Connect with us

Techno

Penjualan PC dan TV Meningkat Selama Pandemi

Published

on

Penjualan PC dan TV Meningkat

Channel9.id-Jakarta. Selama pandemi Covid-19, bisnis personel computer (PC) kian meningkat. Bahkan, bisnis ini disebut mengalami pertumbuhan besar pertama dalam 10 tahun terakhir.

Sebuah perusahaan riset Canalys mencatat adanya peningkatan pengiriman PC hingga 297 juta unit pada 2020. Angka ini naik 11% dari tahun sebelumnya, dilansir dari The Verge.

Perusahaan riset lainnya yakni International Data Corporation (IDC) pun menyebutkan adanya peningkatan distribusi PC sebesar 13,1% menjadi 302 juta unit, dibanding tahun lalu.

Baca juga : Tak Cuma Lewat PC, Kini Pemain Bisa Siarkan Permainan Lewat Ponsel

Pandemi Covid-19 diakui mendorong peningkatan pengiriman PC. Meski distribusi terhalang karena karantina wilayah pada pertengahan tahun lalu, namhn permintaan terus ada sepanjang 2020.

“Permintaan mendorong pasar PC maju dan semua tanda lonjakan ini masih ada jalan terus berlanjut, “ ungkap Ryan Reith dari IDC.

Selain itu, tingginya permintaan PC ini juga didorong oleh pemberlakuan bekerja di rumah dan pembelajaran jarak jauh.

Bukan cuma PC atau laptop, penjualan TV pun diperkirakan akan menyentuh 223 juta pada 2021. Jumlah ini naik 2,8% dari tahun lalu.

Adanya pandemi Covid-19 dan gelaran kejuaran seperti Olimpiade Tokyo dan UEFA turut mendorong pertumbuhan penjualan di tahun ini.

TrendForce menyebut bahwa 2020 menjadi titik awal tingginya permintaan televisi 65 inch. Peningkatan ini terjadi hingga melampaui 60% pada 5 merk TV.

Paruh kedua tahun lalu pun menunjukkan pertumbuhan sebesar 47,8% dalam penjualan panel TV 65 inci ke atas.

(LH)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Techno

WHO Tegaskan Agar Vaksinasi Segera Dilakukan

Published

on

By

WHO Tegaskan Agar Vaksinasi Segera Dilakukan

Channel9.id-Jakarta. Virus Corona penyebab Covid-19 didapati bermutasi berkali-kali. Alhasil, varian virus ini kian beragam. Bahkan, sejumlah di antaranya disorot secara khusus oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) lantaran lebih mudah menular dan ‘tahan’ terhadap vaksin.

Adapun sejumlah varian Corona disorot khusus di antaranya varian B117 yang pertama kali dilaporkan di Inggris. Lalu ada juga varian 501.V2 yang muncul di Afrika Selatan dan varian D614G di Indonesia.

Baca juga : Menteri BUMN Pastikan Vaksin yang Didatangkan Terdaftar di WHO

Menurut Direktur bidang imunisasi dan biologi WHO Kate O’Brien, sebuah virus sebetulnya normal untuk bermutasi. Ia melanjutan, setidaknya hingga kii belum ada bukti varian-varian baru itu tak bisa dilawan vaksin.

“Evaluasi terkait apakah vaksin akan terdampak varian baru ini masih berjalan,” kata Kate, dikutip dari akun resmi Twitter WHO pada Rabu (20/1).

Kendati begitu, Kate menekankan agar masyarakat sesegera mungkin melakukan vaksinasi.

“Apa yang bisa kami katakan dengan keyakinan kuat adalah agar secepat mungkin masyarakat divaksinasi. Perubahan-perubahan pada varian baru ini kemungkinan tak akan memengaruhi vaksin, tapi sekali lagi kita sekarang berada di zona yang sangat dinamis,” tandasnya.

(LH)

Continue Reading

Techno

WhatsApp Sebut Interaksi Pengguna dan Bisnis Jadi Fokus Kebijakan Barunya

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Hingga kini, kebijakan privasi baru WhatsApp masih menjadi sorotan. CEO WhatsApp Will Cathcart, kepada Times of India, mengakui bahwa komunikasi pihaknya membikin para pengguna kebingungan. Bahkan, membikin banyak penggunanya berpindah ke platform lain, seperti Signal dan Telegram.

“Kami tahu bahwa kami harus bersaing untuk kepercayaan pengguna menyangkut privasi, dan kami pikir pada akhirnya ini adalah hal yang baik untuk dunia, untuk orang-orang memiliki pilihan,” ujar Cathcart, Selasa (19/1).

Perihal pembaruan kebijakan, Cathcart menegaskan bahwa WhatsApp tak mencatat isi chat atau telepon pengguna. Pun tak akan berbagi kontak dengan Facebook. Adapun yang menjadi fokus pembaruan kebijakan ini ialah interaksi pengguna dengan akun bisnis.

Cathcart mengatakan dengan pembaruan tersebut, bisnis memiliki pilihan untuk mengelola chat yang mereka terima di sistem Facebook. Pebisnis yang didukung hosting di luar WhatsApp, termasuk dari Facebook, bisa melihat dan memanfaatkan informasi pengguna untuk tujuan marketing. Jadi pengguna mesti berhati-hati saat menghubungi akun bisnis.

“Meski begitu, untuk transparansi penuh, kami akan memberi tahu pengguna di bagian atas chat jika pebisnis didukung oleh Facebook. Semua terserah pengguna apakah mereka mau atau tidak menghubungi pebisnis di WhatsApp, atau jika mereka hanya ingin berkomunikasi dengan teman,” terang Cathcart.

Diketahui, salah satu hal yang membikin pengguna keberatan ialah mereka tak bisa lagi menggunakan WhatsApp jika tak menyetujui kebijakan ini. Namun, kata Catchart, WhatsApp tak mungkin membuat kebijakan ini menjadi opsional. “Pembaruan ini memberi tranparansi umum dan berisi perubahan untuk menjelaskan komunikasi (dengan bisnis) tersebut,” ucapnya.

“Meski itu adalah fitur opsional, kami rasa penting bagi semua orang untuk tahu tentang itu. Tak semua orang berbicara dengan bisnis saat ini, tapi beberapa akan melakukannya di masa depan,” lanjut dia.

(LH)

Continue Reading

Techno

Pemulihan Ekonomi, Kominfo Perluas 4G Untuk Bantu Pariwisata

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate mengakui perlunya usaha pemulihan ekonomi terlebih dahulu untuk memutus rantai Covid-19. Maka dari itu, pihaknya mendukung Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) untuk memulihkan ekonomi Indonesia.

Sementara itu, ia melanjutkan, Kominfo membantu dengan membangun infrastruktur TIK di wilayah 3T (tertinggal, terdepan dan terluar). Pun mengajak operator seluler untuk melaksanakan secara simultan pembangunan infrastuktur TIK.

“Khususnya base station, base transportation di wilayah-wilayah komersial. Sehingga 2022 nanti jaringan telekomunikasi akan tersedianya sinyal di seluruh wilayah administratif pemerintah dan pemukiman penduduk itu bisa terlaksana. 2G, 3G, dan secara khusus 4G,” ujar Johnny saat konferensi pers daring, Senin (18/1).

“Di saat yang bersamaan, kami berdiskusi tentang bagaimana untuk pertukaran data di bawah payung hukum dan undang-undang untuk saling mendukung, khususnya mendukung aktivitas dan kegiatan kepariwisataan,” sambung dia.

Sebagaimana diterangkan oleh Johnny, Kominfo akan membantu kesiapan men-coverage sinyal 4G yang memadai, baik kecepatannya maupun kualitas sinyal. Sementara di sektor-sektor lainnya—seperti menunjang pariwisata, UMKM dan ultra mikro, Kominfo akan melakukan pelatihan digital guna mendukung perspektif dan roadmap Indonesia menuju bangsa digital.

Di kesempatan yang sama, Menparekraf Sandiaga Uno mengatakan bahwa kedua belah pihak berkolaborasi dan berkoordinasi langsung lantaran sadar keduanya berkaitan.

“Pariwisata dan ekonomi kreatif menghidupi 34 juta orang dan paling terdampak pandemi Covid-19. Bukan cuma TIK, tapi sesuai arahan Bapak Presiden. Ini untuk memastikan destinasi super prioritas. TIK itu sudah kebutuhan, karena begitu mendarat kita akan menyalakan ponsel dan tergantung dengan coverage sinyal,” ujar Sandiaga.

“Komitmen dari Menkominfo mendorong ekonomi kreatif. Mudah-mudahan dengan kolaborasi ini bisa kami pulihkan dan bangkitkan ekonomi kreatif,” tutunya.

(LH)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

HOT TOPIC