Connect with us

Hot Topic

Pasar Muamalah, Polri: Zaim Saidi Sengaja Buat Pasar Ala Zaman Nabi

Published

on

Channel9.id – Jakarta. Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dirtipideksus) Bareskrim Polri telah menangkap pendiri Pasar Muamalah, Zaim Saidi pada Selasa 2 Februari 2021 malam. Zaim kini berstatus sebagai tersangka.

Kabag Penum Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan menyampaikan, Zaim sengaja membentuk pasar ini untuk komunitas masyarakat yang ingin berdagang dengan aturan yang mengikuti pasar di zaman nabi.

“Pasar Muamalah dibentuk oleh tersangka ZS untuk komunitas masyarakat yang ingin berdagang dengan aturan yang mengikuti tradisi pasar di zaman nabi, seperti adanya pungutan sewa tempat dan transaksi, pembayaran jual beli dengan menggunakan transaksi dengan menggunakan dirham dan dinar,” kata Ramadhan dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu 3 Februari 2021.

Baca juga: Bareskrim Tangkap Pendiri Pasar Muamalah Depok

Ramadhan menjelaskan, jumlah pedagang yang berada di pasar Muamalah ada 10 hingga 15 pedagang. Para pedagang tersebut memperjualbelikan sembako, minuman hingga pakaian dengan penggunaan alat tukar dirham dan dinar.

“Kemudian tersangka juga menentukan harga beli koin Dinar dan Dirham sesuai PT Aneka Tambang ditambah dua setengah persen sebagai marjin keuntungan,” kata Ramadhan.

Ramadhan menyampaikan, kasus ini berhasil diungkap dari informasi awal yang diperoleh tim penyidik tanggal 28 Januari 2021. Hal tersebut terkait dengan video viral tentang penggunaan alat tukar selain rupiah yaitu dinar dan dirham sebagai alat transaksi jual beli perdangangan di daerah Tanah Baru, Depok, Jawa Barat.

Ramadhan menyampaikan, kegiatan perdagangan di Pasar Muamalah, Tanah Baru, Depok sudah dilakukan sejak 2014.

Ramadhan menyatakan, kegiatan perdagangan di Pasar Muamalah digelar tiap dua pekan di hari Minggu, pukul 10.00 sampai 12.00 WIB.

Atas perbuatannya, Zaim disangkakan dengan Pasal 9 UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang Hukum Pidana dan Pasal 33 UU Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang. Ancaman hukuman satu tahun penjara dan denda Rp 200.000.000.

HY

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hot Topic

dr. Reisa Jelaskan Peran Keluarga Saat Pandemi untuk Kesehatan Jiwa

Published

on

By

Channel9.id – Jakarta. Pemerintah ingin memastikan bahwa kejadian berisiko seperti evakuasi korban banjir dan pengungsian sementara, tidak menambah tingginya risiko penularan virus Sars Cov-2 penyebab Covid-19.

Hal tersebut disampaikan oleh Juru Bicara Pemerintah, dr. Reisa Broto Asmoro dalam keterangan persnya di Kantor Presiden (26/02) yang ditayangkan pada kanal Youtube Sekretariat Presiden.

dr. Reisa mencontohkan Kota Pekalongan di Jawa Tengah misalnya, berinisiatif untuk melakukan penyekatan ruang di lokasi pengungsian sebagai upaya agar lokasi pengungsian tidak menjadi klaster baru penyebaran Covid-19.

“Inisiatif yang dilakukan Gubernur dan BPBD Jawa Tengah dan Pemerintah Kota Pekalongan perlu kita apresiasi,” ucap dr. Reisa

dr. Reisa menambahkan bahwa selain aman dari dampak banjir, yang juga harus menjadi perhatian utama adalah kesehatan jiwa masyarakat.

“Selaras dengan perhatian masyarakat dunia, pemerintah juga serius memperhatikan kesehatan jiwa,” tambah dr. Reisa.

Dalam kaitannya dengan aspek psikologis, Bidang Perubahan Perilaku Satgas Penanganan Covid-19 telah meluncurkan buku panduan kesehatan jiwa pada masa pandemi Covid-19. Buku tersebut memberikan informasi seputar kesehatan jiwa dan peran keluarga yang disajikan dalam bahasa sederhana.

Para ahli yang menyusun buku panduan tersebut memperhatikan munculnya rasa bosan dan jenuh menghadapi situasi pandemi yang penuh dengan keterbatasan, lalu muncul juga rasa cemas dan takut terhadap risiko penularan. Selain itu, bagi sebagian masyarakat yang sudah terlalu lama di rumah, muncul emosi yang tinggi juga tidak terkendali serta tantangan emosional lainnya.

“Keluarga adalah jawaban utama untuk membuat suasana lingkungan rumah agar nyaman dan aman, sehingga mampu mempertahankan kesehatan anggota keluarga, terutama apabila anggota keluarga ada yang menjadi pasien Covid-19,” jelas dr. Reisa.

Reisa menjelaskan bahwa terdapat empat hal yang anggota keluarga dapat lakukan untuk saling membantu. Satu, memberikan dukungan emosional dengan menunjukan kepedulian dan perhatian terhadap pasien atau penyintas Covid-19 saat mengalami tekanan dalam proses pemulihan. Dua, memberikan dukungan informasi melalui saran, petunjuk, dan masukan yang berasal dari sumber yang valid dari ahli di bidangnya. Tiga, memberikan penghargaan dan dukungan yang tulus atas semangat dan perkembangan harian yang dialami pasien dan/atau penyintas Covid-19. Empat, memberikan dukungan lainnya seperti hadiah atau apapun yang dibutuhkan pasien atau penyintas.

Di akhir keterangannya, Reisa juga menjelaskan terkait perkembangan program vaksinasi. Beberapa kelompok masyarakat meliputi pedagang pasar, kelompok masyarakat lanjut usia, wartawan, atlet, guru, dosen, serta tenaga pendidik lainnya sudah dimulai untuk mendapatkan vaksinasi Covid-19. Selain itu, vaksinasi tahap I bagi tenaga kesehatan sudah mencapai 100% dari sasaran awal untuk dosis pertama.

 

Continue Reading

Hot Topic

Demokrat Resmi Pecat Tujuh Kadernya, Marzuki Alie Salah Satunya

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Kepala Badan Komunikasi Strategis Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra menginformasikan bahwa partainya resmi memecat tujuh kadernya yang diduga terlibat dalam gerakan pengambilalihan kepemimpinan Agus Harimukti Yudhoyono (AHY). Dua di antaranya  adalah mantan Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Marzuki Alie dan anggota DPR Fraksi Partai Demokrat Jhoni Allen Marbun.

“Partai Demokrat memutuskan untuk memberikan sanksi pemberhentian tetap dengan tidak hormat sebagai anggota Partai Demokrat terhadap nama-nama berikut, Darmizal, Yus Sudarso, Tri Yulianto, Jhoni Allen Marbun, Syofwatillah Mohzaib, dan Ahmad Yahya,” ujarnya lewat keterangan resminya, Jumat (26/2).

Adapun Marzuki, dipecat karena dinilai melanggar etika. Ia dinilai terbukti bersalah ketika pernyataannya di media, yang seakan menunjukkan adanya permusuhan di internal Partai Demokrat.

“Sanksi pemberhentian tetap dengan tidak hormat sebagai anggota Partai Demokrat kepada Marzuki Alie karena terbukti melakukan pelanggaran etika Partai Demokrat,” ujar Herzaky.

Demokrat menilai, Marzuki telah melakukan tindakan dan perbuatan yang bertentangan dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), pakta integritas, dan kode etik partai. Tindakannya dinilai sangat melukai perasaan para pimpinan, pengurus, dan kader Partai Demokrat di seluruh tanah air.

“Hal ini dibuktikan dengan adanya desakan yang sangat kuat dari para pimpinan dan pengurus serta para kader di tingkat DPP, DPD, DPC dan organisasi sayap, termasuk para senior partai, untuk memecat Marzuki Alie,” ujar Herzaky.

Berkaca pada kasus Marzuki, pengurus Demokrat menyampaikan kepada seluruh kader untuk menghormati dan menghargai para senior partai. Serta memberikan dukungan kepada para pemimpin dan pengurus partai.

“Yang saat ini tengah menjalankan amanah dari seluruh kader dan konstituen Partai Demokrat. Bukan yang sebaliknya,” ucap Herzaky.

IG

Continue Reading

Hot Topic

TNI-Polri Amankan Lima Orang Pemasok Senpi ke KKB Papua

Published

on

By

TNI-Polri Amankan Lima Orang Pemasok Senpi ke KKB Papua

Channel9.id – Jakarta. Tim gabungan TNI-Polri berhasil membongkar jaringan Makassar yang diduga menjadi pemasok senjata api dan amunisi ke kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Nabire, Papua.

Adapun sebanyak lima orang telah ditangkap. Satu di antara lima orang yang diamankan adalah mantan anggota TNI AD yakni DJ alias Joni. Penyidik masih terus mendalami keterangan guna mengungkap lebih jauh jaringan tersebut.

“Kelima orang tersebut adalah RWH, DJ alias Joni, RN dan MA diamankan Senin 22 Februari 2021, serta R ditangkap Selasa 23 Februari 2021,” kata Wakapolda Papua Brigjen Matheus Fakhiri dalam keterangannya, Jumat 26 Februari 2021.

Baca juga : Polda Papua: Saat Ini Ada 3 Wilayah Zona Merah Gangguan KKB

Dia menjelaskan, kelompok itu diamankan beserta 42 amunisi berbagai kaliber, dua pucuk senjata api, airsoft gun serta uang yang diduga untuk membeli senjata api. Berbagai barang bukti berupa airsoft gun dan amunisi diperoleh para tersangka dari Makassar.

Pengungkapan itu usai tim gabungan TNI-Polri bersinergi menyelidiki dugaan adanya pemasok senjata api dan amunisi ke KKB. Untuk saat ini, tim belum bisa memastikan senjata api dan amunisi yang mereka kumpulkan itu akan diserahkan ke kelompok mana.

HY

Continue Reading

HOT TOPIC