Connect with us

Lifestyle & Sport

Mantan Pembalap Alex Asmasoebrata Meninggal Dunia

Published

on

Channel9.id – Jakarta.  Mantan Pembalap Indonesia Alex Asmasoebrata meninggal dunia pada pukul 00.10 WIB di RSCM Kencana, Sabtu 2 Januari 2021. Kabar tersebut disampaikan oleh Istri Alex, Sofia Muri Mardiana.

“Mohon keikhlasan untuk mendoakan rahimahullah semoga Alm husnul khatimah,” kata Sofia.

Dia pun meminta untuk kerabat tidak melakukan kunjungan mengingat situasi pandemi saat ini.

Baca juga: Mantan Penyiar TVRI Inke Maris Meninggal Dunia 

“Tanpa mengurangi rasa hormat dan terimakasih kami tidak menerima kunjungan/takziyah mengingat situasi pandemi saat ini untuk keamanan dan kesehatan semua pihak,” ujarnya.

Alex merupakan legenda di ajang balap mobil nasional. Pada Februari 2020, Alex sempat comeback di ajang Kejurnas Gokart Eshark ROK Cup seri pertama.

Pria yang tutup usia di umur 69 tahun ini, juga pernah menjadi ketua harian Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (Pordasi).

Di dunia politik, Alex pernah bergabung dengan PDI, PDIP, dan yang terakhir Partai Demokrat.

(HY)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lifestyle & Sport

Pilihan Masker di Akhir Pekan Untuk Cerahkan Wajah

Published

on

By

Pilihan Masker di Akhir Pekan Untuk Cerahkan Wajah

Channel9.id-Jakarta. Kiranya akhir pekan adalah waktu yang tepat untuk “me-time” dan bersantai. Cobalah isi waktu ini dengan merawat diri, seperti masker wajah.

Menimbang Kamu punya waktu yang lebih santai, cobalah maskeran dengan bahan alami yang tersedia di rumah.

Sehubungan besok Senin dan hari kerja, Kamu mungkin ingin dirimu nampak segar dan cerah saat masuk tempat kerja atau tampil di konferensi virtual. Nah, Kamu bisa memilih bahan alami yang memenuhi keinginanmu ini.

Baca juga : Risiko Menggunakan Masker Wajah Setiap Hari, Bisa Memicu Penuaan Dini

Memangnya, bahan alami apa saja sih yang bisa digunakan sebagai masker pencerah wajah dan mudah didapat? Berikut ini beberapa di antaranya.

1. Timun
Timun mampu mengikat kolagen dan membuat kulitmu kencang serta kenyal. Kondisi kulit ini menjadi faktor yang membuat kulit cerah merata.

Untuk itu, Kamu bisa memanfaatkan bahan alami ini sebagai masker wajah. Caranya, iris timun, lalu tempelkan irisan tersebut pada kulit wajah. Biarkan selama beberapa menit, lalu bilas kulitmu dengan air

2. Madu
Perlu Kamu ketahui, kulit kering umumnya menjadi faktor yang membikin warna kulit tak merata. Nah, untuk mengatasi masalah ini, Kamu bisa maskeran dengan madu.

Tak hanya melembabkan kulit, madu juga bisa mencerahkan kulit. Madu pun bersifat antibakteri yang bisa menyamarkan tanda penuaan dan luka bekas jerawat.

Untuk maskeran dengan madu, Kamu cukup oleskan madu murni pada wajah. Kemudian biarkan dalam beberapa menit dan bicuc dengan air hangat.

3. Lemon
Vitamin C pada lemom bisa menstimulasi pertumbuhan sel baru. Lalu, sifat asamnya juga membantu mencerahkan kulit secara alami.

Untuk mencerahkan kulit, usahakan jangan mengaplikasikan cairan lemon langsung pada wajah. Pasalnya, sifat asamnya bisa memicu iritasi pada kulit. Maka dari itu, Kamu disarankan mencampurkannya dengan madu. Lalu oleskan pada wajah. Biarkan selama 10-15 menit, kemudian bilas dengan air.

4. Yogurt
Yogurt dikenal memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, termasuk kulit. Nah, salah satu kandungannya, asam laktat, bisa mencerahkan kulit, lho.

Untuk menggunakannya sebagai masker, gosokkan yogurt tanpa rasa pada kulit wajahmu dengan lembut. Lalu diamkan beberapa menit, kemudian bilas dengan air hangat.

Kamu bisa mengaplikasikannya setiap hari untuk hasil yang optimal.

(LH)

Continue Reading

Lifestyle & Sport

Berwisata Ke Taman Nasional Baluran “Little Africa In Java”

Published

on

By

Taman Nasional Baluran “Little Africa In Java”

Channel9.id-Banyuwangi. Ingin menikmati padang savana yang asli bukan buatan seperti di Afrika. Tidak perlu pergi jauh-jauh ke Afrika, karena alam Indonesia sudah menyediakan dengan segala keindahannya.

Datanglah ke Banyuwangi yang mempunyai sebuah objek wisata dengan pesona yang menawan dan wajib untuk di kunjungi oleh para wisatawan yaitu Taman Nasional Baluran sebuah kawasan yang memang mempesona dan esoktis.

Destinasi wisata yang satu ini bahkan di juluki “Little Africa In Java’ karena keindahannya.
Taman Nasional Baluran (TNB) terletak di Desa Wonorejo, Kec. Banyuputih, kab. Situbondo. Mungkin Masyarakat luas lebih mengetahui Bahwa Baluran terletak di Kabupaten Banyuwangi, hal tersebut karena memang letak Taman Nasional Baluran berada di perbatasan Banyuwangi-Situbondo dan lebih dekat dengan Banyuwangi.

Baca juga : Wisata Pantai Kebo Trenggalek, Indahnya Pemandangan Rerumputan Hijau Dekat Laut

Baluran mendapat julukan Africa Van Java atau Little Africa. Julukan tersebut memang sangat pantas, karena di dalam TNB terdapat padang Savana yang sangat luas dengan banyak satwa liarnya. Banteng, rusa, ular, kerbau, monyet ekor panjang yang lumayan buas, kerbau dan burung merak yang indah, semua ada di Baluran. Keberadaan satwa liar ini menjadi ciri khas kawasan konservasi Taman Nasional Baluran.

Nama Baluran di ambil dari nama gunung yang berada di kawasan ini yaitu gunung Baluran yang tampak berdiri kokoh dan menjadi latar yang indah.
Tipe-tipe hutan yang ada di Taman Nasional Baluran

Hutan Musim

Hutan ini akan menyambut wisatawan yang datang ke sini setelah melewati pos penjagaan. Nah, yang dimaksud dengan hutan musim adalah hutan yang akan berubah-berubah sesuai dengan musimnya,
Saat musim penghujan wisatawan akan disuguhkan pesona hijaunya pepohonan. Tetapi,bila wisatawan datang pada musim kemarau, wisatawan akan dihibur dengan kondisi gersang. Warna coklat dengan dedaunan yang seakan rontok.
Hutan Evergreen

Nah, kalau ini hutan abadi. Dimana, hutan disini dalam kondisi subur. Bukan musiman seperti yang diatas. Jadi, kapan pun, hutan ini akan selalu tampak hijau dan menggemaskan.

Tanah di hutan ini memang cukup subur. Disini, ada sebuah aliran sungai yang berfungsi sebagai cadangan air untuk tumbuhan. Itulah sebabnya, mengapa kawasan ini lebih terbilang hijau esoktis dari pada yang sebelumnya.

Disini, wisatawan harus berjalan kurang lebih 3 kilometer menuju ke kawasan selanjutnya. Dan, disini pula bisa merasakan bagaimana sejuknya kawasan ini. serasa di surga. Apalagi, saat panas terik matahari menyengat, berteduh di tempat ini adalah sebuah kewajiban.
Savana Bekol

Sampailah kita di savana bekol. Dimana, savana inilah yang dijuluki dengan little Africa. Dimana, kawasan ini memiliki 10.000 hektar atau lebih dari sepertiga kawasan ini. disini, wisatawan akan disuguhi padang rumput serta pemandangan gunung nan esoktis. Savana bekol memiliki sifat hampir sama dengan hutan musim.

Dimana, saat musim penghujan, kawasan ini memiliki pesona hijau nan menawan. Biasanya, di saat musim penghujan ada banyak hewan yang bisa dilihat seperti rusa yang sedang makan rerumputan.
Disarankan, bagi wisatawan yang berkunjung ke sini untuk berhati-hati. Lantaran ini adalah alam bebas. Bisa-bisa bertemu dengan ular atau sekawanan banteng yang sedang datang. Lebih baik, wisatawan berhenti dan biarkan mereka lewat terlebih dahulu. Atau jika, bertemu dengan ular tenang dan jangan panik.

Pantai Bama

Memasuki kawasan pantai Bama, pengunjung akan disambut oleh monyet yang sangat banyak dan liar. Pantai Bama memiliki fasilitas yang lengkap, terdapat kantor, gudang, mushola dan kamar mandi umum. Juga terdapat dua buah bangunan penginapan dan kantin. Selain itu, terdapat pula area permainan outbond.

Pantai bama adalah tempat terbaik untuk melihat matahari terbit karena terletak di selat Bali dan menghadap ke timur. Di sana terdapat hutan Mangrove. Pengunjung bisa melakukan banyak aktivitas, seperti berkeliling menyusuri pantai dan akan menemui rumah pohon, lalu bisa menjelajahi hutan Mangrove dan mengunjungi dermaga. Selain itu, pengunjung bisa berkano dan wajib melakukan snorkling.

Dengan menyewa Boath pengunjung bisa mengelili perairan laut, Di kedalaman 60 cm terdapat vegetasi bawah laut yang disebut padang lamun, yaitu sejenis tumbuhan rumput laut yang berdaun panjang. Semakin ke tengah dengan kedalaman 3 m, terlihat jelas pemandangan beraneka warna terumbu karang, ikan dan hewan air yang unik.

Ekosistem terumbu karang di pantai Bama yaitu Lempuyang, Bilik, Air Karang, Kajang, Balanan dan Kalitopo. Terumbu karang yang ada di Taman Nasional Baluran adalah jenis karang tepi yang memiliki lebar beragam dan berada pada kisaran kedalaman 0,5 meter – 40 meter. Bentuk – bentuk karang yang hidup pada lokasi tersebut meliputi Acropora Branching, Acropora Encrusting, Acropora Tubulate dan Mushroom Coral.

Continue Reading

Lifestyle & Sport

Penggalian Situs Petirtaan Kuno di Jombang Dilanjutkan Tahun Ini

Published

on

By

Penggalian Situs Petirtaan Kuno di Jombang

Channel9.id-Jakarta. Pada Juli 2019, warga Dusun Sumberbeji, Desa Kesamben di Jombang, Jawa Timur tak sengaja mendapati struktur purbakala saat sedang membersihkan sendang atau kolam dari mata air.

Warga kemudian melaporkan temuan tersebut ke Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur. Lalu dilakukanlah penggalian atau ekskavasi.

Hasilnya, sekitar dua meter di bawah sendang, didapati sebuah petirtaan kuno dengan luas 18 x 24 meter.

Baca juga : Situs Purbakala Sebelum Era Majapahit ditemukan Warga

Untuk diketahui, petirtaan sendiri merupakan tempat penyucian diri keluarga raja.

BPCB menduga bahwa petirtaan tersebut berasal dari abad ke-10 hingga ke-12. Petirtaan ini juga diprediksi dibangun pada Kerajaan Kediri dan masih digunakan hingga masa Majapahit.

Sejak situs itu ditemukan, pemerintah dengan dukungan warga, terus melakukan ekskavasi hingga akhirnya ditemukan sejumlah peninggalan kuno. Misalnya, jaladwara atau pancuran air berbentuk Garudeya.

Pada 2021 ini, pengerjaannya pun akan terus dilanjut. Hal ini pun disampaikan oleh Direktur Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Hilmar Farid.

“Tahun ini tim akan terus bekerja, dengan dukungan dari Pemerintah Kabupaten Jombang dan warga desa, untuk menghidupkan kembali saluran dari sendang ke sungai yang terletak sekitar 800 meter dari situs,” tuturnya, dikutip dari akun Instagram @hilmarfarid pada Sabtu (16/1).

Sekadar informasi, sama seperti situs lain di Pulau Jawa, petirtaan kuno di Dusun Sumberbeji ini telah lama tertimbun di bawah tanah akibat tertimbun abu letusan dan lahar gunung berapi, lanjut Hilmar.

(LH)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

HOT TOPIC