Connect with us

Nasional

Mendagri Terbitkan SE Percepatan Pelaksanaan APBD dan Kemudahan Investasi

Published

on

Channel9.id-Jakarta. Menteri Dalam Negeri (Mendagri) menerbitkan Surat Edaran Nomor 903/145/SJ tanggal 12 Januari 2021 tentang Percepatan Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2021 dan Kemudahan Investasi di Daerah Dalam Rangka Mendorong Pertumbuhan Ekonomi di Daerah yang ditujukan kepada Gubernur, Bupati dan Walikota di seluruh Indonesia.

“Surat Edaran ini juga untuk melaksanakan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2015, Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja, Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2019 tentang Pemberian Insentif dan Kemudahan Investasi di Daerah, dan Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2019 tentang Percepatan Kemudahan Berusaha,” kata Dirjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri, Mochamad Ardian.

Baca juga: Mendagri Minta Kepala Daerah Dukung Percepatan Pembangunan 

Menurut Ardian, Surat Edaran ini difokuskan pada dua hal, yaitu pada penggunaan APBD Tahun Anggaran 2021 dan percepatan kemudahan investasi di daerah.

Untuk penggunaan APBD Tahun Anggaran 2021, pemerintah daerah (pemda) diminta melakukan percepatan pelaksanaan APBD dengan melakukan proses pelelangan kegiatan-kegiatan yang sudah dianggarkan dalam APBD pada awal tahun anggaran. Hal ini dilakukan agar terhindar dari penumpukan penyerapan anggaran di akhir tahun.

“Pelaksanaan kegiatan dimaksud juga memperhatikan realisasi penerimaan daerah dan difokuskan pada kegiatan yang berorientasi produktif, pelayanan publik, dan pertumbuhan ekonomi daerah antara lain pembentukan tenaga tracing di daerah masing-masing yang selanjutnya diberikan kompensasi melalui APBD,”jelas Ardian.

Dalam percepatan kemudahan investasi di daerah, Pemerintah Daerah diminta untuk mendorong peningkatan investasi ke daerah yang berasal dari dalam negeri dan luar negeri sesuai dengan potensi di daerah.

“Sehingga sumber pendanaan dalam pelaksanaan pembangunan daerah tidak hanya bertumpu pada APBD dan APBN guna memperkuat iklim investasi daerah sehingga dapat menciptakan lapangan kerja baru,”terang Ardian.

Selain itu, Pemerintah Daerah juga harus mendorong peran serta masyarakat dan sektor swasta dalam pembangunan daerah antara lain melalui pemberian insentif (fiskal dan non fiskal) dan/atau kemudahan investasi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

“Melalui surat edaran ini, Pemerintah Daerah diminta untuk berperan aktif mendukung percepatan pertumbuhan ekonomi dengan memanfaatkan APBD dari awal tahun anggaran serta mempermudah investasi di Daerah,” pungkasnya.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Nasional

RS Covid-19 Penuh, Legislator: Ada Pasien Warga Jabar dan Banten

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Wakil Ketua DPR-RI Sufmi Dasco Ahmad angkat suara terkait rumah sakit rujukan pasien Covid-19 yang penuh. Menurut dia, hal tersebut lantaran rumah sakit di Jakarta juga diisi oleh penduduk dari Provinsi Jawa Barat dan Banten.  Tak heran bila mengalami mengalami over capacity.

“Kami minta kepada menkes untuk mengalkulasi lagi dan melakukan contingency plan untuk mengatasi masalah ini,” imbuhnya, Kamis (21/1)..

Politisi Gerindra itu mengatakan pandemi Covid-19 merupakan tanggung jawab bersama, tidak hanya dibebankan oleh pemerintah daerah atau pusat saja.  Dia juga mengatakan, jika lonjakan yang jumlah penderita yang terjadi saat ini  ada di Indonesia di luar prediksi.

“Apa yang terjadi ini belum pernah terjadi sebelumnya di Indonesia. Oleh sebab itu, kami monitor bahwa rumah sakit di Jakarta ini kemudian diisi oleh penduduk di daerah-daerah sekitar Jakarta,” katanya.

Baca juga: Jokowi: Satgas Penanganan Covid-19 Jadi Pusat Rujukan Informasi Corona 

Sufmi Dasco juga meminta masyarakat untuk bersama-sama membantu menteri kesehatan dalam mengatasi pandemi covid-19.

“Saya minta masyarakat untuk bersama-sama mentaati protokol kesehatan dan tidak melakukan kegiatan di luar rumah,” paparnya.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan rumah sakit rujukan covid-19 di ibu kota sudah hampir penuh.   Mantan menteri pendidikan dan kebudayaan itu membeberkan kapasitas bangsal isolasi dan unit perawatan intensif atau ICU telah terisi 87 persen. “Kapasitas tersisa 13 persen lagi untuk menampung pasien covid-19, baik yang berasal dari Jakarta maupun luar Jakarta,” kata Anies.

IG

 

Continue Reading

Nasional

DPR Sebut Indonesia Harus Jadi Kiblat Studi Islam Dunia

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Ace Hasan Saydzily mengatakan Indonesia harus menjadi kiblat studi Islam dunia.  Menurutnya, Islam Indonesia jangan hanya sekedar kuantitas, tetapi juga harus menunjukkan kualitas keilmuannya dengan adanya universitas terkemuka yang secara khusus melakukan studi Islam.

“Indonesia harus menjadi referensi studi Islam dunia, selain Timur Tengah,” katanya saat mengunjungi Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) Depok, Jabar, Kamis (21/1).

Menurutnya, pembentukan kampus UIII di Depok, merupakan program mercusuar kebanggaan bangsa Indonesia yang berpenduduk muslim terbesar di dunia.

Ace juga menyampaikan pembangunan UIII merupakan salah satu program strategis Presiden Joko Widodo sebagai wujud perhatiannya kepada pendidikan Islam.

“Saya mengunjungi kampus UIII ini karena secara administratif pengelelolaannya di bawah Kementerian Agama sebagai mitra Komisi VIII DPR RI. Kunjungan ini untuk melihat langsung proggres pembangunan kampus ini yang termasuk dalam Program Strategis Nasional (PSN) yang merupakan program Presiden Jokowi,” ujar Ace.

Dalam kunjungan itu, Ace disambut Dirjen Pendidikan Islam Prof. Muhammad Ali Ramdhani, Rektor UIII Prof. Komaruddin Hidayat, Kyai Syafiq Hasyim, Prof. Bahrul Hayat, Dr. Chaidir Bamualim dan civitas akademika. Ia mengatakan jika kampus UIII secara administratif pengelolaannya di bawah Kementerian Agama yang merupakan mitra kerja Komisi VIII DPR RI.

Baca juga: Jokowi Berharap UIII Jadi Kampus Masa Depan Kajian Peradaban Islam  

Lebih lanjut Ace mengemukakan, sebagai negara berpenduduk Muslim yang besar, sangat penting bagi Indonesia mempunyai universitas yang fokus pada kajian Islam dengan ciri khas Indonesia. Nantinya, kampus tersebut akan menyelenggarakan program studi magister dan doktoral.

“Negara-negara yang berpenduduk muslim lainnya telah memiliki universitas bertaraf internasional seperti Mesir, Malaysia, Pakistan, dan lain-lain. UIII harus menjadi center of excellent dan kiblat studi Islam ala Indonesia yang harus mengglobal. UIII ini menyelenggarakan studi S2 dan S3,” tutur politisi Partai Golkar itu.

Berkenaan dengan perkembangan pembangunan sarana prasarana, Ace menyampaikan jika UIII telah menunjukkan progress pembangunan yang pesat.

“Progres pembangunan infrastruktur sudah mulai terlihat penampakannya. (Pembangunan) Perpustakaan, ruang kuliah, gedung rektorat dan masjid sudah progress 70 persen secara fisik. Demikian juga asrama mahasiswa yang dilengkapi fasilitas yang memadai,” pungkas Ace.

Ia berharap agar proses pembelajaran akademik di kampus ini segera dipercepat. Rencananya bulan September 2021 ini akan dibuka. Saat kunjungan, turut berlangsung webinar internasional yang menghadirkan Prof. Ahmed T Kuru (San Diego University, USA).

Ace pun berkomitmen mendukung dan mengawal agar UIII menjadi universitas yang bereputasi internasional sebagai kontribusi Islam Indonesia untuk dunia.

IG

Continue Reading

Nasional

Operasi Pencarian Dihentikan, DVI Polri Tetap Identifikasi Jenazah Korban Pesawat Sriwijaya Air

Published

on

By

Channel9.id – Jakarta. Komandan Disaster Victim Identification (DVI) Pusat Kedokteran dan Kesehatan Polri Kombes Hery Wijatmoko memastikan, pihaknya tetap melakukan proses identifikasi jenazah korban Pesawat Sriwijaya Air meski Basarnas sudah menghentikan operasi pencarian.

“Operasi DVI tetap berjalan, semoga dalam satu minggu ini kami bisa selesaikan sampel dari antemortem dan postmortem untuk direkonsiliasi,” kata Hery, Jumat 22 Januari 2021.

Dia melanjutkan, Polri akan menarik tim fase satu yang bertugas di Jakarta International Container Terminal II (JICT II), Tanjung Priok, Jakarta Utara. Tim tersebut akan ditugaskan memperkuat operasi DVI di RS Polri.

Dia menyampaikan, hingga hari ke-14 operasi pencarian pesawat Sriwijaya Air, pihaknya telah menerima 325 kantong jenazah. Dari jumlah tersebut, 47 korban sudah berhasil diidentifikasi. Kemudian, sebanyak 35 korban di antaranya sudah diserahkan kepada pihak keluarga. Sedangkan, 12 jenazah lainnya masih dalam proses serah terima.

“Kami telah menerima sebanyak 325 kantong (jenazah) dari fase 1 di Tanjung Priok, bertambah 1. Dan ada 274 kantong properti jadi tambah 10,” kata Hery.

Pihaknya juga telah menerima 714 DNA dari 62 keluarga korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air. Angka tersebut terdiri dari 174 antemortem dan 540 postmortem.

Dalam kecelakaan pesawat tersebut, sebanyak 62 orang dilaporkan hilang. Mereka terdiri dari 40 orang penumpang dewasa, tujuh penumpang anak-anak, tiga penumpang bayi, dan 12 orang awak kabin.

HY

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

HOT TOPIC