Connect with us

Hukum

Polda Jatim dan Bea Cukai Perak Amankan 6 Kilogram Sabu

Published

on

Channel9.id-Surabaya. Unit III Subdit Ill Ditresnarkoba Polda Jatim bersama Direktorat Bea dan Cukai Kantor Wilayah Jawa Timur I Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean Tanjung Perak. Melakukan ungkap kasus perdana Tindak Pidana Narkoba Penyelundupan Sabu yang dimasukkan didalam Termos Makanan, dengan total bruto 4 Kilogram Sabu. Ke empat pelaku adalah jaringan Internasional dari Malaysia – Tanjung Balai – Jakarta – Madura.

Kegiatan ungkap kasus dipimpin langsung oleh Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Gatot Repli Handoko didampingi Kepala Kantor Bea dan Cukai Tanjung Perak Surabaya Aris Sudarminto, Kasubdit III Ditreskoba Polda Jatim Aditya Puji Kurniawan dan tim. Kegiatan ungkap kasus berada di Balai Wartawan Mapolda Jatim Jalan Ahmad Yani Surabaya.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Gatot Repli Handoko menjelaskan, pengungkapan kali ini kita bekerja sama dengan Stake Holder yaitu dari pihak Bea Cukai Tanjung Perak berhasil mengungkap kasus 6 Kilogram Sabu dalam Termos Makanan.

“Kami juga mengamankan 4 pelaku yaitu, Deddy Syahputra (DS), Siti Hodijah (SH), Juhariyanto (Y), Salman (S) dan satunya lagi Erwin (DPO). Dua lagi tersangka Sanidin Bin Mat Nasan (Alm) dan Abdin Bin Su’imah (Alm). Kesemuanya warga Madura,” tuturnya. Jum’at (08/01/2021)

Kepala Kantor Bea dan Cukai Tanjung Perak Surabaya Aris Sudarminto menjelaska, sudah disampaikan Pak Gatot. Barang haram ini merupakan kiriman dari Malaysia. Ini dalam satu kontainer atas nama salah satu perusahaan jasa penitipan.

“Ada dua paket tujuan Madura senilai 2.7 Kilogram dan satunya 2,1 Kilogram. Kesemua Sabu ini ada di dalam 4 Termos Makanan,” terangnya.

Lanjut Aris, disini kita mendapat dari informasi dari pihak Beacukai yang mana dari beacukai Tanjung perak ada pengiriman 2 bal yang berisi baju namun di dalam bal tersebut ada 4 termos masing masing bal.

“Kesemuanya melalui jalur darat bermula dari Tanjung Balai Malaysia, kemudian ke Jakarta, selanjutnya ke Surabaya dan endingnya ke Madura,” ungkapnya.

Dirresnarkoba Polda Jatim Kombes Pol Hanny Hidayat SIK, MH melalui Kasubdit III AKBP Aditya Puji Kurniawan menambahkan, pelaku adalah jaringan Internasional dari Malaysia – Tanjung Balai – Jakarta – Madura.

“Informasi dari masyarakat akan adanya pengiriman Narkotika jenis sabu jaringan Surabaya-Madura yang diduga dikirim melalui jalur darat oleh seorang kurir dengan Modus operandi melalui sistem ranjau,” jelasnya.

Lanjut Aditya, penyelidikan bermula petugas melakukan ranjau disalah satu Hotel di Surabaya. Selanjutnya petugas melakukan observasi dan mendapati tersangka Deddy Syahputra (DS) saat membawa 2 tas ransel warna hitam yang kemudian ditaruh didalam kamar Hotel nomer 505 Lantai 5 di hotel tersebut, akhirnya kami berhasil mengamankan pelaku.

“Sementara untuk tersangka wanita tertangkap bermula dari pengiriman paket PT. Jawa Paket Express. Pada kardus pembungkus yaitu pengirim faktur 1256 bernama Yanto yang tinggal di Kuala Lumpur Malaysia, merupakan suami Siti Khodijah sebagai penerima paket, merupakan warga Lonbilleh Desa Tramok Kokop Bangkalan,” tandasnya.

Barang bukti yang disita pada saat penangkapan yaitu 4 bungkus Narkotika jenis shabu yang ada di dalam masing masing Termos Makanan memiliki total berat kotor 2.040 gram dan bungkusnya dengan berat variasi, berat kotor 480 gram, berat kotor 600 gram, berat kotor 680 gram, dan berat kotor 280 gram. Dan barang bukti tersangka lainnya senilai 4.240.

Selain itu, 2 unit Handphone merk VIVO warna hitam dan Samsung Duos warna Putih dan 4 termos makan pink,coklat dan silver. Selain itu 1 buah kardus besar yang didalamnya berisi 5 bungkus gula pasir, 5 kaleng susu kental dan beberapa keperluan rumah tangga.

Akibat perbuatannya tersangka dijerat pasal 114 (2), Pasal 112 (2), UU RI nomer 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Tersangka lainnya dijerat Pasal 113 (2) dan Pada 114 (2) Jo 132 (1).

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hot Topic

Awas, Pembuat dan Pengguna Tes PCR Palsu Diancam Pidana 4 Tahun

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengingatkan bagi pemalsu hasil tes polymerase chain reaction (PCR) Covid-19 bakal dikenakan sanksi pidana. Wiku menyebut, hal ini sudah diatur dalam Pasal 267 ayat 1 dan pasal 267 ayat 1 KUHP.

“Dengan ancaman pidana kurungan selama 4 tahun. Baik yang membuat ataupun menggunakannya,” tegasnya saat siaran pers yang dikutip pada Jumat (22/01).

Baca juga: Polisi Tangkap Pembuat Surat Keterangan Hasil Swab PCR Palsu 

Wiku menuturkan, untuk mencegah pemalsuan surat PCR pihak verifikator akan memperketat pemeriksaan hasil tes Covid-19 bagi para calon pendatang yang akan masuk ke Indonesia ataupun pelaku perjalanan domestik. Mereka diwajibkan mengantongi hasil tes Covid-19 yang menyatakan status negatif atau tidak terpapar.

“Petugas verifikator surat tes PCR, tes antigen atapun tes antibodi di bandar udara, terminal ataupun pelabuhan, ini akan terus mengetatkan protokol di pintu masuk kedatangan dengan tujuan mencegah imported case,” ungkapnya.

Wiku meminta masyarakat untuk menggunakan hasil tes PCR resmi yang dikeluarkan oleh lembaga kesehatan. Hal ini juga berlaku bagi masyarakat yang hendak melakukan perjalanan domestik.

“Ini bertujuan untuk menekan penularan yang berpotensi disebarkan dari para pelaku perjalanan yang masuk ataupun keluar antar daerah di Indonesia,” ucapnya.

Continue Reading

Hukum

Ditpolairud Polda Banten Tangkap Dua Pelaku Penyelundupan 24.000 Benih Lobster

Published

on

By

Channel9.id – Jakarta. Direktorat Kepolisian Air dan Udara (Ditpolairud) Polda Banten menangkap dua pelaku penyelundupan 24.000 benih lobster. Puluhan ribu benih lobster itu hendak di bawa ke daerah Jawa Barat.

Wakil Direktur Polairud Polda Banten AKBP Abdul Majid menyatakan, kedua pelaku yakni berinisial M (26) dan CH (20) merupakan warga Kecamatan Cikeusik, Kabupaten Pandeglang.

“Dari tangan kedua pelaku ini kita amankan benih lobster yang berjumlah 24.000 ekor yang terdiri dari 18.000 ekor benih lobster jenis pasir dan 6.000 ekor jenis mutiara,” ujar Abdul Majid dalam keterangannya, Kamis 21 Januari 2021.

Abdul Majid menyampaikan, pihaknya menangkap kedua tersangka tersebut di Muara Binuangen, Desa Malimping, Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak, Rabu 20 Januari 2021.

Pelaku dalam melakukan penjualan benih lobster tidak mengantongi izin perkarantinaan ikan di Banten. Karena itu, kedua pelaku terjerat Undang-Undang Nomor 45 Tahun 2009 tentang Perikanan.

“Semestinya yang bersangkutan mendapat lisensi. Apabila melakukan kegiatan ini harus mendapat izin dari perikanan dan sebagainya,” ujar Abdul Majid.

Abdul Majid menjelaskan, pelaku membanderol satu ekor benih lobster sebesar puluhan ribu rupiah. Jika dihitung per ekor diekspor ke luar negeri dengan harga Rp 250.000/ekor, dan jumlah bibit lobster ini sebanyak 24.000 ekor, maka pelaku meraup omzet Rp 6 miliar.

Sementara itu, Kepala Karantina Ikan di Banten, Hanafi menyatakan, tindak pidana yang dilakukan pelaku melanggar UU Perikanan. Nantinya untuk benih lobster yang diamankan akan dilepaskan lagi ke laut.

“Nanti akan kami lepaskan ke laut kembali,” ujar Hanafi.

Akibat perbuatannya, para pelaku tersebut dijerat UU Perikanan pasal 93 juncto Pasal 26 ayat 1 dengan ancaman 8 tahun penjara atau denda Rp 1,5 miliar.

HY

Continue Reading

Hukum

Bareskrim Serahkan Berkas Rizieq Shihab ke Kejagung

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Bareskrim Polri telah menyerahkan berkas tahap 1 kasus itu kepada Kejaksaan Agung (Kejagung) terkait salah satu perkara yang mendera pentolan FPI Rizieq Shihab dalam dugaan pelanggaran protokol kesehatan saat dirawat di Rumah Sakit UMMI.

Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian Djajadi mengatakan bahwa berkas tersebut diserahkan pada Kejagung pada Rabu (20/1). Dijelaskannya, berkas perkara tahap 1 itu berisi hasil pemeriksaan terhadap tiga tersangka dalam perkara itu.

“Dalam berkas itu ada tiga tersangka yang semuanya sudah menjalani pemeriksaan,” ucapnya, Kamis (21/1). Mereka adalah  Rizieq Shihab,  Muhammad Hanif Alatas yang adalah menantu Rizieq, dan Direktur Utama RS Ummi Andi Tatat.

Baca juga: Rizieq Shihab Dipindahkan ke Rutan Bareskrim Polri 

Meski sudah menjadi tersangka, dua dari tiga tersangka tersebut belum dilakukan penahanan. Sebagaimana diketahui, baru Rizieq yang ditahan. Namun penahanan tersebut dilakukan sejak Desember 2020 silam atas kasus dugaan pelanggaran prokes di Petamburan.

Dalam perkara ini, ketiga tersangka dijerat dengan pasat berlapis Pertama adalah pasal 14 ayat (1) dan (2) Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular dengan ancaman hukuman 6 bulan hingga 1 tahun penjara.

Kemudian, pasal 14 dan/atau Pasal 15 UU No. 1/1946 tentang Peraturan Hukum Pidana tentang menyiarkan berita bohong dan menerbitkan keonaran. Ancaman hukuman untuk pelanggaran terhadap pasal ini adalah 10 tahun penjara.

Di samping itu, ketiganya juga dijerat dengan Pasal 216 KUHP, yakni dengan sengaja tidak mengikuti perintah yang dilakukan menurut undang-undang atau dengan sengaja menghalangi tindakan pejabat dalam menjalankan tugasnya.

IG

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

HOT TOPIC