Connect with us

Hot Topic

PCINU Mesir: Cinta Tanah Air Jangan Jatuh ke Fanatisme

Published

on

Channel9.id – Jakarta. Rois Syuriah PCINU Mesir KH Muchlason Jalaluddin menyampaikan, mencintai tanah air merupakan bagian dari iman seseorang. Bahkan, lebih jauh dari itu, cinta tanah air merupakan fitrah yang melekat pada seorang insan berakal sehat.

Namun, dia mengingatkan, cinta tanah air jangan sampai menjadi cinta buta. Lantaran, cinta buta mengarah kepada fanatisme.

“Nabi Muhammad pernah berpesan kepada umatnya jangan sampai menjadi cinta buta yang didorong fanatisme. Cinta buta membuat seseorang membela berlebihan saudara atau orang dekatnya, baik salah atau benar akan dibantu. Lebih baik mengarah kepada cinta sejati, ini yang dibenarkan agama,” katanya dalam Webinar Agama Cinta Edisi 9, Sabtu (18/10).

Dia menjelaskan, mencintai tanah air sama artinya dengan mencintai manusia yang berada di dalamnya. Karena itu, dia mengajak masyarakat untuk berkorban demi kepentingan sesama, meski berbeda agama, suku, budaya ataupun pandangan politik.

“Harus mengorbankan hati, harta, bahkan perasaan di mana kita harus berdamai dengan orang yang kita tak suka, kelompok lain atau beda pandagan politiknya,” ujarnya.

Cinta kepada tanah air juga akan semakin kuat bila negara menghargai hak warga negara. Pun negara harus mewujudukan persamaan antar anggota dengan menjunjung nilai-nilai kemanusiaan.

“Tentu pertimbangan tanpa melihat ras, agama, gender, bahkan pandangan politik. Semua memiliki hak sama,” pungkasnya.

(HY)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hot Topic

Mendagri Imbau Masyarakat Tidak Mudik Peringati Maulid Nabi Muhammad

Published

on

By

Channel9.id – Jakarta. Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mengimbau masyarakat tidak mudik ke kampung halaman menjelang libur panjang memperingati Maulid Nabi Muhammad yang jatuh pada Kamis 29 Oktober 2020.

Diketahui, pemerintah menetapkan cuti bersama pada 28 dan 30 Oktober 2020. Artinya selama tiga hari, mulai Rabu 28 hingga Jumat 30 Oktober, akan libur panjang.

“Tiga hari itu bisa berlanjut ke Sabtu Minggu, jadi libur panjang. Apalagi kalau ada yang ngambil cuti Senin dan Selasanya,” kata Tito dalam konferensi pers di Kantor Kemendagri, Selasa (20/10).

Mendagri Tito berharap masyarakat tidak perlu mudik. Masyarakat cukup berlibur di rumah saja atau melakukan liburan di daerahnya saja. Imbauan ini disampaikan untuk mencegah penyebaran covid-19 dari daerah ke daerah.

“Apalagi yang di Jakarta, tolong kalau bisa berlibur di tempatnya saja. Enggak usah pulang kampung. Kita beres-beres rumah dan beres-beres lingkugan. Apalagi berdasarkan prediksi BMKG nanti akan ada banjir, longsor dan itu sudah terjadi di beberapa hari belakangan,” kata Tito.

Namun, jika terpaksa melakukan mudik karena terdesak, Tito meminta masyarakat untuk melakukan Tes PCR atau Rapid Tes sebelum mudik. Pun selama perjalanan harus mematuhi protokol kesehatan dengan ketat supaya tidak ada penularan dari perjalan dan di tempat tujuan.

“Tapi saya mendorong PCR karena lebih akurat ketimbang rapid tes,” ujarnya.

Tito pun meminta kepala daerah menyiapkan sistem pertahanan untuk mengantisipasi jika ada pemudik yang datang. Alangkah baiknya, semua pemudik yang datang diminta hasil tes PCRnya.

“Kalau belum tes, keluarganya mendorong sebelum pulang kampung. Ini untuk keselamatan kita semua,” pungkasnya.

(HY)

Continue Reading

Hot Topic

Mendagri: Tidak Ada Korelasi Peningkatan Angka Covid-19 dengan Daerah yang Gelar Pilkada 2002

Published

on

By

Channel9.id – Jakarta. Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menegaskan, tidak ada korelasi antara peningkatan angka Covid-19 dengan daerah yang melaksanakan Pilkada 2020. Bahkan, sejumlah daerah yang melakukan Pilkada turun satu tingkat dari zona Pandemi Covid-19.

“Beberapa daerah Pilkada yang tadinya zona merah berubah menjadi oranye. Kemudian yang oranye berubah menjadi kuning. Kungin menjadi hijau. Artinya penyelenggaraan pilkada yang dianggap jadi media penularan tidak bisa dibuktikan,” kata Mendagri dalam Konferensi Pers Webinar Nasional untuk pembekalan kepada Seluruh Pasangan Calon dan Penyelenggara Pemilu di Kantor Kemendagri, Jakarta, Selasa (20/10).

Tito menyampaikan, meningkatnya angka Covid-19 di suatu daerah tidak ada hubungannya dengan Pilkada. Namun, meningkatnya angka itu berhubungan dengan ketat atau tidaknya pemda menerapkan dan mengawasi protokol kesehatan.

“Jadi sepanjang daerah melakukan pilkada atau tidak, sepanjang protokol dilakukan secara ketat bisa menekan angka penyebaran,” katanya.

Bahkan, Tito menilai, Pilkada 2020 bisa menjadi ajang untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya Covid-19. Dalam hal ini, calon kepala daerah bisa membagikan hand sanitizer dan masker gratis untuk masyarakat. Selain mempromosikan paslon tersebut, tindakan itu juga bisa meningkatkan kedisiplinan untuk mematuhi protokol kesehatan.

“Sekarang banyak sekali pembagian masker dan hand sanitizer. Salah satu paslon di Sumbar membagikan masker sampai 1 juta dengan gambar paslon mereka. Ini jauh lebih efektif daripada baliho. Baliho statis. Tapi kalau masker masuk ke gang-gank, pasar, ke tempat ibadah. Jadi sebetulnya yang pakai masker dia, jadi ajang promosi juga. Banyak teman-teman paslon enggak sadar, ini efektif di tengah pandemi yang enggak bisa ngumpulin orang banyak,” pungkasnya.

(HY)

Continue Reading

Hot Topic

Disiarkan Langaung Lewat Zoom, UNJ Wisuda 1911 Mahasiswa

Published

on

By

Channel9.id – Jakarta. Universitas Negeri Jakarta (UNJ) mewisuda sebanyak 1911 mahasiswanya pada Selasa 20 Oktober 2020. Prosesi Wisuda itu disiarkan langsung melalui zoom dan channel resmi Youtube UNJ.

Dalam sambutannya, Rektor UNJ Komarudin mengucapkan selamat kepada para mahasiswa dan keluarga karena berhasil menyelesaikan studi di UNJ. Komarudin berharap, keilmuan mereka memberikan manfaat dan kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa dan negara.

“Dengan gelar dan kompetensi yang diraih kami harapkan lulusan UNJ bisa terus berkarya memberikan manfaat dan kontribusi bagi masyarakat, bangsa, dan negara,” kata Komarudin dalam sambutanya dalam Wisuda Tahun Akademik 2019/2020.

Adapun 1911 mahasiswa yang diwisuda itu berasal dari jenjang D3 hingga S3. Untuk D3 sebanyak 1311 mahasiswa yang diwisuda. Kemudian, S1 sebanyak 1311 yang terdiri dari lulusan pendidikan sebanyak 1027 dan lulusan non pendidikan sebanyak 304.

“Kemudian, magister sebanyak 292 yang terdiri dari lulusan pendidikan sebanyak 253 dan non pendidikan sebanyak 39. Sedangkan S3 jumlah lulusan 232,” kata Komarudin.

“Atas nama UNJ, saya mengucapkan selamat kepada saudara-saudari para wisudawan. Saudara-saudari telah berhasil dengan baik studi di kampus ini. Pencapaian saudara adalah bukti kerja keras, dedikasi saudara tidak terlepas dari motivasi, doa, dan dukungan banyak pihak yang terlibat dalam kerja keras itu dan orang-orang tercinta,” pungkasnya.

(HY)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

HOT TOPIC