Connect with us

Hot Topic

Polri Serahkan Maria Pauline ke Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta

Published

on

Channel9.id – Jakarta. Bareskrim Polri menyerahkan tersangka kasus pembobolan kas Bank BNI lewat Letter of Credit (L/C) fiktif, Maria Pauline Lumowa beserta barang bukti ke Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta.

“Tahap dua tersangka (pembobolan kas) BNI, Maria Pauline Lumowa ke Kejati DKI Jakarta,” kata Kediv Humas Polri Irjen Argo Yuwono, Jumat (6/11).

Dalam kasus pembobolan kas Bank BNI Cabang Kebayoran Baru lewat letter of credit (LC) fiktif senilai Rp1,2 triliun ini, polisi menetapkan 16 orang sebagai tersangka termasuk Maria Pauline Lumowa dan Adrian Waworuntu.

Adrian dan 14 orang lainnya telah menjalani hukuman, sementara Maria melarikan diri ke luar negeri selama 17 tahun.

Petualangan Maria di luar negeri pun akhirnya berakhir setelah Pemerintah Indonesia berhasil menyelesaikan proses ekstradisi terhadap Maria dari Pemerintah Serbia pada Juli 2020.

Sejauh ini, penyidik telah menyita aset-aset milik tersangka Maria Pauline Lumowa senilai Rp132 miliar. Pencarian dan penyitaan aset selama Maria Pauline kabur ke luar negeri.

Atas perbuatannya, Maria Lumowa dijerat dengan Pasal 2 Ayat (1) UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dengan ancaman pidana seumur hidup dan Pasal 3 Ayat (1) UU Nomor 25 Tahun 2003 tentang TPPU.

(HY)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hot Topic

Aktris Iyut Bing Slamet Kembali Tersandung Narkoba

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Aktris dan penyanyi lawas Iyut Bing Slamet kembali tersandung masalah hukum. Ia diamankan pihak kepolisian Resort Metro Jakarta Selatan karena penyalahgunaan narkoba.

Sebelumnya, adik kandung Adi Bing Slamet  ini juga pernah tersandung kasus narkoba pada 2011 lalu. Kini Iyut kembali terjerat kasus yang sama dan diamankan pihak berwajib.

Baca juga: Reza Artamevia Ajukan Rehabilitasi, Polisi Proses Kasus Tetap Berlanjut

Iyut Bing Slamet diamankan di rumahnya, di kawasan Kramat Sentiong, Johar, Jakarta Pusat, Kamis (3/12/2020) malam. Dalam penangkapan, polisi mengamankan barang bukti berupa paperclip diduga berupa sabu dan alat pakainya.

Rencananya, polisi akan menjelaskan secara detail mengenai penangkapan tersebut pada Sabtu, 5 Desember 2020 pada pukul 10.30 WIB.

“Polres Metro Jaksel akan melaksanakan Konfrensii Pers Pengungkapan Kasus Narkoba yang akan dipimpin oleh Kapolres Metro Jaksel,” tulis Humas Polres Metro Jaksel, Jumat (4/12/2020).

Sebelumnya, diberitakan artis berinisial IBS ditangkap karena narkoba. Ketika polisi melakukan pemeriksaan urin, didapatkan hasil positif mengonsumsi obat terlarang.

Namun untuk keterangan lebih jelasnya, polisi baru akan membukanya besok.

IG

Continue Reading

Hot Topic

Ahmad Yani Akhirnya Penuhi Panggilan Polisi

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Anggota Komite Eksekutif Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Ahmad Yani hadir memenuhi panggilan penyidik Badan Reserse Kriminal Polri pada hari ini, 4 Desember 2020. Politikus PBB itu sedianya diagendakan untuk menjalani pemeriksaan pada 3 November lalu. Namun ia tak hadir.

Ahmad Yani akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Anton Permana terkait kasus dugaan penghasutan kericuhan selama aksi unjuk rasa penolakan Undang-undang Cipta Kerja Omnibus Law yang berlangsung pada Oktober 2020 lalu.

“Tentu saya mendapat panggilan yang kedua dari penyidik dari peristiwa yang dahulu,” ujar Ahmad Yani, Jumat (4/12).

Baca juga: Polri Kirim Surat Panggilan Ketiga untuk Ahmad Yani

Nama Ahmad Yani ramai dibicarakan usai empat rekannya di KAMI Jakarta ditangkap. Selang beberapa hari, ia mendapat adanya upaya penangkapan terhadap dirinya oleh penyidik Bareskrim Polri. Yani mengaku didatangi oleh sekelompok penyidik saat berada di kantornya di Jalan Matraman Raya, Jakarta Timur.

Ketika itu, pentolan KAMI tersebut menolak upaya penangkapan tersebut meskipun petugas datang membawa surat penangkapan. Hal tersebut karena penyidik tidak bisa menjelaskan pasal-pasal yang dituduhkan kepadanya.

Nama Ahmad Yani mulai dikenal luas publik saat menjadi anggota DPR RI Periode 2009-2014. Kala itu, Ahmad Yani menjadi anggota Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) DPR RI.

Ahmad Yani makin dikenal publik saat menjadi salah satu anggota Tim Pengawas Century. Diketahui, Timwas Century ini dibentuk berdasarkan hasil Pansus Skandal Kasus Century untuk mengawasi kinerja KPK dalam memproses skandal pengucuran dana talangan Rp6,7 triliun ke Bank Century.

Kiprah Ahmad Yani di Senayan tak berlanjut lantaran dia tidak terpilih dalam Pemilu 2014. Saat PPP dilanda perpecahan, Ahmad Yani mencalonkan diri sebagai ketua umum PPP dalam Muktamar PPP Versi Suryadharma Ali, November 2014. Sebelumnya, pemerintah mengesahkan PPP kubu M Romahurmuziy. Kubu ini menggelar muktamar di Surabaya.

Namun, dalam Muktamar PPP kubu Suryadharma Ali yang digelar di Jakarta, Ahmad Yani gagal. Dalam muktamar tersebut, Djan Faridz terpilih menjadi ketua umum secara aklamasi.

IG

Continue Reading

Hot Topic

Menag: Paham Ekstremisme Bisa Lewat Guru dan Rohis

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi menyatakan bahwa ekstremisme agama bisa masuk ke sekolah lewat tiga jalur: guru, ekstrakurikuler keagamaan (Rohani Islam/Rohis) dan kurikulum atau mata pelajaran.

Fachrul meminta pihak guru pendidikan, khususnya mata pelajaran agama Islam perlu memberikan pemahaman agar ekstremisme tertolak di benak siswa. Sekolah serta pengawas pendidikan benar-benar harus mengantisipasi jalur penyebaran paham ekstremisme tersebut.

“Guru PAI perlu secara optimal memainkan peranan strategisnya, termasuk dalam membina aktivitas keagamaan dan menguatkan moderasi beragama para siswa,” kata Fachrul lewat siaran pers, Jumat (4/12).

Baca juga: BNPT Gandeng Pesantren Cegah Terorisma di Kalangan Remaja

Fachrul menjelaskan bahwa guru memiliki peran penting di sekolah. Di samping bisa menangkal paham ekstremisme, guru juga bisa jadi jalur penyebar paham tersebut.

Jalur kedua yakni organisasi atau ekstrakurikuler bidang keagamaan. Pola mentoring yang selama ini diterapkan bisa dimanfaatkan pihak tertentu yang ingin menanamkan paham ekstremisme.

Jalur ketiga adalah pendidikan atau kurikulum. Fachrul mengatakan ekstremisme bisa saja ditanamkan lewat mata pelajaran selain agama.

“Meski, tidak selalu pintu masuk pemikiran ekstrem ini melalui kurikulum pendidikan agama, karena bisa saja disisipkan melalui mata pelajaran umum,” ujar Fachrul.

Fachrul meminta agar para guru agama di sekolah-sekolah ikut secara intensif memberikan pembinaan pada berbagai aktivitas siswa.

Menurutnya, program penguatan moderasi beragama yang dilakukan Kemenag saat ini turut menjangkau pendidikan agama dan keagamaan di sekolah-sekolah.

“Saya minta guru dan pengawas pendidikan agama lebih intens berpartisipasi dalam memberikan pembinaan atas organisasi siswa,” kata Fachrul.

Fachrul mengatakan Kementerian Agama kini telah bekerjasama dengan Pusat Kurikulum dan Perbukuan (Puskurbuk) Kemendikbud untuk mereview kurikulum pendidikan agama. Saat ini, Kemenag telah menerbitkan 12 buku Pendidikan Agama Islam dengan muatan moderasi.

Fachrul turut mengapresiasi penerbitan buku kumpulan praktik baik implementasi Inisiatif Pencegahan Kekerasan (IPK). Hasil best practice IPK ini adalah modeling pencegahan kekerasan pada jenjang pendidikan menengah.

Menurutnya, buku ini akan semakin menambah referensi bagi para pihak yang berkepentingan, terutama guru pendidikan agama dan sekolah untuk turut berkontribusi dalam mencegah tumbuh kembangnya ekstremisme dalam beragama.

“Saya baca sekilas, naskah buku PVE juga mencoba menutup 3 pintu masuk ekstremisme keberagamaan yang selama ini menjadi kekhawatiran kita semua,” kata dia.

IG

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

HOT TOPIC