Channel9. id – Jakarta. Kursi Menteri Keuangan (Menkeu) kembali berganti. Purbaya Yudhi Sadewa resmi dicopot oleh Presiden Prabowo Subianto pada Senin (14/9/2026), hanya beberapa saat setelah dirinya menerima telepon dari Menteri Sekretaris Negara saat tengah menghadiri rapat kerja dengan Komite IV DPD RI di Jakarta.
Posisinya langsung digantikan oleh Suahasil Nazara, sosok yang bukan orang baru di Kementerian Keuangan.
Alasan Pencopotan
Keputusan mendadak ini memicu spekulasi luas. Ekonom Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudistira, mengungkapkan bahwa akar masalahnya adalah kendala koordinasi internal yang sudah parah di tubuh Kemenkeu, khususnya antara Direktorat Jenderal Pajak dan Bea Cukai. Restitusi pajak yang ditahan untuk semua sektor—bukan hanya sumber daya alam—membuat banyak pelaku usaha tidak senang dan memicu perbedaan pendapat tajam di internal.
Selain itu, ketegangan dengan Danantara terkait setoran dividen BUMN senilai Rp 120 triliun turut memperkeruh situasi. Gaya kepemimpinan Purbaya yang dinilai overconfidence dan komunikasi yang semakin buruk disebut menjadi pemicu evaluasi pemerintah.
Pengamat politik Efriza menilai pencopotan ini bukan karena Prabowo menganggap Purbaya gagal, melainkan murni untuk memperbaiki pengelolaan APBN agar tidak ada gejolak antara kepentingan publik dan program prioritas pemerintah.
Siapa Suahasil Nazara?
Suahasil bukan figur asing. Ia telah mendampingi Kemenkeu sejak era Sri Mulyani, menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan sejak 25 Oktober 2019 di era Presiden Jokowi, dan kembali dipercaya sebagai Wamenkeu di Kabinet Merah Putih. Guru Besar Ilmu Ekonomi UI ini meraih gelar doktor dari University of Illinois at Urbana-Champaign dan dikenal sebagai teknokrat yang sangat memahami struktur fiskal.
Pasar Merespons Positif
Pasar menyambut baik pergantian ini. IHSG yang sempat anjlok hingga 2,5 persen ke level 6.371, langsung berbalik menguat dan menyentuh level tertinggi 6.550 tak lama setelah pelantikan Suahasil diumumkan. Meski akhirnya ditutup melemah tipis 0,10 persen di posisi 6.534, total transaksi mencapai Rp 17,77 triliun.
Pengamat pasar modal Elandry Pratama menilai respons positif ini muncul karena Suahasil dianggap sebagai figur yang familiar dengan pengelolaan fiskal, sehingga ekspektasi kesinambungan kebijakan tetap terjaga.
Managing Director Research Samuel Sekuritas Harry Su menyebut penunjukan Suahasil sebagai langkah memulihkan kepercayaan pasar di tengah meningkatnya friksi soal target pendapatan dan transfer dana negara.
Namun, analis mengingatkan bahwa rebound ini masih bersifat jangka pendek. ”Ke depan, pasar akan mencermati kemampuan Suahasil menjaga kredibilitas APBN, disiplin fiskal, dan stabilitas rupiah,” ujarnya.
Baca juga: Suahasil Jadi Menkeu, DPR Soroti Pembenahan Pajak dan Bea Cukai




