Connect with us

Lifestyle & Sport

Manfaat Merawat Kulit dengan Oatmeal

Published

on

Channel9.id-Jakarta. Akhir pekan adalah waktu untuk bersantai. Waktunya bagi Anda untuk memanjakan diri. Merawat kulit wajah dengan maskeran, misalnya. Oatmeal bisa menjadi pilihan untuk agenda ini.

Memang, umumnya oatmeal dikonsumsi untuk menu sarapan, seperti bubur. Namun, rupanya ia bermanfaat juga untuk wajah dan kulit.

Nutrisi yang dimiliki oatmeal bisa mengatasi kulit kering hingga gatal-gatal. Oatmeal mengandung serat, antioksidan tinggi, dan sejumlah zat antiradang. Karenanya, bahan alami ini bisa melembabkan dan menjaga kesehatan sel-sel kulit. Adapun manfaat oatmeal untuk merawat kulit wajah yakni sebagai berikut.

Melembabkan kulit
Anda bisa menggunakan oatmeal sebagai masker, pembersih wajah dan kulit, atau menggunakan pelembap yang mengandung oatmeal. Oatmeal diketahui bisa mengembalikan kelembapan alami lapisan kulit sehingga bisa menjaga kulit tetap lembap.

Mengangkat sel kulit mati
Oatmeal sebagai scrub bisa mengangkat sel-sel kulit mati dan kotoran dari permukaan kulit. Ia bisa membersihkan kulit tanpa menghilangkan kelembapannya.

Baca juga : Alih-alih Menyehatkan, Kurangi Konsumsi Karbohidrat Justru Memiliki Efek Ini

Meredakan iritasi kulit
Antioksidan dan zat antiradang pada oatmeal bisa membantu mengatasi peradangan pada kulit. Pun bisa memulihkan kondisi kulit yang kering, kasar, dan bersisik, serta meredakan iritasi dan gatal pada kulit yang mengalami eksim, alergi, atau dermatitis.

Kurangi kerutan
Antioksidan dan aneka zat yang dikandung oatmeal memiliki efek antipenuaan. Kandungan ini baik untuk memperlambat penuaan kulit, serta mencegah kerutan di kulit wajah. Selain itu, oatmeal bisa merangsang pembentukan jaringan kulit baru dan melembabkan kulit, sehingga kerutan tampak samar.

Merawat kulit sensitif
Pemilik kulit sensitif bisa memanfaatkan oatmeal karena potensi alerginya sangat rendah. Bahkan oatmeal atau bahan mengandung oatmeal bisa meredakan masalah seperti, kulit kering, gatal, kemerahan yang timbul akibat pemakaian produk yang tidak sesuai dengan jenis kulit. Kendati begitu, ada pula yang alergi terhadap oatmeal.

Melindungi kulit dari efek sinar UV
Oatmeal bisa melindungi kulit dari dampak sinar UV. Sebab oatmeal mengandung zat yang bisa melindungi sel-sel kulit dari kerusakan akibat paparan sinar matahari dalam jangka panjang.

(LH)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lifestyle & Sport

Pilihan Makanan Bagi Anda yang Suka Kentut

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Kentut memang hal yang kerap dialami semua manusia. Pasalnya, tubuh akan mengeluarkankan gas ini secara alami.

Untuk diketahui, gas itu terbentuk dari proses pencernaan makanan yang tak seluruhnya terserap usus kecil, sehingga masuk ke usus besar. Akhirnya makanan ini difermentasikan oleh bakteri di usus. Proses inilah yang menyebabkan munculnya gas. Kemudian gas ini memicu sakit perut atau kembung, hingga akhirnya dikeluarkan melalui kentut.

Nah, jika akhir-akhir ini Anda merasa lebih banyak kentut, coba perhatikan makanan yang dikonsumsi. Sebab bisa jadi makanan yang dikonsumsi mengandung gas. Untuk meminimalisasi intensitas kentut, ada beberapa makanan pilihan yang bisa Anda konsumsi. Berikut di antaranya.

Baca juga: Mengapa Kentut Kita Berbeda

Makanan Difermentasi
Bakteri alami pada makanan fermentasi tak akan memicu produksi gas berlebih. Justru meringankan pekerjaan bakteri di usus, sehingga baik untuk pencernaan. Adapun contoh makanan fermentasi yang bisa dikonsumsi yaitu yogurt, tempe, dan tahu.

Protein hewani, tanpa karbohidrat
Tubuh mencerna protein dengan baik. Sumber protein yang berasal dari hewan tidak mengandung karbohidrat, sehingga bisa dicerna oleh usus halus. Artinya, mengonsumsi protein hewani bisa menghindari terbentuknya gas berlebih di perut.

Untuk diketahui, karbohidrat perlu difermentasikan di usus besar untuk dicerna menyeluruh.

Adapun protein hewani yang direkomendasikan di antaranya daging sapi, ayam, ikan, dan telur. Pastikan tak diberi tambahan gula atau bawang.

Buah-buahan rendah gas
Ada banyak buah-buahan yang rendah gas. Namun, Anda tetap harus membatasi dalam mengonsumsinya. Sebab semakin banyak dikonsumsi, semakin banyak gas yang terkumpul. Jadi, konsumsilah sewajarnya seperti anggur, kiwi, nanas, stroberi, melo madu, dan alpukat.

Sayuran rendah karbohidrat
Pilihlah sayuran yang rendah karbohidrat agar mudah dicerna dan tak perlu difermentasikan oleh bakteri di usus, antara lain paprika, mentimun, bayam, tomat, dan sawi.

Selain makanan, perhatikan juga apa yang diminum. Minuman bersoda dan susu tinggi laktosa, bisa membuat gas berlebih. Anda disarankan meminum air putih dan jus tanpa gula.

Untuk menjaga pencernaan dan tetap terhidradi, perbanyaklah minum air putih.

(LH)

Continue Reading

Lifestyle & Sport

Banyak Manfaat, Amankah Makan Ayam Setiap Hari?

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Dalam menu makan sehari-hari, ayam kerap menjadi pilihan. Saat di acara resmi pun ayam biasanya menjadi menu katering. Tak ayal demikian sebab harga daging ayam lebih murah dari daging lainnya, belum lagi ukurannya yang besar.

Kandungan Daging Ayam
Selain pertimbangan ekonomis, daging ayam pun kaya akan kandungan bergizi. Salah satunya, daging ayam merupakan sumber lemak yang baik untuk tubuh. Kendati daging ini mengandung lemak jenuh, namun jumlahnya lebih sedikit daripada dengan daging merah. Setidaknya, dengan memilih ayam, risiko tubuh terkena penyakit jantung menurun karena tingkat kolesterol jahat tidak sebanyak daging lain.

Daging ayam juga kaya akan asam amino atau protein. Kandungan ini merupakan sumber pembangun tubuh dalam membentuk otot. Bahkan kandungan ini bisa memecah racun.

Selain itu, mengonsumsi daging ayam pun menurunkan risiko kanker. Sebab ayam menjadi salah satu sumber selenium yang baik–yaitu antioksidan yang mempengaruhi kinerja vitamin C dan E dalam melawan radikal bebas yang memicu kanker.

Kemudian ayam pun mengandung B6 yang membantu proses metabolisme protein dan karbohidrat. Tanpa kandungan ini, sistem kekebalan tubuh, metabolisme, dan sistem saraf pusat tak bisa berfungsi dengan baik. Bahkan, vitamin B3 atau niacin yang tinggi pada ayam juga bisa menjaga kesehatan sel-sel tubuh dan menurunkan kolesterol.

Baca juga : Pola Makan yang Bikin Bebas Stres

Menimbang kandungannya yang begitu baik bagi kesehatan, sejatinya bolehkah mengonsumsi ayam setiap hari? Hal ini sebetulnya bergantung jenis ayam, cara memasak, dan bagian mana yang dikonsumsi. Ayam bisa menjadi sumber nutrisi yang baik jika ketiga faktor ini diperhatikan.

Pertama, perhatikan jenis ayam. Ayam yang paling baik dikonsumsi ialah ayam organik dan ayam probiotik. Sebab makanan dan tempat tinggalnya dijaga dengan baik sehingga kedua ayam ini lebih sehat. Berbeda dengan ayam negeri dan kampung.

Ayam negeri cenderung disuntik hormon dan antibiotik agar membuatnya tetap sehat dan tumbuh besar. Jika terlalu banyak mengonsumsi ayam ini, kesehatan sistem reproduksi bisa terganggu. Bahkan bisa mengacaukan kerja hormon alami tubuh dan meningkatkan berbagai risiko penyakit. Ini tak terlepas dari hormon yang disuntikkan ke ayam–seperti steroid, estrogen, progesteron, dan testosteron, kerap tak sesuai aturan.

Sementara, ayam kampung yang dilepas bebas tanpa disuntik pun berisiko. Sebab, ayam kampung bisa memakan apapun yang ditemukan di jalanan. Hal ini bisa mengancam kesehatan Anda.

Selain jenis ayam, perhatikan pula cara memasaknya. Jika mengonsumsi ayam yang digoreng, kadar lemak dan kolesterol yang dibawa bisa menaikkan risiko penyakit jantung. Anda disarankan untuk mengonsumsi ayam yang dikukus, direbus, atau dipanggang.

Kemudian, bagian ayam yang dikonsumsi juga perlu diperhatikan. Dada ayam merupakan bagian yang paling menyehatkan di antara bagian lain. Dan, hindari konsumsi kulit dan bagian yang berlemak.

Sebaiknya variasikan menu makanan dengan lauk lain. Jika mengonsumsi makanan yang itu-itu saja, maka tubuh akan mendapat gizi yang juga itu-itu saja. Padahal tubuh membutuhkan zat gizi lainnya agar bisa melaksanakan fungsi tubuh dengan baik, selerti dari ikan yang tinggi omega-3 dan vitamin B12.

(LH)

Continue Reading

Lifestyle & Sport

Pola Makan yang Bikin Bebas Stres

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Stres disebabkan oleh banyak faktor, dari hubungan dengan orang lain, sekolah, hingga pekerjaan. Selain itu, apa yang dikonsumsi ternyata juga berpengaruh pada suasana hati atau mood.

Diketahui, pola makan harian berperan besar sebagai sumber stres. Pasalnya, zat gizi dari makanan berperan untuk menunjang fungsi otak, kekebalan tubuh, hingga mengeluarkan racun. Bahkan, membantu menurunkan kadar hormon kortisol dan adrenalin yang meningkat saat stres.

Maka dari itu, disarankan untuk disiplin menjaga pola makan guna mengurangi stres, agar tubuh dan pikiran bisa lebih bahagia. Berikut ini pola makan yang dianjurkan.

1. Penuhi kebutuhan cairan
Kurang cairan bisa membuat dehidrasi. Jika dehidrasi terjadi, maka kadar hormon kortisol bisa meningkat. Peningkatan hormon ini disebut juga sebagai cara tubuh merespon ketika sedang kekurangan cairan. Untuk itu, pastikan kebutuhan cairan tubuh tercukupi untuk mencegah dehidrasi dan stres.

2. Konsumsi karbohidrat kompleks
Tubuh akan melepaskan hormon kortisol dan adrenalin saat stres. Namun, serotonin yang bertugas untuk memperbaiki suasana hati malah menurun.

Untuk mengembalikan serotonin, Anda disarankan mengonsumsi karbohidrat kompleks setiap makan. Misalnya dari roti gandum, biji-bijian, sayuran, maupun buah-buahan. Hal ini diperkuat oleh hasil penelitian yang menyebutkan bahwa konsumsi sumber karbohidrat kompleks bisa membantu memproduksi lebih banyak serotonin.

Baca juga : Stres Bisa Memperlemah Imun, Berikut Tips Bebas Stres

3. Konsumsi banyak serat
Mengonsumsi makanan berserat tinggi bisa mengurangi stres. Saat mengonsumsi serat, bakteri dalam usus diketahui akan mengubah serat menjadi asam lemak rantai pendek, alias short-chain fatty acids (SCFAs). Selain menjadi sumber gizi utama bagi pencernaan, makanan dengan SCFAs juga bisa membantu menurunkan tingkat stres.

Adapun makanan berserat yang bisa merangsang produksi SCFAs contohnya, apel, kacang kedelai, kacang polong, produk dari gandum, serta aneka ragam sayuran.

4. Kurangi konsumsi lemak
Mengonsumsi makanan berlemak memperparah stres. Pasalnya, pola makan tak sehat, seperti terlalu banyak lemak jenuh dan trans, bisa berefek buruk pada keseimbangan hormon di dalam tubuh. Salah satunya memengaruhi kadar hormon pemicu dan pengendali stres. Maka dari itu, Anda disarankan untuk membatasi mengonsumsinya.

5. Perbanyak asupan vitamin dan mineral
Selain menunjang berbagai fungsi tubuh saja, asupan zat gizi mikro ini membantu mengurangi tingkat stres. Dari vitamin B3, vitamin B6, vitamin B12, vitamin C, magnesium, serta selenium.

Jika kebutuhan zat tersebut tak terpenuhi, maka risiko tekanan psikologis meningkat. Bahkan, bisa mengacaukan keseimbangan hormon pemicu dan pengendali stres pada tubuh.

(LH)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

HOT TOPIC