Connect with us

Nasional

MTQ V Nasional Korpri Resmi Dibuka Wakil Menteri Agama

Published

on

Channel9.id – Kendari. Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa’adi secara resmi membuka Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) Korpri V Tingkat Nasional Tahun 2021 di Arena Utama MTQ Square Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Ahad (14/11/2021) malam.

Pembukaan MTQ ke-5 Nasional Korpri ini berlangsung meriah diwarnai drama kolosal tentang kejayan Islam semasa Kerajaan Buton. Wamenag didampingi oleh Tuan Rumah Gubernur Sultra Ali Mazi, Wagub, Sekdaprov Sultra, Dirjen Dukcapil Kemendagri dan Ketua Korpri Zudan Arif Fakrulloh, serta segenap jajaran Forkompinda dan para pejabat eselon dua lainnya.

Pada kesempatan ini Wamenag Zainut Tauhid mengajak pada ASN anggota Korps Pegawai RI (Korpri) selalu meningkatkan kualitas syukur kepada Allah SWT.

“Hal ini sebagai bentuk kepatuhan atas perintahNya semoga bangsa Indonesia selalu diberikan kesehatan yang paripuna,” kata Wamenag Zainut Tauhid.

Baca juga: Lomba MTQ Pelajar Tingkat Nasional Secara Daring Digelar UNJ Mulai 20 Mei Hingga 20 Juli

Ketua Dewan Pengurus Korpri Nasional (DPKN), Prof. Zudan Arif Fakrulloh mengatakan, MTQ Korpri yang merupakan puncak peringatan HUT Emas Korpri ke-50 ini menjadi ajang silaturahmi antara ASN seluruh Indonesia.

Zudan minta para ASN bersatu sesuai dengan tema HUT Korpri ke-50: “ASN Bersatu, Korpri Tangguh, Indonesia Tumbuh”.
“Jika ASN bersatu, Korpri nya kompak dan tangguh, maka Indonesia pun akan tumbuh maju. Bayangkan bila 4,2 juta ASN bersatu akan menjadi kekuatan pemikiran dan tindakan yang dahsyat demi menjaga Negara Kesatuan RI,” kata Zudan.

Dikesempatan baik dalam naungan kalam ilahi yang digemakan dalam MTQ Korpri, Prof. Zudan tak lupa mengajak hadirin anta lain sekitar 512 peserta dan 206 ofisial dari 34 provinsi dan 37 kementerian/lembaga untuk berdoa bersama di dalam lubuk hati untuk ASN dan tenaga kesehatan yang gugur dalam menghadapi pandemi Covid-19.

Di akhir masa jabatannya yang diperpanjang satu tahun akibat wabah Covid-19, Zudan juga mohon pamit dari Kepengurusan DPKN Masa Bakti 2015-2021.

“Kami akan mengakhiri periode ini pada Februari 2022, dan paling lambat bulan Januari 2022 Korpri akan menyelenggarakan Musyawarah Nasional untuk memilih pengurus yang baru. Untuk itu saya atas nama seluruh Dewan Pengurus Korpri Nasional
Periode 2015-2021 mohon pamit, mohon maaf atas semua kekurangan. Kami pun membuka pndaftaran untuk calon ketua umum yang baru,” demikian pungkas Prof. Zudan Arif Fakrulloh.

Dalam sambutannya Tuan Rumah MTQ V Nasional Korpri, Gubernur Sultra Ali Mazi mengatakan bahwa MTQ mwnghasirkan nilai univer dalam prose pembangnan daerah.

Gubernur Ali Mazi berharap kafilah Sultra yang terdiri 50 peserta mampu mendulang kembali prestasi nasional sebagai juara umum seperti pernah diraih pada MTQ Korpri Nasional ke-III di Samarinda, Kalimantan Timur.

Sementara itu Sekda Sultra, Nur Endang Abbas mengatakan karena ini merupakan event nasional yang dihadiri ratusan orang, maka Pemprov Sultra akan menerapkan prinsip kehati-hatian guna mengantisipasi lonjakan Covid-19.

“Prokes tetap ditegakkan bagi setiap peserta yang menghadiri kegiatan, pada saat datang akan dites PCR dan rapid antigen,” tegasnya.

Untuk diketahui, MTQ khusus untuk para pegawai negeri sipil ini akan dilaksanakan di Kota Kendari hingga 20 November 2021.

MTQ yang dihadiri 109 kafilah ini juga akan memperlombakan 9 cabang yakni Cabang Tartil Al-Qur’an putra dan putri, Tilawah Al-Qur’an putra dan putri, Hafidz (hafalan) Al-Qur’an, Dakwah Al-Qur’an putra dan putri (Da’i dan Da’iyah).

Kemudian Khath Al-Qur’an Lomba Azan putra, Lomba Khotbah Jumat putra, Lomba Penulisan Artikel Al-Qur’an putra dan putri dan Cabang Lomba Doa putra.

Ke sembilan cabang lomba ini akan dilaksanakan di 9 lokasi, yakni kawasan tugu persatuan eks MTQ, Aula Masjid Raya Al Kautsar, Masjid Abu Bakar Ash Shiddiq Ma’had Tahfizh Baitul Qur’an, Masjid Al Alam Kendari, Auditorium IAIN Kendari, Aula Perpustakaan IAIN Kendari.

Kemudian Aula Pancasila dan Aula Garuda LPMP Sultra, Aula Dinas Cipta Karya, Bina Kontruksi dan Tata Ruang Provinsi Sultra dan Gedung Cipta Pesona Dinas Pariwisata Provinsi Sultra.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Nasional

Meski Covid-19 Terkendali, Pemerintah Tetap Upayakan Perlindungan Maksimal

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Penanganan pandemi COVID-19 di Indonesia saat ini cukup terkendali dengan terus menurunnya kasus positif dan kasus aktif, sejalan dengan angka kesembuhan yang terus meningkat dan angka kematian yang terus ditekan.

Meski demikian, pemerintah terus berupaya maksimal memberikan perlindungan dengan meningkatkan kualitas penanganan dan menggencarkan vaksinasi, terutama vaksin dosis kedua. Terlebih lagi saat ini Indonesia memasuki periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) yang berpotensi meningkatkan penularan.

“Upaya yang dilakukan Pemerintah ini untuk memberikan perlindungan yang maksimal kepada masyarakat,” Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof. Wiku Adisasmito dalam Internasional Media Briefing di Graha BNPB, Selasa (7/11/2021).

Melihat pencapaian program vaksinasi di Indonesia, saat ini pencapaian vaksin dosis 1 sebesar 68,45%, dan dosis 2 sebesar 47,59%. Namun yang disayangkan, masih ada 21 provinsi dengan cakupan vaksinasi dosis 2 di bawah angka nasional. “Dan ini perlu segera dilakukan upaya perbaikan,” tegas Wiku.

Untuk kondisi terkini, lanjutnya, Indonesia mengalami penurunan kasus selama 20 minggu berturut-turut paska lonjakan kasus terakhir terjadi pada Juli 2021. Saat itu, total kasus mingguan tertinggi mencapai 347.847 kasus.

“Dibandingkan saat ini, kasus mingguan Indonesia mencapai 1.749 kasus, atau turun 99% dari puncaknya,” imbuh Wiku.

Baca juga: Cegah Penyebaran Omicron, Wisatawan Asing Masuk Wilayah RI Dibatasi 

Sejalan itu, kasus aktif Indonesia juga terus menurun. Saat ini terdapat 7.526 kasus atau persentasenya 0,18%. Jika dibandingkan tingkat dunia, persentase di Indonesia jauh lebih rendah dari kasus aktif dunia saat ini sebesar 7,93%. Menurunnya kasus aktif ini terus meningkatkan angka kesembuhan.

Pada minggu ini, angka kesembuhan sebanyak 2.378 kasus atau sudah mencapai 96,44% dari total kasus positif. Dan kabar baiknya, angka kesembuhan yang relatif tinggi ini sejalan dengan angka kematian, di mana selama sepekan terakhir Indonesia mencatatkan 59 kematian.

Selain itu, Pemerintah juga terus meningkatkan angka testing Covid-19. Dalam seminggu terakhir, sudah lebih dari 1,3 juta orang yang diperiksa. Angka ini meningkat dari minggu-minggu sebelumnya yang berkisar di angka 900 ribu – 1,2 juta orang. Dengan jumlah tes yang besar ini, tingkat positivity rate Indonesia tetap terkendali yang saat ini berada di angka 0,12%.

Penurunan kasus positif dan positivity rate juga menurunkan tingkat hunian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) di rumah sakit. Pekan ini, BOR ruang isolasi di tingkat nasional hanya 2,77%.

Walaupun begitu, salah satu indikator yang terus dipantau adalah tingkat reproduksi atau angka Rt. Karena, beberapa pekan terakhir jumlahnya terus meningkat. Nilai Rt di Indonesia saat ini sebesar 0,97. “Ini artinya sebentar lagi angka ini akan mendekati 1,” tandas Wiku.

Continue Reading

Hot Topic

Cegah Penyebaran Omicron, Wisatawan Asing Masuk Wilayah RI Dibatasi

Published

on

By

Channel.id-Jakarta. Beberapa negara di dunia saat ini telah mengkonfirmasi ditemukan Varian Omicron. Seperti Italia, Jerman, Belanda, Inggris, Australia, Kanada, dan Israel. Bahkan, saat ini Jepang, Hong Kong, Korea Selatan, Singapura dan Malaysia yang merupakan negara tetangga Indonesia juga telah mengkonfirmasi kasus varian Omicron.

Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof. Wiku Adisasmito menjelaskan bahwa Indonesia telah melakukan langkah antisipasi mencegah masuknya varian ini agar tidak menyebar lebih luas di tanah air. Dan ini sebagaimana yang telah dilakukan Pemerintah negara-negara lain mengantisipasi varian Omicron. Keberhasilan Indonesia akan berpengaruh terhadap penanganan pandemi COVID-19 tingkat global.

Saat ini, Indonesia memberlakukan kebijakan karantina internasional 10 hari dengan pengujian pada hari ke-1 dan ke-9, serta pembatasan sementara terhadap wisatawan internasional yang tinggal atau memiliki riwayat singgah di negara-negara Afrika bagian selatan. Pembatasan masuk ke negara ini juga terus dipantau.

“Penting untuk diingat bahwa pembatasan sementara masuknya wisatawan internasional tidak sama dengan melarang masuknya warga negara dengan kewarganegaraan resmi,” Wiku dalam International Media Briefing di Graha BNPB, Selasa, (7/12/2021).

Baca juga: Waspada Covid-19 Varian Omicron, Presiden Jokowi Gencarkan Vaksinasi 

Wiku menuturkan, pembatasan sementara ini dikenakan pada wisatawan internasional dari negara mana pun. Baik kepada yang tinggal, atau memiliki riwayat transit di negara-negara yang dikenakan daftar pembatasan.

Untuk itu, sambungnya, upaya antisipasi seperti penerapan protokol kesehatan yang ketat juga akan terus dilakukan. Terutama karena Indonesia akan segera memasuki periode Nataru dimana peningkatan aktivitas masyarakat berpeluang meningkatkan potensi penularan.

Penyesuaian aktivitas masyarakat dalam negeri menjelang periode Natal dan Tahun Baru merupakan bagian dari strategi mitigasi COVID-19. Sekaligus upaya untuk mencegah mutasi akibat tingginya angka penularan.

Karena itu, kata Wiku, belajar dari pelajaran masa lalu, Indonesia percaya bahwa tidak ada solusi selain bekerjasama sebagai masyarakat global untuk mencegah tragedi lain terjadi. Setiap pemerintah harus bekerja dalam solidaritas dan berkolaborasi untuk mencegah penyebaran Omicron.

“Kami percaya keberhasilan Indonesia dalam menurunkan kasus nasional akan berdampak besar pada perkembangan kasus di tingkat global,” jelasnya.

Continue Reading

Nasional

Tinjau Lokasi Erupsi Gunung Semeru, Presiden Pastikan Penanganan Bencana Berjalan Baik

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Presiden Joko Widodo atau Jokowi memastikan penanganan bencana erupsi berjalan baik dan segenap kekuatan yang dimiliki oleh pemerintah telah siaga di lapangan. Hal itu disampaikan Kepala Negara saat meninjau langsung sejumlah lokasi terdampak erupsi Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Provinsi Jawa Timur, Selasa (7/12).

“Pagi hari ini saya datang ke lokasi untuk memastikan bahwa seluruh kekuatan yang kita miliki sudah berada di lapangan untuk pencarian korban yang masih ada, kemudian juga evakuasi, juga penanganan pengungsi di lapangan, dan juga ini kita lihat untuk rencana perbaikan infrastruktur yang rusak akibat letusan Gunung Semeru ini,” ujarnya.

Sebelumnya, Jokowi juga meninjau posko terpadu yang dilengkapi dengan dapur umum, posko layanan kesehatan, hingga posko penyembuhan trauma bagi anak di Lapangan Desa Sumberwuluh. Ia juga meninjau posko pengungsian di lokasi tersebut dan menyempatkan berdialog bersama sejumlah warga terdampak erupsi Gunung Semeru.

“Di lokasi pengungsi saya juga ingin memastikan bahwa hal-hal yang berkaitan dengan pengungsi juga tertangani dengan baik. Baik yang berkaitan dengan konsumsi, kesehatan, kemudian air bersih, saya kira kondisinya mulai membaik,” ungkapnya.

Baca juga: Ketua DPR: Kebutuhan Warga Terdampak Letusan Gunung Semeru Harus Diprioritaskan

Jokowi berharap, setelah bencana ini mereda, perbaikan infrastruktur bisa segera dimulai. Selain itu, pemerintah juga merencanakan kemungkinan untuk merelokasi rumah-rumah warga terdampak yang berada di lokasi berbahaya untuk dihuni.

“Tadi saya mendapatkan laporan kurang lebih 2 ribuan rumah yang harus direlokasi. Ini segera akan kita putuskan di mana relokasinya dan saat itu juga akan segera kita bangun karena saya kira semuanya sudah siap,” jelasnya.

Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per Senin, 6 Desember 2021, pukul 20.15 WIB, korban jiwa yang tercatat sementara antara lain luka-luka 56 orang, hilang 22 orang, dan meninggal dunia 22 orang. Rincian korban meninggal dunia teridentifikasi 14 orang di Kecamatan Pronojiwo, sedangkan 8 orang di Kecamatan Candipuro.

Sedangkan jumlah populasi terdampak sebanyak 5.205 jiwa dan warga mengungsi 2.004 jiwa. Terkait dengan jumlah warga yang dinyatakan hilang, posko masih melakukan pendatan dan validasi.

Dalam kesempatan tersebut, Jokowi pun menyampaikan ucapan belasungkawa atas meninggalnya para warga korban erupsi Gunung Semeru.

“Atas nama pemerintah dan seluruh rakyat Indonesia saya menyampaikan duka cita yang mendalam atas meninggalnya korban akibat letusan Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Provinsi Jawa Timur,” ujarnya.

 

Continue Reading

HOT TOPIC