Channel9.id-Jakarta. Musisi Lafa Pratomo kembali melanjutkan narasi musikal dalam proyek terbarunya, EP Garis Tegak, melalui rilisan keempat berjudul ‘Juara Dua’. Menggandeng Ari Lesmana dan duo elektronik White Chorus, lagu ini mengangkat pesan tentang resiliensi, kebahagiaan, serta keberanian untuk tidak selalu menjadi yang terdepan.
‘Juara Dua’ hadir sebagai antitesis terhadap tekanan sosial yang menuntut setiap orang untuk terus berkompetisi dan menjadi nomor satu. Bagi Lafa dan para kolaboratornya, memilih posisi kedua bukanlah sebuah kekalahan, melainkan keputusan untuk menjalani hidup dengan lebih tenang, nyaman, dan bermakna.
Kolaborasi ini berangkat dari keresahan yang sama di antara para musisi. Ari Lesmana, misalnya, merefleksikan pengalaman menghadapi ritme kerja yang melelahkan hingga mempertanyakan tujuan dari berbagai pencapaian yang dikejar. Kini, ia lebih memilih kehidupan yang secukupnya tanpa terus-menerus mencari validasi.
Pandangan serupa disampaikan White Chorus yang melihat industri musik semakin terburu-buru dalam memproduksi dan merilis karya. Meski tetap memiliki target, mereka meyakini bahwa proses kreatif bukanlah perlombaan untuk mengalahkan orang lain.
Secara musikal, ‘Juara Dua’ berawal dari enam pilihan beat yang ditawarkan White Chorus. Draft keenam akhirnya dipilih sebagai fondasi lagu, meski awalnya hanya berupa potongan musik dengan drum break dan gitar akustik yang sempat tersimpan karena dinilai kurang sesuai dengan konsep EP yang lebih elektronik.
Karakter mentah dari draft tersebut justru menarik perhatian Ari Lesmana. Melalui proses pengembangan bersama, materi itu berkembang menjadi komposisi dinamis yang memadukan ketenangan gitar akustik, pola repetitif, dan perubahan nada di bagian tengah lagu.
Emir dari White Chorus menjelaskan bahwa meskipun sampel drum awal berkembang menjadi rekaman ulang, karakter drum break yang kuat tetap dipertahankan sebagai fondasi komposisi.
Lafa mengatakan, proses produksi lagu ini diselesaikan melalui dua pertemuan utama. Sesi pertama berfokus pada eksplorasi musik dan melodi, sedangkan sesi kedua digunakan untuk menyusun lirik berdasarkan catatan percakapan mereka.
Dalam proses tersebut, Lafa mengambil peran sebagai “penjahit” ide yang merangkai gagasan para kolaborator tanpa menghilangkan karakter masing-masing. Harmonisasi vokal pun terbentuk secara organik ketika Ari mengisi register suara rendah untuk melengkapi vokal Friska dari White Chorus yang telah direkam lebih dahulu.
Perpaduan kedua karakter vokal itu menghadirkan warna tersendiri sekaligus memperkuat cerita yang ingin disampaikan melalui lagu.
Kini, ‘Juara Dua’ sudah tersedia di berbagai platform musik digital. Melalui rilisan ini, Lafa Pratomo, Ari Lesmana, dan White Chorus mengajak pendengar untuk memaknai kembali arti keberhasilan.
Bagi mereka, kebahagiaan tidak selalu ditentukan oleh siapa yang mencapai garis finis lebih dahulu. Terkadang, keberanian untuk berhenti mengejar validasi dan memilih hidup secukupnya justru menjadi kemenangan yang sesungguhnya.
Kontributor: Akhmad Sekhu




