Connect with us

Hukum

KPK Sita Villa Milik Edhy Prabowo di Sukabumi

Published

on

Channel9.id-Jakarta. Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Kamis, 18 Februari 20201, menyita satu unit villa di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Pelaksana tugas (Plt) juru bicara KPK bidang penindakan, Ali Fikri mengungkapkan bahwa villa tersebut merupakan milik mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo yang diduga dibeli dari hasil uang suap benih lobster alias benur.

“Sekitar pukul 18.00 WIB melakukan penyitaan terhadap satu unit villa berikut tanah, seluas kurang lebih dua hektare di Desa Cijengkol, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat,” kata Ali dalam keterangannya, Kamis (18/02).

Baca juga: KPK Periksa Ketua DPC PDIP Kendal Terkait Korupsi Bansos 

Setelah dilakukan penyitaan, tim penyidik memasang plang penyitaan pada villa tersebut. Diduga villa tersebut milik tersangka EP (Edhy Prabowo) yang dibeli dengan uang yang terkumpul dari para eksportir mendapatkan izin pengiriman benih lobster di KKP,” ucap Ali.

Dalam perkara ini, KPK menetapkan tujuh orang sebagai tersangka. Mereka diantaranya mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo; dua stafsus Menteri Kelautan dan Perikanan, Safri (SAF) dan Andreau Pribadi Misanta (APM); Pengurus PT Aero Citra Kargo (ACK) Siswadi (SWD); staf istri Menteri Kelautan dan Perikanan, Ainul Faqih (AF) dan pihak swasta, Amiril Mukminin. Sementara diduga sebagai pihak pemberi, KPK menetapkan Direktur PT Dua Putra Perkasa Pratama (DPPP) Suharjito (SJT) sebagai tersangka.

KPK menduga, Edhy Prabowo menerima suap dengan total Rp 10,2 miliar dan USD 100.000 dari Suharjito. Suap tersebut diberikan agar Edhy selaku Menteri Kalautan dan Perikanan memberikan izin kepada PT Dua Putra Perkasa Pratama untuk menerima izin sebagai eksportir benih lobster atau benur.

Keenam tersangka penerima suap disangkakan melanggar Pasal 12 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP.

Sedangkan tersangka pemberi suap disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

IG

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hot Topic

Densus 88 Tangkap 12 Terduga Teoris di Jatim

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror menangkap 12 terduga teroris disejumlah di wilayah Jawa Timur, Jumat (26/2). Meski begitu, Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono masih belum merinci kelompok teroris jaringan mana yang ditangkap oleh Densus 88 Antiteror tersebut.

“Dalam operasi penangkapan di Jawa Timur, tim Densus 88 menangkap 12 orang terduga teroris,” ujar Argo, Sabtu (27/2).

Menurut Argo, saat ini tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri masih melakukan pendalaman lebih lanjut di lapangan. Ia berjanji jika nanti sudah lengkap akan dirilis secara resmi.

Sebelumnya, Densus 88 diketahui menangkap seorang terduga teroris berisinial AIH di sebuah rumah, Jalan Medokan Sawah No. 121, Rungkut, Surabaya. Densus 88 menyita sejumlah barang bukti, seperti panah, samurai, dan alat-alat bela diri.

Keduabelas terduga teroris itu berinisial UBS alias F, TS, AS, AIH alias AP, BR, RBM, Y, F, ME, AYR, RAS, dan MI. Mereka diduga memiliki peran yang berbeda-beda dalam jaringan terorisme.

IG

Continue Reading

Hot Topic

KPK Segel Kamar Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. KPK telah melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah dan sejumlah orang di Kota Makassar pada Sabtu dinihari (27/2).

Usai melakukan penangkapan, Petugas KPK menyegel sejumlah ruangan di Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Sulsel. KPK juga menyegel kamar di lantai 2 rumah pribadi Nurdin Abdullah di Perumahan Dosen Unhas Tamalanrea, Makassar.

Nurdin Abdullah saat ini sudah tiba Gedung Merah Putih KPK. Untuk menjalani pemeriksaan. KPK punya waktu 1×24 jam untuk menentukan status Nurdin Abdullah.

Mengutip dari KabarMakassar.com, suasana rumah pribadi Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah di Kecamatan Tamalanrea tampak lengang.

Hanya ada tiga petugas Satuan Kepolisian Pamong Praja yang melakukan penjagaan.

Dilansir KabarMakassar.com, rumah Kompleks Perumahan Dosen Unhas Tamalanrea ini didatangi sejumlah orang menggunakan sepeda motor. Kemudian beberapa saat mereka pergi.

Menurut salah satu personil Satpol-PP, sejumlah petugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) datang dan menyegel kamar pribadi Nurdin Abdullah yang terletak di lantai 2.

IG

Continue Reading

Hot Topic

Istri Gubernur Sulsel Respon Kabar OTT Suami: Dijemput Mendadak

Published

on

By

Channel9.id – Jakarta. Publik kembali dihebohkan oleh kabar penangkapan Nurdin Abdullah, Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel). Menurut informasi yang beredar di beberapa grup WhatsApp, Nurdin Abdullah ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Sabtu dini hari, 27 Februari 2021.

Namun, istri Nurdin Abdullah, Lies Fachruddin pun membantah Nurdin Abdullah di-OTT karena tidak berada di lokasi kejadian.

Hal tersebut diungkap Lies di Grup Whatsapp PKK Sulsel. Lies mengaku, mantan Bupati Bantaeng dua periode itu didatangi KPK secara mendadak.

Ass. Sahabat PKK yang saya sayangi. Do’akan bapak yaaaa. Tadi pagi bapak didatangi KPK secara mendadak berkenaan dg ada Staff bapak yg menerima dana. Bapak akan dimintai keterangan. Semoga Allah S.W.T memudahkan semuanya. Insyaa Allah,” demikian tulis Lies.

KPK membutuhkan waktu 1x 24 jam untuk menetapkan status Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah. Apakah hanya sebatas terperiksa atau bisa naik menjadi tersangka.

Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah ditangkap KPK Sabtu 27 Februari 2021. Nurdin Abdullah dan empat orang lainnya diamankan sekira pukul 01.00 Wita.

Satu hari sebelum ditangkap, Nurdin Abdullah melantik 11 kepala daerah hasil Pilkada serentak. Sejak pagi hingga siang hari. Pelantikan dilakukan di Rumah Jabatan Gubernur Sulawesi Selatan Jalan Jendral Sudirman Kota Makassar.

Usai melakukan pelantikan, Nurdin kemudian menuju kantor Gubernur. Di kantornya, Nurdin Abdullah masih menerima beberapa tamu. Termasuk melakukan webinar bersama Menteri Pariwisata Sandiaga Uno.

Nurdin Abdullah menjadi narasumber pada Forum Group Discussion (FGD) dengan tema Pengelolaan Potensi Alam dan Wisata Sulsel, Jumat (26/2).

IG

Continue Reading

HOT TOPIC