Connect with us

Hot Topic

Peneliti CSIS : Penumpang Gelap Selalu Ada dalam Pengambilan Keputusan Politik

Published

on

Channel9.id – Jakarta. Peneliti senior CSIS J Kristiadi menilai, potensi penumpang gelap selalu ada dalam konteks pengambilan keputusan politik. Penumpang gelap sengaja mengesahkan regulasi untuk memuluskan jalan politik uang.

“Penumpang gelap bisanya ada dalam UU Pemilu dan UU Pilkada. Ini aturan kacau balau yang kita lihat akibat regulasi yang timpang dengan niat sesat. Sesatnya bisa karena tidak tahu atau sesat karena sengaja untuk keuntungan kelompok,” kata Kristiadi dalam Webinar Kebangsaan ‘Waspada Penumpang di Pilkada Serentak 2020’, Minggu (11/10).

Dalam Pilkada, politik uang merupakan senjata ampuh mereka untuk meraih kekuasaan. Lantaran, mereka menganggap suara rakyat sebagai angka mati. Mereka tak perlu menyejahterakan rakyat, karena merasa sudah membayar suara rakyat dengan uang.

“Kebanyakan pemenang kepala daerah yang dipilih tidak membawa impian dan harapan kolektif orang. Angka saja udah. Politik uang jadi instrumen utama membangun kekuasan,” ujarnya.

Menurutnya, tak ada obat mujarab yang bisa menangani itu bila berjuang dalam sistem. Justru, perlu ada tekanan dari masyarakat supaya niat sesat itu tak terjadi. Namun, sebelum itu, perlu ada pendidikan kewarganegaraan supaya masyarakat sadar. Dalam hal ini, negara harus hadir memberikan pendidikan kewarganegaraan

“Jadi perlu kompetensi kewarganegaraan. Kalau tidak ada kompetensi warga negara ini menjadi kacau balau. Tetap ada politik uang dan tidak ada terapinya bila di dalam sistem. Karena oknum penguasa menikmati. Harus ada tekanan publik, tapi tekanan publik harus berkualitas,” pungkasnya.

(HY)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hot Topic

Disiarkan Langaung Lewat Zoom, UNJ Wisuda 1911 Mahasiswa

Published

on

By

Channel9.id – Jakarta. Universitas Negeri Jakarta (UNJ) mewisuda sebanyak 1911 mahasiswanya pada Selasa 20 Oktober 2020. Prosesi Wisuda itu disiarkan langsung melalui zoom dan channel resmi Youtube UNJ.

Dalam sambutannya, Rektor UNJ Komarudin mengucapkan selamat kepada para mahasiswa dan keluarga karena berhasil menyelesaikan studi di UNJ. Komarudin berharap, keilmuan mereka memberikan manfaat dan kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa dan negara.

“Dengan gelar dan kompetensi yang diraih kami harapkan lulusan UNJ bisa terus berkarya memberikan manfaat dan kontribusi bagi masyarakat, bangsa, dan negara,” kata Komarudin dalam sambutanya dalam Wisuda Tahun Akademik 2019/2020.

Adapun 1911 mahasiswa yang diwisuda itu berasal dari jenjang D3 hingga S3. Untuk D3 sebanyak 1311 mahasiswa yang diwisuda. Kemudian, S1 sebanyak 1311 yang terdiri dari lulusan pendidikan sebanyak 1027 dan lulusan non pendidikan sebanyak 304.

“Kemudian, magister sebanyak 292 yang terdiri dari lulusan pendidikan sebanyak 253 dan non pendidikan sebanyak 39. Sedangkan S3 jumlah lulusan 232,” kata Komarudin.

“Atas nama UNJ, saya mengucapkan selamat kepada saudara-saudari para wisudawan. Saudara-saudari telah berhasil dengan baik studi di kampus ini. Pencapaian saudara adalah bukti kerja keras, dedikasi saudara tidak terlepas dari motivasi, doa, dan dukungan banyak pihak yang terlibat dalam kerja keras itu dan orang-orang tercinta,” pungkasnya.

(HY)

Continue Reading

Hot Topic

Polri Sebut Demo Hari Ini Berpotensi Rusuh

Published

on

By

Channel9.id – Jakarta. Polri menyebut, demo menolak UU Ciptaker hari ini berpotensi rusuh. Potensi itu diperoleh dari pemantauan yang dilakukan Polri.

“Ada info kita dapatkan hari ini juga akan dibuat rusuh,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono, Selasa (20/10).

Karena itu, Polri mengimbau massa yang menggelar demo tetap waspada terhadap para penyusup. Massa perlu menolak jika diajak seseorang untuk menjadi perusuh.

“Kami sampaikan ke masyarakat bahwa harus hati-hati dan para peserta demo agar mentaati aturan-aturan, jangan sampai ditunggangi, disusupi,” katanya.

“Kami imbau ke teman-teman yang mengunjuk rasa silakan namun, ikuti aturan jangan merusak, jangan buat tindak pidana dan jangan rusak fasilitas umum,” pungkasnya.

(HY)

Continue Reading

Hot Topic

Tiga Admin Medsos Provokator Ditetapkan Sebagai Tersangka

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Polisi menetapkan tiga orang yang bertindak sebagai admin media sosial masing-masing berinisial MLAI (16), WH (16) dan SN (17) sebagai tersangka. Mereka diduga menggerakkan massa perusuh dalam demo tolak Omnibus Law.

“Kita sudah menetapkan tiga tersangka yaitu aktor ataupun yang membuat akun,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (20/10).

Baca juga: Kadiv Humas Polri: Masyarakat Demo Jangan Ricuh dan Anarkis 

Tersangka MLAI dan WH merupakan admin dari grup Facebook bernama STM Se-Jabodetabek yang memposting konten provokasi hingga informasi bohong untuk menghasut para pelajar membuat kerusuhan saat demo berlangsung.

Sedangkan tersangka SN merupakan seorang admin akun Instagram @panjang.umur.perlawanan yang juga memposting konten-konten ajakan untuk membuat kerusuhan.

“Ada tiga tersangka (untuk admin grup Facebook), yaitu MI dan WH dan satu lagi masih kita kejar,” jelas Argo.

Ketiganya dijerat Pasal 28 ayat 2 jo Pasal 45A ayat 2 UU ITE dan atau Pasal 14 dan atau Pasal 15 UU No 1 tahun 1946 dan Pasal 207 KUHP dengan ancaman hukuman penjara maksimal 10 tahun.

Sebelumnya, Penyidik Ditreskrimsus Polda Metro Jaya menangkap tiga orang pemuda yang diduga menggerakan massa perusuh dalam demo tolak UU Omnibus Law Cipta Kerja pada Kamis (8/10) dan Selasa (13/10) lalu.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus menerangkan tiga orang ini berperan mengajak, memprovokasi, hingga menyebarkan berita bohong melalui media sosial. Mereka berinisial MLAI (16), WH (16) dan SN (17).

“Polda Metro Jaya dalam hal ini Direktorat Krimsus Polda Metro Jaya telah mengamankan 3 orang ya yang memang sebagai provokasi, penghasutan, serta ujaran kebencian dan berita bohong yang tersangkut masalah demo kemarin untuk undangan yang STM itu,” kata Yusri, Senin (19/10).

“Bukan (untuk demo), ini semua untuk melakukan kerusuhan, bukan demo, ini dihasut untuk kumpul, untuk melakukan kerusuhan,” sambungnya.

Menurut Yusri, ketiga orang ini juga kembali mengajak membuat kerusuhan kepada para pengikutnya di media sosial dalam aksi demo pada hari ini, Selasa (20/10).

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

HOT TOPIC