Connect with us

Hukum

Polisi Tangkap Buron Kasus Kerusuhan di Papua, Victor Yeimo

Published

on

Channel9.id –  Jakarta. Polisi menangkap buron kasus kerusuhan di Papua tahun 2019, Victor Yeimo alias Victor Frederik Yeimo. Dia ditangkap pada Minggu 9 Mei 2021 pukul 19.15 WIT di Jayapura.

“Ditangkap Minggu 9 Mei 2021 jam 19.15 WIT di Jayapura,” kata Kasatgas Humas Nemangkawi Kombes M Iqbal Alqudussy, Minggu 9 Mei 2021.

Iqbal menyampaikan, Victor talah dinyatakan sebagai tersangka aktor kerusuhan di Papua tahun 2019 berdasarkan keterangan sejumlah saksi.

“Victor dinyatakan sebagai tersangka aktor kerusuhan berdasarkan keterangan saksi yang menyebutnya sebagai pimpinan demo dan orator yang berorasi mengenai Papua merdeka dan memprovokasi masyarakat sehingga mengakibatkan kerusakan fasilitas umum,” kata Iqbal.

“Selain itu, dia juga dinyatakan sebagai tersangka berdasarkan keterangan ahli. Dan saat ini tersangka Victor Yeimo dalam pemeriksaan di Mapolda Jayapura,” lanjutnya.

Iqbal menjelaskan, Victor melakukan gerakan makar dan menyiarkan berita atau informasi yang berpotensi memicu keonaran di masyarakat.

“Kejahatan terhadap keamanan negara atau makar dan atau menyiarkan suatu berita atau mengeluarkan pemberitahuan yang dapat menimbulkan keonaran di kalangan masyarakat dan atau menyiarkan kabar yang tidak pasti atau kabar yang berlebihan atau tidak lengkap,” kata Iqbal.

Victor juga terlibat dalam gerakan penghasutan untuk melakukan suatu kejahatan dan atau pembakaran, pencurian dengan kekerasan sampai membawa senjata tajam tanpa izin.

Sebagaimana tertuang dalam rumusan pasal 106 jo pasal 87 KUHP dan atau pasal 110 KUHP dan atau pasal 14 ayat (1), (2) dan pasal 15 UU No. 1 tahun 1946 tentang peraturan hukum pidana dan atau pasal 66 UU No. 24 tahun 2009 tentang bendera, bahasa, lambang negara, serta lagu kebangsaan dan atau pasal 160 KUHP dan atau 187 KUHP dan atau 365 KUHP dan atau 170 KUHP ayat (1) KUHP dan atau pasal 2 UU Drt No, 12 tahun 1951 Jo Pasal 64 KUHP.

Untuk diketahui bahwa Victor Yeimo sendiri merupakan bagian Komite Nasional Papua Barat (KNPB) yang pada tahun 2019 lalu terlibat kerusuhan di Papua, hingga memunculkan demo besar buntut kasus rasial.

HY

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukum

Remaja 16 Tahun Diperkosa Oknum Polisi di Polsek Jailolo

Published

on

By

Channel9.id – Jakarta. Seorang remaja usia 16 tahun diduga diperkosa oknum polisi Biptu II di kantor Polsek Jailolo Selatan, Halmahera Barat, Maluku Utara.

Kabid Humas Polda Maluku Utara Kombes Adip Rojikan menyampaikan, oknum itu sudah menjadi tersangka.

“Sesaat setelah kejadian itu langsung ditersangkakan,” kata Adip, Rabu 23 Juni 2021.

Adip menjelaskan, kasus bermula saat korban dan temannya hendak pergi ke Kota Ternate. Karena sudah terlalu malam, keduanya memutuskan untuk bermalam di sebuah penginapan di Sidangoli, wilayah Kecamatan Jailolo Selatan, Halmahera Barat, Minggu 13 Juni 2021.

Kemudian pada pukul 01.00 Wita, korban tiba-tiba didatangi polisi dan diamankan ke Polsek Jailolo Selatan. Korban dibawa tanpa alasan yang jelas.

Di sana, korban dan temannya diinterogasi di ruangan berbeda. Korban diinterogasi oleh oknum polisi Briptu II. Di saat itu, korban menjadi korban pemerkosaan.

Saat ini kasus sedang ditangani Ditreskrimum Polda Maluku Utara.

Sementara korban telah didampingi unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Ditreskrimum Polda Maluku Utara.

HY

Continue Reading

Hukum

Polri Bakal Tindak Tegas Jika Massa Rizieq Timbulkan Kerumunan

Published

on

By

Channel9.id – Jakarta. Petugas Kepolisian menegaskan bakal membubarkan massa simpatisan atau pendukung mantan Imam Besar FPI, M. Rizieq Shihab jika menimbulkan kerumunan di Pengadilan Negeri Jakarta Timur.

Diketahui, mantan pentolan FPI itu bakal menjalani sidang pembacaan vonis terkait perkara penyebaran kabar bohong (hoaks) hasil tes virus corona (Covid-19) di Rumah Sakit Ummi, Bogor, Jawa Barat, Kamis, 24 Juni 2021.

“Yang datang bila melanggar ketentuan prokes dan berkerumun akan kami bubarkan,” kata Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Erwin Kurniawan, Rabu, 22 Juni 2021.

Tak hanya itu, kata Erwin, jika kedapatan menimbulkan kerumunan di sekitar lokasi sidang, pihaknya juga bakal meminta pertanggungjawaban dari koordinator massa.

Disampaikan Erwin, hal ini dilakukan lantaran pandemi Covid-19 masih terjadi di Jakarta. Apalagi, peningkatan kasus terkonfirmasi positif tercatat juga masih terus meningkat.

“Dan meminta pertanggungjawabannya dari para koordinatornya, mengingat Jakarta sekarang sedang tinggi-tingginya penyebaran covid-nya,” ucap Erwin.

Terkait berapa jumlah personel yang akan diterjunkan untuk pengamanan, Erwin belum mengungkapkannya.

“Kepolisian selalu berkomitmen mengamankan persidangan dari awal agar berjalan dengan aman tertib dan lancar,” ujarnya.

Sebelumnya, Wakil Sekretaris Jendral PA 212, Novel Bamukmin mengklaim pihaknya tak memiliki wewenang untuk menghentikan massa yang hendak hadir di PN Jaktim saat pembacaan vonis.

“Kami tentunya tidak mampu dan tidak punya wewenang untuk menghentikan antusias pencinta Habib Rizieq [ke PN Jaktim],” kata Novel, Selasa, 22 Juni 2021.

Novel hanya menegaskan bahwa PA 212 akan terus mengawal sidang Rizieq sampai tuntas. Ia juga mengklaim berjanji akan menaati protokol kesehatan dan prosedur yang dibuat oleh pemerintah selama ini.

IG

Continue Reading

Hukum

Habib Bahar bin Smith Divonis 3 Bulan Penjara

Published

on

By

Channel9.id – Jakarta. Majelis Hakim pada Pengadilan Negeri Bandung memvonis Habib Bahar bin Smith dengan pidana penjara selama 3 bulan. Habib Bahar dinilai hakim terbukti bersalah melakukan penganiayaan terhadap sopir taksi online, Andriansyah.

Vonis dibacakan majelis hakim yang dipimpin Surachmat dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Bandung pada Selasa, 22 Juni 2021. Bahar dinyatakan bersalah sesuai Pasal 351 KUHPidana.

“Mengadili, menjatuhkan pidana penjara terhadap terdakwa habib Bahar selama 3 bulan,” ujar Surachmat saat membacakan amar putusannya.

Dalam putusannya, hakim menilai Habib Bahar bersalah. Dia menyebut Bahar untuk tetap ditahan. Bahar sendiri saat ini tengah menjalani hukuman atas kasus sebelumnya yaitu penganiayaan dua remaja.

“Bersalah sesuai dakwaan lebih subsider Pasal 351,” kata Hakim.

Putusan hakim lebih rendah ketimbang tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) Kejaksaan Tinggi Jabar. Dalam tuntutannya, Bahar dituntut 5 bulan penjara.

Baca juga: Habib Bahar Menjadi Tersangka Penganiayaan

Seperti diketahui, Habib Bahar diadili atas kasus pemukulan terhadap sopir taksi online bernama Andriansyah. Pemukulan itu dilakukan usai Andriansyah mengantar istri Bahar pada tahun 2018 lalu.

Dalam sidang tuntutan, jaksa menuntut Bahar dengan hukuman 5 bulan penjara. Bahar dinilai terbukti melakukan penganiayaan sesuai Pasal 351 KUHP Jo Pasal 55.

“Menjatuhkan pidana dengan pidana penjara selama lima bulan. Dengan tetap ditahan,” ujar jaksa penuntut umum (JPU) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat saat membacakan amar tuntutan.

IG

Continue Reading

HOT TOPIC