Connect with us

Lifestyle & Sport

Pesona Teluk Pangpang, Rumah Singgah Ribuan Burung Migran

Published

on

Channel9.id-Banyuwangi. Setiap tahun burung migran singgah dan beranak pinak di Banyuwangi. Salah satunya mampir di kawasan Teluk Pangpang, yang membentang mulai dari Kecamatan Muncar hingga Kecamatan Tegaldlimo itu.

Ribuan burung tercatat singgah di kawasan alam hamparan pohon mangrove itu. Luasan kawasan yang mencapai 3000 hektar menjadi tempat yang cocok dan favorit bagi kawanan burung untuk berkembang biak.

“Di Teluk Pangpang ini terdapat 42 jenis burung dan 9 Jenis nekton serta 15 jenis makrozoobenthos. Diantaranya merupakan satwa yang dilindungi,” kata Direktur Aliansi Relawan untuk Peyelamatan Alam (ARuPa), Edy Suprapto saat Loka Karya Teluk Pangpang sebagai Kawasan Ekonomi Esensial (KEE), di Hotel Santika.

Baca juga : Keindahan Wisata Alun-Alun Sidoarjo

Kawasan ini, kata Edy, telah ditetapkan sebagai KEE oleh Gubernur Jawa Timur. Banyak masyarakat yang memanfaatkan kawasan sebagai mata pencaharian.

“Banyak potensi yang ada di Teluk Pangpang. Dari sektor perikanannya, ekowisatanya dan lain sebagainya. Termasuk juga ribuan burung migran yang tiap tahun singgah di Teluk Pangpang menjadi potensi tersendiri untuk dimanfaatkan,” imbuh Edy.

Ke depan, ARuPa dan USAID Bijak bersama pemerintah daerah setempat serta stakeholder terkait berperan dalam mengembangkan kawadan. Bahkan, saat ini tengah menggodok blue print sebagai bagian dari pengembangan kawasan Teluk Pangpang tersebut.

“Untuk pengelolaan Teluk Pangpang, sudah dibentuk forum yang terdiri dari beberapa instansi yang meliputi pemerintah desa, Dinas Perikanan, Bapeda, Perhutani dan elmen masyarakat. Sehingga, Teluk Pangpang bisa memberikan nilai ekonomis untuk kesejahteraan masyarakat sekitar dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan dan hayati,” imbuhnya.

Sementara itu, Dosen Fakultas Kehutanan Universitas Gajah Mada, Muhammad Ali Imron menyebut, Teluk Pangpang bisa menjadi salah satu destinasi wisata alam unggulan Banyuwangi. Melalui hamparan alam serta ribuan burung migran bisa menjadi daya tarik wisatawan.

“Burung migran menjadi keuntungan tersendiri. Banyak yang bermigrasi di teluk Pangpang. KEE konsepnya pemanfaatan yang lestari. Ini menjadi keuntungan bagi Banyuwangi yang memang mengandalkan sektor pariwisata sebagai tulang punggung perekonomian,” kata Imron saat menjadi pembicara dalam Loka Karya.

Sebenarnya, kata Imron, Ada beberapa spesies burung migran yang sering singgah ke Teluk Pangpang. Diantaranya, ialah burung dara laut biasa (Sterna hirundo), burung dara laut jambul (Thalasseus bergii), burung Gajahan Erasia (Numenius arquata), burung Gajahan Penggala (Numenius phaeopus).

“Selain itu juga ada burung Cangak Besar (Ardea alba) dan Bangau Tongtong (Leptoptilos javanicus). Burung-burung tersebut biasa singgah di Teluk Pangpang pada bulan November hingga Bulan Februari,” sebutnya.

Sementara Kasubid Tata Ruang Badan Bappeda Banyuwangi Rudiyanto mengatakan, kawasan Teluk Pangpang memang memiliki fungsi konservasi untuk melindungi keragaman hayati sekaligus penghasil oksigen untuk keberlangsungan hidup.

“Selain itu, kawasan tersebut juga menjadi salah satu penghasil oksigen dan menyerap CO2 untuk mengurangi emisi rumah kaca. Harapannya, hutan bakau ini dapat mengurangi dampak perubahan iklim akibat global warming,” jelasnya.

Oleh sebab itu, Pemkab Banyuwangi telah membuat blue print untuk menjadikan kawasan ekonomi esensial Teluk Pangpang sebagai kawasan Ijen Geopark.

“Kita siapkan teluk pangpang sebagai kawasan Ijen Geopark. Akan kita ajukan ke Unisco Global Geopark. Dengan demikian, Teluk Pangpang bisa menjadi destinasi wisata alam yang memiliki daya tarik, tidak hanya wisatawan local melainkan juga wisatawan mancanegara,” pungkasnya.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lifestyle & Sport

Menpora: Shin Tae Yong Mengeluh ke Saya, Timnas Perlu Pertandingan

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Uji coba tim nasional yang mulai digelar pada 5 Maret 2021 dan berikutnya pada 7 Maret 2021 merupakan bagian dari menguji fisik dan mental para pemain, setelah tak berkompetisi selama setahun. Pertandingan penting bagi tim nasional supaya siap bila harus bertanding di Piala Dunia U-19.

Tak adanya kompetisi selama setahun, dikeluhkan pelatih tim nasional asal Korea Selatan, Shin Tae Yong kepada Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali. Tae Yong menyebut dirinya kesulitan mengukur kemampuan para pemain untuk bertarung dengan para pemain negara lain.

“Bagaimana saya bisa membuat tim Anda jadi bagus, kalau kesempatan pertandingan tidak ada? Bukan uji coba biasa. Saya butuh atmosfer yang pemain bersedia mati-matian di lapangan,” katanya.

Baca juga: Dr Tirta: Pertandingan Sepakbola itu Obat Pandemic Fatique 

Zainudin menuturkan, uji coba menjadi pembuka dalam rangkaian untuk memulai kembali kompetisi sepakbola di Indonesia. Kompetisi pun ia sebut sudah mendapat restu dari Kepolisian. Kemudian,  Presiden Joko Widodo menyatakan mendukung kompetisi digelar dengan disiplin protokol kesehatan. “Presiden bilang, mau main (sepakbola) di bulan pun, saya dukung,”jelasnya.

Lebih lanjut Zainuddin mengatakan, setelah uji coba berlangsung lancar penerapan protokol kesehatannya, diharapkan bakal menjadi parameter untuk pelaksanaan Turnamen Pra Musim Piala Menpora pada 20 Maret-25 April 2021 di empat kota. “Setelah dinyatakan lancar, barulah Kompetisi Liga 1 dan Liga 2 dianggap bisa digelar,”pungkasnya.

Continue Reading

Lifestyle & Sport

Dr Tirta: Pertandingan Sepakbola itu Obat Pandemic Fatique

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Aktivis dan Relawan Covid-19 dokter Tirta Mandira Hudhi menilai kompetisi sepakbola Liga 1 dan Liga 2 perlu digelar pada 2021. Menurutnya, pertandingan sepakbola adalah obat untuk pandemic fatique.

“Di mana ada acara yang bisa mengalahkan acara sinetron kemarin malam (5 Maret 2021)? Ya sepakbola,” kata Tirta.

Ia menilai, setahun lebih masyarakat disuguhi ketakutan dan kejenuhan atas situasi pandemi. Apalagi situasi sosial di Indonesia saat ini, menurut Tirta, isinya hanya debat politik.

“Masyarakat bosan. Capek melihatnya. Yang ramai buat masyarakat ya sinetron dan tayangan La Liga (Liga Spanyol) dan EPL (English Premier League),” kata dia.

Baca juga: Menpora: Kompetisi Liga 1 dan 2 Bisa Jalan 

Para penggemar sinetron selama ini terhibur. “Tapi yang laki-laki, lelah, tidak ada hiburan. Mereka butuh olahraga  (sebagai hiburan), basket, bulutangkis, sepakbola. Ini juga berlaku buat generasi mudanya, generasi Z,” kata dia.

Tirta menilai saat ini sudah waktunya kompetisi kembali digelar, karena PSSI dan para pihak yang terlibat sudah paham konsekwensi bila protokol kesehatan diabaikan. Ada suporter, pemilik klub, dan juga panitia.

“Mereka semua sudah paham. Nah kalau ada yang nobar (nonton bola bareng) di satu tempat, itu tugasnya Satgas Covid-19 (untuk membubarkan),” kata dia.

Saat ini, sambung Tirta, yang jadi masalah ada di Kepolisian. “Polisi kasih izin (pertandingan) atau tidak, itu yang jadi ganjalan selama ini. Polisi takut dicopot. Karena memberi izin, ada kerumunan, terjadi pelanggaran. Mereka melihat ada contohnya, soal Petamburan, kan ada (petunjuk pemerintah pusat), tetap saja kena copot,”tandasnya.

Continue Reading

Lifestyle & Sport

Menpora: Kompetisi Liga 1 dan 2 Bisa Jalan

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Turnamen pra musim Piala Menpora dijadikan ajang ujian untuk terselenggaranya Kompetisi Liga 1 dan 2. Hal itu disampaikan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainuddin Amali dalam acara diskusi daring “Kompetisi Sepakbola di Tengah Pandemi Covid-19”, Sabtu (06/03)petang.

“Kalau ini (Turnamen Piala Menpora) lulus, kompetisi (Liga 1 dan 2) bisa jalan,” ujar Zainudin.

Ia menekankan pada implementasi protokol kesehatan menjadi perhatian utama dalam pelaksanaan Piala Menpora. Simulasi pelaksanaan protokol kesehatan itu sudah diterapkan dalam uji coba tim nasional pada 5 dan 7 Maret.

Baca juga: Menpora: Indonesia Siap jadi Tuan Rumah Piala Dunia U-20

Zainudin menuturkan, PSSI dan PT Liga sebagai panitia penyelenggara diuji untuk menyiapkan dan disiplin dalam protokol kesehatan saat tim nasional bertanding uji coba melawan Persikabo dan PS Tira.

“Maka, kemarin (5 Maret) saya pantau langsung. Jam 5 saya sudah di sana (Stadion Madya Senayan), pantau semuanya. Di mana kamar ganti pemain, di mana parkir ambulans. Semua saya cek,” katanya.

Lebih lanjut Zainudin mengatakan, pemerintah sadar, pembinaan olahraga prestasi mesti sudah dimulai. Tak cuma Kementerian Pemuda dan Olahraga yang mendesak kompetisi bisa digelar. “Presiden Jokowi juga minta digelar. Presiden dukung penuh,” imbuhnya.

Karena itu, Zainudin berinisiatif menemui Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, untuk membahas pelaksanaan kompetisi Liga 1 dan 2.

Kompetisi penting, sambungnya, karena menjadi latihan bagi pemairn Indonesia untuk kembali terbiasa bermain. Apalagi Indonesia akan menjadi tuan rumah Piala Dunia U-19.

“Kita perlu turnamen, pertandingan. Kan ujung dari pembinaan sepakbola adalah prestasi. Kompetisi adalah bagian dari pembinaan,” tandas Zainudin.

Continue Reading

HOT TOPIC