Connect with us

Hukum

Polisi Tangkap 5 Tersangka Penusuk Pendukung Paslon Makassar

Published

on

Channel9.id – Jakarta. Jajaran kepolisian Polda Metro Jaya menangkap lima dari tujuh tersangka penusuk pendukung paslon Makassar. Kelima tersangka itu ditangkap di tempat yang berbeda.

“Kemarin kita berhasil amankan ada lima tersangka dan ada dua DPO,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus dalam konferensi pers, Jumat (13/11).

Yusri menyampaikan, dalam penangkapan itu, satu tersangka sempat dilarikan ke rumah sakit karena memiliki penyakit jantung. Namun, satu tersangka itu meninggal dunia di rumah sakit.

“Saat kita tangkap tersangka S, yang bersangkutan dalam kondisi sakit bawaan yang kemudian kita rujuk ke RS yang bersangkutan ada penyakit jantung, sesak nafas dan di RS meninggal dunia,” ujarnya.

Kemudian, Yusri menyatakan, lima tersangka itu memiliki peran yang berbeda-beda. Ada yang menjadi joki, pengamat situasi hingga eksekutor.

“Modusnya semua mereka merencanakan melakukan penikaman ke korban,” kata Yusri.

Di kesempatan sama, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Tubagus Ade Hidayat menyampaikan, pelaku tega membunuh korban lantaran kesal dengan video yang dibuatnya. Video dari korban dianggap menyinggung pelaku.

“Kegiatan ini rangkaian kegiatan di Makassar sana. Korban awalnya merekam video yang dianggap video itu melecehkan kepada seseorang. Dampak video itu menimbulkan kemarahan yang lain,” kata Tubagus.

Dari video tersebut, para pelaku mulai merencanakan aksi penusukan. Salah satu tersangka pun menghubungi rekan-rekannya yang berada di Jakarta untuk menikam korban karena mereka mengetahui jika korban sedang berada di Jakarta.

Karena perbuatannya, para tersangka dikenakan pasal berlapis mulai dari Pasal 351, 355 dan 340. Para tersangka terancam hukuman di atas lima tahun penjara.

(HY)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukum

Menteri KKP Ditangkap, Mahfud MD: Pemerintah Dorong KPK Profesional

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Mahfud MD, angkat suara terkait penangkapan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP). Dia menegaskan bahwa pemerintah selalu mendorong Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk profesional dalam menjalankan tugasnya.

“Saya selalu mengingatkan kepada teman-teman di KPK tentang apa yang pernah disampaikan oleh Ketua KPK Firli Bahuri kepada saya, ‘biarlah orang mengatakan kami tidak baik, tapi kami akan berusaha keras untuk berbuat baik.’ Saya jawab, ‘lakukan, saya akan back up agar Anda tak diintervensi’,” kata Mahfud, Rabu (25/11).

Menurut dia, salah satu bentuknya ialah beberapa waktu yang lalu pemerintah merilis Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 102/2020 tentang Pelaksanaan Supervisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

“Agar KPK bisa leluasa melakukan supervisi ke kejaksaan dan kepolisian,” ungkap mantan ketua Mahkamah Konstitusi itu.

Baca juga: KPK Geledah Kantor KKP dan Rumah Dinas Edhy Prabowo

Diketahui, Menteri KKP Edhy Prabowo ditangkap KPK pada Rabu (25/11) sekitar pukul 01.23 dini hari WIB. Lembaga antirasuah itu mengamankan Menteri Edhy terkait dengan penetapan izin ekspor bayi lobster.

“Tadi malam menteri KKP diamankan KPK di Bandara 3 Soetta saat kembali dari Honolulu,” kata Ketua KPK Firli Bahuri di Jakarta, Rabu (25/11).

Edhy ditangkap terkait dugaan penyalahgunaan perizinan pengiriman ekspor bayi lobster. Penyidik KPK mengamankan politikus Gerindra itu saat setiba dia turun dari pesawat yang mendarat di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta.

Tim Penyidik KPK kemudian melakukan penangkapan terhadap Edhy Prabowo beserta 12 orang yang ikut bersamanya sekitar pukul 23.40 WIB. Saat itu, KPK melakukan pemeriksaan dan penggeledahan terhadap rombongan yang baru saja mendarat tersebut.

Setelah dilakukan pemeriksaan dan pengeledahan oleh petugas KPK, tiga orang dinyatakan bersih. Namun sembilan orang rombingan VIP yang belum dinyatakan bersih langsung dibawa petugas KPK melalui area ramp out 6 menuju ke area KKP dan Imigrasi untuk melalui penyetempelan paspor dan langsung menuju area kedatangan dan standby di ground floor untuk menunggu pengambilan bagasi.

Rombongan KPK dan Menteri KKP beserta rombongan VIP meninggalkan area ground floor kedatangan menuju lobi barat parkir sekitar pukul 1.20 WIB. Rombongan kemudian langsung menuju Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan.

Edhy saat ini masih menjalani pemeriksana di Gedung KPK. Firli mengatakan, mantan Ketua Komisi IV DPR RI periode 2014-2019 itu tengah dimintai keterangan oleh penyidik KPK.

“Nanti akan disampaikan penjelasan resmi KPK. Mohon kita beri waktu tim Kedeputian Penindakan bekerja dulu,” kata Firli lagi.

Saat ini, KPK mempunyai waktu 1×24 jam untuk menentukan status hukum para pihak yang diamankan dalam OTT ini. Belum diketahui kapan KPK akan menggelar konpers terkait OTT ini.

“KPK punya waktu 1x24jam untuk menentukan sikap. Perkembangannya nanti kami informasikan lebih lanjut,” kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri.

Continue Reading

Hot Topic

KPK Geledah Kantor KKP dan Rumah Dinas Edhy Prabowo

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di Jalan Merdeka Timur Gambir Jakarta Pusat. Penggeledahan dilakukan mulai pukul 13.00 WIB hingga 15.30 WIB.

Para penyidik sebelum meninggalkan kantor KKP, melakukan penggeledahan juga di Gedung Mina Bahari IV tempat kerja Menteri KKP Edhy Prabowo.

Penyidik KPK datang ke kantor KKP dengan menggunakan tiga mobil. Ada 5 orang yang masuk ke dalam kantor tersebut.

Baca juga: Kronologi OTT Edhy Prabowo Beserta Rombongan di Bandara Soetta 

Selain kantor KKP, KPK  juga  menggeledah rumah dinas Menteri KKP di Jalan Widya Chandara V, Jakarta Selatan.

Seperti diketahui, Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo diamankan KPK di Bandara Soekarno Hatta pada Rabu (25/11) dini hari. Selain Edhy, ikut diamankan istrinya Iis, dan para staf. Saat ini, Edhy dan rombongan sedang dimintai keterangan oleh penyidik di Gedung KPK.

Continue Reading

Hot Topic

Kronologi OTT Edhy Prabowo Beserta Rombongan di Bandara Soetta

Published

on

By

Channel9.id – Jakarta. KPK melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Menteri Kelautan dan Perikanan RI Edhy Prabowo di Bandara Soekarno Hatta, Rabu (25/11) dini hari. Berdasarkan laporan penangkapan, selain Edhy, KPK juga menangkap 12 orang lain.

“Telah dilaksanakan Giat Operasi Penangkapan Bapak Edhy Prabowo Menteri Kelautan dan Perikanan beserta rombongan jumlah 12 orang oleh Tim Penyidik KPK terkait adanya dugaan tindakan Korupsi Penyalahgunaan Perizinan Pengiriman (ekspor) Baby Lobster,” tulis laporan tersebut, Rabu (25/11).

Laporan tersebut pun menjelaskan kronologi penangkapan Edhy dan rombongan. Mulanya, pada pukul 23.18 WIB Pesawat All Nippon Airways NH835 yang membawa Edhy Prabowo beserta rombongan jumlah tiba di Bandara Soekarno Hatta.

Kemudian, pukul 23.40 WIB Tim Penyidik KPK melakukan Penangkapan Terhadap Edhy di pesawat NH 835 NRT. Edhy langsung diamankan oleh petugas Tim KPK, dan diberikan penjelasan dengan Surat Tugas KPK oleh penyidik KPK Bpk. Ambarita Damanik kepada Nenteri Kelautan dan Perikanan beserta Rombongan untuk dilakukan pemeriksaan dan penggeledahan.

“Pukul 23.50 WIB Setelah dilakukan pemeriksaan dan pengeledahan oleh petugas KPK, 3 orang dinyatakan clear, namun untuk Rombongan VIP 9 orang yang belum dinyatakan clear, langsung dibawa petugas KPK melalui area ramp out 6 menuju ke area KKP dan imigrasi untuk distamp paspor oleh pihak imigrasi di area layanan satu atap, dan langsung menuju area kedatangan dan standby di Ground Floor untuk menunggu pengambilan bagasi,” tulis laporan itu.

Baca juga: KPK Juga Mengamankan Istri Menteri KKP

Lalu, pukul 01.20 WIB Rombongan KPK dan Menteri Kelautan dan Perikanan beserta rombongan VIP meninggalkan area ground floor  dan menuju west lobby parkir. Kemudian rombongan langsung menuju gedung merah putih KPK, Jakarta Selatan.

“Pukul 01.30 WIB Giat Selesai, situasi aman dan Kondusif,” tulis laporan itu.

KPK sampai saat ini menangkap 17 orang terkait dugaan tindakan Korupsi Penyalahgunaan Perizinan Pengiriman (ekspor) Baby Lobster

“Jumlah yang diamankan petugas KPK seluruhnya saat ini 17 orang di antaranya adalah Menteri Kelautan dan Perikanan (Edhy Prabowo) beserta istri dan beberapa pejabat di KKP. Di samping itu juga beberapa orang pihak swasta,” ucap Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (25/11).

Dia menyatakan, sebanyak 17 orang tersebut ditangkap di beberapa lokasi pada Rabu dini hari.

“KPK mengamankan sejumlah pihak di beberapa lokasi di antaranya Jakarta dan Depok, Jabar termasuk di Bandara Soekarno-Hatta sekitar jam 00.30 WIB,” ungkap Ali.

Saat itu, KPK masih melakukan pemeriksaan secara intensif terhadap 17 orang tersebut selama 1×24 jam.

(HY)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

HOT TOPIC