Connect with us

Hot Topic

Minta Polri Tidak Izinkan Liga 1 dan 2, IPW: Selamatkan Indonesia Sebagai Tuan Rumah Piala Dunia U-20

Published

on

Channel9.id – Jakarta. Indonesia Police Watch (IPW) meminta Polri supaya tidak mengizinkan pelaksanaan pertandingan sepakbola Liga 1 dan 2, mengingat pandemi Covid-19 semakin meluas.

Pelarangan Liga 1 dan 2 dari Polri juga akan menyelamatkan Indonesia sebagai tuan rumah pelaksanaan Piala Dunia U-20 pada pertengahan 2021 mendatang.

“Jika tetap digelar akan melahirkan klaster-klaster baru penyebaran Covid-19 di Jogjakarta dan sekitarnya. Lembaga sepakbola dunia – FIFA pasti akan mempertimbangkan, apakah Indonesia masih pantas menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 atau tidak. Padahal Piala Dunia U20 itu dijadwalkan pada 20 Mei – 14 Juni 2021, diikuti 24 negara,” kata Koordinator IPW Neta S Pane, Kamis (24/9).

Menurut IPW, tidak ada yang bisa memastikan terjaminnya diikutinya pedoman protokol kesehatan Covid-19. Masyarakat sepakbola cenderung tidak disiplin dan sulit diatur.

“Artinya, jika Liga 1 dan 2 tetap digulirkan. Siapa yang menjamin protokol Covid-19 dijalankan oleh masing-masing penyelenggara? Siapa yang menjamin, suporter tidak datang ke sekitar stadion? Siapa yang menjamin, jika pemain dan ofisial klub yang datang dari luar Jogja, tidak membawa virus Covid-19? Indikasi klaster-klaster baru di kota besar, semakin mewabah sudah terlihat. Even sepakbola, sangat mudah terindikasi pandemik. Karena, masyarakat sepakbola Indonesia, cenderung tidak disiplin, dan sulit diatur,” ujarnya.

Karena itu, bukan mustahil FIFA akan menunda atau membatalkan Piala Dunia U-20 di Indonesia. Sebab FIFA menilai PSSI dan Pemerintah dianggap lengah dan tidak peduli dengan pandemi Covid-19.

“Bukan mustahil pula ke 23 negara yang lolos ke Piala Dunia U-20 tahun 2021 akan menolak bermain di Indonesia. Sebab Pemerintah Indonesia dinilai tidak mampu menurunkan penyebaran virus pandemik. Apalagi sampai hari ini, tingkat kematian bertambah. Kenaikan yang terkena Covid-19 di Indonesia juga semakin besar,” ujarnya.

Baca juga : Tepis Gatot Nurmantyo, TB Hasanuddin: Gak Ada Hubungannya

Terlebih, sudah 59 negara telah “melockdown” Indonesia karena melonjaknya angka Covid-19 dan penyebaran virus seakan tidak bisa dikendalikan.

“Jadi, lebih baik Polri melakukan pencegahan untuk tidak memberi ijin kepada Liga 1 dan 2. Tujuannya agar Piala Dunia U-20 bisa diselamatkan dan berlangsung di Indonesia yang diikuti 23 negara. Daripada, dibatalkan FIFA, karena pemerintah Indonesia, tak mampu mengendalikan pandemik Covid-19,” pungkasnya.

(HY)

Hot Topic

Ketua Komisi III DPR Puji Kinerja Setahun Pemerintahan Jokowi-Ma’ruf, Peran Polri Penting

Published

on

By

Channel9.id – Jakarta. Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni memberikan pujian atas kinerja baik pemerintahan Jokowi-Maruf selama setahun ini. Menurut Sahroni, kinerja baik itu tak terlepas dari peran Polri untuk menjaga keamanan di tengah situasi pandemi Covid-19.

“Hal ini tidak lepas dari kinerja kepolisian Republik Indonesia yang berhasil menjaga keamanan hingga situasi tetap kondusif,” katanya, Kamis (22/10).

Kinerja baik itu, contohnya, Polri berhasil mengungkap 29 ribu kasus narkoba selama satu tahun belakang ini.

Sahroni tak menampik masih ada catatan terkait bidang hukum dan HAM yang dikritik oleh publik. Namun hal tersebut menurutnya tidak masalah.

“Dalam demokrasi, kritik dan masukan untuk pemerintah merupakan hal yang normal dan justru harus dihargai,” pungkasnya.

(HY)

Continue Reading

Hot Topic

Hari Santri 2020, KH Said Aqil Siradj: Santri  Harus Berjihad Melawan Wabah

Published

on

By

Channel9.id – Jakarta. Hari Santri diresmikan melalui Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015 tentang Hari Santri. Peringatan tersebut dilaksanakan setiap tanggal 22 Oktober merujuk pada Fatwa dan Resolusi Jihad KH Muhammad Hasyim Asy`ari pada 22 Oktober 1945 ketika berupaya keras menghalau penjajahan kembali oleh Belanda.

Dalam peristiwa tersebut, para laskar dan pejuang santri berperan besar dalam mempertahankan proklamasi kemerdekaan bangsa Indonesia. Kini santri melalui gemblengan lembaga pendidikan pondok pesantren terus mengisi dan menggerakkan pembangunan, benteng moral bangsa, serta potret Islam ramah di tengah gempuran modernisasi asing dan perkembangan teknologi.

Dalam rangka menyambut Hari Santri 2020, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menyampaikan, sebagai sebuah komunitas, jejaring organisasi dan juga pergerakan, santri terbukti mampu menjadi salah satu aktor utama dalam memerdekakan bangsa Indonesia dari jerat kolonialisme.

Santri juga terbukti efektif menjadi penggerak pembangunan yang mendinamisasi kehidupan masyarakat sekaligus mampu bertindak sebagai penjaga persatuan dalam kebinekaan yang sangat harmonis. Santri hari ini dan Santri di masa yang akan datang harus mampu menjawab tantangan zaman.

“Santri diharapkan mampu memenangkan pertarungan global, mengambil peran strategis dan mendedikasikan diri untuk senantiasa siap berkorban dan memiliki kecintaan terhadap tanah air yang tinggi serta mampu mewujudkan kemandirian Indonesia dengan daya saing yang tinggi,” kata Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj berdasar keterangan tertulis, Kamis (22/10).

KH Said Aqil melanjutkan, santri juga tidak hanya mampu mengaji tetapi dituntut untuk mampu menguasai berbagai bidang strategis, produktif dan progresif dalam berbagai hal serta mampu menampilkan model kepemimpinan nasional yang mengedepankan kepentingan bangsa.

Dalam konteks Indonesia dan dunia yang sedang menghadapi pandemi ini, santri harus mengambil peran untuk berjihad memberikan sumbangsih terbaiknya untuk membantu menanggulangi pandemi Covid-19.

“Jika dulu, Fatwa resolusi jihad yang dikeluarkan oleh KH Hasyim Asy’ari dimaksudkan untuk melawan kolonialisme dan penjajahan, maka jihad hari ini adalah bersatu melawan wabah agar kita semua diberi keselamatan dan kesehatan. Sehingga ”Santri Sehat, Indonesia Kuat” menjadi visi bersama untuk mengabdi pada Negeri, membangun, menjaga, dan merawat Ibu Pertiwi,” pungkasnya.

(HY)

Continue Reading

Hot Topic

Ditlantas Polda Metro Jaya Kembali Gelar Operasi Zebra Senin, 26 Oktober 2020

Published

on

By

Channel9.id – Jakarta. Ditlantas Polda Metro Jaya akan kembali menggelar Operasi Zebra. Operasi Zebra kali ini akan diselenggarakan mulai Senin 26 Oktober 2020. Operasi ini akan dilaksanakan selama dua pekan.

Untuk informasi, Operasi Zebra adalah sebutan dari kegiatan yang dilakukan oleh Polri untuk melakukan pemeriksaan surat-surat mengemudi dari para pemakai mobil dan motor dan menindak pelanggaran lalu lintas.

“Operasi Zebra 2020 tanggal 26 Oktober sampai dengan 8 November 2020,” kata Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo, Kamis (22/10).

Sambodo menyampaikan, pihaknya lebih banyak melakukan sosialisasi ketimbang penegakan hukum. Polisi juga akan melakukan tindakan pencegahan pelanggaran.

“Lebih banyak giat preemtif daripada penegakan hukum,” ucap Sambodo.

Karena itu, pengguna kendaraan bermotor diimbau untuk tetap mematuhi peraturan lalu lintas. Pun pengendara juga harus membawa kelengkapan berkendara seperti Surat Izin Mengemudi (SIM) dan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK).

Penggunaan perangkat keselamatan seperti helm untuk pemotor dan sabuk pengaman untuk pengendara dan penumpang mobil juga harus diterapkan. Ini merupakan wujud pengendara untuk mengedepankan keselamatan berlalu lintas.

(HY)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

HOT TOPIC