Nasional Uncategorized

KSP Sebut Pemasangan Portal di Alun-alun Kota Tegal Ganggu Ekonomi Masyarakat

Channel9.id – Jakarta. Alun-alun sejatinya menjadi tempat terbuka yang dapat diakses warga masyarakat dengan mudah. Namun tidak demikian dengan alun-alun Kota Tegal. Pemerintah Kota (Pemkot) Tegal telah menutup akses jalan menuju Alun-alun dengan portal sehingga berdampak pada kegiatan ekonomi masyarakat.
Terkait kebijakan Pemkot Tegal, Jawa Tengah itu, Kantor Staf Presiden (KSP) Joko Widodo angkat bicara. Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Yohanes Joko mengatakan, pihaknya akan mencoba berkomunikasi dengan Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono untuk mencari solusi terbaik terkait kebijakan yang menuai protes dari warga dan pedagang di kawasan itu.

“Saya diminta Pak Juri (Deputi IV KSP) untuk verifikasi lapangan mendapatkan informasi yang benar kondisinya seperti apa. Saya sendiri cukup terkejut. Tapi ini program Pemkot Tegal nanti kami akan coba komunikasikan,” kata Yohanes, saat meninjau kawasan Alun-alun Kota Tegal, Senin (13/12/2021) petang.

Yohanes sempat melakukan komunikasi langsung dengan anggota dan pengurus Paguyuban Pedagang Kawasan Alun-alun Kota Tegal (P2KAT).

Bukan hanya itu, Yohanes juga banyak mendapat keluhan dan aduan dari berbagai pihak termasuk dari para pelaku usaha dan jasa lainnya tak terkecuali para juru parkir.

Berawal saat Yohanes bersama Deputi IV KSP Juri Ardiantoro menggelar kegiatan KSP Mendengar di sebuah hotel. Kegiatan itu juga mengundang banyak perwakilan dari elemen-elemen masyarakat.

“Dalam pertemuan tadi (KSP Mendengar), isu pertama yang muncul, tentang kegundahan masyarakat tentang portal di Alun-alun. Awalnya kami sempat tidak memahami, tapi kok seluruh yang hadir bergemuruh menyambut tentang aduan itu,” ujar Yohanes.

Pihak KSP tidak hanya menggelar kegiatan di ruang hotel tetapi terjun ke lapangan. Harapannya untuk mendapatkan fakta tentang kegundahan dan suara-suara protes warga di lapangan. Yohanes melihat dan mendengar langsung dari warga di kawasan Alun-alun. Dalam kesempatan itu, ia pun meminta agar warga bersabar.

“Kami merasakan yang dirasakan masyarakat. Kegundahannya, emosinya, kami bisa merasakan. Dan kami minta warga bersabar dulu, tidak ada hal yang tidak bisa dibicarakan dengan baik-baik. Kita sama-sama nanti coba bangun komunikasi (dengan Pemkot),” terang Yohanes.

Walaupun demikian, Yohanes berharap kegiatan usaha masyarakat tetap bergerak. Sshingga ekonomi masyarakat sekitar bisa tumbuh apalagi setelah dihantam badai pandemi Covid-19 dalam dua tahun terakhir.

“Dalam menjalankan prokes (protokol kesehatan) juga jangan sampai mematikan ekonomi, kuncinya di situ. Kebijakan Pak Presiden itu gas dan rem, kalau Covid-nya naik, maka direm. Ketika Covid turun, maka ekonominya digas, sehingga ekonomi masyarakat tumbuh,” tegas Yohanes.

Yohanes mendapatkan fakta di lapangan kalau kebijakan pemasangan portal di Alun-alun Kota Tegal itu berdampak pada melemahnya kondisi ekonomi masyarakat sekitar.

“Kalau sepengamatan saya malam ini, seperti ini ya jangankan ekonomi tumbuh, yang ada bisa kolaps semua mulai dari pedagang yang punya modal besar sampai PKL (pedagang kaki lima). Tapi sekali lagi, kami akan coba komunikasikan dengan pemkot,” pungkas Yohanes.

Sementara itu, Ketua Paguyuban Pedagang Kawasan Alun-alun Kota Tegal (P2KAT) Anis Yuslam Dahda menyatakan, dengan adanya kunjungan KSP, diharapkan bisa mendorong Pemkot Tegal untuk membatalkan kebijakan penutupan dengan portal.

Apalagi, kebijakan penutupan dengan portal yang diterapkan setiap hari mulai pukul 17.30- 00.00 WIB di mana di jam-jam tersebut seharusnya geliat ekonomi dan jasa sedang tinggi.

Dia mengatakan, Pemkot Tegal membuat kebijakan pemasangan portal di Alun-alun tanpa diawali dengan sosialisasi kepada masyarakat. Selaun itu kata Anis, Pemkot juga tak memiliki dasar hukum. Ia menegaskan kalau kawasan itu sesuai Perda Nomor 1 Tahun 2021 tentang RT/RW merupakan kawasan perdagangan dan jasa.

Di pihak lain, Plt Dinas Perhubungan Kota Tegal Abdul Kadir, dalam kesempatan video conference yang digelar Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan yang juga diikuti P2KAT menyampaikan sejumlah alasan mengapa kawasan Alun-alun ditutup portal.

Ia menyatakan kawasan mulai dari jalan di Alun-alun itu memang sedang disiapkan sebagai jalur pedestrian atau khusus bagi pejalan kaki.

“Kemudian memberikan keamanan dan kenyamanan pejalan kaki termasuk mengurangi tingkat kemacetan lalu lintas,” kata Abdul Kadir, via zoom meeting, Senin (13/12/2021)

Selain itu, ia mengatakan alasan pemasangan portal juga untuk mengurangi kerumunan massa di kawasan itu karena situasi masih pandemi.

“Karena kemarin sempat pengaturan Covid maka kita bikin portal, karena kalau dibiarkan sangat ramai kerumunan, karena massa tidak hanya dari Kota Tegal namun dari Brebes sampai Pemalang. Bahkan saat PPKM darurat kami sangat kesusahan untuk menghalau dan mengurai kerumunan maka kami bikin portal,” kata Abdul Kadir.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

30  +    =  36