Connect with us

Hukum

Polri Masih Memperbaiki Berkas Terkait Tewasnya 4 Laskar FPI

Published

on

Channel9.id-Jakarta. Hingga kini penyidik Bareskrim Polri belum menyelesaikan perbaikan berkas perkara yang sebelumnya telah dilimpahkan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) kepada penyidik, setelah menetapkan tiga orang anggota Polda Metro Jaya sebagai tersangka pembunuhan terhadap empat laskar FPI.

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono mengatakan, saat ini penyidik Polri masih tengah memperbaiki berkas perkara sesuai dengan catatan perbaikan yang disampaikan oleh JPU. Dalam hal ini, kata Rusdi, proses perbaikan pemberkasan hal yang biasa dalam penanganan suatu perkara.

“Catatan itu lah yang harus dipenuhi oleh polisi. Kembalikan ke polisi. Nanti polisi baca P19 itu apa yang dilakukan polisi yaitu melengkapi itu semua. kalau sudah lengkap dilengkapi ke kejaksaan,” kata Rusdi kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (18/5).

Terkait hal apa yang harus diperbaiki atau catatan Jaksa Penuntut Umum (JPU) agar Polri melengkapinya, Rusdi enggan membeberkan. Yang jelas, penyidik masih proses pemberkasan.

“Itu urusannya sana. Urusannya penyidik dengan jaksa karena nanti kepentingan untuk di pengadilan untuk membuktikan daripada kejadian itu,” pungkasnya.

Baca juga: Polisi Buka Partisipasi Masyarakat Terkait Kematian Laskar FPI 

Sebelumnya, Kejaksaan Agung RI menyatakan berkas perkara dugaan unlawful killing 6 laskar Front Pembela Islam (FPI) masih dinyatakan belum lengkap. Berkas itu kini dikembalikan ke Bareskrim Polri.

Kapuspenkum Kejagung Leonard Eben Ezer menyampaikan berkas itu sebelumnya diteliti oleh Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum (Jampidum) Kejagung RI.

IG

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukum

AJI Medan Tuntut Polres Simalungun Ungkap Pembunuhan Jurnalis Mara Salem Harahap

Published

on

By

Channel9.id – Jakarta. Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Medan meminta Polda Sumut dan Polres Simalungun mengungkap motif dan menangkap pelaku pembunuhan Pemimpin Redaksi lassernewstoday.com, Mara Salem Harahap alias Marsal Harahap.

“Meminta Polda Sumut, Polres Pematangsiantar, Polres Serdangbedagai, dan Polres Binjai untuk melanjutkan proses penyelidikan terhadap kasus kekerasan terhadap jurnalis yang terjadi di wilayahnya,” kata Ketua AJI Medan Liston Damanik, Minggu 20 Juni 2021.

Marsal Harahap tewas karena luka tembakan. Dia ditemukan bersimbah darah di dalam mobil yang dikendarainya, tidak jauh dari rumahnya di Huta VII, Nagori Karang Anyar, Kecamatan Gunung Maligas, Kabupaten Simalungun.

Liston Damanik menyampaikan, Media online milik Marsal Harahap kerap memberitakan dugaan penyelewangan yang dilakukan pejabat BUMN, maraknya peredaran narkoba dan judi di Kota Siantar dan Kabupaten Simalungun, serta bisnis hiburan malam yang diduga melanggar aturan.

Liston menambahkan, pembunuhan Mara Salem Harahap, menambah panjang daftar kekerasan terhadap jurnalis di Sumatera Utara dalam sebulan terakhir.

Sebelumnya, pada 29 Mei, rumah jurnalis linktoday.com, Abdul Kohar Lubis, di Kota Pematangsiantar, diteror orang tak dikenal (OTK) dengan percobaan pembakaran rumah.

Baca juga: Dewan Pers Desak Polisi Segera Selidiki Kasus Pembunuhan Mara Salem

“Pada 31 Mei, mobil jurnalis MetroTV asal Kabupaten Serdangbedagai, Pujianto Sergai, yang terparkir di depan rumahnya dibakar OTK. Pada tanggal 13 Juni, rumah orang tua jurnalis di Kota Binjai, Sofian, dibakar OTK. Sofian yang kerap memberitakan tentang maraknya perjudian di kota itu juga pernah diteror dengan bom molotov dan tembakan airsoft gun di rumahnya,” katanya.

AJI Medan mengecam aksi pembunuhan terhadap Mara Salem Harahap. Apapun alasan yang melatarinya, kekerasan dan aksi main hakim sendiri tidak dapat dibenarkan karena Indonesia adalah negara yang berdasarkan hukum.

AJI Medan juga meminta semua elemen masyarakat agar mendukung kebebasan pers dan menggunakan mekanisme yang diatur oleh Undang-Undang Pers dalam penyelesaian sengketa pers.

“Meminta seluruh jurnalis di Sumatera Utara untuk mengedepankan profesionalisme dan mengutamakan keselamatan dalam menjalankan kerja jurnalistik,” pungkasnya.

HY

Continue Reading

Hukum

Kontribusi Singapura Bantu Penangkapan Adelin Lis

Published

on

By

Oleh: Azmi Syahputra*

Channel.id-Jakarta. Ini momen bagi tepat bagi Pemerintah Singapura membantu pemerintah Indonesia terkait tertangkapnya buronan kakap kasus korupsi dan pembalakan liar Adelin Lis. Hal itu juga sekaligus membuktikan bahwa Singapura bukan surganya para koruptor.

Adelin Lis yang merupakan buron kasus pembalakan liar lebih dari 10 tahun, tertangkap di Singapura pada 2018. Kejaksaan Agung kemudian menerima surat dari ICA (Imigrasi Singapura) untuk verifikasi pada 4 Maret 2021.
Ia ditangkap karena memalsukan paspor dengan menggunakan nama Hendro Leonardi.

Pemerintah Singapura dan Indonesia adalah pihak dalam treaty on mutual legal assistance (MLA) dalam masalah pidana di antara negara-negara anggota ASEAN. Sehingga sangat patut Singapura merespon dan membantu serta mendukung permintaan Jaksa Agung Indonesia agar Adelin Lis dikembalikan ke Jakarta dan dijemput serta diserahkan pada tim kejaksaan Agung.

Adelin Lis termasuk kategori buron yang berisiko tinggi. Ada beberapa catatan yang dilakukan Adelin Lies pada 2006 ketika ia hendak ditangkap di KBRI Beijing. Adelin bersama pengawalnya melakukan perlawanan dan memukuli Staf KBRI Beijing dan melarikan diri. Ia juga sempat melarikan diri di LP Tanjung Gusta Medan. Melihat hal ini sangat tepat bila pemerintah Singapura medeportasi ke Jakarta melalui Kejaksaan Agung.

Kontribusi bantuan Pemerintah Singapura, Kejaksaan Agung Singapura termasuk pihak Imigrasi Singapura dan Kementerian dalam Negeri Singapura menunjukkan sinergitas dan komitmen pemberantasan korupsi dan konsekuensi tindak lanjut sebagai pihak dalam treaty on mutual legal assistance (MLA) antara Indonesia dan Singapura.

Namun bila pemerintah Singapura tidak membantu dan memudahkan proses pemulangan Adelin Lis, maka benarlah dugaan atas apa yang pernah disampailkan Deputi Penindakan KPK Karyoto. Ia mengatakan Singapura satu-satunya negara yang membuat penegak hukum sulit menangkap buron korupsi dan image Singapura sebagai surganya para koruptor.

*Ketua Asosiasi Ilmuan Praktisi Hukum Indonesia ( Alpha)

Continue Reading

Hukum

Pimred Lassernews Ditembak, Pelakunya Diduga Bandar Narkoba dan Koruptor

Published

on

By

Channel9.id – Jakarta. Pimpinan redaksi (Pimred) media online Lassernews.Today.com, Mara Salem Harahap (42) tewas diduga ditembak orang tak dikenal (OTK) di dalam mobilnya, Jumat, 18 Juni 2021, tengah malam.

Direktur CERI Yusri Usman mendesak Mabes Polri ikut mengusut pelaku penembakan tersebut. Yusri mengungkapkan, ia menduga pelakunya tidak jauh dari yang terlibat peredaran narkoba dan perampokan dana APBN dan APBD.

“Melacaknya sangat mudah, periksa pembicaraan Marshal di dalam HP-nya, karena dia salah satu pimpinan media online yang konsisten memberitakan soal jaringan peredaran narkoba di Sumut dan penyimpangan di BUMN dan Kementerian serta Pemda Provinsi dan Kabupaten,” ujar Yusri, Sabtu, 19 Juni 2021.

“Saya ikut berdukacita yang mendalam. Semoga Arwahnya diterima disisi Allah SWT dan keluarganya diberikan kekuatan lahir bathin dalam menerima takdir ini,” sambung Yusri.

Selain itu, Yusri menegaskan, masyarakat pers harus minta Kapolri mengusut tuntas kasus penembakan ini. “Ini bentuk teror bagi dunia pers,” ungkap Yusri.

Belum diketahui pasti kronologis penembakan korban, namun korban ditembak di dalam mobilnya saat akan pulang ke rumahnya di Dusun VII, Desa Karang Anyar, Kecamatan Gunung Maligas, Kabupaten Simalungun.

Informasi dihimpun, ditemukan luka tembak di tubuh korban bagian paha kiri dan bawah perut.

Kapolres Simalungun AKBP Agus Waluyo, Sabtu, 19 Juni 2021 pagi mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan dari lokasi kejadian maupun saksi-saksi. Jenazah korban katanya, sudah dikirim ke RS Bhayangkara Medan untuk dilakukan autopsi.

IG

Continue Reading

HOT TOPIC