Connect with us

Hukum

Polri Tak Segan Represif Jika Demo Tolak UU Cipataker Berujung Ricuh

Published

on

Channel9.id-Jakarta. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus menegaskan aparat kepolisian tak segan bertindak represif terhadap massa yang memicu kerusuhan dalam demonstrasi tolak Omnibus Law Cipta Kerja di Jakarta, Selasa (20/10) ini.

Demonstrasi hari ini terkonsentrasi di kawasan Medan Merdeka, diinisiasi oleh elemen buruh dan mahasiswa.

“Kepolisian tidak akan segan-segan untuk represif, dalam hal ini perusuh-perusuh yang membuat kerusuhan dengan merusak fasilitas umum, pos kepolisian, atau kekerasan-kekerasan lain,” tutur Yusri di Polda Metro Jaya, Selasa (20/10).

Baca juga: Polisi: 10.587 Personel TNI-Polri Diterjunkan Amankan Demo Mahasiswa Tolak UU Ciptaker 

Dia berkata kepolisian juga terus melakukan razia terhadap massa perusuh yang akan bergabung dalam aksi demo. Mereka yang terbukti massa perusuh di luar demonstran langsung ditangkap.

“Ini akan kita tindak tegas, dari razia kita akan amankan, tetapi kalau sudah terjadi kerusuhan akan kita tindak tegas, apalagi kalau sudah merusak fasilitas-fasilitas umum,” ujarnya.

Disampaikan Yusri, kepolisian juga melakukan patroli di wilayah perbatasan untuk mencegah massa perusuh masuk dan bergabung dalam demonstrasi di Jakarta.

Namun, Yusri menegaskan bagi massa yang memang ingin melakukan aksi demo, kepolisian akan tetap melakukan pengawalan dan pengamanan.

“Kalau itu murni untuk melakukan unjuk rasa sesuai penyampaian aspirasi yang ada, sesuai dengan pemberitahuan yang disampaikan ke kepolisian, kita akan kawal,” kata Yusri.

Sebanyak 10.587 personel gabungan TNI dan Polri diterjunkan untuk mengamankan jalannya demonstrasi. Selain itu, ada 10.000 personel cadangan yang disiagakan di Monas dan Gedung DPR.

Yusri sebelumnya juga menyampaikan bahwa pihaknya mengantisipasi pergantian lintas massa perusuh di akhir aksi demo.

Berkaca pada demo beberapa 8 Oktober lalu yang berujung rusuh, Yusri menyebut selalu ada massa perusuh yang bergabung dan melakukan kerusuhan.

“Nanti yang rawan waktu mau selesai itu ada lintas ganti, lintas ganti ini adalah orang-orang yang memang niatnya untuk kerusuhan,” kata Yusri.

IG

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hukum

Ferdinand Hutahaen Ancam Laporkan Balik Putri Jusuf Kalla

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Mantan politikus Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean mengingatkan bahwa dirinya bisa melaporkan balik pelapor terkait dugaan laporan palsu pencemaran nama baik, bila nantinya laporan yang telah dibuat tidak terbukti.

Diketahui, Ferdinad dilaporkan oleh putri Wakil Presiden ke-10 dan 12 RI Jusuf Kalla, Musjwira Jusuf Kalla, ke Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri.

“Jangan lupa juga saya punya hak hukum, kalau ini nanti tidak bisa dibuktikan saya menyerang pelapor ini bisa diklasifikasikan laporan polisi dengan tujuan mencemarkan nama baik saya dan menyerang kehormatan saya,” kata Ferdinand, Rabu (2/12) dilansir CNNIndonesia.com.

Meski demikian, Ferdinand mengucapkan terima kasih atas laporan yang telah dibuat tersebut. Menurutnya, laporan tersebut akan membuka kebenaran dan fakta apakah dirinya bersalah dan pelapor memiliki hak melaporkannya ke polisi.

Baca juga: Beda Sikap Terkait UU Ciptaker, Ferdinand Hutahaean Mundur dari Demokrat

Ferdinand pun menyatakan siap menghadapi proses hukum ini dan memenuhi panggilan polisi di hari mendatang. “Kalau polisi memanggil saya, saya akan memenuhinya,” tuturnya.

Sebelumnya, Musjwira melaporkan Ferdinand ke polisi terkait dengan kicauannya yang menuding bahwa JK terlibat dalam kepulangan pimpinan FPI Rizieq Shihab ke Indonesia.

“Saya di sini atas nama saya sebagai anak Pak Jusuf Kalla melaporkan Ferdinand Hutahaean dan Rudi S. Kamri atas tulisan-tulisan yang mereka buat. Tulisan tersebut mengganggu martabat kami, saya dan keluarga,” kata Musjwira kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta.

Kuasa hukum pelapor, Muhammad Ikhsan, menerangkan bahwa kliennya menuduh para terlapor telah melakulan pelanggaran Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Dari sejumlah barang bukti yang dikumpulkan, diduga Ferdinand telah melakukan penyebaran fitnah, penghasutan hingga berita bohong.

“Nanti polisi yang akan menentukan hasil dari laporan kami,” kata dia.

Laporan tersebut telah teregister dalam nomor ST/407/12/2020/Bareskrim. Dalam laporan itu, pihaknya juga melampirkan sejumlah bukti tangkapan layar dari unggahan-unggahan para terlapor.

IG

Continue Reading

Hot Topic

Geledah Rumah Dinas Edhy Prabowo, KPK Sita 8 Sepeda dan Uang Rp4 Miliar

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita delapan unit sepeda dan mata uang asing senilai Rp4 miliar dari rumah dinas Edhy Prabowo di Jalan Widya Chandra, Jakarta Selatan.

Barang-barang yang dibawa petugas lembaga antirasuah itu bakal dianalisis untuk segera disita demi kepentingan penyidikan dugaan suap izin ekspor benih lobster atau benur. Selain sepeda dan uang, tim penyidik memboyong dokumen terkait izin ekspor benih lobster dan bukti elektronik lain.

“Pada penggeledahan tersebut ditemukan dan diamankan antara lain sejumlah dokumen terkait perkara ini, barang bukti elektronik dan 8 unit sepeda yang pembeliannya diduga berasal dari penerimaan uang suap,” kata Plt. Juru Bicara Penindakan KPK, Ali Fikri, Kamis (3/12).

Baca juga: Edhy Prabowo Minta Maaf Khianati Kepercayaan Jokowi dan Prabowo 

Dalam Undang-Undang lama tentang KPK, penyitaan bisa langsung dilakukan oleh penyidik dengan seizin pengadilan setempat, atau langsung disita dalam keadaan mendesak. Akan tetapi setelah beleid ini diperbarui, segala bentuk penyitaan harus atas seizin Dewan Pengawas KPK.

“Tim penyidik akan menganalisis seluruh barang dan dokumen serta uang yang ditemukan dalam proses penggeledahan tersebut untuk selanjutnya segera dilakukan penyitaan untuk menjadi barang bukti dalam perkara ini,” ujar Ali.

Sebelum itu, penyidik KPK sudah lebih dulu menggeledah kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di kawasan Gambir, Jakarta dan Kantor PT Dua Putra Perkasa (DPP) di Bekasi, Jawa Barat.

Dalam kasus dugaan korupsi izin ekspor benih lobster atau benur, komisi antirasuah telah menetapkan total tujuh orang sebagai tersangka. Menteri Kelautan dan Perikanan nonaktif Edhy Prabowo termasuk satu di antaranya. Ia diduga menerima suap lebih Rp12 miliar dari sejumlah perusahaan eksportir.

Eks Politikus Gerindra itu disangkakan melanggar Pasal 12 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 11 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

IG

Continue Reading

Hot Topic

Ustadz Maaher Ditangkap Bareskrim Polri

Published

on

By

Channel9.id-Jakarta. Soni Ernata atau Ustadz Mahaaer dicokok penyidik Subdit 2 Dittipid Siber Bareskrim Polri hari ini, Kamis (03/12) sekitar pukul 04.00 WIB.

“Tadi pagi sekira jam 04.00 WIB disaksikan oleh istrinya, langsung dijemput ke rumahnya oleh tim dari Bareskrim Polri,” ujar Koordinator tim pengacara Maaher At Thuwailib, Djudju Purwantoro seperti dikutip dari detik.com, Kamis (03/12).

Baca juga: Polri: Ada 4.250 Tindak Pidana Siber Sepanjang Januari-November 2020 

Penangkapan Maaher ini tercantum dalam surat bernomor SP.Kap/184/XII/2020/Dittipidsiber.  “Melakukan penangkapan terhadap Soni Eranata (pemillik/pengguna akun Twitter Ust.Maaher At-Thuwailibi Official) dan membawa ke kantor polisi untuk segera dilakukan pemeriksaan,”demikian isi surat tersebut.

Maaher ditangkap atas dugaan penyebaran informasi yang menimbulkan kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasar atas suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) melalui media sosial sebagaimana dimaksud alam Pasal 45a ayat (2) juncto Pasal 28 ayat (2) UU No 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU No 11 Tahun 2008 tentang informasi dan Transaksi Elektronik.

Maaher diamankan atas laporan Waluyo Wasis Nugroho pada 27 November 2020 lalu. Sebelumnya, ia juga dilaporkan oleh Nahdlatul Ulama (NU) lantaran dianggap menghina kiai NU Habib Luthfi bin Yahya. Maaher mencuit ‘cantik pakai jilbab kaya kiai Banser dengan memasang foto kiai karismatik, Habib Luthfi.

Continue Reading
Advertisement
Advertisement

HOT TOPIC