikan berhadiahkan 45.6 miliar won atau sekitar 38 juta dolar dimana mereka harus memainkan permainan anak-anak seperti misalnya permainan tarik tambang, mereka yang kalah berarti kehilangan nyawanya. Series itu kini sedang populer dikalangan anak-anak muda di dunia sejak ditayangkan di Netflix pada bulan September lalu.

“Disebutkan kalau series itu membuat orang-orang sadar akan kenyataan yang menyedihkan di Korea Selatan dimana orang-orang terpaksa untuk ikut kedalam kompetisi yang ekstrim dan semakin lama sisi kemanusiaannya semakin terkikis,” kutip artikel tersebut.

Media entertainment Korea Selatan memang sudah sering dikritik oleh Korea Utara. Pada bulan Maret, situs Arirang Meari menyebutkan kalau bintang-bintang K-Pop diperlakukan seperti “budak” oleh perusahaan-perusahaan besar dan menjalani hidup yang menyedihkan.

Korea Utara menerapkan hukum yang tegas untuk siapapun yang kedapatan menikmati media entertainment atau mengikuti cara berbicara orang-orang Korea Selatan. Kebijakan ini diterapkan karena Kim Jong Un sedang meningkatkan peperangannya dalam melawan media-media luar dan berusaha meningkatkan entertainment dalam negeri.

Mereka yang kedapatan menikmati media entertainment Korea Selatan akan dipenjara selama 15 tahun, menurut media Daily NK, sebuah situs Korea Selatan yang menguak info-info Korea Utara.

(RAG)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Internasional

Presiden Tsai Konfirmasi Ada Pasukan AS di Taiwan

Published

on

By

Presiden Tsai Konfirmasi Ada Pasukan AS di Taiwan

Channel9.id-Taiwan. Sekelompok kecil pasukan AS dikonfirmasi sedang berada di Taiwan untuk melakukan latihan bersama, ujar Presiden Tsai Ing-Wen saat diwawancarai oleh CNN, Kamis (28/10/2021). Kabar tersebut mengkonfirmasi adanya pasukan AS di Taiwan yang Cina anggap sebagai bagian dari wilayahnya.

Ketegangan antara Taiwan dan Cina masih belum reda dengan kedua negara bersikukuh dengan pendapatnya mengenai kedaulatan pulau kecil tersebut.

“Kami mempunyai beragam kerja sama dengan AS yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan pertahanan kami,” ujar Tsai saat diwawancarai oleh CNN pada hari Kamis.

Saat ditanya seberapa banyak pasukan AS yang dikerahkan di Taiwan, Tsai hanya mengatakan “tidak sebanyak yang orang-orang kira”. Pengkonfirmasian adanya pasukan AS di Taiwan ini dapat mengancam hubungan AS-Cina.

Saat ditanya mengenai komentar presidennya, Menteri Pertahanan Taiwan Chiu Kuo-Cheng menyatakan kalau interaksi hubungan militer Taiwan-AS “sudah banyak dan cukup sering” dan sudah berlangsung cukup lama.

“Selama berlangsungnya interaksi ini, beragam topik dapat didiskusikan,” ujarnya.

Namun saat ditanya kalau pengerahan pasukan AS ini bisa menjadi alasan Cina untuk menyerang Taiwan, Cheng menjelaskan kalau Tsai tidak mengatakan kalau pasukan AS itu akan beroperasi secara permanen di Taiwan.

Amerika Serikat, seperti kebanyakan negara lainnya, tidak mempunyai hubungan diplomatik formal dengan Taiwan. Namun mereka merupakan aliansi terpenting Taiwan di kancah internasional dan juga penyumbang persenjataan utamanya.

Tsai sudah mengatakan kalau Taiwan adalah negara merdeka dan berulangkali menyerukan janjinya untuk mempertahankan demokrasi dan kebebasan negaranya.

Saat ditanya mengenai laporan adanya pasukan AS di Taiwan, Kemenlu Cina sudah mengatakan pada awal bulan ini kalau Amerika Serikat harus mencabut hubungan militer dan penjualan senjatanya ke Taiwan demi menjaga hubungan AS-Cina.

Di tahun 1979, Amerika Serikat menarik pasukannya secara permanen dari Taiwan ketika hubungan diplomatik antar keduanya memburuk setelah AS lebih memilih Cina.

(RAG)

Continue Reading

Internasional

India Khawatir Peraturan Perbatasan Baru Cina di Daerah Himalaya

Published

on

By

India Khawatir Peraturan Perbatasan Baru Cina di Daerah Himalaya

Channel9.id-India. Menteri Luar Negeri India pada hari Rabu menyebutkan kalau mereka khawatir dengan peraturan baru Cina dalam upayanya untuk memperkuat pertahanan perbatasannya ditengah-tengah perseteruan militer mereka yang sudah berlangsung lama di daerah Himalaya, Kamis (28/10/2021).

Sebelumnya di hari Sabtu, Cina mengesahkan sebuah kebijakan yang secara spesifik mengatur bagaimana mereka memerintah dan menjaga daerah perbatasan darat yang seluas 22,000 km dengan ke-14 negara tetangganya, seperti Rusia, Korea Utara, dan India.

“Keputusan sepihak Cina untuk membuat undang-undang yang dapat bersinggungan dengan kebijakan bilateral kami di daerah perbatasan sudah menjadi perhatian kami,” ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri India Arindam Bagchi pada pernyataannya.

Baca juga: Bencana Banjir di India dan Nepal Menelan Lebih 150 Orang

Daerah perbatasan sepanjang 3,500 km antara India dengan Cina masih belum memiliki batas yang tetap, dan kedua negara tersebut sudah saling mengklaim sebagian besar daerah tersebut merupakan bagian dari wilayah negaranya. Kedua negara pernah terlibat perang di daerah perbatasan pada tahun 1962.

Ribuan tentara dari India dan Cina masih melakukan jaga-jaga di daerah Ladakh, Himalaya. Kedua pasukan tersebut masih berseteru di dataran tinggi tersebut sejak tahun lalu walaupun sudah sering melakukan diskusi puluhan kali.

“Kami juga berharap kalau Cina tidak akan mengambil langkah gegabah dengan dalih sudah melakukannya sesuai dengan peraturan baru tersebut, yang mana dapat memicu tegangnya situasi di daerah perbatasan India-Cina tersebut,” ujar Bagchi.

(RAG)

Continue Reading

Internasional

Senjata Hipersonik Cina Dapat Menembus Sistem Pertahanan AS

Published

on

By

Senjata Hipersonik Cina Dapat Menembus Sistem Pertahanan AS

Channel9.id-Amerika. Petinggi militer AS, Jenderal Mark Milley, telah memberikan konfirmasi resmi pertama AS tentang uji coba senjata hipersonik Cina yang para ahli militer sebut sebagai upaya Cina yang ingin menciptakan rudal luar angkasa yang bertujuan untuk menghindari sistem pertahanan rudal AS, Kamis (28/10/2021).

Pentagon telah berusaha untuk menghindari konfirmasi langsung perihal uji coba Cina di musim panas lalu, walaupun Presiden Joe Biden dan pejabat lainnya secara umum juga khawatir dengan perkembangan senjata hipersonik Cina.

Baca juga: Korea Utara Lakukan Uji Coba Rudal Hipersonik

Namun Miley secara eksplisit mengkonfirmasi adanya uji coba sistem persenjataan dari Cina dan mengatakan kalau uji coba itu hampir mirip dengan peristiwa bersejarah Sputnik – yang terjadi di tahun 1957 disaat Rusia meluncurkan satelit buatan manusia pertama di dunia yang membuat Rusia sempat unggul dalam persaingan luar angkasa dengan AS pada era Perang Dingin.

“Apa yang sudah kita lihat dari uji coba sistem persenjataan hipersonik itu merupakan sebuah peristiwa besar. Dan itu sangatlah mengkhawatirkan,” ujar Miley, ketua dari Kepala Staff Gabungan, kepada televisi Bloomberg yang disiarkan pada hari Rabu.

Ahli persenjataan nuklir mengatakan kalau uji coba senjata Cina itu bertujuan untuk menghindari sistem pertahanan AS dari dua arah. Pertama, senjata hipersonik itu meluncur lima kali lebih cepat dari kecepatan suara, atau sekitar 6,200 kilometer per jam, membuat mereka sulit dideteksi dan dihadang.

Kedua, Amerika Serikat percaya kalau uji coba Cina itu melibatkan sebuah senjata yang mengorbit Bumi terlebih dahulu. Itu adalah suatu sistem yang para pengamat militer katakan sebagai konsep persenjataan dari masa Perang Dingin yang disebut dengan “Fractional Orbital Bombardment System” (FOBS).

Bulan lalu, Sekretaris Angkatan Udara Frank Kendall sempat membahas kekhawatirannya mengenai sistem persenjataan tersebut, mengatakan kepada para wartawan soal senjata yang meluncur mengorbit bumi terlebih dahulu sebelum jatuh ke titik targetnya.

“Jika kamu menggunakan sistem senjata seperti ini, kamu tidak perlu lagi menggunakan peluncur ICBM – yang mana meluncurkan rudal langsung ke titik targetnya,” ujarnya.

“FOBS adalah sebuah acara untuk menghindari sistem peringatan dan pertahanan rudal,” tambahnya.

Kementerian Luar Negeri Cina membantah adanya uji coba senjata. Mereka mengatakan kalau mereka hanya melakukan uji coba rutin di bulan Juli dan menambahkan “Itu bukan rudal, tapi kendaraan luar angkasa,” ujarnya.

Pertahanan AS masih belum mampu menahan serangan skala besar dari Cina atau Rusia. Namun pengembangan sistem pertahanan AS secara terbuka telah membuat Rusia dan Cina untuk mencari cara untuk mengembangkan senjatanya, termasuk senjata hipersonik dan kemungkinan sistem persenjataan FOBS.

Selain Cina, AS dan Rusia juga sudah menguji coba senjata hipersoniknya.

(RAG)

Continue Reading

HOT TOPIC